Showing posts with label puncak. Show all posts
Showing posts with label puncak. Show all posts

Monday, September 28, 2020

Malam Senin di Puncak: Bogor Jalan-jalan (9) Test motret malam dengan Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel


Di kala sebagian besar kita memilih menghabiskan waktu di rumah pada Minggu malam untuk bersiap beraktivitas di Senin esok hari, kami justru ngeluyur ke Puncak. Sekalian juga saya test bagaimana kinerja kamera Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel untuk motret malam hari.

Spontan saja. Tidak pakai persiapan atau janjian. Pokoknya cusss. 

Di ketinggian dan banyak kelokan, saya jajal bagaimana produk Xiaomi ini ketika diajak motret trail-light dari lampu kendaraan yang melintas dan juga fitur motret setingan manual, termasuk speed lambat.

Di kejauhan, kerlap kerlip pemukiman kawasan Bogor dapat terekam dengan kamera 64 Mega Pixel ini.

Dengan bermobil, kami berenam meluncur dari kompleks rumah di Cilebut menuju Ciawi, lanjut Gadog, Taman Safari, Gunung Mas terus ke atas hingga Masjid Atta'awun. 

Dari masjid ikonik itu, masih lanjut menanjak. Pilihan kami adalah salah satu warung yang menyediakan sate, tongseng dan jagung bakar. 

Menu-menu itu pas banget untuk cuaca Puncak. Sudah di ketinggian 1.400 mdpl, ditambah saat itu habis hujan. 

Nah buat yang ingin menyesap suasana lain di malam Senin, mainlah ke Puncak. Semangkuk Indomie dengan irisan cabe sudah joss menghangatkan malam :) 


Wednesday, October 2, 2019

Bogor Jalan-jalan (8): Kopi Daong, Ngopi di Tepian Gede Pangrango


Kapan kita kemana? Kali ini saya dan tetangga maen ke Ciwaringin, masih di Kabupaten Bogor. Tepatnya ke destinasi wisata yang terbilang anyar: Kopi Daong.

Tempat ini masih di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, seperti tertulis di plakat penanda tempat.

Menuju ke sini mudah kok. Jika melalui tol, dari arah Jakarta via Jagorawi hingga Ciawi. Di ujung tol pertama Indonesia, kita ambil lajur kanan karena yang kiri berjubel antrean kendaraan yang pengen ke Puncak.

Setelah itu kita masuk ke tol Bocimi, kemudian keluar atau exit di Ciwaringin. Di lampu merah pertigaan pertama, belok kiri (kalau kanan, arah ke MNC Lido, BNN, dan Cijeruk).


Berkendaralah sekira 10 menit, lalu sampai di simpang tiga Ciwaringin, belok kanan (kalau lurus, arah ke Ciawi nontol). Ikuti saja jalan lebar tanggung 4-5meteran itu. Nanjak gak? Mayan sih tapi ga sadis kok. Nanjak langsam.

Kira-kira 30 menitan kita akan sampai kawasan Kopi Daong. Parkir motor dan mobil disediakan di belakang atas.

Di sini kita segera disergap hawa sejuk Gunung Pangrango. Di Kopi Daong, indera mata kita disejukkan dengan hijaunya pinus.

Di sini pula, kita sesap kesegaran alam Bogor. Terlebih pengelola menanam beragam tanaman hias di area terbuka dan dekat-dekat pepohonan. Di sini pula saya mendapat bibit daun ungu di dekat musala, tentu saya izin dulu untuk memetiknya #etikadanasab :)

Selayaknya obyek wisata anyar di era milenial, tentu kita dimanjakan dengan banyaknya area spot foto-foto. Bisa dibilang, tiap sudut adalah spot selfie dan wefie.


Ada pula area foto lanskap dan melayang menggunakan "karpet aladin" dan sepeda titian. Tenang, official petugasnya profesional dan terlatih terutama dalam safety. Kita menggunakan harnes dan kelengkapan lainnya.

Menu makanannya sangat lengkap. Tentu ada kopi khas, Kopi Daong, makanan berat dan ragam cemilan serta gorengan. Boleh dibilang, obyek wisata ini menambah daftar wisata kuliner dan alam serta rekomended banget masuk wish list jalan-jalan.

Kopi Daong, sepotong surga yang terhampar di Bogor :)




Tuesday, February 12, 2019

Bogor Jalan-jalan (2), Ngopi di Kaki Gunung Salak


Lanjut piknik euy... Hari minggu kemarin, sesorean jalan-jalan lagi di seputaran Bogor. Destinasi incarannya tempatnya adalah spot ngopi yang hawanya adem tapi sengaja cari yang bukan di Puncak. Kali ini ngeluyur ke kaki Gunung Salak.

Tepatnya di kawasan Cijeruk, masih Kabupaten Bogor. Kalau ditarik dari Kebun Raya atau Botani, sebagai gambaran nih, ya waktu tempuhnya hanya 40an menit. Itu sudah termasuk rada macet - padat merayap khas weekend di sentra kuliner Surya Kencana. Setelah itu lancar jaya.

Nama tempatnya yang sesuai di papan nama ya Puyuh Goreng, tapi yang paling mencolok adalah tulisan "KOPI GRATIS"nya hehehe. Link di GPS Google Map seperti titik lokasi ini, sedangkan alamatnya di Jalan Raya Cihideung Kongsi no 151 Cijeruk, Kab Bogor HP/WA 0818108151.

Nyari tempatnya relatif mudah. Kalau dari arah Bogor, berada di kanan jalan. Pas di jalan yang rada menanjak. Tenang aja, tanjakannya alus kok, bukan tanjakan galak :)

Parkiran mobil dan motor ada di depan kedainya. Dapurnya juga ada di depan.



Terdapat 3 pilihan tempat duduk. Bisa di depan tempat masaknya atau kalau boleh dibilang keknya pakai konsep mini bar gitu ya. Pilihan kedua di kursi meja yang ada atapnya dan bisa pula duduk di area terbuka tanpa atap.

Favorit saya adalah yang terbuka karena bonusnya pemandangan lepas ke puncak Gunung Salak yang kekar di atas sana. Dari sini, jika cuaca bagus, detil punggung gunung ikonik ini terlihat jelas. Area kebun palawija, kawasan hutan hingga puncaknya.

Pas saya nongkrong bersama kawan-kawan, cuaca tengah beralih dari hujan menuju cerah. Alhamdulillah, rejeki anak sholeh :)

Hawanya gimana? tiis euy. Tepat banget buat kami yang memang jalan-jalan di hari itu buat nyari yang dingin-dingin. Masih dikasih gerimis lembut ketika kami masuk ke parkiran.

Pengunjung yang bareng datang bersama kami rata-rata adalah keluarga - bapak ibu dan anak-anak. Juga satu dua meja reriungan bersama teman seperjalanan kek kami.

Sepintas, warung ini sesuai banget buat ampiran atau orang yang di perjalanan butuh mampir buat ngelemesin otot setelah berkendara. 15 menitan setelah kami duduk, datang pula rombongan komunitas pemotor. Pelanggannya sudah banyak rupanya.

Apalagi, jalur Jalan Raya Cihideung ini merupakan jalur wisata kalau mau ke Cijeruk, Warso Farm, Bukit Alesano / Alisano, Cibalung Happy Land dan lain-lain. Juga jalur ke Telaga Malimping, Cigombong, MNC Lido, dan tol Bocimi.

Menu Kuliner
Untuk makanan minuman, pilihannya beragam lah. Dari varian minuman hangat kopi dan teh, bandrek, cokelat sampai kelapa jelly.

Makanannya dari menu berat sampai camilan. Kita bisa pesan nasi dengan puyuh goreng, ayam bakar, dan bebek maranggi.

Konon, menu ringan yang disukai adalah roti cane atau maryam dengan aneka pilihan toping. Juga menu se-Indonesia Raya, mi dadak alias mi instan yang bisa pakai cabe rawit atau sambal matah. Pas banget di spot yang hawanya adem eh tiis kek gini :)

Lengkapnya, bisa dilihat di foto menu. Meski begitu, kadang ada saja menu yang lagi kosong. Mungkin akang-akangnya belum sempat belanja bahan ke pasar Cijeruk :)

Nah buat yang memang lagi traveling tipis-tipis, Puyuh Goreng ini bisa masuk wishlist. Bisa buat target buat didatengin atau dijadikan semacam titik rest-area kalau lagi muter-muter. Tempat ini juga sekalian buat nambah perbendaharaan lokasi piknik santai seperti Cafe Tepi Danau belakang IPB Dramaga kemarin.

Oya, jalur pulang kami dari ngopi di sini adalah meneruskan perjalanan sekalian ke arah Cigombong hingga masuk tol di Pintu Tol Bocimi, Bogor Ciawi Sukabumi di kawasan Lido.

Salam jalan-jalan di Bogor :)