Thursday, October 18, 2018

Lubang Biopori, menggemburkan tanah, menyuburkan tanaman

Di petak halaman mungil rumah Cilebut, Bogor, saya membuat tiga lubang biopori di awal September kemarin. Kebetulan, saya mendapat pinjaman alat bor lubang biopori dari tetangga depan rumah.

Sependek yang saya tahu, fungsi lubang ini ada beberapa. Nah dari yang beberapa manfaat itu, yang paling utama ada 2 yakni untuk menyuplai makanan bagi zat renik di dalam tanah dan bisa pula sebagai peresapan air hujan.

Sedangkan kawasan perumahan saya tergolong memiliki cadangan air tanah yang baik sehingga tidak ada masalah dengan persediaan air tanah. Semoga, ke depannya kondisi ini terus berlangsung, aamiin kan ya netijen :D

Maka, lubang biopori lebih berfungsi sebagai lubang untuk menggemburkan tanah dan menyuburkan tanaman. Setiap harinya saya memasukkan sampah organik dari dapur seperti sisa makanan (yang sedikit sih), kulit buah, potongan sayur mentah, sampah dauh dan kertas yang sekiranya mudah terurai alias kertas yang tidak mengandung plastik.

Kedalaman lubang yang dibuat pun hanya 80 cm. Sedangkan rekomendasi pembuatan lubang yang banyak ditemui di website dan youtube mencapai 100 cm. Saya cukupkan 80 cm agar tidak sampai menembut muka air tanah.

Dengan kedalaman 80 cm pun, ternyata butuh waktu lama untuk memasukkan ketinggian sampah dapur agar bisa sampai penuh. Pada dua minggu pertama misalnya, sampah dapur hanya mencapai 20an cm dari dasar lubang. Padahal, perasaan, saya sudah memasukkan 'banyak' sambah dapur.

Yo wislah, saya tetap yakin nanti juga bakal ketutup semua lubang bioporinya. Sambil tetap memasukkan sampah-sampah yang bakal menjadi santapan zat-zat renik dalam tanah seperti cacing dkk yang nantinya bikin subur tanah, saya tutup lubang dengan bekas tutup kaleng cat yang sudah dilubangi untuk menjadi jalan bagi air hujan masuk ke lubang.

Agar tidak berbau, pada bagian atas saya benamkan daun-daun kering. Kadang pula batang-batang lunak tanaman hasil pemangkasan dan penyiangan.*

Sumber diagram



Tuesday, October 16, 2018

Jogging Track PTBA, Jalur Lari Asik di Tanjung Enim


Kabar bagus untuk penggemar lari dan jogging di Tanjung Enim. Di kawasan tambang batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan itu, kini sudah disediakan jalur lari atau jogging track. 

Lokasinya tak jauh dari Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk (PTBA), disamping persis masjid jami dan seberang taman. Buka tiap hari dari pagi hingga petang, masyarakat umum bebas masuk dan gratis. 

Jalur joggingnya variatif dengan kelokan kanan kiri dan juga tanjakan serta turunan yang masih ramah dengan dengkul :). Permukaannya dari paving block alias konblok. Rapi dan rata, bebas bikin kesandung. 

Kemarin saya dan keluarga ngeluyur kesini pagi jam 09.00. Matahari yang meninggi, tidak terasa terik karena dedaunan pohon sudah memayungi pengunjung. Rindang dan teduh. 

Selain memanjakan pelari dan pejalan kaki, trek ini juga dibuka untuk pesepeda. Tetap hati-hati ya karena kita tetap kudu berbagi dengan pengunjung lainnya. 


Jika lelah, beberapa kursi besi nan kokoh dapat menjadi tempat rehat sejenak sambil makan minum. Pastikan buang sampah di kantong plastik sementara, pasalnya - sampai Sabtu 13 Oktober 2018 - belum ada tong sampah di sini. Atau, bisa juga sampah kita bawa pulang. Ingat kan, kebersihan sebagian dari iman :)

Di beberapa sudut juga ada kandang hewan seperti kelinci, ayam dan merpati. Kabarnya, kelak ada lagi koleksi binatang lainnya karena tempat ini bakal ada semacam kebun binatang atau mini zoo. 

Pengen jogging di bawah naungan pohon rindang? Lari di sini saja: Tanjung Enim, Zoo & Jogging Track :)

Ayo dukung Tanjung Enim sebagai kota wisata! 


Tuesday, September 18, 2018

Berkebun di Cilebut: belanja rumput murah, berkebun mangga dan jambu kristal

Memanfaatkan sepetak halaman kecil di rumah Cilebut, saya mulai menanaminya dengan rupa-rupa tanaman. Kerennya, memulai hobi berkebun, gardening. Atau yang lebih keren lagi, katanya sih, urban farming hehehe

Jika merunut pola denah rumah aslinya, luasnya halaman depan adalah sekira 3 m x 4 m. Setelah menambah teras atau tepatnya memajukannya 1,5 m, maka sisa halaman untuk taman menjadi 3 m x 2,5 m. Oya yang 3 meter adalah sisi lebarnya.

Meski berkurang, masih lumayanlah daripada tidak ada halaman berupa tanah sama sekali. Beberapa tetangga memilih menghabiskan halaman dengan menyemen atau memasang keramik serta memayunginya dengan kanopi.

Saya dan istri memilih tetap mempertahankan beberapa meter halaman untuk taman. Tanaman inti berupa rumput, kemudian pohon buah dan bunga.

Jenis rumput yang dipilih adalah rumput gajah mini. Saya membelinya di daerah Arco, Sasak Panjang, Sawangan, Depok. Harganya Rp 20.000/meter. Rumput gajah mini terbilang mudah dirawat dan bandel. 

Jika menyukai rumput lain, bisa pula kita memilih jenis rumput yang lebih cakep dari sisi penampilannya yakni rumput jepang, swiss, babat / babad, dan golf. Harga di penanam atau petani rumput langsung di Arco dan sekitarnya, untuk jepang dan swiss yakni Rp 30.000/meter.

Sebagai gambaran, untuk luas halaman rumah Cilebut yang 3 m x 2,5 m tadi, hanya membutuhkan pembelian 4 meter rumput. Lima meter juga oke saja, sedangkan 4 meter sebenarnya sudah cukup.

Jadi selisih harga gajah mini dengan swiss atau jepang sejatinya tidak banyak kalau ditotal. Perbandingannya harga per meter adalah Rp 20.000 vs Rp 30.000. Kalau totalnya dengan beli 4 meter adalah Rp 80.000 vs Rp 120.000.

Oya, itu harga langsung di petani rumput ya. Coba intip harga di pedagang seperti di Toped atau BL, hehehe Rp 60-70ribu qiqiqi. Jadi kalau memang sempat berburu rumput langsung ke petaninya ya baguslah, sedangkan jika jauh dan tidak ada waktu, ya gapapa belanja di marketplace atau pedagang tanaman hias pinggir-pinggir jalan :)

Pohon Buah
Sementara untuk pohon jenis buah-buahan, saya menanam mangga chokanan. Sekarang tingginya baru 50 cm. 

Masih di halaman depan, si mangga ditemani pohon jambu kristal tanpa biji, anggur hijau dan pepaya. Untuk tanaman selain pepaya, saya membelinya di toko. Untuk pepaya, tumbuh dari biji.

Nah untuk anggur, ini spesial. Tanaman anggur merupakan tanaman yang di-rikues alias atas permintaan si Kaka, anak lelaki kami hehehe. 

Untuk tanaman bunga dan dedaunan, ada lavender, daun ungu, erfa, bambu air dan melati jepang. Tanaman yang disebut terakhir itu merupakan bonus gratis dari pembelian rumput dan media tanam di Arco :)

Hidroponik
Beralih ke lantai dua, coba-coba saya ber-hidroponik sederhana dan melakukan pembibitan untuk sayuran. Yakni, sawi, pakcoy, dan cabe rawit merah.

'Ilmu' hidroponik saya timba dari youtube dan artikel di google. Saya memanfaatkan kaleng cat bekas dan botol air mineral.

Dari botol air mineral, saya buat media tanam yang bisa self watering itu lho. Dengan memanfaatkan guntingan kain kaos, maka bisa membuat air dari bawah merembes ke media tanam. Lebih jelasnya pakai foto ya, nyusul dah fotonya :)

Salam urban farming, mari berkebun :D



Wednesday, September 12, 2018

September

Sampai di bulan September ini, beberapa proyek sedang saya lakukan. Proyek pengadaan lahan untuk apartemen, jual beli buldozer, atau jualan planet?

Proyek rumah saja kok. Nanam rumput gajah mini, nambahin tanaman buah di halaman mungil kami, nambahin adukan semen depan garasi, ngecat list tembok dan beberes rumah sehari-hari.

Nah, yang namanya proyek rumahan. ternyata nagih bener. Setelah selesai yang ini, muncul keinginan untuk nambah lagi yang lain. Bisa karena sejenis alias berurutan atau bener-bener lain daripada sebelumnya.

Seperti minggu lalu ketika kelar nanam pohon mangga chokanan, eh pengen nanam pepaya. Lalu lanjut anggur karena si Kaka meminta ditanamin tanaman rambat itu. Lha ini juga masih ada yang belum dipenuhi: nyari pohon apel hehehe.

Terus, setelah urusan nanam-nanam di halaman depan, maunya nerusin ke lantai 2: bikin tanaman sayur pakai hidroponik sederhana atau pakai cara biasa dengan memanfaatkan kaleng cat bekas.

Jadilah menebar benih sawi, pakcoy dan cabai rawit minggu lalu. Sekarang ketiganya sudah spread, sudah pecah kecambahnya. Bahkan tadi pagi, bakal daunnya sudah makin mengembang. Alhamdulillah :)

Kembali ke depan, barisan tanaman juga nambah lagi dengan daun ungu. Sebelumnya sudah ada tanaman hias brokoli, melati jepang, lavender, bambu air dan erfa. Sedangkan tanaman buah, selain mangga, pepaya dan anggur, ada pula jambu kristal tanpa biji sebagai tanaman pertama di rumah Cilebut :)

Salam berkebun dari Bogor. Salam nikmatnya udara sejuk dan pemandangan Gunung Salak :)

Monday, August 27, 2018

Baca buku, harus tuntas atau sebagian?

Ini pertanyaan untuk saya sendiri. Meskipun beberapa kawan juga menanyakan hal serupa.

Hemat saya, untuk novel atau karya sastra serupa, tentu lebih asyik kalau membaca dari awal sampai tuntas. Kecuali kumpulan cerpen dan puisi, bisa loncat-loncat.

Sedangkan untuk buku nonfiksi, selain dari bener-bener sejak halaman pertama, terkadang saya membacanya, ambil contoh "Jurnalistik Indonesia" karya AS Haris Sumadiria, dari pengantar, lalu bab pertama dan kemudian langsung beralih ke bab 5, 7, atau 8 sesuai materi yang saya butuhkan.

Catatannya, untuk membaca yang meloncat seperti ini, saya tetap membaca bagian pengantarnya. Ini berguna agar saya mengenal lebih dulu pembahasan yang disajikan buku terkait. Termasuk pula batasan pembahasan dan latar belakang penulisan buku.

Oya, saya jadi ingat dengan rencana membuat rak buku di ruang kerja di rumah. Koleksi buku sudah saatnya dirapikan dan dikeluarkan dari boks.

Maunya, saya ingin memakai rak kayu. Namun berhubung perlu menyiapkan dana lagi, rencana itu masih perlu menunggu lagi. Kepikiran juga untuk menyegerakan menaruh buku-buku berjajar di dinding.

Opsi lain dari membuat dan memesan rak kayu dari tukang kayu adalah membuat sendiri dengan menggunakan siku besi dan menaruh beberapa lembar papan kayu. Tetapi soal kerapiannya bakal kalah dibanding memakai rak kayu.

Ya, tunggu lagi nantilah. Sembari bersabar hehehe :)

Thursday, August 16, 2018

Sawi saus tiram 15 menit

Minggu-minggu ini, saya mulai belajar masak sendiri. Diajari istri, nyonya rumah alias bundanya Kaka, saya dikasih tutorial masak menu guampang: sawi saus tiram.

Cuma butuh bahan wajib yakni bawang putih, sawi putih atau hijau, saos tiram, air setengah gelas, dan garam, ditambah pula kalau mau royco sapi. Lalu ada pula tomat tapi opsional saja. 

Pertama, goreng irisan atau geprekan bawang putih sampai harum wangi-wangi sedap. Lalu masukan air setengah gelas, masukkan sawi yang sudah diiris-iris. Jangan utuh, itu mah buat makanan kambing. Kelinci aja maunya sawi diirisin dulu :)

Tabur garam dikira-kiralah. Lanjut royco dan saus tiram. Masukkan belahan tomat terakhir saja karena buah ini gampang lumer. Eh tomat itu buah atau sayur yo? :D

Oya apinya sedang saja. Lalu, tunggu sampai sawinya rada layu. Jadilah sawi saos tiram. Hanya butuh waktu 10-15 menit termasuk nyiapin bahan. 

Untuk lauk, bisa nggoreng telur ceplok atau didadarin. Beres! :)

Foto? ntar nyusul lah kalau bebikinan lagi +_+

Tuesday, July 31, 2018

Belajar Lari, Teknik Hip Power


Pagi tadi, jalur lari pagi di dalam kompleks. Tracknya jalan beton dan muter bolak-balik kayak gangsingan.
Membosankan? Iya banget.

Tapi, memang sengaja untuk tidak keluar alias tidak ambil jalur jalanan luar yang tentunya lebih variatif. Pemandangan dan konturnya beragam, plus godaan iman berupa aroma nasi uduk dan ayam kecap yang lagi dibakar di arang membara :)

Jalur seperti kompleks atau stadion, meski mbosenin, terhitung tepat untuk kita yang memang lagi ambil agenda memperbaiki teknik lari, postur ideal, koordinasi ayunan tangan, langkah kaki dan disiplin teknik napas.

Pagi tadi, "kurikulum" yang saya ambil fokus pada teknik hip power.

Lari dengan mengoptimalkan rotasi pinggul yang bermanfaat menghemat tenaga, memaksimalkan dorongan gravitasi dan ayunan alamiah serta memastikan ayunan tumit ke belakang-atas dan bukannya mengangkat lutut ke depan.

Konon, jika konsisten, ini akan memacu lari lebih cepat namun stabil dan tidak cepat lelah atawa hemat energi sekelas Euro 4 :D

Lumayan, sambil menyelesaikan kelas pagi, kelar juga lari 8++ km. Semoga lain hari lebih baik lagi. Yah namanya juga masih belajar :)

#hippower #morningrun #justdoit

- Program dan tabel latihan untuk pemula di artikel ini.
- Program lari 5K di postingan yang ini.
- Nah kalau yang ini, tips membuat video yang 'mendokumentasikan' jalur trek lari kita :)