Friday, October 10, 2008

Check out my Facebook profile

facebook
Nur Iman Gunarba-Inung
Nur Iman Gunarba-Inung has:
1 friend
2 friends
1 friends
photos
0 notes
0 wall posts
0 groups

Check out my Facebook profile


Hi Inungarea,

I set up a Facebook profile where I can post my pictures, videos and events and I want to add you as a friend so you can see it. First, you need to join Facebook! Once you join, you can also create your own profile.

Thanks,
Nur

To sign up for Facebook, follow the link below:
http://www.facebook.com/p.php?i=1497007803&k=S4M32YV5S4ZM5GDDUBZ3PV&r
This e-mail may contain promotional materials. If you do not wish to receive future commercial mailings from Facebook, please opt out. Facebook's offices are located at 156 University Ave., Palo Alto, CA 94301.

Wednesday, October 8, 2008

"Halah...masih dolan-dolan kesini koq!"

Itu kata Cutiq si kucing arab (baju kotak-katok, berkacamata), tadi pk 7 pas pamitan di lantai 4, sarang para kalong Tanjung Duren. Lantas, alumni Unsoed ini cipika-cipiki ama Mafie dan Astrid (berjilbab hitam dan atunya pink).

"Bye-bye, see u nextime, nextdoor!" ujarnya padaku, tanpa cipika-cipiki :)) dan kami berjabat tangan komando sebelum farewell jeprat-jepret. Ciaoo....

Thursday, September 25, 2008

Kalong Tanjung Duren


Yupiieee... kalo Batman bin kalong van kelelawar meluncur dari sarang begitu petang berganti pekat, kelelawar Tanjung Duren ini baru ninggalin markas selepas tengah malam pergantian tanggal.

Ketika lampu-lampu jalan hanya menerangi aspal basah, laju Espass kami pun sendirian menguasai lebar ruas jalan. Di tengah mata yang menyipit saking terlalu intim dengan MS word, Mozilla Firefox dan YM serta Message PopUp, kami melaju dari kantor di belakang Taman Anggrek mengarah ke Bekasi Barat. Sebenarnya, ini perjalanan biasa setiap hari Rabu dan Kamis, hari deadline tabloid Gaul. Kami berenam, penghuni ruang redaksi lantai 4, udah jadi prosedurnya diantar ampe rumah masing-masing. Tapi, malam itu kami punya rencana lain...Sahur di McD 24 jam di Pangkalan Jati, 01.33--02.37 wib. Yihaaa...

Wednesday, September 24, 2008

Xtravagansa!!!


Silaturahmi Mantan Aktivis Mahasiswa dan Aktivis Pers Mahasiswa se-UGM, di Rg. Granada -Univ. Paramadina, Jakarta, Senin 22 September 2008

Pantengin tampang-tampang sumringah lainnya yang sempat terekam Nikon-nya Mardian dan Canon PowerShot tercinta, di http://www.flickr.com/photos/inung_gunarba/ atau http://inungitong.multiply.com/photos/album/2/

Tuesday, September 23, 2008

Ketika 'Kort' Datang


Ketika tiap bulan kamu disodori majalah musik ini yang di halaman tengahnya terselip lirik lagu dengan kunci-kunci kort gitar bahkan kadang not balok.... Apa yang melintas di kepala?

Di sini bisa mantengin lirik dan kort Stairway to Heaven-nya Led Zeppelin, Smell like Teen Spirit kilikan Nirvana, hingga Betapa-nya SO7 dan koleksi Andra cs: Hitamku dan Musnah.

Edisi bulan puasa ini, kortnya Opick, Hadad Alwi, dan lagu-lagu religi Gigi bersanding dengan Green Day serta Foo Fighter. Juga ngikutin bincang-bincang sama Ian Antono, Donny Fatah atau Fedi 'Kotak' Nuril.

Hmm, seperti pagi tadi ketika jeng Titi sang sekretaris redaksi membagikan edisi terbaru majalah ini yang masih satu grup dengan media kami. Segera angan saya melambung, memelototi poster musisi yang menjadi bonus majalah dan kemudian membayangkan menyandang sebuah gitar bolong. Bukan untuk memainkannya, memang. Lebih tepat, belajar memetiknya. Jreeenggg....

Monday, September 22, 2008

Telepon dari Pasar Minggu



"Hallo Nung, aku Hendra," repet seseorang dengan dialek Batak di speaker Motorola-ku, pagi menjelang siang ini. "Masihkah di majalah sawit itu?" lanjutnya sebelum aku bertanya siapa 'Hendra'. Rupanya dia, tepatnya Pak Hendra, kenalanku di JCC pas liputan Sampoerna Agro Expo, April silam.

“Gini Nung, aku sekarang mengelola majalah bulanan perkebunan. Kita butuh teman-teman redaksi buat bikin ramai nih,” katanya sambil menyebut sebuah departemen di kawasan Pasar Minggu, pemangku majalah itu. Kujawab bahwa aku sudah tidak lagi nongkrong di Cibubur, kantorku dulu. Juga tak lagi bergelut dengan harga CPO yang membumbung pada angka $1300/ton dan lantas bummm… rubuh di kisaran $700/ton dalam selang 3-4 bulan.

“Saya sekarang di tabloid remaja,
Gaul, di Tanjung Duren. Arah Grogol, Jakarta Barat, Pak,” jawabku setelah dia bertanya kemana sekarang aku berlabuh. “Jauh banget kamu pindah,” lidah Bataknya makin nyaring dan disambung dengan tawa hahaha. Mungkin maksudnya ‘jauh’ adalah soal perbedaan ranah media, tapi juga bisa menyoal jarak antara Cibubur-Tanjung Duren yang dari ujung ke ujung. “Sering ketemu artis kau!” celotehnya dan kujawab, tiap hari lah Pak! Tak terasa lidahku mendadak Batak. Tapi gagal total, jangankan lidah, seumur-umur bibirku saja belum pernah menjangkau bibir bidadari Batak. Hmm… mendadak curhat nih!

“Ya itulah, kapan-kapan kalau Inung ada waktu mainlah ke kantor yang di Pasar Minggu ya! Lantai 3 gedung B,” undangnya yang aku iyakan. Kubilang juga, aku akan baca majalahnya dulu biar nanti ngobrolnya lebih cair. Di ujung sana, Pak Hendra menunjuk beberapa toko buku besar tempat majalah itu ikut menyesaki outlet majalah dan koran. “Nanti bisa lah kau bikin wawancara perkebunan sama artis-artis itu ya,” katanya sebelum menutup perbincangan ramai kami. Siap komandan!!!

Hmm, bulan puasa ini memang penuh berkah.

Semoga menjadi rejeki, haiyaaa....

Tuesday, September 16, 2008

I'm here now!!!

Di sini lah kini, di sisi barat Jakarta yang nihil langit biru, bahkan biru muda pun sekalipun. Terlapis oleh asap menggantung. Jangan tanya sunrise, kutunggu selepas sahur sabtu kemarin pun yang ada hanya semburat oranye. Jangan harap pula keelokan matahari tenggelam datang tiap petang. Tapi, kalau memang beruntung, kadang kala bulat-merah-merona-menjilat begitu cantik di tepi horizon.

Disini pula, kusapa dunia dari dinginnya lantai empat. Setelah naik tangga lapis tiga yang bikin lututmu gemeretak, selamat datang di dunia yang ramai, dunia yang tak benar-benar lelap.***