Showing posts with label bebogoran. Show all posts
Showing posts with label bebogoran. Show all posts

Friday, August 30, 2019

Bogor Jalan-jalan (7): Toge Goreng Pak Abung di Cihideung



Jalan-jalan lagi, makan-makan lagi. Ini cerita ngeluyur di Bogor yang paling anyar. Di ujung Agustus, saya main ke salah satu vila garapan kawan di Cigombong, tepatnya di kaki gunung Salak lereng timur. Nah pulangnya, mampir ke toge goreng di Cihideung yang penomenal eh fenomenal: toge goreng Pak Abung.

Buat saya yang jagoan kuliner eh tahunya hanya ada 2 jenis makanan 'enak' dan 'enak banget', toge goreng pakai ketupat ini yang berada di pinggir jalan Cihideung arah ke Cijeruk ini emang muasin selera.

Apalagi cuaca sejuk, maklum lokasinya masih di ketinggian 550an meter di atas permukaan laut (mdpl). Barengan dua tetangga komplek, kami mampir setelah pelesiran dari Cijeruk diantar si semok Avanza matic item manis :)

Di belakang saung tempat kita makan, bisa pula terlihat lansekap kota Bogor di kejauhan. Angin kemarau bulan delapan juga makin bikin adem suasana. Ya tentu saja rasa lapar juga bikin makin enak si masakan racikan bapak hehehe

Jika suatu waktu makan ke sini, don't worry untuk menunggu lama. Pak Abung dan dua asistennya lincah meracik pesanan kita. Sat-set kayak silat lah :)




Kebetulan juga pas kami datang lagi nggak ada antrean. Malahan, belum sempat saya duduk, sepiring masakan khas Bogor ini sudah terhidang di lantai saung. Memang sudah tepat banget tempat makan ini dibuatkan saung jadi kita bisa selonjoran apalagi beratap rumbia. Eksotekkkk banget lah :D

Harga seporsi berapa sih? Terus terang saya nggak tahu karena waktu itu keburu dibayarin kawan saya. Kenyang dan dompet masih tebel. Indahnya dunia, alhamdulillah.





Kita bisa makan di tempat atau bawa pulang untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Awalnya saya kira makanan ini kurang pas kalau di makan berselang beberapa jam. Yah kali-kali rasanya jadi asam karena pengaruh tauconya.

Eh ternyata dugaan saya nggak bener. Toge goreng tetep enak di makan sore atau malah pagi hari keesokannya lagi. Oleh si bapak, kuahnya sudah dipisah dan kita tinggal manasin di wajan.

Rasanya juga segar dengan aroma yang sama-sama segar. Sepertinya aroma masakan terjaga oleh daun patat yang digunakan sebagai pembungkusnya. Jadi, uniknya toge goreng ini, pembungkusnya bukan memakai daun pisang melainkan daun patat tadi.



Nah posisi di google map ini ya, tinggal kita ikutin di https://bit.ly/32oW2FZ , ancer-ancernya seberangnya ada Masjid/Musala Nurul Huda dan toge goreng Pak Abung ada di semacam area kulineran bareng ama sate maranggi, bakso dll yang parkirannya luas.
Ada pula pohon mangga rindang di halamannya. Jadi, salah satu tempat kuliner di Bogor ini pas banget buat rest area, bisa makan dan salat. Oya nomor HP pak Abung seperti tertera di plang saung ialah 081382416643.


Selamat makan toger sambil menyesap hawa sejuk Bogor :)

Monday, July 29, 2019

Bogor Jalan-jalan (6): berburu pisau dapur dan golok berkualitas

Toko Pak Mis Jaya

Menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, kemarin saya dan om-om se-kompleks jalan-jalan berburu pisau daging. Dasar bapak-bapak, begitu nemu toko peralatan akhirnya pulang nyangking tambahan seperti pisau dapur, golok dan gergaji.

Nah, buat yang di Bogor atau lagi di Kota Hujan dan sedang mencari aneka pisau, golok, gergaji dan alat potong lainnya, salah satu kios di Pasar Bogor ini bisa banget buat jujukan. Di Toko Mis Jaya ini, ada juga pisau untuk menyembelih hewan kurban.

Nama pemilik tokonya adalah Pak Mis, orang Kudus yang sudah jadi Urang Sunda sejak belia. Bahasanya Sunda alus pisan hehehe

Pak Mis juga berbagi pengetahuan dan informasi produk pisau yang berkualitas. Termasuk kisi-kisi memilih pisau sesuai peruntukan dan dana di kantong.

Misalnya untuk pisau dapur yang juga dibutuhkan untuk mengiris daging, baik untuk ibu-ibu di dapur maupun untuk nanti pas Hari Raya Kurban. Beliau memilihkan antara Tramontina (produk asala Brazil made in China) dan Tanica (yang ini dari Korea). Beliau prefer yang Tramontina.

Aneka pisau daging, golok dll

Ketika memilihkan pisau daging dan golok, Pak Mis juga berbagi informasi. Pilihlah yang berbahan per baja dan bukan yang sekadar besi. Berat dan kualitas serta realibiliti per baja jauh di atas besi. Nggak gampang grumpil. Dengan harga yang selisih dikit, golok besi Rp 70 ribu, golok per baja Rp 80 ribu maka saya pun memilih golok per baja.

Begitu juga dengan pisau daging yang biasa dipakai pedagang daging ayam dan sapi, pilih sekalian saja pisau daging dari per baja. Harganya Rp 60-70 ribu.

Oya, kami mendapat rekomendasi tempat ini dari para pedagang daging di Pasar Anyar yang ketika kami tanya, mereka menunjukkan tempat belanja peralatan pisau dkk ke Pasar Bogor ini yang lokasinya persis di seberang Pintu Masuk Kebun Raya Bogor.

Menuju ke titik toko ini, paling mudah kita masuk ke gerbang atau lawang Surya Kencana. Dari ujung sentra kuliner ini, tidak jauh menyeberang dari Ramayana, kita jalan kaki 100 an meter lalu masuk ke Jalan Pedati. Di ruas jalan yang penuh aktivitas jual-beli ini, setidaknya ada 2 toko pisau yaitu Toko Mis Jaya dan toko milik Pak Sholeh.

Link google mapnya bisa di-klik di https://bit.ly/2GOJXkZ . Adapun toko Pak Mis, berada di belakang los pedagang baju dan daging ayam, nomer HPnya  0895348184811 dan 085782322382 . Jadi, selain mengandalkan map, baiknya juga mencermati dengan seksama dan juga bertanya ke pedagang, sekalian merasakan hangatnya tegur sapa Bogor :)

Salam berburu pisau dan aneka peralatan Idul Adha dari Bogor.


Pisau daging dari besi

Pisau daging dari per baja


Pisau daging per baja.
Perhatikan ketebalannya, inilah yang membuat beratnya ideal
untuk membelah dan memotong daging ayam, sapi dan kambing

Sedangkan ketebalan pisau besi biasa, lebih tipis daripada pisau per baja





Aneka pisau tramontina, pisau rekomendasi pedang daging





Pisau daging dan dapur, Tanica

Pisau untuk menyembelih hewan kurban, bahan per baja.
Berkualitas euy, sesuai harganya Rp 200an ribu

Tuesday, May 21, 2019

Bogor Jalan-jalan (5), Jajal KA Pangrango ke Sukabumi


Setelah kemarin-kemarin kluyuran ke Bogor, kini sudah waktunya buat bikin planning main rada jauh ke kota tetangga, Sukabumi. Ide ini muncul ketika melihat spanduk informasi jadwal KA Pangango tambahan.

Kereta ini punya trayek Bogor (stasiun Paledang) -Sukabumi pergi pulang. Dan, dalam satu hari ada 3 kali bolak-balik. Harga tiket KA Pangrango kelas eksekutif Rp 80.000 dan ekonomi AC Rp 35.000 per akhir 2018 kemarin.

Spanduk bikinan KAI itu juga informatif banget buat pejalan kayak kita-kita. Dibikinlah tuh tabel jadwal jam berangkat dan jam datang.

Tabel itu sekaligus mempermudah buat bikin rencana jalan-jalan dan memperhitungkan waktu tempuh dan juga berapa jam kita bisa menikmati Kota Sukabumi sebelum tiba saatnya kembali ke stasiun.



Merujuk tabel itu, saya melihat waktu ideal untuk berangkat dari Bogor adalah ambil kereta jam 09.30 dan tiba di stasiun Sukabumi jam 11.42 alias 12 kurang dikit. Lalu pulangnya naik kereta jam 17.30 dan tiba di stasiun Bogor 19.36 atau setengah delapan malam. Jam segini terbilang tidak kemalaman.

Nah dengan demikian, ada jatah waktu sekira 5 jam buat pelesiran. Perhitungannya dari tiba di Sukabumi jam 12an dan kudu naik kereta pulang jam 17.30. Kalau mau aman, ya sudah tiba di stasiun Sukabumi jam 5 sore.

Lantas, ke mana saja jelajah di kota sesejuk Sukabumi? Opsinya ialah:
1. kulineran dekat stasiun.
2. Salat dhuhur dan ashar di masjid agung atau masjid ikonik lainnya, ini sekalian wisata religi :)
3. Maen ke obyek wisata yang gak jauh dari kota dan kalau bisa ada transport yang mudah dari stasiun. Untuk yang ini, keknya sudah dimudahkan ama ojek online Gojel dan Grab.

Dengan estimasi tiba di stasiun tujuan jam 12an, pas banget buat salat dhuhur di Masjid Agung Kota Sukabumi yang jaraknya hanya 10 menit jalan kaki dari stasiun. Dari situ bisa mampir sebentar ke Alun-alun lapangan Merdeka lanjut makan.

Rekomendasi kuliner dekat Stasiun Sukabumi
1. Rumah makan Cikole
2. Mang Kabayan
3. Butler bar n bistro
4. Mochi kaswari lampion
5. Bunut Siliwangi
6. Wisata kuliner Toserba Selamat
7. Bubur ayam Odeon
8. Mamih Ungu
Dll dsb

Kota Sukabumi sendiri merupakan daerah dataran tinggi yang hawanya adem. Kotanya lumayan ramai dan masyarakatnya ramah dan hangat. Hawa sejuk sepertinya berasal dari dua gunung yakni Pangrango dan Salak.

Dua gunung inilah yang memanjakan mata sepanjang perjalanan kereta. Hamparan persawahan, aliran sungai, lembah dan kebun sangat asri khas Tanah Pasundan Jawa Barat.

Selamat jalan-jalan, selamat menikmati perjalanan diapit dua gunung dengan KA Pangrango Bogor - Sukabumi :)

Wednesday, May 1, 2019

Bogor Jalan-jalan (4), Daftar Kuliner Kaki Lima Legendaris di Kota Hujan

Laksa khas Bogor, Mang Wahyu 


Sebagai Cilebutian, daerah jajahan jalan-jalan kami ya tentu saja seputaran Bogor. Di kota hujan ini, ngumpul jajanan alias kuliner kaki lima nan legendaris yang kudu masuk daftar wajib disamperin.

Pilihannya juga buanyak. Dari makanan berat sampai ringan-ringan sedep.

Sebaran lokasinya juga ga melulu di satu titik. Selain di jalur pecinan Lawang Suryakencana, musti juga menjelajah ke Pasar Anyar, Pabotan, Pajajaran, Pandu, Tajur, Merdeka, Yasmin, dan lain-lain.

Yuk intip atu-atu dan bikin resolusi makaaannnnn! List-nya sudah saya usahakan rada urut berdasar kelompok menu yang sama.

Kafe nongkrong milenial, pas juga buat bocah dan keluarga, di Kafe Tepi Danau Situ Burung, belakang kampus IPB Dramaga

Jadi, misalnya masakan khas Bogor barengan dengan menu yang juga khas, lalu soto kuning berurutan sesama soto kuning, lalu lanjut dengan menu nasi khas Sunda, masakan Padang, sate dan seterusnya. Jadi, nggak mencar-mencar. Tinggal kita milih mau makan apa, lalu tentuin tempatnya :)

Link google map sudah nyatu ama nama tempat kulinernya ye. Detail lokasi, petunjuk arah jalan, foto menu dan review dari foodgoer sudah ada di link Google Map masing-masing.

Hayuk jalan :D

  1. Laksa Bogor “Mang Wahyu" Gang Aut, masuk dari Jalan Suryakencana
  2. Laksa Bogor Ibu Lily, Food Court SKI Tajur. Laksa tradisional, asli Bogor premium euy
  3. Cungkring Pak Jumat, Surya Kencana, seberang Bank BCA, BNI dll. Cungkring tuh ada sate kikilnya, lontong, dll. Jangan "ketipu" ama jualannya yang pakai gerobak karena cungkring ini legend banget di Bogor. 
  4. Asinan Jagung Bakar Pak Sabur, Surya Kencana
  5. Asinan Ny Yenny, seberang terminal Baranangsiang
  6. Asinan Sedap Gedung Dalam, Siliwangi, Sukasari, terusan dari Surya Kencana
  7. Asinan Ahauw, Surya Kencana
  8. Asinan Asli Bogor, pinggir jalan persis di Jalan Juanda, seberang pintu masuk selatan Kebon Raya, dekat ama BTM. Di ruko tapi plang namanya keliatan dari mane-mane. Latarnya putih, cat hurufnya merah :)
  9. Lumpia Basah Bogor - gerobakan, take away hehehe, Surya Kencana
  10. Toge Goreng Pak Iwon sebelah Strudel Bogor di seberang Botani Mall
  11. Toge Goreng Pak Gebro, Pabotan, Pasar Anyar, Jalan Pengadilan, dekat Istana /  Kebon Raya Bogor.
  12. Combro Gang Aut, Atmaja dll, Gang Aut, Surya Kencana
  13. Nasi Dulang Sunda Rahmawati, Jalan Kantor Pos, belakang Giant Pajajaran, Baranangsiang
  14. Warung Nasi Panghegar, menu harian dan ikan tawar, Taman Topi
  15. Dapur Nene Gode, menu harian, belakang RS PMI
  16. Pepes Nita, Jalan Malabar, belakang RS PMI dan IPB Pajajaran 
  17. Baso Gulung Bragi, Bangbarung, Tegal Gundil, Bantarjati. Bisa via Pajajaran atau Jalan Pandu (lamer Taman Corat-coret belok kanan)
  18. Bakso Kikil Pak Jaka, Suryakencana
  19. Bakso PMI Panduraya
  20. Bakso bening Sukasari III / Bakso bening Elizabeth, seberang UPTD Pemadam Kebakaran
  21. Mie Ayam Baso Bangka Bang AL, Sawo Jajar, belakang Bogor Permai, Siliwangi, terusan Air Mancur dan RS Salak, Istana, Kebun Raya
  22. Mie Ayam Dores, belakang Matahari dekat Stasiun Bogor
  23. Mie Ayam Jawa Gadis, dekat Jembatan Merah, stasiun Bogor
  24. Mie Ayam Gang Ambi, Ciwaringin
  25. Soto Mie Mang Ohim, Cimanggu. Akses dari Yasmin
  26. Soto Mie Yasmin, di Ruko Taman Yasmin, sejajar ama TransMart
  27. Soto Mie Bogor Baru, di Bogor Baru. Lahan parkir mobil di pinggir jalan. Rada susah kalau lagi banyak rombongan. Pertimbangkan pakai sepeda motor hehehe
  28. Soto Bang Bonin, Jalan Semboja
  29. Soto Bogor Pak Salam, Surya Kencana (daging digoreng)
  30. Soto Pak Bongkok, Suryakencana
  31. Soto Kuning Pak Yusup (pakai P), Surya Kencana (isian digoreng, ada juga yang kuning)
  32. Soto Kuning Pak M Yusuf, Surya Kencana (dagingnya direbus dan bukan digoreng)
  33. Sop Buntut Mang Uu, Bangbarung, Bantarjati
  34. Soto Ibu Rahayu, Pajajaran, Baranangsiang, samping SPBU Shell
  35. Bubur ayam Bahari, Warung Jambu
  36. Surabi duren Sukasari
  37. Es Sekoteng Bogor Permai / Boper, Pabaton, Jalan Siliwangi
  38. Es duren / durian Yanto, Sukasari (terusannya Surya Kencana)
  39. Es Pala Ujang, Surya Kencana
  40. Ayam Goreng Warung Doyong - menu masakan rumahan, Jalan Pahlawan, Bondongan
  41. Mie Godhog dan Nasi Goreng Jawa, Jogja, Pak Latief, depan RS Salak, langganan Pakdhe Jokowi
  42. Mie Godhog Jogja Pak Karso, Jalan Pajajaran
  43. Martabak Bangka Encek / Ncek, Surya Kencana
  44. Lele Bakar Pak Putri, Malabar, belakang Lippo Plaza
  45. Gudeg, Ayam Bacem, aneka masakan Jawa, mBok Sum, Sempur
  46. Gudeg Jogja, Pondok Nasi Rivska, depan SD Pengadilan 3, Pasar Anyar
  47. RM Padang Family Asri, Uda Edi, Kebon Pedes
  48. RM Warung Padang Beringin Elok, di dalam Pasar Anyar
  49. RM Padang Laweh Uni, Pandu, dekat Warung Jambu
  50. Sate Kambing Bang Hasiang Kumis, 24 jam, Pajajaran, dekat Talas Sangkuriang
  51. Sate Kambing Pak Rebing, Jl Aria Wiranata, Empang. Bisa dari arah BTM, Kebun Raya. 
  52. Sate dan Sop Kambing H Ismail, Taman Kencana
  53. Bebek Pak Ndut, Air Mancur, GOR
  54. Pecel Madiun (ada gudeg, garang asem, masakan khas Jawa lainnya)  Mbak Niek, Pandu
Oya, daftar buruan kuliner ini emang nggak nyantumin yang non-halal ya, harap maklum :). Tapi ojo kuwatir, bagi yang nggak bisa mamam non-halal, sahabat-sahabat pengusaha kuliner di Bogor selalu terus terang dan ngasih semacam papan atau tulisan yang jelas kalau masakannya mengandung yang non-halal :)

Next, tentunya masih buanyak koleksi kulineran Bogor. Nanti saya cicil lagi ye komplit ama link Google Map, foto dan review-nya.

Salam kulineran dari Bogor :)

Saturday, February 16, 2019

Bogor Jalan-jalan (3), Penasaran ke Hulu Ciliwung: Katulampa


Sering mendengar dan membaca tentang Katulampa setiap musim hujan, saya jadi penasaran untuk menyambangi spot yang identik dengan Sungai Ciliwung ini. Terletak di sudut tenggara Kota Bogor yang sudah dekat Ciawi, Katulampa merupakan hulu sungai Ciliwung yang membelah Jakarta.

Katulampa sendiri selalu disebut sebagai barometer aman tidaknya Ibukota dari banjir. Bagaimana ketinggian air di pintu air Katulampa, bagaimana debit air, bagaimana status siaga atau waspada, atau sudah level berapa di Katulampa. Begitu berita di media massa.

Akhirnya, pas mancing ikan di Sekolah Alam Katulampa, saya melipir ke Bendungan Katulampa.

Sampai di sana, kebetulan sedang hujan deras. Hawanya juga dingin. Debit airnya lumayan tinggi.


Berbekal payung, saya berteduh di jembatan. Begitu rada reda, segera njepret-njepret dengan kamera henpon plus bikin video pendek 30 detik.

Mau dengar suara derasnya air? Kencengin tuh volume :)

Mayan, terbayar lunas penasaran saya pada hulu Ciliwung ini. 'Ini to si Katulampa!' hehehe



Tuesday, February 12, 2019

Bogor Jalan-jalan (2), Ngopi di Kaki Gunung Salak


Lanjut piknik euy... Hari minggu kemarin, sesorean jalan-jalan lagi di seputaran Bogor. Destinasi incarannya tempatnya adalah spot ngopi yang hawanya adem tapi sengaja cari yang bukan di Puncak. Kali ini ngeluyur ke kaki Gunung Salak.

Tepatnya di kawasan Cijeruk, masih Kabupaten Bogor. Kalau ditarik dari Kebun Raya atau Botani, sebagai gambaran nih, ya waktu tempuhnya hanya 40an menit. Itu sudah termasuk rada macet - padat merayap khas weekend di sentra kuliner Surya Kencana. Setelah itu lancar jaya.

Nama tempatnya yang sesuai di papan nama ya Puyuh Goreng, tapi yang paling mencolok adalah tulisan "KOPI GRATIS"nya hehehe. Link di GPS Google Map seperti titik lokasi ini, sedangkan alamatnya di Jalan Raya Cihideung Kongsi no 151 Cijeruk, Kab Bogor HP/WA 0818108151.

Nyari tempatnya relatif mudah. Kalau dari arah Bogor, berada di kanan jalan. Pas di jalan yang rada menanjak. Tenang aja, tanjakannya alus kok, bukan tanjakan galak :)

Parkiran mobil dan motor ada di depan kedainya. Dapurnya juga ada di depan.



Terdapat 3 pilihan tempat duduk. Bisa di depan tempat masaknya atau kalau boleh dibilang keknya pakai konsep mini bar gitu ya. Pilihan kedua di kursi meja yang ada atapnya dan bisa pula duduk di area terbuka tanpa atap.

Favorit saya adalah yang terbuka karena bonusnya pemandangan lepas ke puncak Gunung Salak yang kekar di atas sana. Dari sini, jika cuaca bagus, detil punggung gunung ikonik ini terlihat jelas. Area kebun palawija, kawasan hutan hingga puncaknya.

Pas saya nongkrong bersama kawan-kawan, cuaca tengah beralih dari hujan menuju cerah. Alhamdulillah, rejeki anak sholeh :)

Hawanya gimana? tiis euy. Tepat banget buat kami yang memang jalan-jalan di hari itu buat nyari yang dingin-dingin. Masih dikasih gerimis lembut ketika kami masuk ke parkiran.

Pengunjung yang bareng datang bersama kami rata-rata adalah keluarga - bapak ibu dan anak-anak. Juga satu dua meja reriungan bersama teman seperjalanan kek kami.

Sepintas, warung ini sesuai banget buat ampiran atau orang yang di perjalanan butuh mampir buat ngelemesin otot setelah berkendara. 15 menitan setelah kami duduk, datang pula rombongan komunitas pemotor. Pelanggannya sudah banyak rupanya.

Apalagi, jalur Jalan Raya Cihideung ini merupakan jalur wisata kalau mau ke Cijeruk, Warso Farm, Bukit Alesano / Alisano, Cibalung Happy Land dan lain-lain. Juga jalur ke Telaga Malimping, Cigombong, MNC Lido, dan tol Bocimi.

Menu Kuliner
Untuk makanan minuman, pilihannya beragam lah. Dari varian minuman hangat kopi dan teh, bandrek, cokelat sampai kelapa jelly.

Makanannya dari menu berat sampai camilan. Kita bisa pesan nasi dengan puyuh goreng, ayam bakar, dan bebek maranggi.

Konon, menu ringan yang disukai adalah roti cane atau maryam dengan aneka pilihan toping. Juga menu se-Indonesia Raya, mi dadak alias mi instan yang bisa pakai cabe rawit atau sambal matah. Pas banget di spot yang hawanya adem eh tiis kek gini :)

Lengkapnya, bisa dilihat di foto menu. Meski begitu, kadang ada saja menu yang lagi kosong. Mungkin akang-akangnya belum sempat belanja bahan ke pasar Cijeruk :)

Nah buat yang memang lagi traveling tipis-tipis, Puyuh Goreng ini bisa masuk wishlist. Bisa buat target buat didatengin atau dijadikan semacam titik rest-area kalau lagi muter-muter. Tempat ini juga sekalian buat nambah perbendaharaan lokasi piknik santai seperti Cafe Tepi Danau belakang IPB Dramaga kemarin.

Oya, jalur pulang kami dari ngopi di sini adalah meneruskan perjalanan sekalian ke arah Cigombong hingga masuk tol di Pintu Tol Bocimi, Bogor Ciawi Sukabumi di kawasan Lido.

Salam jalan-jalan di Bogor :)

Thursday, February 7, 2019

Bogor Jalan-jalan (1), Cafe Tepi Danau di Belakang IPB Dramaga


Hari sabtu kemarin, omm-omm dan bapak-bapak kompleks rumah piknik ke seputaran Bogor lagi. Tidak banyak, hanya berlima di kabin si Item Semok, kami melipir ke Cafe Tepi Danau, yes namanya memang begitu dan beneran persis di tepi danau yang bernama danau Situ Burung, arahnya di belakang kampus IPB Dramaga, Bogor.

Tempatnya memang benar-benar di tepi danau atau tepatnya bernama Situ Burung. Pohonnya banyak, dari ketapang, pucuk merah, sengon, jati, dan aneka penghijauan lainnya.

Tempat asik ini cocok buat semua segmen pengunjung. Dari anak-anak, keluarga, kawan setongkrongan, ibu-ibu arisan, bapak-bapak kek kami hehehe dan juga pas buat yang ngedate :)
Daftar kuliner kaki lima Bogor legendaris dan rekomended mantul
Dari pintu masuk, setelah parkir kendaraan roda empat di depan, kita langsung disambut suasana nyaman. Pertama adalah hamparan area lesehan yang tikarnya gratis dan bersih hehehe. Kalau bayar mah di Ancol :)


Lanjut naik ke bangunan utama berupa kayu-kayu dengan atap genteng yang homy. Kita pesan makanan di bangunan utama ini.

Sedangkan musala ada di samping, begitu juga toilet. Parkir motor disediakan pula di samping-belakang.

Pilihan tempat duduk bagi pengunjung beragam, kita bisa pilih di atas yakni di bangunan utama berupa meja kursi kayu yang nyaman. Bisa juga di kursi panjang dari potongan batang pohon besar.

Dari bangunan utama ini, view-nya langsung menghadap ke area lesehan yang menyediakan tikar dan bantal gede buat nyantai. Di lesehan ini, tiap-tiap tikar dinaungi payung lucu. Ada motif semangka, jeruk, dan buah-buahan lainnya. Nyegerin deh.

Pemandangan lainnya ialah menghampar ke arah danau. Di tepiannya juga disediakan tempat duduk dan meja kayu. Boleh lah kita buat nyantai dan mancing.



Fasilitas yang perlu ditambahkan oleh pengelola cafe ini adalah pagar pengaman yang ketika kita datang ke sana kemarin (sabtu, 2/2/2019), belum ada pagarnya. Ini rada gimana gitu buat pengunjung yang mengajak anak-anak.

Lalu bagaimana menu makanan minuman? Cem-macem juga, dari menu ringan, berat, cemilan, gorengan, bakso sampai yang perlu karbo seperti nasi goreng karena lapar :)

Harganya terjangkau dan sepadan. Buat gambaran, segelas kopi susu masih Rp 8000an, bakso Rp 12-13ribu, nasgor Rp 16-18ribuan.

Banderol makmin segini relatif murah karena kalau cafe ini menawarkan suasana dan view yang nyegerin buat rehat dan me-refresh kita. Apalagi tikar dan bantal digratisin, ga semua tempat piknik ngasih free fasilitas seperti ini, ye kan ;)

Jam bukanya dari pagi jam 09 sampai malam jam 20an. Kalau sabtu malem minggu dan hari libur, sampai jam 23 alias 11 malem. Yang ngedate bisa lah mojok di mari... Yang sopan lho ya.


Jalur Jalan
Akses ke sana mudah juga, dari arah Kota Bogor atau kalau dari Yasmin, ke arah simpang Cifor lalu ikutin jalan ke arah Situ Gede. Nah pas di pertigaan dekat Cifor Situ Gede, dekat Kantor Kepala Desa Situ Gede dan yang ada penunjuk jalan Alternatif IPB, kita belok kiri. 10 menit kemudian berbelok sekali lagi ke kanan, ikuti jalan 5 menit sampai deh.

Oiya, khusus titik persimpangan Jalan "Alternatif IPB" ini sedikit koreksi penunjuk arah untuk GPS Google Map. Jadi kalau kita pakai navigasi via aplikasi tersebut, sesampai di simpang tersebut maka kita diarahkan untuk lurus yang nantinya akan melewati kawasan perkampungan yang kualitas jalannya kurang bagus plus polisi-tidur. Apalagi, itu malah memutar dan lebih jauh.

Maka, begitu sampai di simpang tiga Jalan Alternatif IPB (ada papan penunjuk jalan), jangan ikuti GPS atau Google Map yang menyuruh kita lurus. Tapi sebaiknya langsung belok ke kiri. Begitu ye.

Saya sertakan cuplikan layar Google Map dengan fokus titik simpang Jalan Alternatif IPB, perhatikan tanda lingkaran hijau dan jalur jalan yang saya rekomendasikan adalah garis hijau. Jalannya lebih halus dan lebih singkat.

Link penunjuk navigasi berikut ini ya, dengan tag lokasi Tepi Danau Cafe Resto, 6°32'44.0"S 106°43'54.7"E
https://goo.gl/maps/oTfJJAK5sVw

Selamat piknik di Bogor :)

- Dua minggu setelah dari Dramaga, lanjut ngopi di kaki Gunung Salak.