Sabtu, 13 Agustus 2016

SSTTT...

Ada banyak pesan dan petuah soal integritas, juga loyalitas.

Iya. Saya ikuti dan jaga betul rambu-rambu teoritis itu.

Nah dari yang saya lalui, ada satu barometer yang dapat menunjukkan apakah seseorang, termasuk saya, punya integritas dan loyalitas atau tidak: tutup mulut!

Hati-hati, jangan terpancing dengan gugatan kawan semisal ini, "masak kamu tidak tahu. Berarti ketika 'di dalam' kamu nggak dilibatin ya. Wah sayang banget ya...?"

Percayalah, si kawan lagi mengorek-korek rahasia dengan cara mengiris harga dirimu. Jawab saja dengan senyum, niscaya batinnya misuh-misuh ndak karuan.

Lalu dia akan menggodamu sekali lagi: japri aja ya. Jawab saja dengan ikon senyum atau terbahak sekadar sebagai wujud bahwa kita sudah menerima pesannya. Tutup mulut adalah tutup mulut!

#gwsihgini :)

Rabu, 20 Juli 2016

EDIT FOTO: Mematangkan dan Meningkatkan Detail Foto

Saya memiliki lumayan banyak foto keluarga dan pemandangan/lanskap hasil oleh-oleh jalan-jalan. Tak jarang, saya ingin memperganteng eh juga mempercantik foto.

Pasalnya, kadang jepretan saya memang kurang tajam, settingan nggak pas, cuaca yang lagi nggak sip, pencahayaan kurang atau saya memotretnya dari balik jendela, entah jendela gedung, pesawat atau helikopter (heheheee... rada pamer nih, saya memang beruntung beberapa kali muter-muter Indonesia numpang baling-baling besi, eh di Korea juga pernah sih :) 

Penyebab lainnya ialah ya sekadar ingin otak-atik saja. 

Nah hasil berguru pada kawan yang jadi editor foto di sebuah koran harian di Jakarta, saya mendapat ilmu cara mengedit foto yang berfungsi mematangkan dan meningkatkan detail/detil. Saya sangat berterimakasih pada mas Ardi untuk ilmu yang bermanfaat dan bakal terpakai terus ini :)

Level perbaikannya sih ya level moderat, jadi warna tidak tajam banget dan kontrasnya masih wajar lah. Oiya, yang paling saya sukai dari tips ini ialah kemampuannya meningkatkan detail.

Begini tips langkah demi langkahnya/ step by step-nya yaitu:



1.     Open file foto
2.     Image > apply image > opacity: ubah ke 80%
3.     Image > adjustment > auto level
4.     Image > adjustment > auto contrast
5.     Select > color range > pilih shadow / ok
6.     Select > modify > feather: ubah ke 60%
7.     Image > adjustment > curve: geser ke kanan atas. atau coba variasi lain
8.     klik gambar atau deselect Ctrl+D
9.     Adjustment > brightness-contrast > geser contrast ke kanan: 10 point ++, atau variasi lain. # 


Untuk gambarannya, berikut ini beberapa perbandingan alias komparasi foto yang belum dan sudah di-edit. Saya menggunakan foto ketika muterin Korea Selatan dengan helikopter kuning jenis Sikorsky S-76C dan satu foto waktu ke China :)

Salam jepret, salam edit, semoga bermanfaat :)











Senin, 20 Juni 2016

Cadangkan / back up data nomor kontak HP, BB, Android




Back-up lah data/nomor kontak HP ke PC, selain ke akun google/Gmail

###

Sebelum nangis-nangis kehilangan data, sebelum panjenengan nulis status:

"HP hang... kehujanan... tenggelem waktu diving ... dimainin bocil "dicuci" di wastafel, 3000-6000-8000 nomor kontak gw amblas ga ada back-up aauuuwww...."

Gw pernah. Awalnya hang, terus sistem restart, HP ga bisa dipakai. Untungnya rajin back-up jd pas ada HP baru, data-data langsung "dicangkok"in.

Makanya mumpung ada waktu, cadangkan data sampeyan di PC.
Lakukan saja ga usah nawar. Sebelum nangis. Karena ngadu dan mewek di medsos ya nggak ngefek ketika data keburu amblas :/

Kalau elu masih ngotot n nanya: "Lho kan sudah sinkron ke email?" ... sinkron ke email itu ndak nyadangin data aplikasi, foto, dokumen dll.

Lagian kalau elu masih nawar-nawar maka terus terang gw khawatir populasi orang yg mewek di sosmed krn kehilangan data di HP, bakal nambah satu :)
‪#‎antisipasi‬

###

Kuis: you kan butuh bertahun-tahun buat ngumpulin nomor-nomor kontak saudara, temen sekolah, kuliah, rekan kerja, rekanan proyek, nomor-nomor darurat to?

Nah proses back-up hanya makan waktu itungan menit, maksimal 1 jam untuk yang komplet (tergantung data elu). Nah sekarang, kata Cak Lontong, mulailah "...mikirrr!" :D

--- Untuk BB, pakai Blackberry Link di PC, download di http://us.blackberry.com/sof.../desktop/blackberry-link.html.

-- Untuk Android, lebih banyak pilihan: seperti Avast Mobil BckUp, Super BckUp, Easy Backup. Review. Btw untuk App Backup & Restore, ini hanya mem-back-up aplikasi andorid, kalau yang lain bisa kontak dll.

Review aplikasi-aplikasi di atas ada di link ini >>
- http://goo.gl/Qa2qkE
- http://goo.gl/k2LDEr
- http://goo.gl/2zsBcg

Selasa, 14 Juni 2016

Program latihan lari dasar, from walker to runner.

 


Hallooo...

Pekan ini dua rekan saya me-request tabel panduan program latihan lari dasar. Jadi setelah saya kirim via FB dan WA, sekalian saya share di sini.

Targetnya memang untuk rekan-rekan yang kemampuan dan pengalaman larinya nol, hingga nantinya mampu lari 30 menit nonstop.

Teman bilang: from walker to runner. dari pejalan kaki menjadi pelari :)

Awalannya memang berorientasi pada waktu. Jangan mikirin jarak dan kecepatan. Berlarilah pelan, soal kecepatan akan bertambah dengan sendirinya. Fokus ke target lari 30 menit.

INTERVAL
Prinsipnya ialah menerapkan pola interval running yang dalam hal ini ialah selang-seling antara lari dan jalan kaki. Variasi ini demi memberikan adaptasi pada tubuh.

Pola interval running juga digunakan untuk latihan untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan, endurance & strenght. Variannya tentu bukan lagi jalan+lari, tetapi lari pelan+lari cepat.

Tentu ada pertanyaan, apakah program ini efektif? saya dan kawan sudah membuktikannya. Kebetulan waktu luang saya rada woles. Saya yang domisili di Jakarta memandu kawan yang di Jogja melalui BB dan WA, menjelang hari latihan kami ber-WA untuk persiapan latihan esok hari. 

IT'S ALL 'BOUT YOU
Oya, mau tahu kendala utamanya apa? Yaitu diri Anda sendiri karena semua kembali ke komitmen. 

Di sini tidak ada yang mengatur jadwal Anda, hari dan waktu bisa diatur sendiri. Selasa, Kamis, Minggu itu hanya ilustrasi, bisa dimodifikasi dan disesuaikan. 
Jika ini tercapai, dan saya yakin rekan-rekan mampu, maka raihan ini jadi modal kuat untuk ke target berikutnya: lari 5 Km, 8 Km, 10K dst.

MASIH MAU YANG INSTAN?
Jika masih saja bertanya: "Kok 8 minggu? Kelamaaaannnn... ada yang lebih cepat?"
Jawaban saya adalah "Kalau mau yang instan, monggo ke warung dan beli Indomie atau Mie Sedaap. Atau Coffemix sachetan heheheee..."

Lagian, saya pernah ketemu kawan dan pelari yang latihan larinya maunya serba instan. Ikutan lari tanpa persiapan, hanya merasa kuat karena mengaku dulu pernah 2-3 lari (hahahahaaaa... ternyata yang dimaksud 'dulu' ialah jaman SMP-SMA :D ). 

Lantas, yang terjadi adalah terkapar dan pegal-pegal, rasa nusuk-nusuk di pinggang, paha belakang, depan, betis. Duduk di kursi saja meringis-ringis :|. Lalu koar-koar, lari hanya bikin sakit. Lah padahal dia sendiri yang nggak smart dan nggak sabaran. ("nggak smart": ini istilah yang sopan ya. Jika ada yang tahu bahasa yang lebih lugas, kasih tahu saya ya, saya mah nggak tega'an :D )

So, semua kembali ke cara. Ada cara yang aman kok ya masih terburu nafsu ambil cara yang tidak ngenakin.  

PEACE!
Benar kata kawan, lari itu olah raga yang juga melatih kemampuan berdamai dengan diri sendiri, meredam ego dan nafsu. Masih mau yang instan, ngopi saja yuk :D

Jadi, percaya saja pada proses. Lagian ini program yang bertahap dari jalan kaki hingga mampu berlari nonstop, meminimalisir risiko cedera, menekan serendah mungkin rasa pegal dan kesakitan usai lari (jika dibandingkan dengan latihan yang serba nggak sabaran) dan fokus pada adaptasi.

...
Feel free, monggo diunduh, download. Save as, simpan di memory semaret-phone :). Anytime rekan mau latihan, tinggal buka. Atau di-print, tempel di cermin heheheee.

Priitttt... let's run! :D

Minggu, 05 Juni 2016

605





















Dear maskapai kesayangan, saya mau crita.

Dalam penerbangan #* 605 kemarin dr Makassar ke Jakarta, saya duduk di kursi aisle. Itu lho kursi deket gang/lorong kabin pesawat. saya akui saya tertidur dan ternyata dengkul saya rada melebar, menjorok keluar gitu deh.

Sepuluh menit dibuai ayunan Boeing 787, terimakasih ya, saya dibangunin dengan 'mesra', karena "gerobak ransum" menyentuh dengkul saya.

Menyentuh ya Kak? Kalau saya bilang "menabrak" nanti saya dibilang: sok drama loe?! :P

Keras ya Kakak? Saya ndak mau berdebat soal itu, ora ono ukuranne je. Ntar didebat benturannya diukur dg rumus fisika. Rempong! Apalagi nilai fisika sejak SMP jeblok, SMA ambil jurusan IPS. Kuliah di Fisip :)

Sakit ya Kakak? Pokoknya saya terbangun. meringis. Mak nyoss!

Marah ya Kakak? Ndak terlintas sedikit pun Dik, palagi ketika ditanya: Bapak mau makan apa? Nasi ayam atau nasi ikan? Mak nyess... ademmm :D

Yang saya lakukan adalah tetap duduk dengan tenang, makan puding yang satu paket dengan nasi ayam, lalu meluruskan kaki: sekadar memastikan bahwa dengkul kekar saya no-trouble, tidak ada cedera kayak Ronaldo the Phenomenon dr Brazil itu lho. Bukan Ronaldo CR7.

Alhamdulillah, tidak apa-apa. Rada linu sepertinya, itupun lebih karena kaget.

Kok nggak komplen? Nggak ngamuk? Kan situ konsumen, pelanggan rajawali terbang, pemegang kartu frequent flyer yang sudah gold.

Atau mbok ya sekadar mengingatkan: "Mbak, hati-hati dong kalau ndorong box makan. Tadi kena dengkul saya lho."

Ndak tau kenapa, pada detik-detik itu saya malah teringat dengan insiden polah kurang ajar penumpang pada kru pesawat yang pekan lalu jadi viral.

Lho kan nggak ada hubungannya? Saya kan korban?

Kampret memang, karakter introvert, pemalu dan kikukan saya (sumpah! Beneran deh :P) bikin saya nggak berani melawan, i'm the victim that blame myself, ga berkutik menuntut kompensasi atas kekagetan di ketinggian 13 ribu kaki, di atas Laut Jawa sisi timur.

Saya menyerah. Dan yang terasa berikutnya adalah puding rasa guava begitu terasa nikmat. Kenyal. Lumer di mulut. Pas dengan kopi susu yang saya request berikutnya.
Alhamdulillah, dengkul kiri saya (kayaknya) baik-baik saja. Indikatornya: sore ini tuntas lari 4K, 30 menit 38 detik. :)

Jumat, 13 Mei 2016

(tentang) Jogja (lagi).


Alun-alun Kraton Jogja, Malioboro dan Kantor Pos. # inung gunarba


DI ujung Indonesia, saya bersua lagi dengan rekan kerja. Kami saling kenal sudah lama, kenal nama saja dan dulu belum sempat berbincang.
Baru di sore itu, kami ngobrol lagi. Ealah ternyata kami satu kampus dulu-dulunya, satu fakultas malah.

Bedanya, kami berlainan angkatan. Ketika saya ngantri pendaftaran ulang masuk UGM, dia barusan wisuda.

Beda lainnya: saya lahir di Jogja, dari main kelereng sampai mainin hati orang juga di kota itu :P.

Sedangkan dia bermarga Batak, lahir di Tapanuli, SD di sana, jaman SMP-SMA di beberapa pesantren juga di Sumatera Utara.

Oiya, bersama meriung di ruangan yang sama adalah beberapa petinggi industri otomotif dan salah satu pembantunya Pak Joko.

Ketika Pak Dirut bertanya pada kakak angkatan saya itu tentang bagaimana rasanya to kuliah dan tinggal di Jogja (dia bertanya karena dulu hampir kuliah di Jogja, tapi nasib mengantarnya ke Bandung, "Papa nyuruh milih Bandung". Sepertinya beliau masih penasaran hehehe)

Nah, jawaban dari senior saya itu bikin saya termangu. Juga merenung.

Katanya: "Jogja mendidik saya bagaimana membawa diri."

Dulu tinggal dimana? sistem asrama ya? Pak CEO bertanya lagi.

"... sengaja memilih tinggal di kampung, lingkungan perkampungan. Kos sih iya, tapi bukan yang di rumah kos. Saya ngekos di rumah biasa."

Obrolan lantas kemana-mana. Ujungnya sudah tak kembali ke pangkal.

Kepada saya, dia melanjutkan cerita pernah tinggal di Karangkajen, agak jauhlah dari kampus.

Kamarnya di sayap rumah yang punya. Jadi tetap ketemu muka, ngobrol dengan lingkungan sekitar.

"Pernah juga di Pogung dan Kali Malang, deket IKIP sekarang UNY ya. Sama juga, nyampur dengan Pak RT dll."

"Karena Jogja, alhamdulillah, saya bisa diterima di lingkungan mana-mana. Kalau orang bilang, mata uang yang bisa diterima dimana-mana itu kejujuran, kalau saya tambahin satu lagi: unggah-ungguh."

Dia juga ngingetin: jangan tanya teorinya ya, karena dia sendiri tidak tahu, susah... "tapi saya rasa karena pengaruh lingkungan jaman kuliah dulu. Membawa diri yang gimana, kalau yang saya rasakan ya dari segi bagaimana kita memperlakukan orang lain, juga soal memegang dan membayar kepercayaan. Modal saya dari dulu hanya kepercayaan dan unggah-ungguh."

Di ujung Indonesia itu, saya bersyukur :)
###

Tips Photoshop Edit Foto Andalan Saya :)

Marinir TNI AL sedang inspeksi heli Bell 412 di KRI Surabaya 591



HARI ini, entah karena lagi selow atau memang lagi kumat utak-atik foto, saya mengumpulkan tips mengedit foto yang sering saya pakai.

Namanya juga penyuka foto lanskap, pemandangan gitu lah dan motret anak, bini, keponakan, keluarga, maka ya trik editing ya berkutat untuk memoles jenis foto-foto itu.

Di planet Google, tentu saja masih banyak trik lainnya. Yang berikut ini hanya yang sering pakai saja, saya kumpulin di sini supaya lebih gampang nyarinya jika lain hari membutuhkan :)

1. "Mengangkat" warna yang lebih matang dan meningkatkan detail foto (dengan tool inti: Color range)
  1. Open file foto
  2. Image/ apply image/ opacity: ubah ke 80%
  3. Image/ adjustment/ auto level
  4. Image/ adjustment/ auto contrast
  5. Select/ color range / pilih shadow / ok
  6. Select/ feather: ubah ke 60%
  7. Image/ adjustment / curve: geser ke kanan atas. atau coba variasi lain
  8. klik gambar atau deselect Ctrl+D
  9. Adjustment/ brightness-contrast/ geser contrast ke kanan: 10 point ++, atau variasi lain. # 
Tips ini saya dapatkan dengan berguru pada kawan saya yang jadi maestro editor foto surat kabar harian, tempat saya dulu pernah bekerja. Terimakasih kawan :)


2. Meningkatkan detail (dengan High Pass)
  1. open file
  2. layer/ duplicate layer ctrl+J
  3. filter/ other/ high pass/ ubah poin ke 3 atau 4
  4. pada layer duplicate: blending option/ overlay/ Ok. #

3.  Meningkatkan detail (dengan Surface Blur)
  1. open file
  2. duplikat layer Ctrl+J
  3. Invert Ctrl+I
  4. pada duplicate layer: blending option/ vivid light
  5. filter/ blur/ surface blur: radius 34, threshold 36/ Ok
  6. duplikat kembali layer duplicate tadi: Shift+Ctrl+Alt+E
  7. Merge layer
  8. pada layer hasil merge: blending option/ overlay. #                                                           

4. Meningkatkan kualitas foto (dengan Smart Blur).
Triks untuk foto kurang tajam, banyak noise seperti foto HP
  1. open file
  2. Filter/ smart blur/ poin 2. 23
  3. Duplicate layer Ctrl+J/ blending option/ soft light.#

5. Orton effect, triks untuk foto lanskap, sunset, sunrise. Melalui Blurring.

Juga bisa untuk efek glamour di foto wajah, seperti yang saya praktikkan jaman majalah FotoMedia dulu :)

Sumbernya= http://www.shutterevolve.com/create-orton-effect-photoshop/
  1. Duplicate layer Ctrl+J
  2. Image/ apply image/ pastikan channel-nya RGB/ pada blending: Screen/ Ok
  3. Duplicate lagi layer yang sudah di-duplikat tadi.
  4. Filter/ blur/ gaussian blur: ubah poin sampai bener-bener blur, misal 22.
  5. Merge dua layer tadi. Blending/multiply.
  6. masih pada layer ini: ubah opacity sesuai selera. #

Oiya, pada prakteknya, saya suka memadukan 1-2 trik editing di atas untuk mengolah satu foto. Misalnya trik nomor 1 (mengangkat warna) dan trik nomor 2 atau 3 jika ingin mendapatkan detail.

Note: Foto ilustrasi di atas, saya ambil dari koleksi jepretan saya ketika di tengah perairan Banda pada pelayaran dari Ambon - Banda Neira/Naira - Tual Maluku Tenggara. Itu para anggota TNI AL sedang cek heli Bell 412 miliki TNI Angkatan Laut yang tergabung di Skuadron 400, siaga di KRI Surabaya 591. :)
Salam jepret, salam utak-atik foto :)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails