Sunday, February 27, 2022

Bambu Air

Hari ini saya memindahkan bibit bambu air ke pot kecil.

Saya ingin tahu sekalian, bagiamana pertumbuhannya nanti.

Berawal dari indukan bambu air yang sudah berusia 3,5 tahun, saya memperbanyak bibitnya pada 3 minggu lalu.

Caranya, indukan yang sudah rimbun, dikurangi sebagian. Saya ambil 4 rumpun berisi 5&15 an batang. Saya pisahkan dan tanam di polibeg kecil.


Setelah 2 pekan, Alhamdulillah, muncul tunas baru di ujung batang dan juga ada tunas baru di media tanamnya.

Dari 4 bibit, tiga diantaranya saya biarkan dulu. Kebetulan dulu tetangga minta bibitnya.


Adapun 1 bibit saya pindahkan ke pot putih.

Sekaligus, ini juga percobaan apakah perlakuan yang saya berikan bisa efektif dan aman. Yakni:

1. Media tanamnya berupa tanah campur sekam bakar juga pupuk kandang.

2. Saya beri juga pupuk TSP untuk penguatan akar. 

3. Potnya tanpa lubang bawah 

4. Airnya saya sengaja bikin hingga tergenang.

1 - 2 minggu lagi, coba saya lihat bagaimana pertumbuhannya :)

++

Oya, tanaman hias bambu air sejatinya bukan keluarga bambu. Aslinya dia termasuk jenis paku-pakuan.

Vibes yang menguar dari tanaman ini adalah suasana sejuk. Maka wajar jika kita sering menemui bambu air untuk salah satu tanaman di vila, hotel, restoran, tempat kulineran, dll.

Dipadukan dengan pot keramik atau pot panjang tanpa lubang, bambu air menghadirkan hawa serta atmosfer sejuk.

Rumpun batang yang berkelompok dan bisa mencapai tinggi 1 meter lebih, menarik juga untuk menjadi partisi ruangan.

Saya juga pernah melihat, kolektor bambu air menaruhnya di pot besar dengan volume air yang banyak. Di dalamnya, diisi ikan hias kecil warna-warni. Menarik juga idenya :)






Monday, May 10, 2021

Reksa dana pilihan saya di Bareksa

Investasi keuangan kini semakin akrab terdengar di telinga. Literasi yang giat dilakukan pemerintah dan perusahaan finansial sangat berperan memacu penerimaan publik. 

Begitu pula teknologi informasi terutama internet, aplikasi, dan smartphone kian memudahkan kita melakukan investasi. Ibaratnya, hanya di depan mata, kita mudah sekali memilah memilih produk investasi. 

Saya sendiri memiliki investasi keuangan berupa saham dan reksa dana. Nah khusus produk yang disebut terakhir, saya menggunakan aplikasi Bareksa. 

Selain mudah, saya menyukai navigasi di aplikasi ini. Baik itu ketika beli, jual, cek portofolio dan juga membaca berita perihal investasi yang disediakan tim redaksi serta content creator Bareksa. 

Transaksi beli juga dapat dilakukan dengan transfer bank secara konvensional maupun mobile banking, virtual account, dan yang paling nyaman dengan e-money Ovo. Tinggal klik, beres! ๐Ÿ™‚

Di aplikasi ini, ada beberapa reksa dana yang pernah jadi pilihan sebelum kemudian mengerucut ke 2-3 pilihan produk. 

Dulu saya pernah beli produk Manulife, Aberdeen, Sucorinvest, dan lain-lain. Jenisnya pernah reksa dana saham, pasar uang, dan pendapatan tetap. 

Kini investasi saham saya lakukan sendiri secara terpisah melalui Mirae dan MNC Trade New. Adapun investasi reksa dana di jenis pasar uang dan pendapatan tetap. 

Nah, pilihan saya di reksa dana pasar uang di Bareksa ialah Sucorinvest Sharia Money Market Fund. Sedangkan untuk pendapatan tetap ialah Syailendra Pendapatan Tetap Premium. 

Khusus reksa dana pendapatan tetap, ada pula opsi produk yang bisa dipertimbangkan sesuai karakter dan orientasi investasi kita.

Meminjam sharing dari kawan yang juga profesional di perusahaan manajer investasi, berikut ini opsinya (khusus RD pendapatan tetap ya) :

1. Jika kita bermaksud untuk trading, ikut pasar naik turun yield pasar obligasi, maka bisa memilih Manulife Obligasi Negara Indonesia II. 

2. Kalau mencari dividen bulanan dapat menjatuhkan pilihan ke Manulife Pendapatan Bulanan. 

3. Nah bila ingin stay stabil jangka 3 tahun, tidak terlalu fluktuasi, namun terus terang agak kurang likuid, silakan saja ke Syailendra Pendapatan Tetap Premium.

Oya, opsi di atas itu bukan rekomendasi untuk membeli produk ya. Segala keputusan bergantung pada keputusan sendiri. 

Satu lagi, sebelum masuk berinvestasi ke produk apapun, baik saham, reksa dana, emas, cryptho, maupun tabungan hingga deposito, maka sebaiknya bekali diri dengan pengetahuan memadai. Juga selalu segarkan alias update dengan kabar informasi bisnis investasi terbaru. Termasuk informasi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, aksi-aksi perusahaan, dan lain-lain. 

Salam profit, salam cuan :) 

Thursday, March 18, 2021

Cara Mudah Atasi Tunas Daun Pohon Mangga Gosong dan Mengering

 


Selamat siang semua, wilujeng siang sadayana

Beberapa waktu lalu kawan saya ada yang cerita dan bertanya soal tanaman buah mangga nya. 

Pada bagian tunas atau bakal tunas mengalami gosong dan mengering. 

Kebetulan mangga jenis chokanan saya juga mengalami yg sama. Tunas mengering dan tidak ada tambahan daun baru sampai saya tungguin 3 bulan lebih. Padahal mangga tetangga pada numbuh daun dari tunas-tunasnya, juga berbunga dan berbuah. 

Kemarin malah sempat galau, bingung, putus asa heheheeeee

Beneran bingung kemarin, kudu diapain. Pupuk NPK sudah, perbaikan media tanam sudah, tambah kompos sudah juga. Plus kocor POC juga. 

Hampir saya mau tebang saja, kali-kali ada penyakit di batang dan gangguan di akar. 

Nah, akhirnya 2 minggu lalu saya ada ide sebagai ikhtiar. 

1. Saya potong cabang yang ada tunas gosongnya. Sekitar 3 cm dari ujung. Maaf ga sempat motret. Adanya foto bekas potongannya. 

2. Bekas potongan, saya beri cat untuk menutupi lukanya. Ini untuk mencegah jamur dan penyakit lain. 

3. Saya tunggu. Sabar. Berdoa๐Ÿ˜Š

4. Alhamdulillah, pada hari ke 4/5 muncul titik kecil warna hijau. 

Terus terang deg-degan campur berharap. Apakah ini cinta eh bakal tunas? ternyata benar! 

5. Yesss, dan setelah 1 minggu -10 hari dari potong cabang tadi, tunas baru berhasil Sprout jadi daun. Malahan muncul tunas sari batang utama. alhamdulillah. 

6. Setelah itu, beneran mereka ngebut. Tunas-tunasnya baru pada nge-gasss sprout ga pakai rem ๐Ÿ˜Š


Berikut foto-fotonya ya. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan yang tanaman buahnya mengalami kasus sama. Mungkin bisa di aplikasikan ke tanaman buah lainnya (tanaman batang keras) seperti mangga jenis lain, rambutan, kelengkeng dll. 

Salam dari Cilebut, Bogor :) 




Monday, September 28, 2020

Malam Senin di Puncak: Bogor Jalan-jalan (9) Test motret malam dengan Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel


Di kala sebagian besar kita memilih menghabiskan waktu di rumah pada Minggu malam untuk bersiap beraktivitas di Senin esok hari, kami justru ngeluyur ke Puncak. Sekalian juga saya test bagaimana kinerja kamera Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel untuk motret malam hari.

Spontan saja. Tidak pakai persiapan atau janjian. Pokoknya cusss. 

Di ketinggian dan banyak kelokan, saya jajal bagaimana produk Xiaomi ini ketika diajak motret trail-light dari lampu kendaraan yang melintas dan juga fitur motret setingan manual, termasuk speed lambat.

Di kejauhan, kerlap kerlip pemukiman kawasan Bogor dapat terekam dengan kamera 64 Mega Pixel ini.

Dengan bermobil, kami berenam meluncur dari kompleks rumah di Cilebut menuju Ciawi, lanjut Gadog, Taman Safari, Gunung Mas terus ke atas hingga Masjid Atta'awun. 

Dari masjid ikonik itu, masih lanjut menanjak. Pilihan kami adalah salah satu warung yang menyediakan sate, tongseng dan jagung bakar. 

Menu-menu itu pas banget untuk cuaca Puncak. Sudah di ketinggian 1.400 mdpl, ditambah saat itu habis hujan. 

Nah buat yang ingin menyesap suasana lain di malam Senin, mainlah ke Puncak. Semangkuk Indomie dengan irisan cabe sudah joss menghangatkan malam :) 


Monday, September 21, 2020

Tips Perawatan Tanaman Anggur, Langsung dari Praktisi


Tanaman anggur memang salah satu tanaman buah yang tak kenal musim tren. Bibitnya diburu, informasi pengetahuan tips menanam dan merawatnya terus dicari di internet, komunitas maupun dalam ajang kopdar.


Ketika kemarin hari Minggu saya mengambil bibit anggur Red Globe di Depok, Jawa Barat, saya menyempatkan untuk menimba ilmu dari Cang Ali, salah satu praktisi penanaman anggur.

Di FB, sobat anggur dapat berinteraksi di wall FB maupun di grup Tips Menanam Anggur dengan nama online hehehe Nooray Ali. Beliau menjadi moderator di grup TMA tersebut. Di kebunnya terdapat bibit ninel, angelica, jupiter, dan lain-lain. Kebetulan saya memilih red globe.

Langsung saja, dalam merawat tanaman anggur dibutuhkan penyemprotan 2 jenis yakni:
1. Fungisida: mereknya Amistratop dan Antracol. Silakan jika mau merek lain, itu sekadar info ya.
2. Insectisida: mereknya Abasel (atau Decis, Regen).

Dosis fungisida, Amistratop cukup setetes dan diencerkan dengan 1 liter air. Adapun jika memilih menggunakan Antracol maka 1 sendok untuk 1 liter air.

Bagaimana dengan Abasel? Insectisida ini digunakan dengan dosis 1 tetes per liter air.

Caranya dengan penyemprotan terutama di bawah daun karena letak stomata ada di bawah daun dan waktunya pada sore hari sekira pukul 16-17.00. Mengapa sore hari? Karena di waktu itulah stomata terbuka. Jangan terlalu petang atau malam ya, karena stomata sudah menutup.

Berapa harganya? Amistratop lebih mahal dibanding Antracol. Banderol harga Amistratop ialah untuk kemasan 100 ml Rp60.000, sedangkan Antracol per 1 kilogram hanya Rp40.000.

Di musim hujan, penggunaan fungisida lebih diperhatikan ya karena air hujan dan udara lembap lah yang mendatangkan jamur.

Oya, penggunaan fungisida dan insektisida juga jangan berbarengan. Minimal diberi jarak 1 hari antar keduanya. Diberikan 1 minggu sekali.

Untuk insektisida, gangguan yang sering muncul adalah trip, kutu putih dan lain-lain. Nah insektisida Abasel, Decis, Regent menjadi ikhtiar agar insektisida menjauh. 

Satu lagi, jika ada tanaman di dekat anggur yang kena kutu putih, gemini dan lain-lain (seperti cabe, tanaman bunga dsb) maka tanaman lain itu juga disemprot. 

Bagaimana pemberian pupuk? Untuk pupuk kandang, diberikan dengan ditabur karena jika dibenamkan, dikhawatirkan jamur yang masih ada di pupuk kandang atau kode masuk ke dalam media tanam.

Pupuk lainya, jika pada masa pertumbuhan alias fase vegetatif bisa menggunakan pupuk daun Gandasil D seminggu sekali.

Selanjutnya pada usia 6-7 bulan, bisa diaplikasikan pupuk daun untuk buah.

Sekalian juga, Cang Ali menyampaikan tentang media tanam. Di tanaman anggur yang dirawatnya, dia menggunakan campuran kompos, pasir, sekar mentah atau bakar. Dia sama sekali tidak menggunakan tanah.

Penyiraman hanya jika media tanam terasa kering. Di kebunnya, saya membenamkan jari untuk melatih kepekaan perlu tidaknya media tanam disiram air. Anggur cenderung menyukai media tanam kering. 

Jika kita masukkan jari dan terasa ujung jari terasa adem atau sedikit basah (meskipun lapisan atas media tanam terlihat kering) maka hal itu sudah cukup.

Jika menanam di pot, pastikan bagian bawah diisi pecahan batu bata, keramik atau puing. Fungsinya membantu air siraman dapat segera turun sehingga tidak ada genangan.

Bila sobat anggur memilih menanam langsung di tanah maka disarankan membuat bedengan setinggi 30-40 cm sehingga air hujan atau siraman dapat mengalir ke bawah. 

Demikian tips menanam anggur sekaligus tentang perawatan dan info terkait lainnya. Salam dari Bogor :) 


Wednesday, August 12, 2020

Apakah semua pelari harus berlari cepat?

Belakangan ini, di grup lelarian di Facebook, makin sering saya lihat postingan catatan lari netijen dengan memajang kecepatan lari. Ada yang lari dengan pace 4 atau 5. Malah tidak jarang yang ber-pace empat, masih ingin bisa lari dengan pace 3. Wooowwww....

Bagi saya, tidak semua orang yang suka lari kudu memasang target lari lebih cepat. Postingan seperti itu oke-oke saja sih tapi saya pribadi kurang sreg.

Baiklah kalau memang memajang capaian kecepatan, tapi mbok yao juga berbagi tips lari dan pola latihan yang selama ini dilakukan sehingga mampu melaju dengan kecepatan superman kek gitu.

Sama halnya dengan kecenderungan 2-3 tahun lalu ketika jamak saya lihat postingan soal capaian jauh-jauhan lari. Pertanyaan mirip juga: apakah semua orang harus berlari marathon.

FYI, jarak lari marathon adalah 42,125 kilometer. Empatpuluh dua kilometer.

Beberapa kawan memberi perhatian pada dua kecenderungan ini. Esensinya, pelari tidak harus berlari jauh, begitu pula tidak kudu berlari cepat. 

Kecuali kita mengejar podium, ya lain  cerita. Namun jika berlari untuk sehat, untuk rutinitas, untuk memperbaiki kardio, menguatkan stamina dan meliatkan daya tahan maka baiknya mengedepankan indikator frekwensi berlari 3-4 kali seminggu, istirahat cukup, dan asupan nutrisi seimbang: itu sudah cukup

Apalagi, tidak perlu juga memajang catatan lari dari aplikasi Garmin, strava, endomondo dengan pace 3-4-5 lalu bilang: maaf saya pelari pemula, masih pelan lari santai. Mohon tips bagaimana lari lebih kencang?

Itu mah humble bragging, brosis :) 

Friday, July 17, 2020

Rangsang bunga dan maksimalkan berat buah dengan pupuk MKP dan KNO3

Sumber

Tanaman buah merupakan jenis tanaman favorit yang banyak dibudidayakan penghobi maupun petani. Senang rasanya jika melihat tanaman yang kita rawat tumbuh sehat dan lebat.

Terlebih ketika sudah selesai fase pertumbuhan atau fase vegetatif. Selanjutnya mulailah masa berbuah alias generatif. Rasanya seperti memasuki milestone baru hehehe

Di fase generatif, ada perlakuan yang disarankan untuk merangsang munculnya bunga dan kemudian memaksimalkan bentuk serta berat buah. Dengan aplikasi pupuk MKP dan KNO3, manfaat lainnya ialah mencegah buah gugur serta bakal buah rontok.

Kita bisa mulai dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Perhatikan ketika tanaman sudah di akhir fase vegetatif. Di tanaman mangga, ditandai dengan warna daun yang sudah hijau tua. Ini tandanya masuk ke generatif atau siap berbuah.

2. Lakukan stres air dengan cara mengurangi frekwensi dan banyaknya penyiraman. Lama stres air yakni sekira 20 hari atau 3 minggu.

3. Di minggu ke-3, berikan pupuk KNO3 warna merah. Pupuk ini bertugas merangsang pembungaan. Lakukan juga pemangkasan untuk beberapa jenis tanaman yang mengeluarkan bunga di pucuk seperti rambutan dan mangga.

4. Setelah muncul bunga, beri pupuk KNO3 Putih dan MKP untuk mempercepat pembungaan dan menguatkan bunga agar tidak gagal tumbuh dan gugur. Dosis pemberian pupuk tiap tanaman dapat dilihat di belakang kemasan pupuk.

5. Setelah bakal buah sudah terbentuk, berikan pupuk jenis KNO3 Putih saja tanpa campuran MKP agar proses pengisian buah bisa lebih lama dan maksimal. Apa dampak jika ada tambahan MKP? yang terjadi adalah proses pematangan memang menjadi lebih cepat dan buah lebih cepat panen namun  sayangnya bentuknya bisa lebih kecil.

6. Selama periode pembungaan hingga panen, tetap lakukan pemupukan dengan dosis sedang/kecil dan hanya seminggu sekali.

Kita bisa memaksimalkan penyerapan dan pendistribusian nutrisi dalam tanaman dengan pemberian kristalon boron.

Di musim hujan ini, tingkat PH tanah juga perlu dipantau. Bagus sekali jika kita punya PH meter. Bagaimana jika tidak punya alatnya? Its' oke, untuk menyiasati keasaman yang tinggi akibat air hujan, kita taburkan kapur dolomit 1 sendok per tanaman.

Bagaimana dengan pupuk kandang? Sebaiknya kita memberikan atau menambahkan pupuk kandang di awal musim hujan dan di akhir musim hujan. Hindari memberikan pupuk kandang di tengah puncak musim penghujan seperti sekarang.

Jika pun ingin memberikan pupuk kohe pastikan jangan berlebihan dan berikan kohe yang sudah matang atau yang sudah kering dan tidak berbau.

Salam berkebun dari Bogor.