Tuesday, May 21, 2019

Bogor Jalan-jalan (5), Jajal KA Pangrango ke Sukabumi


Setelah kemarin-kemarin kluyuran ke Bogor, kini sudah waktunya buat bikin planning main rada jauh ke kota tetangga, Sukabumi. Ide ini muncul ketika melihat spanduk informasi jadwal KA Pangango tambahan.

Kereta ini punya trayek Bogor (stasiun Paledang) -Sukabumi pergi pulang. Dan, dalam satu hari ada 3 kali bolak-balik. Harga tiket KA Pangrango kelas eksekutif Rp 80.000 dan ekonomi AC Rp 35.000 per akhir 2018 kemarin.

Spanduk bikinan KAI itu juga informatif banget buat pejalan kayak kita-kita. Dibikinlah tuh tabel jadwal jam berangkat dan jam datang.

Tabel itu sekaligus mempermudah buat bikin rencana jalan-jalan dan memperhitungkan waktu tempuh dan juga berapa jam kita bisa menikmati Kota Sukabumi sebelum tiba saatnya kembali ke stasiun.



Merujuk tabel itu, saya melihat waktu ideal untuk berangkat dari Bogor adalah ambil kereta jam 09.30 dan tiba di stasiun Sukabumi jam 11.42 alias 12 kurang dikit. Lalu pulangnya naik kereta jam 17.30 dan tiba di stasiun Bogor 19.36 atau setengah delapan malam. Jam segini terbilang tidak kemalaman.

Nah dengan demikian, ada jatah waktu sekira 5 jam buat pelesiran. Perhitungannya dari tiba di Sukabumi jam 12an dan kudu naik kereta pulang jam 17.30. Kalau mau aman, ya sudah tiba di stasiun Sukabumi jam 5 sore.

Lantas, ke mana saja jelajah di kota sesejuk Sukabumi? Opsinya ialah:
1. kulineran dekat stasiun.
2. Salat dhuhur dan ashar di masjid agung atau masjid ikonik lainnya, ini sekalian wisata religi :)
3. Maen ke obyek wisata yang gak jauh dari kota dan kalau bisa ada transport yang mudah dari stasiun. Untuk yang ini, keknya sudah dimudahkan ama ojek online Gojel dan Grab.

Dengan estimasi tiba di stasiun tujuan jam 12an, pas banget buat salat dhuhur di Masjid Agung Kota Sukabumi yang jaraknya hanya 10 menit jalan kaki dari stasiun. Dari situ bisa mampir sebentar ke Alun-alun lapangan Merdeka lanjut makan.

Rekomendasi kuliner dekat Stasiun Sukabumi
1. Rumah makan Cikole
2. Mang Kabayan
3. Butler bar n bistro
4. Mochi kaswari lampion
5. Bunut Siliwangi
6. Wisata kuliner Toserba Selamat
7. Bubur ayam Odeon
8. Mamih Ungu
Dll dsb

Kota Sukabumi sendiri merupakan daerah dataran tinggi yang hawanya adem. Kotanya lumayan ramai dan masyarakatnya ramah dan hangat. Hawa sejuk sepertinya berasal dari dua gunung yakni Pangrango dan Salak.

Dua gunung inilah yang memanjakan mata sepanjang perjalanan kereta. Hamparan persawahan, aliran sungai, lembah dan kebun sangat asri khas Tanah Pasundan Jawa Barat.

Selamat jalan-jalan, selamat menikmati perjalanan diapit dua gunung dengan KA Pangrango Bogor - Sukabumi :)

Tuesday, May 14, 2019

Spider Plant. Pemasok Oksigen, Antiribet, Rumah Auto Ganteng

Spider plant

Satu lagi penghuni baru rumah Bogor, tanaman hias spider plant. Saya beruntung akhirnya memiliki koleksi ini karena tanaman ini mampu menyerap polutan di dalam ruangan rumah, memasok oksigen, perawatan mudah alias tidak ribet dan tentu saja bikin interior lebih asri, segar dan ganteng :)

Adalah tetangga sebelah yang kemarin  memberi 3-4 tanaman bernama latin Chlorophytum comosum ini. Kebetulan kami sederetan yang memiliki hobi "nggak bisa lihat lahan nganggur".

Spider plants saya taruh ke pot-pot kecil. Media tanamnya campuran tanah, kompos dan sekam kering atau sekam mentah. Ada yang ditaruh di teras dan lainnya di rak pajang di ruang tamu.

Manfaat tanaman bercorak daun kombinasi putih dan hijau ini ialah sanggup menyerap beberapa jenis polutan yang lazim ada di rumah. Formaldehyde, xylene,  karbonmonoksida, nitrogen dioksida dan toksik pencemar udara lainnya.

Zat-zat yang bisa menjadi sumber kontaminasi udara itu datang dari produk-produk perawatan rumah tangga kita lho.

Formaldehyde misalnya, dilepaskan oleh furnitur, perabotan, karpet, tirai dan kayu olahan yang dipakai dalam pembuatan meja belajar, kursi makan,  rak buku serta lemari baju dll. Malah, pewangi ruangan juga menghasilkan toksik ini.

Sirih gading 

Adapun karbon alias CO2 banyak digelontorkan oleh kendaraan bermotor kita dan kompor. Maka spider plants cocok banget ditaruh dari depan hingga belakang rumah.

Taruh dan komposisikan tanaman ini di garasi, teras, ruang tamu, ruang nonton tv, dapur, ruang belajar dan kamar tidur. Ruangan-ruangan itu banyak terdapat perabotan yang bisa menjadi sumber polutan.

Kita memang tidak bisa menghindarkan diri dari konsumsi sabun, deterjen, alat masak dan furnitur. Untuk itu, pemanfaatan tanaman dalam ruangan menjadi ikhtiar kita untuk meminimalisir dampak produk-produk itu.

Saya sendiri memadu padan beberapa tanaman hias penyerap polutan dan pemasok oksigen. Sebelum ada spider plant, sudah ada barisam sirih gading, lidah mertua, dan peace lily.

Salam berkebun dari Bogor :)

Friday, May 3, 2019

Main kayu


Dalam hobi main-main kayu, saya berusaha istiqomah untuk tidak tergantung pada kelengkapan alat. Maksudnya, saya nggak mau bebikinan dengan nunggu sampai punya set alat yang komplit plit plit. Adanya alat yang tersedia, ya pakai saja.

Syukurlah, sudah 5 pernak-pernak yang saya bikin. Proyek pertama adalah rak buku, meja tulis, lanjut yang kedua rak tanaman bunga, ambalan naruh kunci-kunci dan terbaru adalah 2 ambalan gantung di teras rumah.

Pembelian alat juga tidak sekaligus. Malahan, mesin bor yang pertama kali saya pakai merupakan pinjeman dari tetangga. Mereknya Krisbow 1 set lengkap dengan mata bor dan alat pertukangan. Saya juga dapat pinjeman gergaji yang membantu banget ketika bikin rak buku di ruang baca dan musala rumah.

Sedangkan alat kecil-kecil seperti tang, meteran, besi siku, palu, waterpass, saya beli jauh hari sebelumnya. Malah sudah ada yang umurnya 6 tahunan yaitu tang dan palu hehehe.

Ketika kemudian saya nambah koleksi alat main kayu, prinsip yang saya pegang adalah segera bebikinan rak-rak kayu yang memang dibutuhkan. Seperti rak buku, meja tanaman, rak bunga, dan lain-lain.

Mengapa demikian? Karena saya merasa wajib mengoptimalkan peralatan yang nominalnya relatif lumayan buat saya. Seperti mesin gergaji dan bor yang keduanya merek NRT PRO. Jangan sampai, alat-alat yang notabene aset itu rusak tanpa pernah terpakai. Buat saya, itu rugi besar dan mubazir.

Hal ini juga tercetus dari celetukan teman yang mengaku belum bikin apa-apa meski peralatan main kayunya terbilang lengkap. Ketika saya tahu apa-apa yang dia beli, itu mah bukan sekadar lengkap tapi sangat-sangat lengkap.

Lha wong dia sudah punya gergaji potong CS alias circular saw, malah juga table saw, gergaji listrik yang matanya turun naik alias jig saw, planner, trimmer, bor atawa drill, kompressor buat main semprot dan finishing, sander, jangan tanya soal stok clamp aneka rupa dari F dan C, mungkin juga clamp pipa. Belum lagi perkakas dan alat-alat bantu woodworking lainnya.

Ke depan, saya berencana bikin rak bumbu di dapur, rak sepatu, dan rak sudut sederhana yang ditaruh di musala. Mungkin untuk menaruh pot tanaman sirih gading penyerap polutan.

Oya, satu lagi jenis karya kriya yang coba saya selalu terapkan: rak kayu Cs mesti mudah untuk dipindah-pindah. Ini kali-kali kalau saya dan bundanya Kaka sedang ingin mengubah variasi tata letak interior rumah.

Tentu rada susah kan kalau rak kayu sampai harus dipaku permanen ke tembok. Makanya, model rak yang saya bikin lebih banyak polanya ialah rak sandar. Ini seperti yang saya bikin untuk rak tanaman.

Cara membuatnya pun mudah, yakni mengandalkan teknis jepit antar kayu sekaligus meminimalisir penggunaan paku dan baut. Suatu saat saya ingin mengecat ulang atau mengganti papan rak, hal itu relatif mudah dilakukan.

Salam main kayu :)

Wednesday, May 1, 2019

Bogor Jalan-jalan (4), Daftar Kuliner Kaki Lima Legendaris di Kota Hujan

Laksa khas Bogor, Mang Wahyu 


Sebagai Cilebutian, daerah jajahan jalan-jalan kami ya tentu saja seputaran Bogor. Di kota hujan ini, ngumpul jajanan alias kuliner kaki lima nan legendaris yang kudu masuk daftar wajib disamperin.

Pilihannya juga buanyak. Dari makanan berat sampai ringan-ringan sedep.

Sebaran lokasinya juga ga melulu di satu titik. Selain di jalur pecinan Lawang Suryakencana, musti juga menjelajah ke Pasar Anyar, Pabotan, Pajajaran, Pandu, Tajur, Merdeka, Yasmin, dan lain-lain.

Yuk intip atu-atu dan bikin resolusi makaaannnnn! List-nya sudah saya usahakan rada urut berdasar kelompok menu yang sama.

Kafe nongkrong milenial, pas juga buat bocah dan keluarga, di Kafe Tepi Danau Situ Burung, belakang kampus IPB Dramaga

Jadi, misalnya masakan khas Bogor barengan dengan menu yang juga khas, lalu soto kuning berurutan sesama soto kuning, lalu lanjut dengan menu nasi khas Sunda, masakan Padang, sate dan seterusnya. Jadi, nggak mencar-mencar. Tinggal kita milih mau makan apa, lalu tentuin tempatnya :)

Link google map sudah nyatu ama nama tempat kulinernya ye. Detail lokasi, petunjuk arah jalan, foto menu dan review dari foodgoer sudah ada di link Google Map masing-masing.

Hayuk jalan :D

  1. Laksa Bogor “Mang Wahyu" Gang Aut, masuk dari Jalan Suryakencana
  2. Laksa Bogor Ibu Lily, Food Court SKI Tajur. Laksa tradisional, asli Bogor premium euy
  3. Cungkring Pak Jumat, Surya Kencana, seberang Bank BCA, BNI dll. Cungkring tuh ada sate kikilnya, lontong, dll. Jangan "ketipu" ama jualannya yang pakai gerobak karena cungkring ini legend banget di Bogor. 
  4. Asinan Jagung Bakar Pak Sabur, Surya Kencana
  5. Asinan Ny Yenny, seberang terminal Baranangsiang
  6. Asinan Sedap Gedung Dalam, Siliwangi, Sukasari, terusan dari Surya Kencana
  7. Asinan Ahauw, Surya Kencana
  8. Asinan Asli Bogor, pinggir jalan persis di Jalan Juanda, seberang pintu masuk selatan Kebon Raya, dekat ama BTM. Di ruko tapi plang namanya keliatan dari mane-mane. Latarnya putih, cat hurufnya merah :)
  9. Lumpia Basah Bogor - gerobakan, take away hehehe, Surya Kencana
  10. Toge Goreng Pak Iwon sebelah Strudel Bogor di seberang Botani Mall
  11. Toge Goreng Pak Gebro, Pabotan, Pasar Anyar, Jalan Pengadilan, dekat Istana /  Kebon Raya Bogor.
  12. Combro Gang Aut, Atmaja dll, Gang Aut, Surya Kencana
  13. Nasi Dulang Sunda Rahmawati, Jalan Kantor Pos, belakang Giant Pajajaran, Baranangsiang
  14. Warung Nasi Panghegar, menu harian dan ikan tawar, Taman Topi
  15. Dapur Nene Gode, menu harian, belakang RS PMI
  16. Pepes Nita, Jalan Malabar, belakang RS PMI dan IPB Pajajaran 
  17. Baso Gulung Bragi, Bangbarung, Tegal Gundil, Bantarjati. Bisa via Pajajaran atau Jalan Pandu (lamer Taman Corat-coret belok kanan)
  18. Bakso Kikil Pak Jaka, Suryakencana
  19. Bakso PMI Panduraya
  20. Bakso bening Sukasari III / Bakso bening Elizabeth, seberang UPTD Pemadam Kebakaran
  21. Mie Ayam Baso Bangka Bang AL, Sawo Jajar, belakang Bogor Permai, Siliwangi, terusan Air Mancur dan RS Salak, Istana, Kebun Raya
  22. Mie Ayam Dores, belakang Matahari dekat Stasiun Bogor
  23. Mie Ayam Jawa Gadis, dekat Jembatan Merah, stasiun Bogor
  24. Mie Ayam Gang Ambi, Ciwaringin
  25. Soto Mie Mang Ohim, Cimanggu. Akses dari Yasmin
  26. Soto Mie Yasmin, di Ruko Taman Yasmin, sejajar ama TransMart
  27. Soto Mie Bogor Baru, di Bogor Baru. Lahan parkir mobil di pinggir jalan. Rada susah kalau lagi banyak rombongan. Pertimbangkan pakai sepeda motor hehehe
  28. Soto Bang Bonin, Jalan Semboja
  29. Soto Bogor Pak Salam, Surya Kencana (daging digoreng)
  30. Soto Pak Bongkok, Suryakencana
  31. Soto Kuning Pak Yusup (pakai P), Surya Kencana (isian digoreng, ada juga yang kuning)
  32. Soto Kuning Pak M Yusuf, Surya Kencana (dagingnya direbus dan bukan digoreng)
  33. Sop Buntut Mang Uu, Bangbarung, Bantarjati
  34. Soto Ibu Rahayu, Pajajaran, Baranangsiang, samping SPBU Shell
  35. Bubur ayam Bahari, Warung Jambu
  36. Surabi duren Sukasari
  37. Es Sekoteng Bogor Permai / Boper, Pabaton, Jalan Siliwangi
  38. Es duren / durian Yanto, Sukasari (terusannya Surya Kencana)
  39. Es Pala Ujang, Surya Kencana
  40. Ayam Goreng Warung Doyong - menu masakan rumahan, Jalan Pahlawan, Bondongan
  41. Mie Godhog dan Nasi Goreng Jawa, Jogja, Pak Latief, depan RS Salak, langganan Pakdhe Jokowi
  42. Mie Godhog Jogja Pak Karso, Jalan Pajajaran
  43. Martabak Bangka Encek / Ncek, Surya Kencana
  44. Lele Bakar Pak Putri, Malabar, belakang Lippo Plaza
  45. Gudeg, Ayam Bacem, aneka masakan Jawa, mBok Sum, Sempur
  46. Gudeg Jogja, Pondok Nasi Rivska, depan SD Pengadilan 3, Pasar Anyar
  47. RM Padang Family Asri, Uda Edi, Kebon Pedes
  48. RM Warung Padang Beringin Elok, di dalam Pasar Anyar
  49. RM Padang Laweh Uni, Pandu, dekat Warung Jambu
  50. Sate Kambing Bang Hasiang Kumis, 24 jam, Pajajaran, dekat Talas Sangkuriang
  51. Sate Kambing Pak Rebing, Jl Aria Wiranata, Empang. Bisa dari arah BTM, Kebun Raya. 
  52. Sate dan Sop Kambing H Ismail, Taman Kencana
  53. Bebek Pak Ndut, Air Mancur, GOR
  54. Pecel Madiun (ada gudeg, garang asem, masakan khas Jawa lainnya)  Mbak Niek, Pandu
Oya, daftar buruan kuliner ini emang nggak nyantumin yang non-halal ya, harap maklum :). Tapi ojo kuwatir, bagi yang nggak bisa mamam non-halal, sahabat-sahabat pengusaha kuliner di Bogor selalu terus terang dan ngasih semacam papan atau tulisan yang jelas kalau masakannya mengandung yang non-halal :)

Next, tentunya masih buanyak koleksi kulineran Bogor. Nanti saya cicil lagi ye komplit ama link Google Map, foto dan review-nya.

Salam kulineran dari Bogor :)

Thursday, April 25, 2019

Trik Motret Sunset Pakai HP, Kuncinya di Titik Fokus


Bagi pejalan alias traveler, ataupun penyuka senja kek saya, memotret sunset merupakan hal wajib. Apalagi kita makin dimanjakan dengan makin cakepnya kamera HP sehingga mengabadikan matahari terbenam tidak lagi mesti berbekal kamera mahal.

Nah, dari sedikit pengalaman dan sharing cerita kawan-kawan, salah satu kuncian memotret sunset adalah titik fokus tepat pada si matahari.

Jadi yang kudu dilakukan saat menggunakan kamera HP ialah kita mengetukkan ujung jari ke posisi matahari.

Kafe tepi danau buat milenial, pas juga buat bocah dan keluarga, di belakang IPB Dramaga Bogor

So, jangan hanya mengarahkan kamera ke arah sunset lalu jepret. Bagaimana kalau titik fokus kamera HP kebetulan sudah berada di mataharinya? Ya tetap menjentikan ujung jari.

Memotret sunset tanpa menentukan sendiri titik fokus akan membuat foto kita terlihat datar alias flat.

Berbeda jika kita mengetukkan jari ke titik fokus pada matahari. Jepretan kita akan jauh dramatis, tajam dan rona langit juga ganteng maksimal :D

Sekali lagi, rahasia motret sunset adalah ketukkan jari ke matahari.

Untuk lebih mantap, sering-seringlah motret sunset. Makin sering, jam terbang tambah cakep kan hehehe. Practice makes perfect :)

Nah, di bawah ini 3 foto dengan tiga titik fokus. Perhatikan perbandingannya.

Fokus ideal, pas di mataharinya.

Kurang bagus karena titik fokus di bawah matahari  

Foto jadi flat dan biasa karena titik fokus makin jauh dari matahari.

Friday, April 12, 2019

Ganti Oli Transmisi Matic dan Gardan Avanza, Berapa Duit?


April ini sudah waktunya si semok Avanza S ganti oli transmisi persneling dan gardan. Bulan lalu mobil item itu sudah ganti oli mesin. Setelah tanya-tanya dan menelpon beberapa bengkel, dapet deh list harga atawa ongkos supaya kehitung berapa duit yang mesti dirogoh dari dompet :)

Pembanding dan komparasi ga banyak, saya menelpon 2 bengkel, semoga cukup mewakili. Oya ini harga per April 2019 ya.

Di bengkel milik grup pabrikan otomotif gede, yang logonya merah dan oulet oli - akinya banyak tersebar secara nasional, untuk di Jakarta dan Jabodetabek, ngasih harga sebagai berikut:

1. Ganti oli persneling matic Avanza  old tahun 2011, pakai merek Shell (standar Dextron III)
a. Jika ganti biasa yang per 20.000 km, butuh 3 liter, @ Rp 110.000/liter, tanpa ongkos jasa. Jadi total Rp 330.000,-

b. Ganti dan kuras atau flushing untuk yang per 40.000 km maka butuh 8 liter tambah ongkos jasa Rp 90.000. Maka 8 x 110.000 (+ 90.000) = Rp 970.000,-

2. Sedangkan di bengkel umum yang kondang di komunitas Avanza Xenia di Depok, memberi harga lebih murah. Dengan merek sama dan kebutuhan volume oli yang serupa tapi harga per liternya lebih miring yakni Rp 80.000 / liter

Jadi untuk ganti oli biasa Rp 80.000 x 3 liter, totalnya Rp 240.000.

Jika mau kuras atau flushing, maka Rp 80.000 x 8 liter = 640.000

3. Untuk oli gardan, di beres dan bengkel umum memakai volume sama yakni 2 liter. Kalau volumenya sama, apakah harganya berbeda? ya tetep iya hehehe

Bengkel gede memberi harga Rp 164.000/ liter, jadi total Rp 328.000.
Sedangkan bengkel di dekat Villa Mutiara, Limo, Depok harganya sangat ramah totalnya untuk 2 liter hanya Rp 120.000.

Ga nyampe separonya euy, malah hanya 37%nya. Selisihnya Rp 208.000. Bisa buat ditabung, jajan, beli susu anak, susu buat bapake juga #eh :D


Kalkulasi perbandingan
Tinggal kita hitung dah keseluruhan biayanya. Sebagai gambaran, jika ganti oli biasa (bukan flush), di bengkel gedean Rp 330.000 dan bengkel umum Rp 240.000, selisih Rp 90.000

Jika flushing, maka selisihnya ya lumayan kerasa. Rp 970.000 vs Rp 640.000. Ada jarak Rp 330.000 hehehe

Untuk ganti oli gardan, Rp 328.000 vs Rp 120.000. Selisih Rp 208.000

Nah, apalagi lazimnya kita ganti oli transmisi persneling bersamaan dengan oli gardan. Komparasi harganya makin nohok nih. Rp 658.000 vs Rp 360.000. Selisih Rp 298.000 alias Rp 300.000 kurang duarebu.

Kalau pas waktunya flushing dan ganti oli gardan, lihat bedanya: 1.298.000 vs 760.000, selisih Rp 538.000. Jadi untuk 'barang' yang sama, beda harganya setengah juta rupiah, duit semua tuh bro :) Ssttt yang harganya lebih murah (dan tetap berkualitas) juga dapat servis cuci steam gratis, kopi dan silaturahim :)


Selisih segini mah bisa buat menuhin tanki boil pakai Pertalite, Pertamax or Shell sekalian dan buat dianggarkan jadi kebutuhan kendaraan kita lainnya jelang persiapan mudik lebaran. Lebihannya bisa buat jalan-jalan kulineran kaki lima di Bogor hehehe

Nah itulah perbandingan biaya, harga atau ongkos ganti oli persneling dan gardan mobil metic. Saya mah posting di blog sekalian buat nitip catetan. Suatu saat butuh lagi, tinggal intip di blog :)

Sebelum lebaran
Perlunya ganti oli dan mengecek kendaraan sekaligus persiapan jelang puasa dan lebaran. Baiknya kita menyempatkan sekarang sebelum bengkel penuh, kewalahan menservis boil-boil pelanggan.

Selain ganti oli, minta juga bengkel mengecek rem, kampas, kopling, kaki-kaki, aki, radiator dan mesin mobil. Sekalian cek kelayakan dan kelaikan ban. Plus spooring dan balancing. General check up gitu deh.

Yang perlu disetel ya disetel, yang perlu ganti ya ganti saja sekalian. Manfaatkan momentum ke bengkel untuk memastikan kendaraan kita sehat dan bugar kembali buat ngabuburit lanjut lebaran he-he-he.

Salam otomotip :D

Monday, April 1, 2019

Ambalan Kunci dan Hotwheel

Ambalan naruh kunci-kunci
Ini proyek doityourself yang kedua. Sebelumnya saya bebikinan rak tanaman bunga untuk di teras.

Ambalan ini untuk naruh kunci-kunci. Pernak-perniknya pakai hotwheel-nya anak bujang :) 😍

Ambalan sengaja dibuat menanjak karena ditongkrongin truk, fire rescue,dan kendaraan berat, so kesan bertenaga perlu dipertegas dengan uphill. Plus, arah laju ke depan dan nanjak tuh berasa dinamis dan ga standar datar abis :P #beingnormalisboring

Kenapa hotwheel? Karena kunci-kunci identik dengan kendaraan. Selain itu ya karena lebar excavator, mobil damkar, dkk pas ama lebar kayu palet yang 4cm. Alasan terakhir sih yang paling pas, narasi panjang lebar di depan mah buat ngebual-bual biar sok serius, sok iye, sok hokya-hokya 😀

Oya, berapa budgetnya? Kali ini beneran nol rupiah :)

#doityourself