Showing posts with label jabar. Show all posts
Showing posts with label jabar. Show all posts

Wednesday, May 29, 2019

Bogor berkebun: bikin sendiri pupuk, nutrisi, cairan anti hama



Punya pekarangan taman mini seuprit menggerakan tangan saya untuk ikut menghijaukan Indonesia hehehe. Mulailah menanaminya dengan rumput gajah mini, lalu mangga, pepaya dan beberapa bunga-bungaan yang mudah tumbuh hanya dengan stek atau tancap batang saja.

Nah supaya gerombolan hijau itu happy dan tumbuh cantek dan ganteng, saya perlu membekali diri dengan ilmu bercocok tanam dari kiri-kanan, atas-bawah, utara-selatan. Saya ambil yang praktis-praktis serta bisa dibuat sendiri.

Ini dia beberapa kumpulan tips membuat pupuk, nutrisi dan juga cairan anti hama yang bahannya relatif mudah didapat. Sebagian malah berasal dari dapur :)

1. POC alias pupuk organik cair
Ada banyak macam POC, nah ini yang paling mudah dan cepat membuatnya.
POC ini bisa untuk menyuburkan tanah dan tanaman bunga serta buah.

Bahannya nasi basi, gula pasir atau leri (air bekas cucian beras).
- buat 5 kepal kecil nasi, biarkan 3-5 hari sampai berjamur.
- Pada hari ke-6, campurkan dengan gula pasir dan air,
- direndam 7 hari di botol. saring lalu siramkan ke tanaman.

2. POC lainnyaBahan:

  1. Yakult, 
  2. micin/ Sasa/ Ajinomoto, 
  3. air leri (cucian beras yang pertama), 
  4. telur (kuningnya saja), 
  5. air kelapa


Campurkan Yakult 2 botol dan micin 1/2 sendok teh (harga sachetan hanya seribuan di warung) ke air leri/cucian beras 1/4 botol, kocok kuning telur 2 butir, air kelapa 250ml. Aduk sampai rata dan simpan di botol air mineral bekas ukuran 600ml.

Biarkan 3-5 hari sampai baunya hilang. Lalu kocorkan ke tanah sekitar tanaman.

Pada dasarnya POC bisa untuk menggemburkan tanah dan merangsang bunga dan pertumbuhan daun serta buah. Saya aplikasikan POC untuk tanah yang saya tanami rumput gajah mini, lalu tanaman mangga, pepaya dan bunga-bunga seperti krokot, tapak dara, zinnia, melati jepang, sirih gading, lavender, peace lily dan lain-lain.

3. nutrisi tanaman buah dan sayur
3 kuning telur, madu 2 sendok, 2 sendok susu kental manis. tiap 1 sendok campur ke 1 liter air, semprotkan ke tanaman. sisanya simpan di botol.

4. pindahkan kecambah sayuran
opsi A - buat hidroponik dari botol aqua, self watering, pakai kain dan media tanam.
opsi B - tanam di pot bekas cat menggunakan media tanam. Berikan nutrisi nomer 2 di atas.


5. Atasi hama, bisa untuk kutu putih dll
A. Larutan jeruk nipis dan Sunlight
Ketika cabe dan puring saya terkena hama kutu putih dan membuat daunnya keriting, saya menggunakan larutan sederhana. Yakni, setengah butir jeruk nipis diperas atau potong kecil-kecil, tambahkan setengah sendok teh sabun cuci piring Sunlight atau Mama Lemon.

Kemudian larutkan ke 2 liter air dan masukkan ke alat semprot. Gunakan 2 hari sekali, pada sore hari sampai tanaman kita sembuh.

B. Buat cairan hama alami
3 Siung bawang putih diulek, campurkan air 1 liter, diamkan 3 hari. ketika dipakai, masukkan dan saring ke alat semprot. lalu campurkan 2 sendok Sunlight/ secukupnya. semprotkan pada tanah, daun sayuran ( atas daun, bawah daun) yang terkena hama/ kutu/ dll.


C. Larutan sisa tembakau pada rokok. 
Sebanyak 2-3 puntung campur pada air panas, aduk sampai menguning dan campurkan pada air. saring dan masukkan ke alat siram.

Atau lebih konkretnya: beli saja rokok yang paling murah di warung seperti Gudang Garam merah (kretek), ambil 6 batang lalu kupas dan buang kertasnya. Kemudian rebus air 1/2 liter sampai mendidih, masukkan tembakau, biarkan 2-3 menit sembari diaduk. Angkat lalu dinginkan atau campur air biasa sehingga kita mendapatkan total 1 atau 2 liter. Siramkan dengan menggunakan alat semprot.

D. Ramuan serai
-Serai 1 kilogram dihaluskan dengan blender;
-rebus serai yang telah dihaluskan dengan air sebanyak 3 liter;
-Rebus hingga sari serai telah tercampur cukup dengan air tadi, lalu diangkat dan didiamkan sejenak;
-Setelah dingin, selanjutnya masukkan air hasil rebusan serei tadi ke dalam wadah penyemprot tangan (hand sprayer) yang telah disiapkan;
Tambahkan sedikit bubuk deterjen kira-kira 1.3 sendok teh takaran dan kocok hingga tercampur merata.

E. Nasi putih 
Kita juga bisa coba mengatasi kutu putih dengan bahan alami yang lebih sederhana yakni nasi putih. Caranya:
- campurkan nasi putih yang masih layak makan (bukan nasi basi), kira-kira segenggam tangan
- dicampurkan ke air putih 1 liter.
- Tempatkan di wadah tertutup seperti botol bekas, toples dll. Simpan 1 minggu-10 hari
- saring. Nasinya bisa untuk kompos.
- penggunaannya: air dari nasi disemprotkan dengan spray ke kutu putih TANPA diencerkan lagi.
- setelah disemprotkan dan tunggu beberapa saat/hari, siram kembali tanaman dengan air bersih agar tidak ada residu hama yang masih menempel.

F. Insektisida Kimia
Sedangkan instektisida kimia dari pabrikan, hama kutu putih bisa dengan anti hama merek Decis dari PT Bayer Indonesia, Dursban, Curacron atau Curacron. Cari saja di toko pupuk atau online BL dan Toped dll. Ada pula merek lain untuk keluhan yang sama, Regent 50, yang juga jadi andalan mengatasi hama rayap terutama pada perabotan kayu.

src

MSG ajinomoto untuk tanaman sayur dan bunga.

nutrisi, natrium, nitrogen, dll
1 liter air diberi 2 sendok teh/ 1 gram. aduk. masukkan ke botol, bisa bekas aki dll atau alat semprot. berikan 1 minggu sekali ke sayuran. mulai sayuran umur seminggu atau lebih dewasa lagi.

untuk tanaman besar seperti bunga, bisa langsung diberikan tanpa dilarutkan.

Note, untuk tanaman buah, katanya buahnya kurang segar.
- jangan overdosis, bikin tanaman layu dan mati.
- jangan langsung bersentuhan atau dekat batang tanaman. langsung saja ke tanah.
- efeknya bisa merubah rasa sayur. cenderung gurih.
- kalau OD, tanaman bunga lebat bunganya tapi cepat rontok. kalau sedikit, pembungaan tidak terjadi.
- jangan berikan pada tanaman yang baru dipindah. tunggu 1 minggu.
- tetap berikan pupuk pendamping untuk memacu pertumbuhan daun, bunga dan buah. (leri cucian beras)

Komposisi bahan membuat kompos:
1. Kotoran hewan:
a. sapi 40%
b. kambing 10%
c. ayam 12 %

2. Sekam mentah 20%
3. Sekam bakar 10 %
5. Cocopeat/ serbuk gergaji ( 8 %)
6. Stater/ aktivator: EM4 + gula + air + dedak padi.

Campur, aduk dan simpan di wadah tertutup selama 3 minggu - 1 bulan.

Air Cucian Beras untuk Pupuk Organik
Air cucian beras pertama, sebanyak 500 ml masukkan ke botol.
- 1 Sachet biang pupuk D'Nature, ini merupakan bio aktivator. untuk fermentasi air leri jadi pupuk cair organik. aduk dan kocok-kocok. simpan 12 jam untuk fermentasi dan siap digunakan.
cara pakai: 3 sendok pupuk organik x 5 liter air. bisa siram atau semprot.

Salam berkebun dari Cilebut, Bogor :)

Friday, May 3, 2019

Main kayu


Dalam hobi main-main kayu, saya berusaha istiqomah untuk tidak tergantung pada kelengkapan alat. Maksudnya, saya nggak mau bebikinan dengan nunggu sampai punya set alat yang komplit plit plit. Adanya alat yang tersedia, ya pakai saja.

Syukurlah, sudah 5 pernak-pernak yang saya bikin. Proyek pertama adalah rak buku, meja tulis, lanjut yang kedua rak tanaman bunga, ambalan naruh kunci-kunci dan terbaru adalah 2 ambalan gantung di teras rumah.

Pembelian alat juga tidak sekaligus. Malahan, mesin bor yang pertama kali saya pakai merupakan pinjeman dari tetangga. Mereknya Krisbow 1 set lengkap dengan mata bor dan alat pertukangan. Saya juga dapat pinjeman gergaji yang membantu banget ketika bikin rak buku di ruang baca dan musala rumah.

Sedangkan alat kecil-kecil seperti tang, meteran, besi siku, palu, waterpass, saya beli jauh hari sebelumnya. Malah sudah ada yang umurnya 6 tahunan yaitu tang dan palu hehehe.

Ketika kemudian saya nambah koleksi alat main kayu, prinsip yang saya pegang adalah segera bebikinan rak-rak kayu yang memang dibutuhkan. Seperti rak buku, meja tanaman, rak bunga, dan lain-lain.

Mengapa demikian? Karena saya merasa wajib mengoptimalkan peralatan yang nominalnya relatif lumayan buat saya. Seperti mesin gergaji dan bor yang keduanya merek NRT PRO. Jangan sampai, alat-alat yang notabene aset itu rusak tanpa pernah terpakai. Buat saya, itu rugi besar dan mubazir.

Hal ini juga tercetus dari celetukan teman yang mengaku belum bikin apa-apa meski peralatan main kayunya terbilang lengkap. Ketika saya tahu apa-apa yang dia beli, itu mah bukan sekadar lengkap tapi sangat-sangat lengkap.

Lha wong dia sudah punya gergaji potong CS alias circular saw, malah juga table saw, gergaji listrik yang matanya turun naik alias jig saw, planner, trimmer, bor atawa drill, kompressor buat main semprot dan finishing, sander, jangan tanya soal stok clamp aneka rupa dari F dan C, mungkin juga clamp pipa. Belum lagi perkakas dan alat-alat bantu woodworking lainnya.

Ke depan, saya berencana bikin rak bumbu di dapur, rak sepatu, dan rak sudut sederhana yang ditaruh di musala. Mungkin untuk menaruh pot tanaman sirih gading penyerap polutan.

Oya, satu lagi jenis karya kriya yang coba saya selalu terapkan: rak kayu Cs mesti mudah untuk dipindah-pindah. Ini kali-kali kalau saya dan bundanya Kaka sedang ingin mengubah variasi tata letak interior rumah.

Tentu rada susah kan kalau rak kayu sampai harus dipaku permanen ke tembok. Makanya, model rak yang saya bikin lebih banyak polanya ialah rak sandar. Ini seperti yang saya bikin untuk rak tanaman.

Cara membuatnya pun mudah, yakni mengandalkan teknis jepit antar kayu sekaligus meminimalisir penggunaan paku dan baut. Suatu saat saya ingin mengecat ulang atau mengganti papan rak, hal itu relatif mudah dilakukan.

Salam main kayu :)

Saturday, February 16, 2019

Bogor Jalan-jalan (3), Penasaran ke Hulu Ciliwung: Katulampa


Sering mendengar dan membaca tentang Katulampa setiap musim hujan, saya jadi penasaran untuk menyambangi spot yang identik dengan Sungai Ciliwung ini. Terletak di sudut tenggara Kota Bogor yang sudah dekat Ciawi, Katulampa merupakan hulu sungai Ciliwung yang membelah Jakarta.

Katulampa sendiri selalu disebut sebagai barometer aman tidaknya Ibukota dari banjir. Bagaimana ketinggian air di pintu air Katulampa, bagaimana debit air, bagaimana status siaga atau waspada, atau sudah level berapa di Katulampa. Begitu berita di media massa.

Akhirnya, pas mancing ikan di Sekolah Alam Katulampa, saya melipir ke Bendungan Katulampa.

Sampai di sana, kebetulan sedang hujan deras. Hawanya juga dingin. Debit airnya lumayan tinggi.


Berbekal payung, saya berteduh di jembatan. Begitu rada reda, segera njepret-njepret dengan kamera henpon plus bikin video pendek 30 detik.

Mau dengar suara derasnya air? Kencengin tuh volume :)

Mayan, terbayar lunas penasaran saya pada hulu Ciliwung ini. 'Ini to si Katulampa!' hehehe



Tuesday, February 12, 2019

Bogor Jalan-jalan (2), Ngopi di Kaki Gunung Salak


Lanjut piknik euy... Hari minggu kemarin, sesorean jalan-jalan lagi di seputaran Bogor. Destinasi incarannya tempatnya adalah spot ngopi yang hawanya adem tapi sengaja cari yang bukan di Puncak. Kali ini ngeluyur ke kaki Gunung Salak.

Tepatnya di kawasan Cijeruk, masih Kabupaten Bogor. Kalau ditarik dari Kebun Raya atau Botani, sebagai gambaran nih, ya waktu tempuhnya hanya 40an menit. Itu sudah termasuk rada macet - padat merayap khas weekend di sentra kuliner Surya Kencana. Setelah itu lancar jaya.

Nama tempatnya yang sesuai di papan nama ya Puyuh Goreng, tapi yang paling mencolok adalah tulisan "KOPI GRATIS"nya hehehe. Link di GPS Google Map seperti titik lokasi ini, sedangkan alamatnya di Jalan Raya Cihideung Kongsi no 151 Cijeruk, Kab Bogor HP/WA 0818108151.

Nyari tempatnya relatif mudah. Kalau dari arah Bogor, berada di kanan jalan. Pas di jalan yang rada menanjak. Tenang aja, tanjakannya alus kok, bukan tanjakan galak :)

Parkiran mobil dan motor ada di depan kedainya. Dapurnya juga ada di depan.



Terdapat 3 pilihan tempat duduk. Bisa di depan tempat masaknya atau kalau boleh dibilang keknya pakai konsep mini bar gitu ya. Pilihan kedua di kursi meja yang ada atapnya dan bisa pula duduk di area terbuka tanpa atap.

Favorit saya adalah yang terbuka karena bonusnya pemandangan lepas ke puncak Gunung Salak yang kekar di atas sana. Dari sini, jika cuaca bagus, detil punggung gunung ikonik ini terlihat jelas. Area kebun palawija, kawasan hutan hingga puncaknya.

Pas saya nongkrong bersama kawan-kawan, cuaca tengah beralih dari hujan menuju cerah. Alhamdulillah, rejeki anak sholeh :)

Hawanya gimana? tiis euy. Tepat banget buat kami yang memang jalan-jalan di hari itu buat nyari yang dingin-dingin. Masih dikasih gerimis lembut ketika kami masuk ke parkiran.

Pengunjung yang bareng datang bersama kami rata-rata adalah keluarga - bapak ibu dan anak-anak. Juga satu dua meja reriungan bersama teman seperjalanan kek kami.

Sepintas, warung ini sesuai banget buat ampiran atau orang yang di perjalanan butuh mampir buat ngelemesin otot setelah berkendara. 15 menitan setelah kami duduk, datang pula rombongan komunitas pemotor. Pelanggannya sudah banyak rupanya.

Apalagi, jalur Jalan Raya Cihideung ini merupakan jalur wisata kalau mau ke Cijeruk, Warso Farm, Bukit Alesano / Alisano, Cibalung Happy Land dan lain-lain. Juga jalur ke Telaga Malimping, Cigombong, MNC Lido, dan tol Bocimi.

Menu Kuliner
Untuk makanan minuman, pilihannya beragam lah. Dari varian minuman hangat kopi dan teh, bandrek, cokelat sampai kelapa jelly.

Makanannya dari menu berat sampai camilan. Kita bisa pesan nasi dengan puyuh goreng, ayam bakar, dan bebek maranggi.

Konon, menu ringan yang disukai adalah roti cane atau maryam dengan aneka pilihan toping. Juga menu se-Indonesia Raya, mi dadak alias mi instan yang bisa pakai cabe rawit atau sambal matah. Pas banget di spot yang hawanya adem eh tiis kek gini :)

Lengkapnya, bisa dilihat di foto menu. Meski begitu, kadang ada saja menu yang lagi kosong. Mungkin akang-akangnya belum sempat belanja bahan ke pasar Cijeruk :)

Nah buat yang memang lagi traveling tipis-tipis, Puyuh Goreng ini bisa masuk wishlist. Bisa buat target buat didatengin atau dijadikan semacam titik rest-area kalau lagi muter-muter. Tempat ini juga sekalian buat nambah perbendaharaan lokasi piknik santai seperti Cafe Tepi Danau belakang IPB Dramaga kemarin.

Oya, jalur pulang kami dari ngopi di sini adalah meneruskan perjalanan sekalian ke arah Cigombong hingga masuk tol di Pintu Tol Bocimi, Bogor Ciawi Sukabumi di kawasan Lido.

Salam jalan-jalan di Bogor :)

Thursday, February 7, 2019

Bogor Jalan-jalan (1), Cafe Tepi Danau di Belakang IPB Dramaga


Hari sabtu kemarin, omm-omm dan bapak-bapak kompleks rumah piknik ke seputaran Bogor lagi. Tidak banyak, hanya berlima di kabin si Item Semok, kami melipir ke Cafe Tepi Danau, yes namanya memang begitu dan beneran persis di tepi danau yang bernama danau Situ Burung, arahnya di belakang kampus IPB Dramaga, Bogor.

Tempatnya memang benar-benar di tepi danau atau tepatnya bernama Situ Burung. Pohonnya banyak, dari ketapang, pucuk merah, sengon, jati, dan aneka penghijauan lainnya.

Tempat asik ini cocok buat semua segmen pengunjung. Dari anak-anak, keluarga, kawan setongkrongan, ibu-ibu arisan, bapak-bapak kek kami hehehe dan juga pas buat yang ngedate :)
Daftar kuliner kaki lima Bogor legendaris dan rekomended mantul
Dari pintu masuk, setelah parkir kendaraan roda empat di depan, kita langsung disambut suasana nyaman. Pertama adalah hamparan area lesehan yang tikarnya gratis dan bersih hehehe. Kalau bayar mah di Ancol :)


Lanjut naik ke bangunan utama berupa kayu-kayu dengan atap genteng yang homy. Kita pesan makanan di bangunan utama ini.

Sedangkan musala ada di samping, begitu juga toilet. Parkir motor disediakan pula di samping-belakang.

Pilihan tempat duduk bagi pengunjung beragam, kita bisa pilih di atas yakni di bangunan utama berupa meja kursi kayu yang nyaman. Bisa juga di kursi panjang dari potongan batang pohon besar.

Dari bangunan utama ini, view-nya langsung menghadap ke area lesehan yang menyediakan tikar dan bantal gede buat nyantai. Di lesehan ini, tiap-tiap tikar dinaungi payung lucu. Ada motif semangka, jeruk, dan buah-buahan lainnya. Nyegerin deh.

Pemandangan lainnya ialah menghampar ke arah danau. Di tepiannya juga disediakan tempat duduk dan meja kayu. Boleh lah kita buat nyantai dan mancing.



Fasilitas yang perlu ditambahkan oleh pengelola cafe ini adalah pagar pengaman yang ketika kita datang ke sana kemarin (sabtu, 2/2/2019), belum ada pagarnya. Ini rada gimana gitu buat pengunjung yang mengajak anak-anak.

Lalu bagaimana menu makanan minuman? Cem-macem juga, dari menu ringan, berat, cemilan, gorengan, bakso sampai yang perlu karbo seperti nasi goreng karena lapar :)

Harganya terjangkau dan sepadan. Buat gambaran, segelas kopi susu masih Rp 8000an, bakso Rp 12-13ribu, nasgor Rp 16-18ribuan.

Banderol makmin segini relatif murah karena kalau cafe ini menawarkan suasana dan view yang nyegerin buat rehat dan me-refresh kita. Apalagi tikar dan bantal digratisin, ga semua tempat piknik ngasih free fasilitas seperti ini, ye kan ;)

Jam bukanya dari pagi jam 09 sampai malam jam 20an. Kalau sabtu malem minggu dan hari libur, sampai jam 23 alias 11 malem. Yang ngedate bisa lah mojok di mari... Yang sopan lho ya.


Jalur Jalan
Akses ke sana mudah juga, dari arah Kota Bogor atau kalau dari Yasmin, ke arah simpang Cifor lalu ikutin jalan ke arah Situ Gede. Nah pas di pertigaan dekat Cifor Situ Gede, dekat Kantor Kepala Desa Situ Gede dan yang ada penunjuk jalan Alternatif IPB, kita belok kiri. 10 menit kemudian berbelok sekali lagi ke kanan, ikuti jalan 5 menit sampai deh.

Oiya, khusus titik persimpangan Jalan "Alternatif IPB" ini sedikit koreksi penunjuk arah untuk GPS Google Map. Jadi kalau kita pakai navigasi via aplikasi tersebut, sesampai di simpang tersebut maka kita diarahkan untuk lurus yang nantinya akan melewati kawasan perkampungan yang kualitas jalannya kurang bagus plus polisi-tidur. Apalagi, itu malah memutar dan lebih jauh.

Maka, begitu sampai di simpang tiga Jalan Alternatif IPB (ada papan penunjuk jalan), jangan ikuti GPS atau Google Map yang menyuruh kita lurus. Tapi sebaiknya langsung belok ke kiri. Begitu ye.

Saya sertakan cuplikan layar Google Map dengan fokus titik simpang Jalan Alternatif IPB, perhatikan tanda lingkaran hijau dan jalur jalan yang saya rekomendasikan adalah garis hijau. Jalannya lebih halus dan lebih singkat.

Link penunjuk navigasi berikut ini ya, dengan tag lokasi Tepi Danau Cafe Resto, 6°32'44.0"S 106°43'54.7"E
https://goo.gl/maps/oTfJJAK5sVw

Selamat piknik di Bogor :)

- Dua minggu setelah dari Dramaga, lanjut ngopi di kaki Gunung Salak.