Showing posts with label lari. Show all posts
Showing posts with label lari. Show all posts

Thursday, August 28, 2025

Lari: Antara Hobi, Gengsi, dan Risiko

Belakangan ini saya melihat semakin banyak teman-teman yang mulai menekuni olahraga lari. Ada yang dulunya rajin nge-gym, gowes, atau main basket, sekarang sebagian beralih ke lari.

Uniknya, ada fenomena yang bisa disebut “segregasi olahraga”—seakan-akan ada kasta antar cabang olahraga.

Mirip seperti perdebatan antara penikmat kopi single origin dengan peminum kopi sachet: sama-sama kopi, tapi saling meledek.

Saya tidak masalah dengan tren lari. Justru bagus. Ada yang bilang FOMO (fear of missing out), tapi jangan salah—banyak juga pelari yang serius dan ideologis.

Menariknya, dulu ada yang menganggap lari itu olahraga tanpa nilai karena tidak butuh alat. Kalau tidak ada perlengkapan, tidak ada yang bisa dipamerkan. Padahal zaman dulu cukup kaos, celana, dan jam tangan sederhana dengan stopwatch.

Sekarang? Dunia lari sudah penuh dengan apparel dan gadget yang harganya bisa bikin geleng-geleng kepala. Fenomena “joki Strava” jadi bukti nyata bahwa gengsi dan validasi ikut bermain.

Di beberapa grup lari, sering muncul postingan seperti “masih pemula nih, baru bisa pace 4, 5, 6.” Bagi generasi awal FB Group Indo Runners, gaya posting semacam itu sering disebut humble bragging. Artinya, merendah untuk meninggi. Lucu juga melihat pola yang berulang.

Tapi ada satu hal penting yang sering dilupakan: lari bukan olahraga yang sepenuhnya aman, apalagi bagi yang mulai serius di usia 35, 40, atau 45 tahun.

Risiko kesehatan selalu ada, dan sudah banyak kasus orang yang mendadak kolaps ketika memaksakan speed atau jarak.

Sederhana saja: latihan lari harus bertahap dan terukur. Dengarkan tubuh sendiri lebih penting daripada mengejar likes dan komentar tepuk tangan di media sosial.

Jadi, buat yang baru mulai, jangan lupa warming up, jangan skip cooling down, dan jangan hanya lari demi gengsi atau ikut-ikutan komunitas kantor—apalagi kalau bos juga ikutan lari.

Kalau ada istilah “karier ketawa,” mungkin kita juga bisa menyebut fenomena ini sebagai “karier lari.” #eh

Wednesday, August 12, 2020

Apakah semua pelari harus berlari cepat?

Belakangan ini, di grup lelarian di Facebook, makin sering saya lihat postingan catatan lari netijen dengan memajang kecepatan lari. Ada yang lari dengan pace 4 atau 5. Malah tidak jarang yang ber-pace empat, masih ingin bisa lari dengan pace 3. Wooowwww....

Bagi saya, tidak semua orang yang suka lari kudu memasang target lari lebih cepat. Postingan seperti itu oke-oke saja sih tapi saya pribadi kurang sreg.

Baiklah kalau memang memajang capaian kecepatan, tapi mbok yao juga berbagi tips lari dan pola latihan yang selama ini dilakukan sehingga mampu melaju dengan kecepatan superman kek gitu.

Sama halnya dengan kecenderungan 2-3 tahun lalu ketika jamak saya lihat postingan soal capaian jauh-jauhan lari. Pertanyaan mirip juga: apakah semua orang harus berlari marathon.

FYI, jarak lari marathon adalah 42,125 kilometer. Empatpuluh dua kilometer.

Beberapa kawan memberi perhatian pada dua kecenderungan ini. Esensinya, pelari tidak harus berlari jauh, begitu pula tidak kudu berlari cepat. 

Kecuali kita mengejar podium, ya lain  cerita. Namun jika berlari untuk sehat, untuk rutinitas, untuk memperbaiki kardio, menguatkan stamina dan meliatkan daya tahan maka baiknya mengedepankan indikator frekwensi berlari 3-4 kali seminggu, istirahat cukup, dan asupan nutrisi seimbang: itu sudah cukup

Apalagi, tidak perlu juga memajang catatan lari dari aplikasi Garmin, strava, endomondo dengan pace 3-4-5 lalu bilang: maaf saya pelari pemula, masih pelan lari santai. Mohon tips bagaimana lari lebih kencang?

Itu mah humble bragging, brosis :) 

Wednesday, December 11, 2019

Suka Road Trip? Ini Latihan Fisik Agar Prima Sepanjang Perjalanan

Saya suka jalan-jalan dengan mobil di akhir pekan. Apalagi sebagai warga Bogor, banyak tempat destinasi wisata untuk disambangi sekalian jadi ajang road trip saban weekend. Ada yang sudah lama eksis maupun lokasi anyar.

Pengalaman saya nih, jalan-jalan dengan kendaraan ternyata nggak cuma sekadar tinggal duduk dan pegang setir lalu berbaur dengan kendaraan lain di jalanan. Tapi selain itu, kondisi fisik kudu prima karena perjalanan kadang lama juga bolak-baliknya.

Sepertinya sih dekat-dekat saja, tapi tidak terasa ternyata juga tetap berjam-jam juga meskipun tidak berarti sehari-semalaman seperti jalan ke kampung halaman. Namun ya tetap 2-4 jam di jalan dengan posisi badan yang kurang banyak gerak.

So, saya coba sarikan latihan-latihan fisik yang sekiranya mendukung agar kita tetap sehat, prima, dan tidak gampang pegal. Eits, pastikan juga kendaraan juga prima dengan perawatan rutin mobil dari ganti oli mesin, transmisi, gardan dan cek rem.

Sebelum masuk ke jenis latihan fisiknya, yuk kita menelisik rasa tidak enak yang biasa dirasakan para pengendara atau driver atawa istilah kita-kita mah: pilot hehehe.

Pertama yang sering saya sendiri rasakan , pegal di lengan dan bahu karena posisi statis memegang setir kemudi. Kedua, pegal di pinggang terutama pinggang belakang hingga pantat atas. Ketiga, ialah paha dan betis.

Nah, latihan fisiknya pun berangkat dari 3 hal di atas yakni:

1. Penguat bahu dan lengang dengan PUSH UP

Push up









Sejatinya, yang dibutuhkan untuk penguatan otot bahu dan lengan ialah jenis-jenis latihan beban seperti mengangkat dumble. Hanya saja, saya sengaja memilihkan jenis latihan yang tanpa alat supaya simpel namun tetap efektif.

Latihan push up fokus menyasar otot bahu atas dan dada. Selain itu juga bermanfaat pula bagi lengan.  Push up juga baik bagi perbaikan postur dan penguatan core atau inti tubuh.

Bagi yang belum terbiasa push up, mulailah dengan 3 set masing-masing 5 repetisi atau lima hitungan turun naik. Jika sudah beradaptasi, tambahkan jumlah repetisi misalnya set pertama 7 reps; set 2 10 reps dan set 3 12 reps. Atau kita bisa kombinasikan jumlah repetisi lainnya.

Prinsipnya ialah lakukan push up dalam 3 set terpisah dan jangan sekaligus 1 set meskipun jumlah repetisinya jadi banyak.


2. Fleksibilitas pinggang, pantat/glute dengan SQUAT


Gerakan squat
Yang mudah dan efektif ialah lakukan squat (bisa ditambah dengan lunge). Latihan squat dan lunges bagus banget untuk paha depan, sedikti paha belakang dan pantat.

Sepengalaman saya, latihan penguatan pinggang dan pantat ini bikin posisi duduk lebih tahan lama dan sekaligus mendongkrak fleksibilitas. Yang paling dirasakan sih: tidak gampang pegal.


3. Penguatan paha dan betis

Sumber
Aktivitas nyetir juga banyak menggunakan kaki untuk gas, rem dan kopling. Bahkan pengguna mobil matic seperti saya, meski terbebas dari ngopling-mengopling, tetap butuh penguatan otot betis hehehe

Enaknya untuk penguatan paha ialah kita sudah mendapat benefitnya dari latihan squat dan lunges di atas. Tambahannya ialah a. berupa peregangan betis dan paha dengan gerakan mencium lutut dan b. gerakan jinjit di anak tangga.

Bagi kita-kita yang hobi lari, sebenarnya aktivitas positif tersebut sangat membantu stamina dan daya tahan ketika kita nge-road trip. Apalagi sebagai runner kita terbiasa melakukan strength circuit training yang beberapa gerakannya berupa push up dan squat.

Salam sehat dan jalan-jalan :)

Thursday, July 11, 2019

Lari lagi

Minggu ini saya kembali berlari usai puasa ramadan kemarin. Lha kok 'cuti' larinya lama banget, kan lebarannya sudah sebulanan lebih? 

Untuk yang beginian, saya memilih menghibur diri dengan memasukkan diri sendiri ke kategori grup tinimbang alias daripada ga sama sekali lari lebih baik telat kan ye :D

Begitulah. Seperti pagi tadi dengan ditemani angin sejuk Bogor, saya lari sejauh 5 kilometer selama 42 menit. Tiga hari sebelumnya, jarak tempuh saja sekira 4 kilometer yang dilahap dengan waktu juga 40an menit. Artinya kemarin saya berlari lebih lambat.

Berikutnya, rencana yang dibayangin adalah besok berlari lagi dengan pola interval running alias IR. Rinciannya, saya lari berselang-seling antara lari cepat 100 meter (setara 30 detik atau pace 5.30) dan lari pelan 300 meter (sekira 2:30 menit, pace 8).

Durasi totalnya cukup 30 menit. Interval running ini bermanfaat untuk mendongkrak endurance dan berlatih speed serta menguatkan kemampuan kardio. Aspek utama yang memberi tiga manfaat dari IR adalah aspek siklus perulangan lari cepat - lari lambat.

Sebelum dan sesuah lari, tentu saja saya melakukan pemanasan, peregangan dan pendinginan.

Keleluasaan saya berlari IR juga dimudahkan dengan lingkungan tempat tinggal yang memiliki beberapa jalur lurus 100an meter. Kawasan rumah-rumah memang diatur seperti kotak-kotak kue bolu talas ubi khas Bogor hehehe

Salam lari dari kaki Gunung Salak :)

Saturday, December 1, 2018

Latihan "Interval Running" Lagi

Cilebut Fast Running Track :D

Sejak pertengahan November, saya kembali berlatih lari dengan menu interval running lagi. Sebelumnya, saya hanya lari biasa saja. Kecepatan konstan dan santai.

IR ini sejatinya sudah familiar bagi saya karena memang efektif untuk mendongkrak endurance, stamina dan juga pas untuk yang ingin mengasah kecepatan. Istilah lainnya, cakep untuk yang memperbaiki PB, personal best :)

Kembali menjalani lari pelan - lari cepat khas IR lantaran saya berencana mengikuti acara lari bersama yang dihelat almamater kampus di Ancol bulan Desember ini.

Tujuannya sih bukan untuk cepat-cepatan tapi untuk meningkatkan daya tahan agar bisa menuntaskan jarak 10K dengan sehat dan selamat :D. Alias, nggak kepayahan, nggak engap dan pastinya happy ending dengan medali penamat dan makan-makan setelah race.

Latihan IR saya lakukan di komplek rumah. Kebetulan ada beberapa jalur lurus 100an meter. Permukaannya beton yang masih baru. Sebagian kecil aspal. Yang harus diperhatikan adalah beberapa ruas terdapat pasir sisa pembangunan rumah. Bikin kepleset, atau paling tidak bikin nggak nyaman pas memacu pace.

Durasi total IR memang pendek, hanya 25 menit. Lima menit pertama berupa jogging untuk condisioning (bukan sebagai pemanasan ya, karena warming up saya lakukan terpisah yakni 10 menit sebelum sesi yang 25 menit).

Selanjutnya adalah mulai lari dengan pace relatif tinggi. Detailnya, pada jarak 100 m, saya tempuh 30-33 detik. Ini setara dengan pace 5:30 menit/km.

Kemudian berlari pelan sekitar 2-3 menit dan disusul lari cepat lagi. Begitu seterusnya sampai selesai durasi 25 menit.

Tentang manfaat latihan interval runnning atau juga disebut interval training ini, mbah Google tahu banyak. Di Youtube juga banyak bertebaran materi serta benefit latihan jenis ini.

Salam lari dari Bogor :)

ARTIKEL LATIHAN LARI
Program latihan lari bagi pemula, transformasi dari walker (pejalan kaki) menjadi runner, pelari :)
- Latihan pendukung, lari lebih cepat, lebih lama: Strength / Circuit Training ...
- Program latihan lari 5K
- Pemanasan dan peregangan sebelum lari dan olahraga

Tuesday, October 16, 2018

Jogging Track PTBA, Jalur Lari Asik di Tanjung Enim


Kabar bagus untuk penggemar lari dan jogging di Tanjung Enim. Di kawasan tambang batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan itu, kini sudah disediakan jalur lari atau jogging track. 

Lokasinya tak jauh dari Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk (PTBA), disamping persis masjid jami dan seberang taman. Buka tiap hari dari pagi hingga petang, masyarakat umum bebas masuk dan gratis. 

Jalur joggingnya variatif dengan kelokan kanan kiri dan juga tanjakan serta turunan yang masih ramah dengan dengkul :). Permukaannya dari paving block alias konblok. Rapi dan rata, bebas bikin kesandung. 

Kemarin saya dan keluarga ngeluyur kesini pagi jam 09.00. Matahari yang meninggi, tidak terasa terik karena dedaunan pohon sudah memayungi pengunjung. Rindang dan teduh. 

Selain memanjakan pelari dan pejalan kaki, trek ini juga dibuka untuk pesepeda. Tetap hati-hati ya karena kita tetap kudu berbagi dengan pengunjung lainnya. 


Jika lelah, beberapa kursi besi nan kokoh dapat menjadi tempat rehat sejenak sambil makan minum. Pastikan buang sampah di kantong plastik sementara, pasalnya - sampai Sabtu 13 Oktober 2018 - belum ada tong sampah di sini. Atau, bisa juga sampah kita bawa pulang. Ingat kan, kebersihan sebagian dari iman :)

Di beberapa sudut juga ada kandang hewan seperti kelinci, ayam dan merpati. Kabarnya, kelak ada lagi koleksi binatang lainnya karena tempat ini bakal ada semacam kebun binatang atau mini zoo. 

Pengen jogging di bawah naungan pohon rindang? Lari di sini saja: Tanjung Enim, Zoo & Jogging Track :)

Ayo dukung Tanjung Enim sebagai kota wisata!

ARTIKEL LATIHAN LARI
Program latihan lari bagi pemula, transformasi dari walker (pejalan kaki) menjadi runner, pelari :)
- Latihan pendukung, lari lebih cepat, lebih lama: Strength / Circuit Training ...
- Program latihan lari 5K
- Pemanasan dan peregangan sebelum lari dan olahraga



Tuesday, July 31, 2018

Belajar Lari, Teknik Hip Power


Pagi tadi, jalur lari pagi di dalam kompleks. Tracknya jalan beton dan muter bolak-balik kayak gangsingan.
Membosankan? Iya banget.

Tapi, memang sengaja untuk tidak keluar alias tidak ambil jalur jalanan luar yang tentunya lebih variatif. Pemandangan dan konturnya beragam, plus godaan iman berupa aroma nasi uduk dan ayam kecap yang lagi dibakar di arang membara :)

Jalur seperti kompleks atau stadion, meski mbosenin, terhitung tepat untuk kita yang memang lagi ambil agenda memperbaiki teknik lari, postur ideal, koordinasi ayunan tangan, langkah kaki dan disiplin teknik napas.

Pagi tadi, "kurikulum" yang saya ambil fokus pada teknik hip power.

Lari dengan mengoptimalkan rotasi pinggul yang bermanfaat menghemat tenaga, memaksimalkan dorongan gravitasi dan ayunan alamiah serta memastikan ayunan tumit ke belakang-atas dan bukannya mengangkat lutut ke depan.

Konon, jika konsisten, ini akan memacu lari lebih cepat namun stabil dan tidak cepat lelah atawa hemat energi sekelas Euro 4 :D

Lumayan, sambil menyelesaikan kelas pagi, kelar juga lari 8++ km. Semoga lain hari lebih baik lagi. Yah namanya juga masih belajar :)

#hippower #morningrun #justdoit

- Program dan tabel latihan untuk pemula di artikel ini.
- Program lari 5K di postingan yang ini.
- Nah kalau yang ini, tips membuat video yang 'mendokumentasikan' jalur trek lari kita :)

Sunday, May 13, 2018

Idealkah berlari 3 kali seminggu?

Nah ini dia :)

Saya sepakat dengan artikel Runner ID ini. Sekaligus memantapkan apa yang sudah dilakukan selama ini.

Terlebih pada paragraf 6.

Sampai kini, frekwensi lari saya kisaran 3-4 kali seminggu. Tidak atau belum perlu lebih.

Dan di antaranya, saya sisipkan cross training. Lazimnya saya melakukannya dengan circuit training, istilah lainnya bisa disebut circuit training, tabata atau HIIT high intensif interval training.

Bagus juga seperti kawan-kawan baik saya yang mengambil menu cross training berupa bersepeda, renang, yoga, freeletic, futsal, badminton dan lain-lain.

Pun begitu dengan menu latihan lari. Saya kombinasikan untuk memenuhi porsi:

1) speedwork berupa IR atau interval running di hari biasa,
2) berlatih kecepatan yang masih bisa diakomodir dengan varian IR/ tempo run, juga di hari biasa.
3) lalu longrun di akhir pekan.

Apa fungsi ketiganya?
- IR untuk membentuk endurance
- kecepatan untuk mendongkrak kekuatan
- longrun, anggap saja kesempatan memanen hasil speedwork sebelumnya. Juga ajang memperbaiki teknik dan sarana rekreatif. Dan tentunya menguji level endurance :)

Meski kadang bergeser-geser, jadwal lari saya seperti ini:
- selasa IR
- kamis IR atau main speed
- jumat CT meskipun tidak selalu saban pekan.
- minggu longrun.

Oya saya memang secara sadar tidak memilih berlari dan berolah raga setiap hari. Saya menetapkan, harus ada rest day di antara hari latihan. Maksimal olah raga yang berturut-turut adalah 2 hari, lalu harus ambil 1 hari off.

Run safely, percayalah pada proses. Ikhlaskan bahwa yang instan-instan hanyalah Indomie :D

- Panduan program dan tabel latihan lari untuk pemula dengan metode interval running

- Program dan tabel latihan untuk pemula di artikel ini.
- Program lari 5K di postingan yang ini.
- Nah kalau yang ini, tips membuat video yang 'mendokumentasikan' jalur trek lari kita :)

Wednesday, November 8, 2017

Playlist Lari buat November ini


Daftar putar lagu terakhir yang saya kumpulkan di HP adalah di bulan Juli kemarin, jadi sekarang sudah waktunya saya perbarui.

Kebetulan di bulan-bulan Oktober- November ini ada lumayan lagu baru yang ngebeat.

Buat saya yang demen interval running 30 menitan, 5K hingga 10K, deretan lagu ini bisa pas dengan pace yang tidak terlalu lambat namun juga tidak kencang amat.

Sebagian besar lagu anyar, meski nyelip juga lagu rilisan tahun-tahun sebelumnya.

This is it!


  1. Alexandra Stan - We Wanna
  2. Alexandra Stan - Lemonade
  3. Alexandra Stan - Mr Saxobeat
  4. Bebe Rexha - I Got You
  5. Bebe Rexha - No Broken Hearts
  6. Bebe Rexha Martin Garrix - In The Name of Love
  7. Camila Cabello - Havana
  8. Charlie Puth - How Long
  9.  David Guetta Sexy Chick
  10. Inna - Ruleta
  11. Inna - 10 Minutes
  12. Inna - Amazing
  13. Inna - Bad Boys
  14. Inna - Be My Lover
  15. Inna - Cola Song
  16. Inna - Jadore
  17. Inna - Sun is Up
  18. Jennifer Lopez - Aint Your Mama
  19. Jennifer Lopez - On the Floor
  20. Jennifer Lopez - Papi
  21. LMFAO - Party Rock Anthem
  22. Maroon 5 - What Lovers Do
  23. Pitbull - Bob Bon
  24. Pitbull - Don't Stop The Party
  25. Pitbull, ft Shakira Get It Started
  26. Pitbull - I Know You Want Me
  27. Pitbull ft Marc Antony - Rain Over
  28. Pitbull, Pitbull - Exotic
  29. Shakira - Addicted to You
  30. Taylor Swift - Ready For It
"Ladang" perburuan saya di sini :) 
Lalu dikonversi ke MP3 atau MP4 melalui laman yang beginian, ini juga bisa atau bisa pakai ini aja karena ada pilihan kualitas file musik (bit rate) . Opsi lainnya bisa ke sini.

Untuk konversi video, beberapa pilihannya seperti OVC, atau pakai ke link ini. Boleh juga layanan konversi di sini

***
Nah, buat kawan-kawan yang pengen bisa lari dari nol, tapi ingin latihan yang minim risiko cedera, menyenangkan dan tanpa berasa 'disiksa', silakan menggunakan metode interval running (lari-jalan) di artikel ini

:)

Sunday, October 1, 2017

45


Surprise! 
Kemarin malam saya berhasil melakukan push up 45 kali. Yeah seluruh dunia mesti tau ye #pamer :P

Padahal saya beberapa kali merasa muskil untuk sanggup push up hingga repetisi kepala 4.

Modal latihannya hanya sabar saja dan percaya pada proses.

Frekwensi latihan bahkan tidak tiap hari, bahkan JANGAN tiap hari, karena justru 'muscle build and get stronger on rest day'.

Periodenya adalah 2:1. Artinya, setelah dua hari push up, maka hari berikutnya istirahat total.

Setiap kali latihan melakukan 10-15 repetisi, sebanyak 5 set.

Misalnya,
-senin + selasa latihan, rabu off.
-Kamis + jumat latihan, sabtu off.
-lalu setiap hari Minggu waktunya sesi push up nonstop, saya merasakan sensasi eksplosif dari 'tabungan' endurance dan power selama latihan 1 pekan. Push up sampai repetisi maksimal.

Mengikuti saran para pelatih, saya juga memastikan melakukan peregangan sebelum dan sesudah PU. Supaya ga kecethit hahaha

Performa
Awal-awal ketika sesi weekend: saya push up mentok hanya 20x, pekan berikutnya lanjut 25x tapi itupun sudah menges.  Lalu weekend berikutnya naik 30x, terus lima hari kemudian 35x.

Pas sudah bisa 35x di minggu lalu, saya merasa itu capaian maksimal. Yuakin tidak bakal kuat untuk nambah repetisi.

Lalu tetep istiqomah latihan PU, eladalah bisa tembus 40x.

Itupun lagi-lagi berasa mentok. Saya merasa tidak mungkin bisa nambah lagi.

Masih bersemangat, saya lanjutkan latihan tipis-tipis selama empat hari. Ngaso 2 hari off. Nah pas push up nonstop lagi hari ini, tembus sampai 45x hehehe.

Target berikutnya adalah bisa push up 50x, cukuplah buat saya yang sudah omm-omm gini hari :D

Latihan ini termasuk latihan fisik menggunakan beban berat badan sendiri alias body weight. Push up melatih otot dada, bahu dan core yakni punggung serta pinggul. Push up juga saya gunakan sebagai cross training serta pendukung olahraga kegemaran saya: lari.

Moral setori: percayalah pada proses, nothing is impossible.

Push up saya adalah push up modal kolor dan nyali. Kalau pakai nombok duit buat beli alat dan suplemen, saya mah kagak ikutan :D

Suck it up! #beatyesterday

Btw latihan saya lakukan dengan memodifikasi program latihan yang banyak di aplikasi playstore.

Kalau ingin mencoba,  saran saya ialah tentukan target pribadi dan pilih salah satu "push up challenge" :)

Salam olahraga!

Sunday, September 17, 2017

September: bulan berlatih lari bersama

Beberapa kawan merayakan bulan kesembilan ini dengan mengulik tentang G30S, pemutaran film dan hal lain yang bersinggungan dengan '65.

Jika terkait hal itu, saya sendiri akan membaca ulang artikel nan panjang mas Made Supriatma yang di unggah tanggal 29 bulan ini di tahun lalu. Semoga link-nya masih ada, meskipun beberapa pihak dan kawan baik bisa saja tidak merasa nyaman dengan artikel itu.

Di sisi lain, saya juga punya pilihan bagaimana melakukan selebrasi untuk September ini.
Saya merayakannya dengan mengingat kembali bahwa di bulan ini, 1-2 tahun lalu, merupakan puncak latihan beberapa kawan yang memacu dirinya sendiri dan sekaligus percaya bahwa dirinya mampu merengkuh target maksimal di bulan berikutnya.

Sebagian memiliki sedikit bekal lari, maksimal berlari hingga menit ke-12. Dan, setelah itu merasa 'engap' tak mampu berlari lagi meskipun semangatnya masih pada level tertinggi.

Ada pula yang berlatih dari nol. Murni dari pejalan kaki dan kemudian menjadi pelari, from walker to runner :). Dengan keyakinan dan kemauan keras, akhirnya mulai berlatih dan terus berlatih, hari ke hari.

Sebagian juga menyimpan memori cedera dari aktivitas fisik sebelumnya. Saya perlu pula menambahkan latihan tambahan yang mendukung performa fisik.

Syukurlah, semuanya berakhir happy ending. Bahkan kemudian rekan-rekan berkalung medali finisher alias medali penamat dari mengikuti acara lomba lari sebagai peserta pelari rekreasional.

Congratz for all. You rock! :D

Tiga seri artikel latihan lari:
- Program dan tabel latihan lari bagi pemula > https://goo.gl/arDSVQ
- Lari nonstop 30 menit pertama kali > https://goo.gl/PfEqZ3
- Next accomplish: sukses berlari 5 km pertama > https://goo.gl/pEf1XF

Saturday, September 16, 2017

Lari nyaman - bahu kekar berkat latihan beban :D


Rute lari kali ini mengarah ke Permata Hijau Jakarta, jaraknya cukup 5 km saja.

Treknya termasuk jalan raya alias road dengan aspal mulus meski di beberapa potong jalan mesti lari di trotoar yang kurang rata. Video tracking lari saya buat memakai aplikasi Relive. Anda juga bisa membuatnya karena mudah, urutan caranya ada di artikel tips membuat video lari.

Lari sesorean ini juga terasa nyaman. Berlari pada kecepatan 'natural', run at my own pace.

Ayunan lengan juga ringan, bahu tidak pegal. Punggung saya juga tidak membungkuk, tetap lurus. Begitu pula pinggul tak merasa kelelahan meski itulah bagian 'engsel' antara tubuh atas dengan kaki.

Saya yakin ini buah dari latihan strength dan latihan beban sederhana sebulanan kemarin: plank, push up, angkat dumble yang fokus melatih core dan bahu. Menu latihan penguatan ini juga saya sarankan kepada kawan-kawan latihan lari lainnya.

Latihan plank misalnya, pada dasarnya membantu memperkuat core atau inti tubuh. Jenis latihan ini memperkuat bahu, perut, paha depan dan terutama pinggul.

Sedangkan push up untuk melatih dan membentuk otot dada dan sebagian bahu. Saya juga melakukan chair dip untuk melatih tricep di lengan belakang.

Sedangkan latihan beban menggunakan dumble 4kg, 6kg dan 2 botol air yang disatukan, saya andalkan untuk memperkuat sekaligus membentuk otot lengan atas dan bahu. Sepertinya sekarang saya mulai 'memanen' hasilnya: lekuk garis otot lengan mulai terbentuk :D

Dan, sore tadi saya sengaja pakai kaos tanpa lengan, pamer biceps hehehe. Hasilnya, dilihatin oleh cewek boncengan motor di Permata Hijau. Awas meleng, dek! :D :P

#run #relive

Thursday, September 14, 2017

Cara Gampang Usir Bau Sepatu Tak Sedap

Sumber: efektips

Pada dasarnya, bau sepatu disebabkan oleh keringat kaki kita. Keringat berlebih seperti setelah berolahraga lari, basket, naik gunung dan bekerja, terserap kaos kaki dan juga tertinggal di dalam dinding sisi dalam sepatu, yang kemudian menimbulkan kondisi lembab.

Nah, dasar dari cara mengurangi aroma tak sedap ini juga berangkat dari penyebabnya: bagaimana kita menyerap kelembaban itu.

Jika kita sudah mengenal silica gel, maka kita bisa menggunakannya. Tetapi, kadang kala kita tidak mudah mendapatkan silica gel karena harus membelinya di toko kimia, toko perkakas, atau supermarket.

Cara alternatifnya justru lebih sederhana. Gunakan saja teh celup

Taruh 2-4 kantong teh celup yang belum dipakai dan kering di dalam rongga sepatu. Simpan dan angin-anginkan sepatu di tempat yang bersirkulasi udara baik seperti teras, ruang tamu, atau carport / garasi. 

Biarkan beberapa jam atau untuk lebih santai biarkan semalaman atau seharian. Niscaya esok paginya, bau sepatu tak enak akan hilang atau minimal berkurang. Aroma juga berasa "kering", seperti aroma daun kering.

Saya juga pernah iseng-iseng bereksperimen kecil-kecilan dengan menaruh teh celup di sepatu Adidas sebelah kanan, sedangkan sepatu kiri tanpa teh celup. Hasilnya, pagi harinya sepatu kanan tidak berbau dan yang kiri masih berbau tidak enak.

Saya sarankan juga, masukkan masing-masing 1 kantong teh celup ke dalam kaos kaki Anda. Angin-anginkan atau gantung di hanger. Kaos kaki saya juga sering beraroma tak sedap setelah dipakai untuk lari, jogging, futsal dan olahraga lainnya.

Oya, cara ini juga tidak dipengaruhi merek sepatu karena penyebabnya adalah keringat dan bukan jenis atau merek. Tips ini juga dipakai untuk semua koleksi sepatu saya seperti League, Adidas (lari), New Balance dan Nike (futsal). Sepatu kulit untuk kerja juga sering saya 'terapi' dengan kantong teh celup :)

Lantas, apakah kita perlu memakai teh celup yang baru tiap hari? Tidak. Kantong teh celup yang sama dapat dipakai berkali-kali. Saya sendiri menggantinya tiap satu bulan. 

Sumber: Bukalapak

Bagaimana cara kerjanya?
Teh bisa menyerap bau busuk seperti itu karena teh memiliki sifat dehumidifier, sehingga dapat menyerap kelembaban.

Untuk lebih jelasnya, kita bisa mencium aroma kertas pembungkus teh tubruk seperti merek Teh Tjatoet, Poci dan Teh Gopek. Nah pasti kita akan mencium aroma "kering" pada kertas pembungkusnya.

Sifat mampu menyerap kelembaban ini juga punya catatan lain. 
Disarankan, tidak menaruh teh serbuk, teh celup atau produk olahan teh lainnya berdekatan dengan bumbu dapur lainnya seperti bubuk vanili, merica, pala dan lain-lain. 

Karena teh dapat menyerap aroma bumbu tersebut dan aroma khas bumbu dapur bisa berkurang dan mempengaruhi karakter rasa bumbu yang diserap.

Saran terakhir, teh celup yang telah digunakan menghilangkan bau sepatu harus tetap dibuang ya. Jangan menyeduhnya menjadi teh hangat he-he-he. Salam. 

Sunday, September 10, 2017

Runner Jealousy, Kecemburuan Pelari :D


Benar juga kata orang, berpapasan dengan orang yang lari pagi atau sore itu (bisa) bikin iri. Jeles. Jealousy.

Saya nggak tahu teorinya. Yang pasti itu sering saya rasakan, terutama ketika saya lagi di hari yang sudah diagendakan untuk peplayon tapi batal.

Melihat orang lari berasa pengen segera ganti baju dan ganti sepatu. Maunya seh...

Tidak hanya di dekat tempat tinggal saya di Rawabelong Jakarta, ketika melihat pelari rekreasional di Cibinong sono, saya jeles. Pun begitu di perut Sumatera saat berpapasan dengan anggota TNI yang lari sendirian.

Di Jogja, ketika saya liburan dan tanpa membawa sepatu, timbul iri (tanpa dengki) ketika kawan pamit mau lari sore.

Di ujung timur, di ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut di Tembagapura, saya berpapasan dengan beberapa runner cewek yang sepertinya karyawan Freeport, tengah berlari pagi mendaki ke arah area landasan helikopter.

Padahal oksigen mulai menipis di ketinggian itu. Saya salute dengan kerja keras paru-paru dan kerja keras dengkul mbak-mbak Freeport :) #jempol

Rasa yang sama dan juga bikin gatal kaki saya ialah ketika halan-halan nun jauh memakai duit negara (upss) ke Belgia. Saya mesti menahan luapan adrenalin saat mobil yang saya tumpangi melewati Cinquantenaire atau kalau tidak salah Royal Park Brussels.

Saat itu sudah beranjak sore di hari minggu, sudut mata saya mengikuti lalu lalang para pelari Eropah yang lelarian di taman. Ada yang di trotoar luar taman, banyak juga yang mengamplas konblok dengan sepatuya di dalam taman. Pengen juga sih turun dari mobil tapi kedua bahu lagi bergelantungan kamera DSLR dan ransel kerja, alasan! Ya sudahlah :P

Oya, sampeyan bisa jadi rada sulit untuk membayangkan bagaimana bisa lelarian orang lain bikin jealous. Ah, gapapa sampeyan kebingungan, karena memang: 'only runner will understand'

:D

Program latihan lari bagi pemula, transformasi dari walker (pejalan kaki) menjadi runner, pelari :)
Manfaat olah raga lari: dongkrak daya tahan, usir penyakit batuk pilek flu jauh-jauh!


Sunday, August 6, 2017

Relive: cara membuat video tracking lari, sepeda dan trail


My track, my adventure :)

Aplikasi relive ini memanjakan kita yang doyan lari, bersepeda dan aktivitas luar ruangan lainnya karena video racikannya menampilkan visualisasi 3D dan pemandangan "mata burung".

Lebih jelasnya, putar saja contoh video lari saya sore tadi. Jaraknya 5K alias lima kilometer di rute perkotaan, Jakarta.

Jika kita berlari lebih jauh dan di trek yang medannya naik turun maka video relive lebih cakep. Penggemar sepeda, lari jarak jauh dan trail running yang bakal lebih kepincut pada aplikasi ini, karena ada visualisasi tingkat ketinggian/elevasi (trek naik turun).

Cara membuatnya mudah:

1. Intinya,  yang kita butuhkan adalah 2 aplikasi untuk diunduh yaitu relive.cc di Google Playstore atau iOS dan aplikasi sport tracker seperti endomondo, strava, garmin dll.

Nantinya, Relive bekerja dengan cara mengolah data trek di aplikasi sport tracker lainnya tersebut.

Aplikasi Relive

Aplikasi Endomondo

2. Setelah men-download, lakukan registrasi di Relive seperti biasa.

3. Pilih salah satu sport tracker yang biasa kita pakai. Biasa pakai Strava ya pakai Strava, begitu juga jika doyan endomondo :)

4. Berlarilah seperti biasa ditemani tracker kesayangan, endomondo, strava, garmin dll. Oiya, Relive menetapkan batas jarak minimal. Untuk lari, minimal 3 kilometer dan bersepeda 5 km. Sepertinya ini syarat yang mudah dipenuhi jika kita sudah doyan lari kan ya :)


Saturday, July 29, 2017

Membaca Cerita Lari Haruki Murakami






BUKU bergenre memoar ini menarik perhatian saya bukan hanya lantaran temanya yang bertutur soal lari, olahraga kegemaran saya, namun juga karena judulnya unik, "What I Talk About When I Talk About Running". 

Apa sih maksudnya? 

Awalnya saya menduga, penulis asal Jepang kelahiran 12 Januari 1949 ini menulis tentang uneg-unegnya ketika sedang berlari. Dugaan saya ternyata tak terlalu meleset, paling tidak menurut saya sendiri hehehe. 

Oya saya sebenarnya sudah lama mengidamkan membeli buku setebal 198 ini. Setelah melihat pertama kalinya di Gramedia Citraland Grogol, Jakarta, akhirnya saya mengempit buku ini di toko buku Togamas ketika pulang ke Jogja minggu lalu, 25 Juli 2017. 

Selama empat hari, memoar terbitan Bentang ini menemani saya ketika di ruang depan rumah, kamar, kedai Wikikopi dan akhirnya rampung pada penerbangan Jogja-Jakarta, Jumat malam. 

MENGAPA MEMILIH LARI? 
Haruki sepertinya memahami keinginantahuan saya, juga mungkin pembaca lainnya, apa sih yang ingin ia sampaikan, opo to yang pengen dia ceritakan. Dan juga pertanyaan mengapa dia berlari, apakah dia seorang penulis yang masa mudanya seorang atlet, hobinya lari, atau berlari sebagai terapi karena kondisi kesehatan? 

Monday, January 23, 2017

Interval running, cara jitu tingkatkan kecepatan lari

Peningkatan speed dan juga endurance dapat dilatih dengan berlatih speed work seperti interval running, Tempo run, fartlek, hilly dll.

Pemahaman umum ttg interval running adalah "Secara spesifik, latihan ini meningkatkan ambang batas laktat (lactate threshold) yang penting bagi kemampuan kita berlomba secara cepat. Dan, karena dilakukan dalam sistem interval, latihan ini memberikan kita periode istirahat sehingga membuatnya lebih nyaman untuk dilakukan dibanding lari secepat-cepatnya (all-out) dalam interval yang lebih pendek dan lebih dinamis dibanding tempo run panjang yang membosankan." Sumber Dunia Lari, link di bawah.

Coba susun lagi jadwal latihan. Jika biasa lone-running, ambil 2-3 kali sesi weekday untuk speedwork dengan interval running.

Beberapa kawan ada yang pakai pola awal IR 3menit jogging dan 30detik faster run. Kita dapat membuat kombinasi lain. Monggo perbanyak referensi, banyak kok di Google.

Lalu gunakan sesi weekend utk longrun.

Contoh jadwal latihan seperti ini:
Senin rest day/off
Selasa IR
Rabu IR
Kamis Cross-Training https://goo.gl/bi95JC
Jumat IR
Sabtu rest day/off
MINGGU LONGRUN

###

Ini sedikit saya lampirkan referensi.
- interval running, apa itu?

- cara tingkatkan performa lari

- interval: metode piramida

- interval pendek/ short interval

- long interval

- menang Bali Marathon dengan latihan interval

- Circuit Training, efektif perkuat lari dan bakar kalori

Satu lagi: "Percayalah pada proses!" :)

Salam mari lari.
Postingan dan komentar di FB group Indorunners.

Saturday, January 21, 2017

Lari dengan hydrobag, perlu persiapan apa saja?



Pemenuhan kebutuhan hidrasi (sederhananya: air minum) saat berlari sangat penting dan wajib. Intensitas lari terutama jarak jauh sangat menguras energi, stamina dan cairan tubuh.

Pada event lari misalnya, standar penyediaan water station adalah tiap 2,5 km. Dari sini saja menunjukkan dengan gamblang bahwa hidrasi sangat diperhatikan.

Oleh karena itu, penyuka lari juga mesti menyiapkan bekal air. Salah satu caranya ialah dengan membawa hydroback, sering juga disebut hydropack.

Wujudnya tas punggung dengan desain compact, dilengkapi beberapa kantung untuk membawa kelengkapan lain seperti snack/nutrisi gel, HP, uang, kunci dll.

Saya sendiri juga memiliki hydrobag walaupun tidak selalu saya pakai tiap latihan. Jika hanya berlari jarak 5 km ke bawah dengan estimasi waktu tempuh 30-40 menit, saya tak membawanya.

Lain halnya jika lari 10 km ke atas seperti tadi sore. Bawaan saya ialah air putih 1 liter dalam water bladder/ kantung air, 1 botol kecil isotonik 330 ml (setara kaleng Pocari Sweat), snack, jas hujan kecil dan HP.

Alih-alih ingin berbagi tentang jenis-jenis produk hydrobag, kali ini saya ingin sharing tentang persiapan atau lebih tepatnya konsekuensi berlari dengan hydrobag. Saya sarikan poin demi poin.

1. Perlu latihan beban yang menyasar penguatan otot dada, bahu dan lengan.

Jangan terpaku hanya pada berat hydrobag ketika dalam keadaan kosong. Produsen atau brosur produk ini biasanya hanya mencantumkan berat hydrobag saat kondisi kosong.

Misalnya 350 gram untuk hydrobag mahal seharga Rp 1,5-2,5 juta), 450 gram yang impor dari China Rp 450 ribu atau hydrobag saya Nordend seri B271 Rp 198 ribu berat kosongnya 600 gram (termasuk water bladder kosong lho ya yang harganya Rp 80 ribu).

Kita harus memahami berat riil ketika dibawa lari. Saya timbang dengan timbangan digital dan mengisi hydrobag dengan 1 liter air (kapasitas maksimal 1,5 liter), 1 kaleng isotonik, HP, jas hujan tipis, snack BengBeng, kunci rumah, beratnya mencapai 2,6 kg. Hydrobag yang mahal pun juga saya coba, selisihnya tidak banyak: 2,3 kg.

Sekilas berat segitu terasa enteng. Ya enteng kalau sampeyan bawa dari ruang tengah ke ruang depan rumah sampeyan. Atau dicantelin di motor. Berat segitu itu ya mesti sampeyan bayangkan dibawa oleh punggung selama berpuluh menit bahkan berjam-jam.

Untuk itulah, saya sarankan melakukan latihan tambahan. Jika kita terbiasa lari maka sudah kenal dengan strength training atau circuit training.

Nah tinggal tambahin menu push-up, chair dip, bicep curl serta tricep curl. Dua yang disebut terakhir adalah latihan menggunakan dumbel.

Menu tersebut efektif mendongkrak kekuatan  dan fleksibilitas otot dada, lengan dan bahu. Berat dumbel cukup 5-8 kg saja.

Santai saja, latihan 5-7 kali selama 2 minggu sudah cukup untuk mempersiapkan diri berlatih dengan membawa hydrobag.

2. Adaptasi.

Ada baiknya kita tidak langsung berlari jarak jauh jika pertama kali menggunakan hydrobag.

Sempatkan lari 5 km atau paling jauh 10 km untuk membiasakan diri.

Adaptasi ini juga untuk menemukan settingan yang pas seperti rentang tali pengait, tali bahu maupun membiasakan diri mengakses kantung-kantung sembari berlari.

Termasuk pula membiasakan diri minum dari water bladder menggunakan pipa selang :)

Selamat berlari! Salam sehat :)

Btw, artikel review produk hydrobag merek Nordend pada link ini.

Wednesday, January 4, 2017

Berbagi karena cedera.



Selama kurun waktu menikmati terbirit-birit lelarian, saya pernah beberapa kali cedera. Tidak parah memang, tapi tetap kudu seriyes meratapinya eh menanganinya. Masih cedera yang umum-umum aje kok, cedera yang biasa menerpa penggemar lari. 😊

Di sisi lain, pengalaman cedera justru memberi saya "kesempatan" untuk membantu rekan-rekan sepelarian yang mengeluhkan cedera yang sama atau mirip-mirip.

Paling enggak ada 2 pengalaman cedera dan begini terapi mandirinya, saya sarikan dengan bahasa sederhana.

1. Plantar fasciitis [ bukan asam urat 😀 ]
Jika kita bangun tidur di pagi hari lalu turun dari ranjang dan tumit serta telapak kaki terasa suuaakit sekali (terasa tertusuk-tusuk, panas, kemranyas) ketika menginjak lantai...

Jika setelah duduk lama di kursi lalu berdiri dan berjalan, juga terasa sakit yang sama sampai kita berjinjit-jinjit...

Itulah "plantar fasciitis". Penyebabnya karena otot betis yang terlalu tegang. Secara umum belum perlu obat, kita masih bisa melakukan terapi mandiri.

Tuesday, December 6, 2016

Ayo lari (?)

















- Ini tentang alasan mengapa saya tidak pernah mengajak istri saya agar mau mulai berolah raga -

Saya mengenal lari sebagai aktivitas rutin sejak 1997. Saya rutin dan berusaha lari terjadwal karena merasakan betul murah dan manfaatnya. Tentu saja saya pernah vakum lari, toh tetap kembali mengamplas aspal :)

Oiya saya tipe pelari hore-hore. Podium dan status jawara bukan tujuan. Pokok'e hepi. Itu ideologi saya. Melebihi Pancasila :D

Saya lari ya lari saja, tidak ada yang mengajak-ajak. Apalagi jaman segitu, yang lari di sekitaran rumah di Jogja setelah subuh ya hanya 1-2. Pun begitu di GSP UGM. Bisa dibilang sepi jika dibandingkan dengan hiruk pikuk lelarian sekarang.

Saya mulai lari karena tergerak sendiri. Bukan karena omelan dokter, ingin kurusan, persiapan naik Cartenz, Everest atau lantaran kepingin menggigit medali Olimpiade :P