Tuesday, December 22, 2015

Saya masih belajar soal lari :)





















Lari bagi saya adalah sarana menjaga pikiran positif.

dan saya beruntung memiliki teman-teman penyuka olahraga macem-macem, baik lari, badminton, basket, bola, dll yang dari mereka saya belajar tentang olah raga adalah cara untuk bersenang-senang.

So caranya pun dilakukan dengan percaya pada proses dan demi hepi-hepi untuk menyenangkan 'tubuh' dan bukan untuk 'memuaskan' ego. Demi medali misalnya, demi pengakuan semu dari orang-orang bahwa saya bisa finish 5K, 10K, 21K, 42K, 100K, Ultra 100K, triathlon dlll Bajak Jkt, BMBM, JakMar, KL, Boston, Tokyo, London ...

Dari teman-teman itulah, yang bahkan tanpa mereka sadari, saya menyerap inti dasar olahraga rekreasional: bersenang-senang sejak dalam niatan, cari tahu tipsnya, mulai latihan, latihan dan melaju di event lari.

Teman-teman itulah yang membuat saya nggak bego-bego amat... bukan untuk membuat saya ngatlet, berasa sok serius seolah atlet... tapi paling nggak ya itu tadi: nggak bego-bego amat diperdaya ego.
Ego itu memang setan yang kita ciptakan sendiri, sodara-sodara! bukan bikinan panitia lomba lari, bukan pula produk komunitas atau klub.

Saya juga belajar banyak dari sono-sini, baca, mendengarka
n, menyimak dan meredam abis-abisan ego. Sengaja saya kumpulkan pelajaran dari teman-teman ...

Maaf, abis ini sampeyan masih maksain diri? kalau gitu, saya berhak proklamasi bahwa saya lebih pinter dari sampeyan (catat ya, saya ga bilang sampeyan goblok, tapi saya bilang saya lebih pinter dari sampeyan!)

ME vs HEAT STROKE
https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10152928377543482/

"Olahraga apapun... dilakukan dengan cara!"
https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10153591085913482/

Apakah SEMUA orang perlu untuk ikutan Full Marathon?
https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10153707328548482/

dari BAJAK JKT 2015
https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10153812857453482/

LARI SEHAT atau LARI SYAHWAT
https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10153814278448482/

Salam #mari lari
Posted @ facebook
 

Wednesday, December 16, 2015

Just run.



Saya beruntung jatuh cinta pada lari di awal subuh musim kampanye Pemilu 1997. Lama buanget ya...  ‪#‎adayangbelumlahir‬? :P

Lalu, mulai berlari dengan jadwal yang lebih disiplin dan rutin sejak 2002. Ada keberuntungan, meski ada kemalangan membuntuti.

Beruntungnya: saya sungguh menikmati hirupan udara bersih Jogja pagi dan sore, sepanjang trek sekitar rumah Salakan, Sewon, Bantul...ring road selatan... selokan mataram dan GSP kampus UGM. Oya, soal dapet pacar lewat lari bareng, itu bener-bener kabar burung. Nggak gitu-gitu persis lah :)

Pengalaman pahit juga ada: ditabrak dari belakang oleh mbak-mbak pengendara motor bebek plat R di GSP. Penyebab dia menubruk saya hingga njlungup, meski jalur GSP lebar dan saat itu sepi, masih semisterius motif pembunuhan JFK :P

Saya ingat, "modal"lari saya saat awal-awal peplayon adalah wujud sebenar-benarnya dari idiom: lari adalah olahraga (ter)murah. Hanya butuh sepasang sepatu. Kanan dan kiri.

Sepatu lari pertama saya, Spotec. Saya tebus seharga Rp 23ribu di toko olahraga Prawirotaman, Jogja. 1996-1997.

Sepatu kedua adalah bekas milik temen saya, Joko. Tepatnya, saya pinjam untuk kuliah lantas nggak saya kembalikan ‪#‎eh‬

Apparel? Celana kolor adidas-adidasan yang sudah pasti super KW. Begitu juga dengan kaos: asalkan nyerap keringat, ayo lari. Beberapa potong saya beli dari awul-awul, itu lho toko baju bekas impor. Sepotong +- Rp 5-10 ribuan.

Jam tangan? Abaikan jam ber-GPS atau branded. Lagi-lagi pokoknya jam dengan jarum pendek dan panjang.

Berbelas tahun kemudian, saya terus berlari. Dasar pelari hepi-hepi, tren alat bantu lari melaju cepat tanpa saya tahu.

Ujug-ujug, seingat saya, 2010an hingga kini produsen apparel, sepatu, jam tangan pengukur jarak, pencatat detak jantung menggelar lapak nan menggoda.

Pakaian ori berbanderol ratusan ribu rupiah, tas pinggang, sepatu dengan foam sole canggih siap sedia menyulap saya menjadi (merasa) pelari kece wkwkwkkkk...

Beruntung, saya hanya tergoda membeli jam tangan Garmin FR 210. Itupun karena ada fitur interval yang membantu latihan lari.

Penting banget tuh jam? Porsi pentingnya sih kisaran 10 persen saja. Yang 90 persen ya komitmen dan disiplin.

Saya beruntung jatuh cinta pada lari hampir 18 tahun lalu. Saya hanya perlu sepatu dan melaju.

Ini tentang saya lho ya, rekan runner lain bisa jadi beda pengalaman dan punya pertimbangan sendiri... Seandainya saya mulai berlari di tahun-tahun ini, saya akui nggak bakal kuat dengan persuasi sepatu meheng warna-warni, apparel yang (kalau bisa kudu) ori merek internesyenel, gadget cakep pengukur data lari serta jam tangan berpandu satelit.

Ini tentang saya lho ya. Jika saya peplayon di jaman gini, kemungkinan besar saya akan browsing tips lari serajin berselancar ke lapak-lapak online penjual Garmin, Suunto, Nike sportwatch, compressor pants, botol air Nalgene, dan tas trail-running. Browsing tips lari, beli dan mengumpulkan apparel, lantas larinya entah kapan :P

Beruntung, gadget paling canggih saya masih si FR 210 yang talinya sudah patah dan disambung tali aftermarket yang saya ikat dengan karet gelang bekas nasi bungkus warteg #truesetori

Beruntung. Saya masih berlari tanpa mikirin gadget, karena finish keceh dan finish sssetrong bermula dari liatnya tekad memenangi godaan tarikan selimut di awal subuh.

‪#‎hooammm‬ ‪#‎markibo‬ marikitabobok ‪#‎besokpagiLARI‬! :)
 salam

Posted @ Facebook

Sunday, December 13, 2015

Toko kaos polos promosi Tanah Abang

Telp. 02123572195

081310776196

# belanja toko kaos polos promosi tanah abang jakarta

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Ke China-Korsel, melipir dulu ke toko winter

Kok alamat toko alat kue?

Beginilah saya mengfungsikan blog: sebagai tempat naruh alamat di mana saya dan keluarga membeli pernak-pernik.

Lho kan bisa browsing? Hahahaaa browsing bukan segalanya. Info alamat satu toko ibarat jarum di tengah tumpukan jerami data sejagad di ranah Google.

Dg naruh di blog, saya tinggal masukin masuk di blog saya sendiri dan memasukkan kata kunci. Itu sdh mem-filter berapa lapis data dibanding googling.

Lagian, ga bakal link info nyasar ke toko antah berantah, ya karena saya sdh pernah belanja jadi yakin barang apa saja yang dijual dan yang ga tersedia.

Mau nelpon dulu? Ya tinggal pencet nomer sesuai foto di atas.

:) enjoy blogging, maksimalkan blogmu dg caramu sendiri :)

Kali ini alat bikin kue. Lain kali, jangan heran saya posting kartu nama atau papan nama toko baju Tanah abang, alat outdoor, winter, penjual nasi uduk, gudeg jogja, bengkel dan lain-lain.

Benefitnya: 1) saya ‎dapat menyimpan alamat/data 2) membantu penjual / pengusaha / pedagang kecil besar menginformasikan alamat mereka.

Keyword kali ini:
Alamat telepon HP toko alat peralatan bahan kue roti masakan pasar mayestik jakarta
Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Kok alamat toko alat kue?

Beginilah saya mengfungsikan blog: sebagai tempat naruh alamat di mana saya dan keluarga membeli pernak-pernik.

Lho kan bisa browsing? Hahahaaa browsing bukan segalanya. Info alamat satu toko ibarat jarum di tengah tumpukan jerami data sejagad di ranah Google.

Dg naruh di blog, saya tinggal masukin masuk di blog saya sendiri dan memasukkan kata kunci. Itu sdh mem-filter berapa lapis data dibanding googling.

Lagian, ga bakal link info nyasar ke toko antah berantah, ya karena saya sdh pernah belanja jadi yakin barang apa saja yang dijual dan yang ga tersedia.

Mau nelpon dulu? Ya tinggal pencet nomer sesuai foto di atas.

:) enjoy blogging, maksimalkan blogmu dg caramu sendiri :)

Kali ini alat bikin kue. Lain kali, jangan heran saya posting kartu nama atau papan nama toko baju Tanah abang, alat outdoor, winter, penjual nasi uduk, gudeg jogja, bengkel dan lain-lain.

Benefitnya: 1) saya ‎dapat menyimpan alamat/data 2) membantu penjual / pengusaha / pedagang kecil besar menginformasikan alamat mereka.

Keyword kali ini:
Alamat telepon HP toko alat peralatan bahan kue roti masakan pasar mayestik jakarta
Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Toko bahan kue roti pasar Mayestik Jakarta

Kok alamat toko alat kue?

Beginilah saya mengfungsikan blog: sebagai tempat naruh alamat di mana saya dan keluarga membeli pernak-pernik.

Lho kan bisa browsing? Hahahaaa browsing bukan segalanya. Info alamat satu toko ibarat jarum di tengah tumpukan jerami data sejagad di ranah Google.

Dg naruh di blog, saya tinggal masukin masuk di blog saya sendiri dan memasukkan kata kunci. Itu sdh mem-filter berapa lapis data dibanding googling.

Lagian, ga bakal link info nyasar ke toko antah berantah, ya karena saya sdh pernah belanja jadi yakin barang apa saja yang dijual dan yang ga tersedia.

Mau nelpon dulu? Ya tinggal pencet nomer sesuai foto di atas.

:) enjoy blogging, maksimalkan blogmu dg caramu sendiri :)

Kali ini alat bikin kue. Lain kali, jangan heran saya posting kartu nama atau papan nama toko baju Tanah abang, alat outdoor, winter, penjual nasi uduk, gudeg jogja, bengkel dan lain-lain.

Benefitnya: 1) saya ‎dapat menyimpan alamat/data 2) membantu penjual / pengusaha / pedagang kecil besar menginformasikan alamat mereka.

Keyword kali ini:
Alamat telepon HP toko alat peralatan bahan kue roti masakan pasar mayestik jakarta

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Tuesday, November 10, 2015

Titik selatan Indonesia: Nemberala, Rote



KAMIS dan Jumat kemarin, akhirnya mimpi saya kesampaian juga. Menjejakkan kaki di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Lebih beruntung lagi, saya mengunjungi salah satu pesisir cantik pulau paling selatan Indonesia ini: Pantai Nemberala. Sebagian menulis, Nembrala.

Pantai yang menghadap ke barat ini (barat coyyy... kebayang kan sunset nya kek gimana), juga favorit peselancar.

Di bulan Januari-April, pemburu ombak memadati penginapan di sepanjang 10 km pantai Nemberala. Pantai ini memang surga surfing.

Ketika saya datang, kata penduduk setempat, ombak sedang jinak di bulan Oktober-November ini.

 


















Itupun masih ada saja penggila surfing wira-wiri dengan papan selancarnya di buritan sepeda motor: menguntit ombak yang kali-kali masih menjulang di sudut-sudut pantai. Jika beruntung.

Saya sendiri menikmati Nemberala dengan lari pagi.

Lumayan, trek lari saya campuran dari pantai, jalan aspal yang membelah desa, jalur setapak dan kembali ke pantai hingga jajaran karang di ujung Nemberala.

Oya, di sini ada jalur pedestrian yang bisa dipakai berlari. Dibangun secara permanen dengan batu dan semen, membuat nyaman untuk jogging.

Jalur yang serupa pernah saya jajal di pantai Kuta, Bali dan Majene, Sulawesi Barat.




















RUNNING BUDDY
Istimewanya, waktu berangkat lari pagi, eh lha kok dikawal 2 (dua) gukguk yg friendly.
Oya mereka gak ngejar lho. Begitu saya lewat depan rumah pemiliknya, duet Scooby Doo yang lagi berjemur ini spontan keluar pekarangan ikutan lari.

Ketika saya berhenti buat foto, mereka ikutan break, nungguin. Lalu lanjut mbuntutin lagi sampai +-1km.

Malah dua gukguk itu saling dorong-dorongan kalau salah satunya terlalu dekat ke saya, udah kayak bodyguard aje heheheee...

Kalau boleh menerawang ala dog whisperer-Cesar Milan, keknya duo Pluto ini seneng ada manusia lagi lari2 pagi: beraktivitas positif, merawat optimisme :)

#titikselatanIndonesia #MariLari #WeRunIndonesia

Wednesday, November 4, 2015

SURYA PRO

 

Semalem mimpi saya uenak poolll. Mimpi ngudud kretek filter paling nikmat sedunia: Surya Pro. 

Dulu, ini rokok tengahan saya, di antara Dji Sam Soe atau Gudang Garam Filter International yang berat namun aroma tembakaunya kuat dan A Mild nan ringan tapi,bagi saya, mbakonya berasa terlalu 'pabrik'. 

 Pada rajangan tembakau di bujur batangnya yang langsing, ga sebohai Gudang Garam Filter, biasanya saya mencuri baunya sebelum membakarnya. 

 Oya, jika ada korek api 'jress' sy memilihnya dibanding korek gas atau malah Zippo sekalipun. 

Lagi-lagi, perkawinan bakaran kayu pada korek dengan tembakau berasa beda. Pokok'e beda. Soal rasa jangan diurai dengan logika ya heheheee... 

 Sayangnya, dalam mimpi itu saya memaki-maki semesta. 

Setelah makan gudeg, nyruput es teh manis gula batu dan menarik satu batang yang lantas terjepit lembut di bibir... tak juga nemu korek. 

 Di saku celana, baju, tas, nggak ada korek. 

Minjem ke kawan? ndilalah nurut skenario dalam mimpi itu saya satu-satunya aktor. 

 Saking gondoknya, saya ngelilir, tepatnya separo bangun. Ada rasa 'sepet' di rongga mulut. Bibir atas separo mengulum bibir bawah. 

Persis seolah sudah nggeget sebatang rokok namun tak jua nemu korek. Sepet. Gondok. Nyebahi. Njelehi.

 Untungnya, kantuk jam 14.30 meninabobokkan kantung mata lagi. 

 Untungnya pula, saya tak perlu mbingungi nyari rokok beneran seperti masa-masa jadi perokok: malam-malan terbangun, keluar kamar, di teras rumah Jogja, menengadah mengukur jarak dengan bintang-bintang dan menjentikkan jari, menghembuskan asap kelabu. 

 Di Jogja kala itu, tak ada yang sepekat dan sesunyi, namun hangat, yang menyamai malam-malam berselimut bebakaran nicotiana tabacum... 

 Untunglah, bagi saya merokok sudah menjadi bagian masa lalu. Tak lagi saya rindukan. 

 Sedangkan dari tembakau, percikan kangen masih ada, kepada aroma lembaran tembakau yang dijemur, ditumpuk, dikarung dan ditimbang. 

Juga bentangan kebun 'emas hijau' di lembah yang menjepit sungai di belakang Jampirejo, Temanggung, kampung halaman almarhum Ibunda. 

 Rindu juga pada lanskap tembakau di kiri kanan jalur pendakian saya ke Sumbing belasan tahun lalu. 

 Lho kok dari mimpi jadi kangen beneran pada kabupaten mungil di Jawa Tengah itu? Yo ra ngerti, namanya aja melamun nggedyabah :) 

 Eh apa kabar ya tahu ketupat dan bakso di pasarnya? Oya masihkah Temanggung sedingin dulu, menembus tulang menggeretakkan geraham? :)  

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Sunday, November 1, 2015

Lari. 12K. Tembakau. Reksadana.


Jelang malem mingguan lari 12K di GBK Senayan.

Start jam 4 sore, cuacanya panas, lembap, kagak enak pokoke. Lima km pertama berat bgt tapi kok yo bisa tuntas hehehe...

Ini saya jadi'in perayaan 1 tahun 10 bulan berhenti membakar tembakau.

.. dan duit bulanan rokok yg Rp 300-400rb per bulan nyemplung ke reksadana :)

Jadi ukuran sampai mana efek sehat stop smoking gw, ya bisa dilihat dr timbunan investasi hehehee...

Terimakasih pak Rudy Tanoesoedibjo Dirut Indovision, "Bukan yang Lain", atas sharing advice berhenti merokok dan pengalihan ke reksadana 3-4 tahun lalu. :)

Monday, October 26, 2015

Tentang Full Marathon 42,192 KM



Mengikuti ajang lari atau race event merupakan kesempatan istimewa. Berlari bersama ratusan bahkan ribuan orang yang memiliki antusiasme ys sama menciptakan sensasi yang luar biasa.

Ikut dalam lomba lari juga menjadi semacam "ujian akhir" dari proses latihan berminggu-minggu. Bahkan untuk full marathon yang berjarak 42,195 km diperlukan latihan berbulan-bulan.

Full marathon dengan jarak sejauh itu tentu perlu kesiapan fisik, mental dan teknik serta strategi/manajemen lari. Itu semua adalah keharusan lantaran jarak FM begitu membentang.

Sebagai ilustrasi, jika di Jakarta 42K setara berlari dari Sarinah, Semanggi, Blok M sampai ITC Fatmawati (10K) dan bolak-balik 4 kali lebih.

Jika di Jogja, jarak FM itu sekitar seluruh panjang Ring Road yang mengelilingi kota itu.

Wajarlah jika menjelang dan sesudah ajang FM, banyak kawsn pelari yang bertutur tentang esensi, persiapan dan apa-apa saja konsekuensi ikut Full Marathon.

Oleh karena itu saya sengaja mengumpulkan artikel tentang marathon. Kali ini bukan tentang tips latihan, lha wong saya juga bukan atlet atau pelatih.

Selain menimba ilmu dari catatan beliau-beliau, menyimak respon dari kawan-kawan di kolom komentar ( klik tautan FB terlampir) juga semakin menambah wawasan dan juga peringatan :) salam.

Salam hormat untuk mas-mas mbak-mbak yang catatannya saya kutip di sini. Mohon maaf jika kurang berkenan, maksud saya untuk mengumpulkan catatan-catatan penting terkait lari terutama FM. :)

++++


Yasha Chatab

Satu hal yg tidak enak untuk dibicarakan adalah: Apakah SEMUA orang perlu untuk ikutan Full Marathon? Apalagi di Jakarta.


Menyelesaikan sebuah Full Marathon memang sebuah perjuangan yang sangat berat. Akan LEBIH berat apabila pelari TIDAK latihan cukup untuk itu. Saya pernah mengalami hal ini, jadi saya mengerti penderitaannya. JakMar 2013 (event pertama), finish di atas 6 jam dengan kram di mana2, dehidrasi, dan lecet2. TIDAK ENAK rasanya. Menderita.


Menjadi FINISHER dgn medali penamat dan kaos bertuliskan FINISHER memang keren banget. Apalagi bisa posting di sosmed. Pasti teman2 dan keluarga akan bilang: "Congrats Bro!" "Selamat Sis!" "Warbiyasak!" "Mantap gan!!!"...... that feels awesome tentunya.





Kita semua ingin menjadi winner. Overcoming the impossible. Tiap orang punya cerita sendiri2 mengapa ingin jadi finisher Marathon, dan cerita perjuangan tiap orang berbeda2.


Jam 11-an tadi saya menjadi salah satu personil di IndoRunners Runiversity Hydration Station di depan ex hotel Four Seasons. Sebelum tanjakan flyover ke arah Menteng. Panas terik. Amat sangat. Itu sekitar km 37.5. Di jam tersebut, saya melihat raut muka dan kondisi kebanyakan pelari yang melewati station kami. Letih. Kepanasan. Pincang-pincang. Dehidrasi. Menurut perhitungan saya, dgn pace saat itu, mereka tidak akan sampai ke FINISH sebelum Cut Off Time 7 jam.


Di event lari marathon international, biasanya ada banyak SWEEPING BUS yang akan membawa pelari2 yg tidak memenuhi syarat cut off time. Dan pelari-pelari tersebut harus mau ikut bus tersebut, karena mereka sudah masuk kategori DNF (Did Not Finish... in time).


Di Jakarta Marathon tahun ini, saya tidak merasa melihat ada Sweeping Bus. Apabila ada, ada berapa? Apabila ada, apakah peserta yang kena Cut Off Time mau untuk “diangkut”?


Memang JakMar pelaksanaannya masih jauh dari sempurna, tapi mari kita berkaca apakah sebagai peserta kita juga sudah mampu untuk menjadi peserta yang baik… yang bisa mengetahui kemampuan sendiri. Apakah kita memang sudah “patut” untuk bisa menyelesaikan full marathon? Memaksakan diri dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan penderitaan. Bisa cidera bahkan bisa juga kehilangan nyawa. Apakah ini suatu upaya pencapaian diri, atau hanya pemenuhan ego yang tidak bisa digantikan hal lain?


Menurut saya:

- lari marathon itu bukan untuk semua orang. Apalagi yang TIDAK LATIHAN. 42 km itu bukan untuk main2.


- running should be enjoyable. Not a torture.


- Berhenti bilang ke teman kita “Anyone CAN finish a marathon. Loe pasti bisa finish full marathon!”… karena itu menyesatkan. Please stop doing this. Just stop it!


Mohon maaf saya tidak bermaksud merendahkan pelari yang berjuang mati-matian supaya bisa finish walaupun sudah lebih dari 6 jam-an. Tiap orang punya alasan sendiri untuk finishing marathon. Dan tiap orang ingin punya kisah sendiri dalam pencapaiannya. The struggle is real. Saya bukan ingin merusak kisah heroik siapapun. Tapi jangan konyol.


Untuk marathon berikutnya, please TRAIN FOR IT. Banyak teman2 yg sudah mulai latihan marathon bareng. Cari pelatih. Belajar dari majalah Runners World. Liat program di YouTube. Cari informasinya. Mari mulai latihan.


Apabila tidak ada waktu untuk marathon training, masih banyak event lari 5k dan 10k yang seru. No shame in that. Tetap keren koq. Perbaiki aja waktu Personal Best nya tiap kali.


‪#‎respectthedistance‬






:)




+++




Nah, juga yang ini. biar nampol sekalian hahahaaaa.... sampeyan merasa ketampar? makanya... latihan yang bener, tahan ego :)
https://www.facebook.com/hashtag/finishganteng?source=feed_text&story_id=10153591085913482

Gue slalu bilang bhw usia prestasi gue praktis udah lewat. Mgkn gue masih bisa push batas kemampuan memang, tapi buat ngejar Agus Prayogo aja dijamin lemes semua ini bodi. Makanya buat gue paham teknik dasar dan ngatur pola latian musti tau....emang sih targetnya simple, dapet rekor pribadi dan cukuplah itu. Karena rekor nasional makan duren dlm semenit lebih bisa gw kejar daripada rekor nasional lari jarak menengah apalagi jauh.
Makanya gw gk ikutan FM di Bali ini, karena target ‪#‎finishganteng‬ kategori FM memang di New York Marathon (ini praktis krn alesan gay aja) lengkap dgn catatan waktu yg semlohei al bodi Farah Quinn.
Nah! Maem bener, minum banyak, mental yg siap, tau teknik dasar lengkap dengan pemanasannya dan tentu saja pakean ato sepatu yg memadai adalah modal gue. Makanya gw jadi heran, ini kok lari marathon tapi critanya bagai kisah mitologi siksa kubur yes? Jadi grup metal sih bagus tu Siksa Kubur, tapi jadi kisah masuk finish jadi kayak berita buruk pada mereka yg males lari yg perutnya buncitbuncit itu lho.
Olahraga apapun, bahkan catur sekalipun atau gaple dilakukan dengan cara! Cara bagaimana bisa mengakhirinya dengan baek. Atlet panahan juga menyiapkan diri mereka supaya gak tersiksa sepanjang proses pertandingan, makanya di tinju ada yg namanya TKO, gk peduli yg lagi gontai itu lg unggul angka.
Asal finish itu pemahaman yg sama dengan "asal beres aja dah ni masalah idup", mungkin krn gue bukan masokhis juga sih makanya gw menghindari segala siksa bodi sepanjang durasi perjalanan lari. Inget tu ada temen yg tahan siksaan kehausan lalu cacat sampe skrg. Gak ada itu‪#‎finishstrong‬ kalo kaki mbledes lalu curhat di grup lari paling wahid sak endonesah ini.....
Inget, kapalan, blister atau kaki jadi 3 selepas marathon ada diluar tanggung jawab panitia. Kecuali bila dirimu setara Mo Farah.
Bikin program, tanya temen, buka yutub, googling (jgn pesbukan ke grup ini aja) biar paham bijimane sih biar HM ato FM nya jadi santai bagai di pantai.

Btw, ni waktu di jam gw kok 2 jam 8 menit 47 detik kok di panpel malah 2 jam 9 menit sih???!!!!! Protes neh protes!!!


Capaian jarak minimal dan akulasi jarak utk ikut FM (dari mas Petrus)

https://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners/permalink/10154600431278482/

Untuk pemula di FM, yang paling penting adalah latihan. Latihan cukup itu kalau pernah minimal dua kali lari sejarak minimal 32K. Kalau latihannya minimal seperti ini, kemungkinan keram waktu lomba cukup besar. Kalau latihannya di bawah ini, lebih baik ikut lombanya lain kali, karena kalau dipaksakan penderitaan dan resikonya tidak sebanding dengan kesenangan yang didapat. Kalau latihan sudah cukup, maka masalah bagi kebanyakan orang waktu lomba adalah kecukupan energy dan hidrasi. Sejak dua hari sebelum lomba makanan pilih yang karbohidratnya tinggi, kurangi serat dan banyak minum. Pada saat lomba, antara K 10-21 perlu makan makanan karbohidrat tinggi dalam jumlah sedikit. Favorit para pelari antara lain gell, kurma, kismis, sale pisang, gula jawa, gula aren, coklat. Untuk daerah panas perlu masukan garam, bisa dari salt stick, tablet magnesium, garam dapur, dan minuman isotonic. Usahakan minum sedikit2 di setiap Water Station.



Sunday, October 25, 2015

Rossi vs Marquez. MotoGP Sepang. Epic!

‎Great sunday. 25 October 2015.

Great battle... dog-fight for 3rd position Valentino Rossi vs Marc Marquez.

MotoGP sepang malaysia lap #14. ‎Pertarungan gaya bebas wkwkwk

Scary bro... :D.  I hope race director was sleep :))

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Tuesday, October 20, 2015

Trik motivasi lari: Konversi jarak


Buat pelari atau goweser, memotivasi diri sendiri itu gampang. 

Ada cara alternatif selain pasang status dan foto setiap habis peplayon dan nggenjot pedal :)

Apa itu? konversi jarak.
Tujuannya, agar bisa ngebayangin jarak tertentu itu sejauh dari mana ke mana. Rekan-rekan pelari juga menyebutnya: visualisasi.

Jadi gini. Biasanya kan kita lari-lari di trek stadion atau lapangan atawa sekitaran kompleks rumah. Kita muter-muter sampai 5Km dan seterusnya hingga 10K atau bablas 21K (half marathon bahkan tembus full marathon 42K).

Dari trek muter-muter kayak gangsingan itu, kita konversikan saja ke rute jalanan. Pakai aja beberapa aplikasi map alias peta online.

Aku biasanya pakai mapmyrun.com. pilihan lainnya banyak, gugling wae.

Hasil iseng sore ini, aku pakai peta Jogja dan bikin beberapa varian rute. 

Dari situ jadi bisa mbayangin: oh kalau 5 K itu ternyata setara dari sini ke sini. Kalau 10K kek gini n gitu. lha kalau full marathon yang 42km piye? yo bayangin aja dikalikan 4 kali wkwkwk. #siapkangalonair


Monday, October 19, 2015

Program Latihan Lari untuk Pemula: Kalo bisa jalan kaki 30 menit, berarti kamu bisa lari 5km, 10 km, dst!


AKHIR Agustus lalu, seorang kawan lama bertanya lewat BBM: "gimana caranya bisa lari lebih jauh, lebih lama?"

Saya balik nanya, lha sebelumnya bagaimana. Apakah ndak pernah lari, lari sesekali atau suka lari tapi jarak tempuh mentok alias tidak bisa nambah jauh lagi?

Ternyata dia, perempuan sekitar 30an, selama ini hanya mampu lari maksimal 12 menit. Jaraknya sekira 1km lebih dikit. "Aku pengen terus lari, tapi tenaga sudah habis. Punya solusi?" tanyanya.

Dari obrolan di BBM itu, saya coba membantunya dengan memintanya mengubah pola latihan.

Ada tiga hal yang saya kenalkan kepada kawan itu, si Dee.

Pertama, mengenalkan orientasi waktu atau durasi latihan. Ini sekaligus mengubah persepsinya dan asumsi umum yang menilai jika ingin memperbaiki performa adalah dengan menambah jarak setiap kita lari.


Memang ada benarnya, tapi bagi pemula pendekatan seperti itu justru tidak efektif, tidak efisien, boros tenaga, membebani psikis dan malah bikin stres karena terpaku pada target jarak setiap sesi lari.

Kedua, saya kenalkan dia dengan program latihan lari yang menggunakan metode "interval-running". Nantinya saya tulis IR saja. Manfaatnya ialah melatih daya tahan alias endurance.

Praktiknya metode ini dilakukan dengan cara melakukan lari yang berselang-seling. Pada awalnya, IR dengan lari-jalan-lari-jalan. Nantinya, pada tahap selanjutnya ialah dengan selang-seling antara lari biasa dan lari cepat.

Ketiga, melakukan pemanasan dan peregangan dengan baik. Dalam obrolan BBM, saya sengaja meluruskan soal "pemanasan". 

Dee, juga sebagian kawan-kawan menganggap "pemanasan" adalah gerakan mengayun-ayunkan lengan, menekuk leher kanan kiri, membungkukkan pinggang dll. Padahal itu "peregangan" dan bukan "pemanasan." 

Pemanasan sendiri adalah upaya menaikkan suhu tubuh hingga mencapai titik tertentu mendekati suhu tubuh saat melakukan aktivitas olah raga. Cara sederhananya adalah dengan berlari kecil atau cukup lari di tempat selama 3menit. Nah setelah itu, barulah melakukan peregangan.

+++

Karena Dee sebelumnya hanya mampu lari +-12 menit dan ingin bisa lari jauh yang durasinya bisa 1jam lebih, entah jaraknya 5km dan bahkan 10km atau lebih jauh lagi, maka pola latihan adalah dengan membuatnya beradaptasi dengan aktivitas olahraga yang relatif lama.

Saya sengaja membagi tahapan latihan menjadi dua:
1) program latihan dengan target si Dee nanti mampu lari NONSTOP 30 menit.
2) setelah itu baru masuk ke program dengan target lari NONSTOP 5Kilometer (selanjutnya saya tulis 5K saja)

Kenapa tidak sekalian bikin target lari 5K? Toh itu juga target yang ingin dicapai kan?

Pertimbangan saya lebih ke psikis. Asal tahu aje ye, seorang pemula butuh waktu 50menit bahkan bisa 1jam untuk melahap jarak 5K. Sedangkan Dee mentok lari 12menitan, itupun hanya 1K.

Nah jika Dee atau kawan-kawan yang "senasib" langsung ditargetin bisa lari 5K, maka yang terjadi adalah perasaan linu duluan. Ngeri. Senut-senut. Risikonya adalah jiper. Nyerah deh! Lha iyalah, rasionya dari lari 12 menit ke lari 50 menit lebih. Durasinya 4 kali lipat coy...

Dan itu manusiawi. Makdarit, maka dari itu, saya bagi dua tahapan targetnya. Clear ya?!

Pola latihan pada tahap pertama adalah dengan membuatnya beradaptasi dengan aktivitas latihan fisik yang relatif lama yaitu selama 30 menit. 

Pentahapan ini juga bertujuan: mampu lari dengan menyenangkan, nyaman, dan bebas cedera. Itulah sebabnya, program latihan butuh waktu hingga 8-12 minggu.

WARNING: mohon ikuti tahapan lari dari awal persis di tabel, jangan memotong atau melompati meskipun Anda merasa mampu lari beberapa puluh detik atau menit. tujuan pentahapan adalah semata-mata berlatih dengan menyenangkan dan minim cedera. fun n safely running. 
Tekan habis EGO! di tahap awal ini yang harus Anda waspadai adalah ANDA sendiri!
Itulah mengapa saya menekankan bahwa faktor utama berlatih lari di tahap awal ini bukanlah soal fisik, melainkan kesabaran, percaya pada proses, dan disiplin.

(Mau yang instan? Ndak pernah lari tapi pengen hanya 1 minggu bisa lari 5K, 10K? Maaf saya nggak tahu caranya jika sampeyan pengen kek gitu heheheee).

+++

Inti latihannya adalah IR dengan lari-jalan-lari-jalan selama total durasi 30 menit.

Bagi kawan yang blas belum pernah lari, dimulai dengan jalan kaki di hari pertama (sebagai awalan) dan selanjutnya kombinasi lari-jalan.




+++

Nah karena Dee sudah bisa lari 12 menit, maka saya bolehkan dia untuk "loncat" ke sesi latihan minggu ke 5 yaitu lari 7menit, jalan kaki 8menit begitu seterusnya hingga total 30menit.

Bagaimana realisasi dan hasil latihannya? Dalam waktu 4 minggu, alhamdulillah, puji syukur dia sudah bisa lari NONSTOP 30menit. 

Sebagai pelari yang sebulan lalu hanya bisa lari 12 menit, ini capaian warbyasa. Luar biasa, karena 2X lipat dari performa sebelumnya :)

Saya hitung-hitung, durasi setengah jam itu menempuh jarak kira-kira. 2,5K. Jadi pace atau kecepatannya +-11menit/km. Pelan ya? Ga ada urusan dengan cepat atau lambat. Karena orientasinya adalah durasi. Titik! :P

Tentu Dee senang dengan capaian ini. Apalagi dia menjalani latihan nyaman dan minim rasa sakit. Paling hanya pegel-pegel sebentar yang esok hari hilang seperti kalau habis jalan-jalan ke mall :D 

Rasa hepi karena sudah bisa lari nonstop, juga mendorong kepercayaan diri dan semakin termotivasi. Inilah bekal bagus untuk masuk ke tahap kedua dengan target lari 5K.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target itu? Tiga minggu saja hehehe.

Mari lihat tabelnya agar lebih mudah menelusuri jejak pencapaian seorang pelari perempuan berusia 30an, istri dari seorang suami, tinggal di Jogja, aktivis sosial pendamping para narapidana Wirogunan dan pengisi acara radio tentang pembacaan kartu tarot :)

Oya, sejak minggu lalu Dee lanjut ke program latihan 10K dan sudah menuntaskan tahapan lari 6K. 

Soal pace atau kecepatan, semakin jauh jaraknya ternyata justru makin cepat. Inilah dampak positif dari IR, melatih kekuatan sekaligus ketahanan (endurance).

Oya, Dee berlatih menggunakan tabel jadwal lari yang saya sesuaikan untuk dia. Biasanya satu hari sebelum lari, dia BBM saya untuk memastikan bahwa esok hari dia jadi lari.

Begitu juga sesudah lari, dia "laporan" :). Selain itu, diskusi bergulir via BBM tentang beberapa hal soal lari misalnya pemanasan, peregangan, pencegahan cedera, postur ideal saat lari, langkah kaki dan lain-lain.

Dee juga ikut event race Borobudur Run 10K November 2015 dan sukses finish strong. Masih penasaran, dia kembali lelarian di Candi To Candi 10 K beberapa bulan kemudian.

Kini, Oktober 2016, Dee tetap berlari rutin. Pola latihannya dengan interval running, kombinasi jogging dan sprint, yang dilakuan di hari Selasa dan Kamis. Lalu ketika weekend giliran menggarap long-run.

Bulan-bulan ini dia mulai berlatih mendongkrak speed dan memompa endurance karena mengincar target anyar: lari 15 kilometer. Desember nanti, Dee akan liburan ke Bali dan ingin menjajal trek berpasir: pantai Kuta 10K :)

Semoga berhasil kawan! Amien :)

# tekad kuat
# percaya pada proses
# sabar
# gigih

Just do it. Nothing is impossible.

UPDATE:
Selain Dee, ada cerita menemani kawan sepelarian - Vevi di Jogja - dari proses full jalan kaki, kombinasi lari-jalan sampai berhasil lari nonstop 30 menit pada 9 Oktober,  ada di cerita ini dan postingan FB.

Selanjutnya, dia tekun melahap tahapan latihan menargetkan mampu lari 5K selama 3 minggu. Cerita 'wisuda' berlari lima kilometer pertamanya yang dilakukan pada 30 Oktober, saya tuturkan di artikel ringan ini. Semoga menginspirasi :)

bit.ly/LatihanLariMudah


ARTIKEL LATIHAN LARI
- Latihan pendukung, lari lebih cepat, lebih lama: Strength / Circuit Training ...
- Program latihan lari 5K
- Pemanasan dan peregangan sebelum lari dan olahraga


Inung Gunarba | Dikirim dari PC perjuangan :D

Sunday, September 27, 2015

Obat sariawan andalan :)

Obat sariawan murah dan manjur - inung gunarba


Ini adalah obat sariawan andalan saya, manjur, tidak bikin perih, bahkan makan pedas pun tidak berasa sakit. Juga murah dan aman.

Obatnya berbentuk serbuk. Sependek yang saya tahu, ada dua merek di pasaran:

- ‎Cheng Sie Lung (foto kiri)
- Hau Fung San / Cap Kupu-kupu (foto kanan, tutup botol merah)

Meski ada nama atau mereknya, tapi saya atau pembeli lainnya sering susah melafalkan namanya. Maka Anda juga tidak usah bingung atau mengingat-ingat nama obat yang rada sulit dieja.

Ada juga yang biasa menyebutnya, "obat sariawan cap kupu-kupu" (merujuk obat yang tutup botolnya merah). Tetapi kadang kala penyebutan ini  rancu dengan obat sakit perut atau diare yang mereknya serupa, Jamu Cap Kupu-kupu.

So don't worry, penjual di toko obat sudah paham kok kalau kita bilangnya: "Beli obat sariawan yang bentuknya serbuk, botol kaca kecil."

Hehehe. Memang jadi rada panjang kalimatnya, tapi mereka mengerti kok :D

Atau lebih praktis lagi, tunjukkan saja foto obat ini ke penjaga toko obat hehehe.

Cara pakai
Untuk memakainya, juga gampang. Anda bisa pakai cotton bud atau pakai saja ujung jari.

Taruh secuil serbuknya di jari lalu "totolkan" ke titik sariawan. Bahkan sariawan bisa berbentuk lubang menganga kalau sudah kelamaan.

Jangan ragu dan jangan khawatir karena tidak bikin perih. Ini beda dengan Abotil yang bikin kita berasa perih banget dan panas. Auwwww.

Sebaliknya, obat ini bikin titik sariawan tidak berasa perih. Bahkan ketika kita makan ataupun makan yang rada pedes sekalipun, kita tidak merasakan rasa sakit atau perih yang menusuk.

Jadi ini bikin makan tetep enak, ga perih ketika ngunyah. 

Harga di toko obat Rp 3500-5000an.

Mencari obat ini juga mudah karena distribusinya luas. Saya pernah beli di Jakarta, Jogja, dan Surabaya. Bahkan di pelosok Sumatera yakni di Tanjung Enim, kira-kira 5 jam perjalanan darat dari Palembang, saya pernah membelinya di toko obat di pasar paginya.

Saran saya lagi: bawalah obat ini terutama jika bepergian keluar kota atau traveling. Jadikan satu dengan bekal obat lainnya. Yah itung-itung untuk antisipasi.

Kan tidak asik jika lagi jalan-jalan ke Manado, Bali, Aceh, Pontianak yang surganya kuliner, pas sampai sana kita kena sariawan yang bikin acara makan-makan tidak lagi nikmat, malahan menyiksa. hehehe.

Bawalah obat ini dan saya sendiri memasukkannya bersama bekal Tolak Angin, Bodrex Extra dan Decolgen, ketika jalan-jalan ke Brusell Belgia dan Belanda, juga saat test drive mobil di China lanjut ke Korea Selatan.

Salam,
Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Friday, September 4, 2015

gething kuwi nyandhing

‎gething kuwi nyandhing. 

Jare simbah. Jangan benci-benci amat ama seseorang atau sesuatu ntar malah kejadian situasi yg bikin kite deket ama yg dibenci. Tunduk. Tak berkutik. Atau malah jatuh cinta. #muah. 

Misal'e, sengit banget ama Chelsea-nya Mou (bukan yg Olivia ya), gatel nulis status n ngetwit buat ngekspresi'in kesengitan itu. Etapi ndilalah, kantor dapet proyek EO Gathering Fans Chelsea se-galaksi bima sakti. Mateng ndak loe?! Padahal sedunia tau gimana elunya ama tuh klub bola. Misalnya lho iki.

Contoh lainnya, gini, masukkan dua variabel berikut ini ke dlm perumpamaan di atas: 1) buwas 2) be'en'en.

Nah lo. 

Makanya, di sosmed mending nyetatus soal makan enak di mana, ama siapa, di foto. Atau foto selfie pas mancing dapet gurameh 10kg. Nunjukin kalo kite nikmatin hidup dan pengen berbagi kebahagiaan. 

Dan bukannya berbagi kesumpekan di tempat kerja dan dilampiaskan ke 'yang bukan level elu'.

Salam"sudahkah anda nyengir hari ini?". Salam buwas :)

Tuesday, September 1, 2015

Do-it-yourself. running hydatrion handheld


Bikin sendiri. Gawe dhewe. Do-it-yourself DIY. running hydatrion handheld. 

Gw dah make buat pecicilan lari 12K, 1jam:31mnt, minggu kemarin di Jogja. 

Masuk kampung, ngaspal di ring road selatan, kanan-kiri sawah. Buff membantu tangan ga perlu mencengkeram botol terus-menerus. Ndak capek. Adjustable tentunya :) 

Buff juga bisa buat ngelap kringet dan motifnya yang macem-macem, bikin ganteng coy :D.

Ukuran botol mah pilih sendiri di warung. kemarin gw pake yang 600 ml, cukupan lah. lha wong kemarin masih nyisa dikit.

Kalau kurang piye? melipir ke warung, dapet dah itu dibarter duit Rp 3000an. itung-itung distribusi pendapatan :)

Btw, bekal air diperlukan utk long-run, apalagi latihan sendiri. Kalau pd event race ya mmg ada water-station :). 

Bawa air krn tubuh perlu hidrasi pada +- 45 mnt pertama saat lari. Lalu 15-20 mnt selanjutnya (tergantung cuaca dan kebutuhan hidrasi masing2). 

CMIIW, moga bermanfaat :)

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.

Monday, August 24, 2015

Next target: Half Marathon 21K :)

‎Sabtu dan Minggu kemarin saya ikut event lari. Yang sabtu di Kemang Jakarta sejauh 7km dan minggunya di Sudirman-SCBD 10km. 

Yang Kemang gratisan, jersey merah. yang di SCBD berbayar, kaos putih :)

Ini kali pertama saya ikut dua race yang berurutan. Jangankan di lomba lari, saat latihan pun saya selalu mengambil jeda minimal 1 hari di antara dua sesi lari.

Kesempatan turut di lomba lari kemarin juga bagian dari program latihan lari untuk tembus HM, half marathon 21K.

Melalui latihan bertahap, semoga dalam waktu 1-1,5 bulan ke depan ‎saya bisa melaju hingga jarak kategori HM itu.

Dari sekian banyak program/jadwal/schedule latihan lari dari para master lari, saya menggunakan dari Bupa.co.uk . Berikut ini screen-shot, hak cipta tetap di bupa yo :) Link program HM-nya di sini.




Oya, kalau yang FM, ini link Bupa-nya

Jika beruntung, ada dua event race yang yang bisasaya ikuti untuk 'wisuda' HM saya yaitu Jakarta Marathon (JakMar) Oktober mendatang dan 2XU pada bulan November.

Mungkin hanya salah satu yang saya ikuti. Lihat nantilah tergantung schedule kerjaan #soksibuk :)) +_+

Salam #marilari :)



Saturday, August 15, 2015

Lari. Gw mulai kenal lari yg terjadwal sejak 2002, sebelumnya ya cuma pas pelajaran olahraga yang seminggu sekali.  

Medio 2000an, gw sering sakit. Ringan sih kayak flu, sakit kepala dan kliyengan gegara kurang darah. Kalau lagi flu+pilek+batuk, butuh 3 minggu, pernah sebulan utk sembuh. Padahal saudara/ kawan hanya perlu 3-7 hari.

 Something wrong. Ada yg salah di gw, itu yg gw rasain. Gw curiga daya tahan gw jebol, itu yg keknya bikin mudah sakit. Senada, gw baca dr majalah Men's Health loakan, kalau gejala kek gitu gw mesti nguatin daya tahan. 

Caranya? Makan yang banyak. Lha gw waktu itu kurus, 50 kg karena nafsu makan dikit. Ya tetep olahraga! Gitu advisnya, separo merentah sih :D (yg terakhir ini gw baca dr Intisari). 

Dan olah raga yang murah adalah lari. Dan gw lari seminggu sekali, lalu dosisnya nambah jadi 2-3 kali. Di mana? Parkir barat GSP UGM, n jaman segitu yg lari msh jarang. 

Oya, jangan tanya: ada nggak cewek yg lari pake hotpant atau nana gemes kek sekarang!?Itu 13-15 tahun yg lalu coy, celana lari masih pada sedengkul pas. Ga lebih tinggi lagi :) 

 Eh fokus fokussss... butuh waktu 3 bulan buat gw mulai ngerasain efeknya. berat badan merangkak naik jadi 52kg, pusing di kepala masih mampir sih tapi lebih jarang. 

 Masuk bulan ke-5, ketika musim flu (peralihan kemarau ke hujan) gw ga kena. Hanya sempet bersin-bersin. Berat badan nembus 53,5k, masih di bawah berat badan ideal yang 57-63kg jika diiitung pakai rumus BMI. 

 Rokok gimana? Waktu itu masih lanjut. Gw kasih tau ya. Pualing enak itu memang: habis lari, minum air putih/teh manis anget, mandi, sejam kemudian makan dan kelar itu: klepas-klepus dg Gudang Garam Surya Pro atau Dji Sam Soe! 

 Kalau elu nggak doyan lari atau nggak merokok, pokoknya nggak ngelakuin salah satunya atau malah nggak dua-duanya, nggak usah debat soal kenikmatan yg satu ini deh. :D #sikap #saatitusih 

 Kini, belasan tahun kemudian, alhamdulillah gw masih lari yang terjadwal. Kalau nggak di deket rumah,di treadmill kantor atau GBK Senayan. 

 Dan sudah setahun ini flu berat gak mampir. Padahal duluuu bisa tiap 4 bulan sekali. 

Ketika temen sebaya gw mulai ngeluhin capek naik tangga meski cuman 1-2 lantai, gw enteng aja. 

 Ketika nafas temen gw sampe bunyi ketika jalan kaki 300m dr kantor ke mesjid pas jumatan, gw kagak.

 Ketika temen masih merokok, gw sudah berhenti di akhir 2013 lalu. 

 Oya, bagi gw lari itu seperti yg alamin: bukan gaya hidup, bukan ikutan trend. Tapi panggilan jiwa.

 Haiyya... keknya lebay tp itu gw rasain bener-bener. Dulu gw lari kan berawal dari kondisi tubuh yang ga sehat, n gw ngelakuin demi gw sendiri. 

 Kalau gw ngandalin obat atau nguntal vitamin C atau suplemen cem-macem, koknya nggak asik hehehe. Nggak ada keringatnya coy, nggak sexy :D 

Kini, pelan-pelan, bini gw tertarik mulai lari. Padahal gw blas nggak pernah ngajak. Gw kalau lari pagi hanya pamit dg cipika-cipiki bini anak laki gw yg masih kelonan :). Nggak pernah bilang: ayo lari! 

 Sengaja? Iya. Karena gw tahu banget, susah banget NGAJAK orang lain lari. Makin diajak makin susah. Gw ga tau teorinya sih. Pokoknya, kalau kita melakukan aktivitas yang menyenangkan, tanpa kita ngajak pun doi pelan-pelan tertarik. SHOW IT, DON'T TELL! 

 Dan bener, bini gw tiba-tiba pengen ikut. Gw ajarin prosesnya dari adaptasi dulu: jalan kaki, kombinasi jalan-lari dst. 

 Gw pernah diskusi'in efek lari ke bini? Nggak. Sengaja sih. 

 Sependek yg gw tahu. Kalau orang sudah enjoy dg yang dilakuin, pasti akan cari tahu lebih detail yg dia lakuin. 

Bini gw pun googling-googling sendiri ttg efek positif dari lari. Apakah karena dia pengen tau teori kesehatan dr lari? Bukan. Tapi sebaliknya. Dia googling karena penasaran: setelah bbrp minggu jalan-lari, dia ngerasain ga gampang pusing dan badan entengan.

 Artinya, dia ngerasaain/ngalamin efek enaknya lari dulu dan setelah itu baru googling.

 Beda kalau sibuk googling dulu, ngumpulin teori tapi larinya entah kapan. Yang ginian, biasanya ga bakal mulai lari2 :D #elukaliye 

 Kini, meski nggak serutin gw, bini tetep olahraga sore di sela kerjaannya yang bejibun :| 

 Nah, elu umur 20-30-40? Mulai kecapekan kalau jalan kaki, naik tangga, nggendong ponakan atau anak, gampang pusing? Saatnya mulai nguatin daya tahan.

 Pakai apa? Pilihan ada di elu: sibuk googling cari tahu ini-itu, nggelegek kratingdeng, hemapiton atau nguntal multivitamin yg iklannya hilir mudik ga abis-abis! 

 Terserah elu. 

 #justdoit #nothingisimpossibel

Inung Gunarba | Dikirim dari BlackBerry Q10 saya.