Monday, November 4, 2019

Belajar lagi

Tiba-tiba iseng pengen bebikinan video tutorial, saya ngubek-ubek beberapa referensinya. Tentu jumlahnya banyak artikelnya. Dari youtube, artikel Kompasiana, blog dan lain-lain.

Ketemunya ya inilah. Sengaja saya nggak ingin banyak-banyak, ntar mabok.

Ini saja kalau diitung sudah ada 5 link. Cukuplah buat pengantar pemula kek saya ini hehehe.

Sekalian anggap saja PR untuk dibaca-baca sambil makan kwaci:


  1. Bikin video pendek untuk media sosial
  2. Lima jenis konten medsos
  3. Bikin vlog euy!
  4. Edit video pakai app Quik
  5. Storyboard untuk konten e-learning
  6. Komponen-komponen multimedia

Itu dulu saja :)

Wednesday, October 2, 2019

Bogor Jalan-jalan (8): Kopi Daong, Ngopi di Tepian Gede Pangrango


Kapan kita kemana? Kali ini saya dan tetangga maen ke Ciwaringin, masih di Kabupaten Bogor. Tepatnya ke destinasi wisata yang terbilang anyar: Kopi Daong.

Tempat ini masih di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, seperti tertulis di plakat penanda tempat.

Menuju ke sini mudah kok. Jika melalui tol, dari arah Jakarta via Jagorawi hingga Ciawi. Di ujung tol pertama Indonesia, kita ambil lajur kanan karena yang kiri berjubel antrean kendaraan yang pengen ke Puncak.

Setelah itu kita masuk ke tol Bocimi, kemudian keluar atau exit di Ciwaringin. Di lampu merah pertigaan pertama, belok kiri (kalau kanan, arah ke MNC Lido, BNN, dan Cijeruk).


Berkendaralah sekira 10 menit, lalu sampai di simpang tiga Ciwaringin, belok kanan (kalau lurus, arah ke Ciawi nontol). Ikuti saja jalan lebar tanggung 4-5meteran itu. Nanjak gak? Mayan sih tapi ga sadis kok. Nanjak langsam.

Kira-kira 30 menitan kita akan sampai kawasan Kopi Daong. Parkir motor dan mobil disediakan di belakang atas.

Di sini kita segera disergap hawa sejuk Gunung Pangrango. Di Kopi Daong, indera mata kita disejukkan dengan hijaunya pinus. Di sini pula, kita sesap kesegaran alam Bogor.

Selayaknya obyek wisata anyar di era milenial, tentu kita dimanjakan dengan banyaknya area spot foto-foto. Bisa dibilang, tiap sudut adalah spot selfie dan wefie.


Ada pula area foto lanskap dan melayang menggunakan "karpet aladin" dan sepeda titian. Tenang, official petugasnya profesional dan terlatih terutama dalam safety. Kita menggunakan harnes dan kelengkapan lainnya.

Menu makanannya sangat lengkap. Tentu ada kopi khas, Kopi Daong, makanan berat dan ragam cemilan serta gorengan.

Kopi Daong, sepotong surga yang terhampar di Bogor :)




Tuesday, September 17, 2019

PR si Mangga Chokanan. Berbuah tapi Lambat Masak

Punya pohon mangga chokanan, saya bersyukur hanya sebulan-dua bulan setelah ditanam langsung muncul bunga. Makin bersyukur lagi karena saksess lanjut berbuah. Hitung-hitung sampai belasan.

Nah setelah berbuah, ternyata ada pekerjaan rumah lainnya. Pertama, saya cermati sebagian buah-buah mangga rontok. Oke lah, saya usahakan untuk mengatasinya dengan menyemprotkan larutan Gandasil B. Alhamdulillah, masih ada 6-7 buah yang bertahan.

Kedua, enam tujuh buah itu sepertinya pertumbuhan pemasakannya lambat. Sudah lebih dari 3 bulan kok belum ada semburat kuning ya. Untuk yang ini, saya belum menemukan solusinya.

Saya juga belum mencoba-coba perlakuan atau semacam treatment misalnya semprot ethrel untuk memacu pemasakan. Pertimbangannya, ini kan masa berbuah pertama sejak pohon ini ditanam.

Konon, panen buah pertama memang biasanya kurang optimal. Nah nanti di masa panen-panen berikutnya akan lebih bagus lagi.

Ketiga, ketika pohon mangga di sekitar kampung sudah pada muncul daun-daun baru, chokanan saya belum ada daun anyar. Pertambahan tunas juga tidak ada. Saya rada was-was apakah pertumbuhan vegetatifnya terganggu seperti pertumbuhan akar, batang, cabang dan daun.

Ikhtiar yang saya lakukan memupuknya dengan pupuk kandang (kohe - kotoran kambing yang sudang matang), menggemburkan tanah dan menyiram dengan larutan pupuk MKP dan KN03 Pak Tani.

Jika belum ada hasil, opsinya adalah semprot larutan hormon sitokinin yang berguna untuk  merangsang percabangan dan daun baru, juga memperbaiki jaringan batang yang rusak. Di Bukalapak dan Tokopedia, harga sebotol Sitokinin Murni Rp 25.000.

Keempat, sejak dua hari lalu muncul getah kuning kecoklatan dari batang. Waduh kena penyakit kulit penggerek batang alias sering disebut blendok nih. Sependek yang saya tahu, gangguan ini disebabkan oleh hama kumbang Xyleborus Affinis. Si kumbang jahat ini membuat lubang dan dari bekas lubangnya keluar getah.

As soon as possible, penanganannya dengan insektisida Furadan atau Decis. Disarankan pula korek lubang atau terowongannya dan semprotkan langsung ke serangganya.

Alternatif pakai semacam predator si hama. Istilahnya mengirim pasukan antagonisnya yaitu metarhizium atau bakteri merah. Jika ada luang, coba pula Beauvaria Bassiana yang kemasanya bertulis Natural BVR produk Nasa. Semprot ke seluruh bagian tanaman kecuali akar, tapi jangan membuat larutan bercampur pestisida lainnya. Cara kerjanya, bakteri BVR yang akan bekerja aktif sendiri mencari sasaran. Susupi, cari, lacak, musnahkan! :D

Meski mengalami gangguan, setidaknya mangga saya tidak terpapar kendala dalam berbuah. Munculnya tongkol-tongkol bunga dan buah kemarin membuat saya nyicil ayem hehehe.

Kalau misalnya pohon buah terkena masalah pembuahan, langkah yang bisa dilakukan gemburkan tanah, beri pupuk kandang, cukup kebutuhan air, jangan sampai kekeringan. Jika hal-hal itu sudah terpenuhi tapi pohon belum juga berbuah maka perlu penyemprotan Paclobutrazol untuk merangsang pembuahan.

Oya, dari beberapa buah mangga yang sejatinya belum matang, saya coba memetik dua butir. Satu saya iris dan cicipi, kabar baiknya meski belum masak tapi ternyata tidak terlalu masam.

Lalu satu butir lagi saya eram 2-3 hari pakai kertas koran. Ee ndilalah, saya kupas sudah rada kuning dan icip ternyata manis hehehe. Chokanan memang benar-benar seperti gelarnya: mangga madu, manis menggigit, lembut kayak mentega kendati belum 100% matang. Alhamdulillah.

Salam berkebun dari Bogor :)

Wednesday, September 4, 2019

Bikin sendiri kursi teras dari kayu bekas palet


Beberapa bulan lalu saya mosting soal tutorial membuat kursi kayu yang disarikan dari channel youtube-nya teteh Empo. Lalu kemarin beneran bikin dibantu tetangga.

Bahan utama kursi ini adalah kayu papan bekas palet. Biasanya bongkaran dari palet atau tatakan barang yang dikirim melalui peti kemas.

Untuk mencari bahan kayunya, terbilang mudah karena toko kayu spesialis bekas palet makin banyak. Setahu saya, kebanyakan penjualnya dari Madura. Langganan saya di Cilebut, Bogor.

Untuk proyek kursi terbaru ini, yang saya suka dari hasil jadinya antara lain:

  • Gampang, antiribet. Proses pembuatannya terutama join antar kayu tidak memerlukan pasak. Hanya sekrup gipsum ditambah plat siku L untuk menahan beban. 
  • Spek kursi santai ini pas buat orang kita yang tingginya 160-170cm. 
  • Cucok ditaruh di teras dan bisa di ruang tamu. 
  • Kaki-kakinya ceper sehingga ketika kita duduk berasa nyelonjor. Dapat dah feel lagi nyantai di lounge :D. Kan arti dan asal muasal 'lounge' memang bersantai-santai, begitu sih yang saya pernah dengar CMIIW. 
  • Tinggi alas dari lantai yakni 30 cm. Ini pas buat saya. Bisa juga mematok tinggi 33-35cm. Saran saya, jangan lebih dari 35cm ya karena nanti kaki kita berasa menggantung sehingga tidak berasa nyantai lagi.
  • Begitu juga dengan sandaran tangan. Pas dan nyaman untuk menopang tangan ketika pegang HP, balesin chat WA grup, twitwar eh main FB di laptop dan mabar main bareng PUBG, ML dan malah main PS4 :)

Gimana proses dan cara pengerjaannya? Setelah pada sore belanja kayu bekas palet jati belanda di Cilebut, Bogor, langsung lanjut eksekusi malamnya bakda isya. Total dibutuhkan waktu 3 jam hehehe, maklum newbie. 

Mengikuti tutorialnya, bahan dan ukuran kayu yang dibutuhkan adalah:
  1. Papan kayu janda eh jati belanda sebanyak 8 lembar, ukuran (minimal)  panjang 90cm, lebar 14cm dan tebal 2cm. Kalau dapatnya ukuran kayu dengan panjang dan lebarnya lebih dari itu, gapapa, nanti tinggal potong. Harga di Bogor Rp17ribu sudah diserut atau ketam, jadi sudah bersih tinggal pakai. 
  2. Sekrup gipsum (di kemasannya tertulis 'sekrup drywall')  ukuran 4cm minimal 50pcs dan ukuran 2 atau 2.5cm sebanyak 20pcs. Di toko material, ada yang dijual per kotak Rp 70an ribu isi 300pcs. Kebetulan saya dapat yang diecerkan Rp10ribu isi 50 pcs, pas banget lah.
  3. Plat siku L sebanyak 8pcs harganya Rp2000 - 5000 tergantung tebal tipisnya. 
Total belanja sekira Rp170an ribu. Di luar mampir ke ayam geprek ya. 

Sedangkan peralatan alias tools utamanya cukup bor dan gergaji listrik (jig saw). Alat yang lain mah standar seperti penggaris siku, meteran,  waterpas, pensil dll. 

Bagaimana dengan finishing? Saya ntar minta pelitur dan cat glossy Propan seri 05 ke tetangga yang kemarin juga bebikinan meja dari kayu palet :)

Selain opsi finishing yang sederhana tadi, bisa juga nanti finishing yang lebih cakep kali ya. Misalnya  didahului dengan membalurnya lebih dulu dengan di-sanding sealer memakai Impra NC, ini untuk menutup pori-pori. Lanjut dikuasin atau kalau ada semprot Woodstain Impra Walnut Brown, dan biar kinclong di-clear memakai Dana Gloss PU X2.

Soal cara step by step, bisa disimak di link artikel di atas ya. Di sini, langsung deretan foto penampakan ganteng ya he-he-he 


Belum difinishing


Si Lenov sudah nangkring

Friday, August 30, 2019

Bogor Jalan-jalan (7): Toge Goreng Pak Abung di Cihideung



Jalan-jalan lagi, makan-makan lagi. Ini cerita ngeluyur di Bogor yang paling anyar. Di ujung Agustus, saya main ke salah satu vila garapan kawan di Cigombong, tepatnya di kaki gunung Salak lereng timur. Nah pulangnya, mampir ke toge goreng di Cihideung yang penomenal eh fenomenal: toge goreng Pak Abung.

Buat saya yang jagoan kuliner eh tahunya hanya ada 2 jenis makanan 'enak' dan 'enak banget', toge goreng pakai ketupat ini yang berada di pinggir jalan Cihideung arah ke Cijeruk ini emang muasin selera. Apalagi cuaca sejuk, maklum lokasinya masih di ketinggian 550an meter di atas permukaan laut (mdpl).

Malah, di belakang saung tempat kita makan, bisa terlihat lansekap kota Bogor di kejauhan. Angin kemarau bulan delapan juga makin bikin adem suasana. Ya tentu saja rasa lapar juga bikin makin enak si masakan racikan bapak hehehe

Jika suatu waktu makan ke sini, don't worry untuk menunggu lama. Pak Abung dan dua asistennya lincah meracik pesanan kita. Sat-set kayak silat lah :)




Kebetulan juga pas kami datang lagi nggak ada antrean. Malahan, belum sempat saya duduk, sepiring masakan khas Bogor ini sudah terhidang di lantai saung. Memang sudah tepat banget tempat makan ini dibuatkan saung jadi kita bisa selonjoran apalagi beratap rumbia. Eksotekkkk banget lah :D

Harga seporsi berapa sih? Terus terang saya nggak tahu karena waktu itu keburu dibayarin kawan saya. Kenyang dan dompet masih tebel. Indahnya dunia, alhamdulillah.





Kita bisa makan di tempat atau bawa pulang untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Awalnya saya kira makanan ini kurang pas kalau di makan berselang beberapa jam. Yah kali-kali rasanya jadi asam karena pengaruh tauconya.

Eh ternyata dugaan saya nggak bener. Toge goreng tetep enak di makan sore atau malah pagi hari keesokannya lagi. Oleh si bapak, kuahnya sudah dipisah dan kita tinggal manasin di wajan.

Rasanya juga segar dengan aroma yang sama-sama segar. Sepertinya aroma masakan terjaga oleh daun patat yang digunakan sebagai pembungkusnya. Jadi, uniknya toge goreng ini, pembungkusnya bukan memakai daun pisang melainkan daun patat tadi.



Nah posisi di google map ini ya, tinggal kita ikutin di https://bit.ly/32oW2FZ , ancer-ancernya seberangnya ada Masjid/Musala Nurul Huda dan toge goreng Pak Abung ada di semacam area kulineran bareng ama sate maranggi, bakso dll yang parkirannya luas. Ada pula pohon mangga rindang di halamannya. Nomer HP yang tertera di plang saung 081382416643.


Selamat makan toger sambil menyesap hawa sejuk Bogor :)

Monday, August 5, 2019

Merangsang bunga portulaca: do less, get more

Barisan krokot alias portulaca di Rumah Bogor

Salah satu pot koleksi tanaman hias portulaca atau krokot di rumah Bogor sempat lama tidak berbunga. Padahal, pot-pot tanaman yang sama lainnya sudah berbunga. 

Nah pot yang satu ini kok berdaun banyak dan dilihat-lihat sih tanamannya sehat wal afiat tapi belum juga memamerkan kecantekannya hehehe. Dan juga malah sudah muncul kelopak atau bakal bunga tapi nggak juga mekar-mekar. Kayak ngambek gitu.

Setelah keluyuran di internet, baik googling dan ke grup Facebook, akhirnya dapat ide untuk mencoba cara pruning. Tips ini, pada dasarnya ialah penjarangan daun dan cabang yang dilakukan dengan memangkas sebagian daun dan cabang untuk merangsang dan memacu munculnya bunga.

Pada umumnya, pruning biasa dilakukan untuk tanaman hias, tanaman bunga hingga tanaman buah seperti mangga, jambu, tin, pepaya, durian, kelengkeng dan kawan-kawannya. Jadi prinsip kerennya bagaimana kita mengurangi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Do less and get more, katanya simbah saya yang di Jerman :D 

Alhamdulillah, hanya berselang 6 hari alias kurang dari seminggu, bunga krokot atau disebut juga bunga pukul sembilan atau moss rose, mekar juga. Warnanya merah dan ada juga kombinasi merah-putih, pas banget buat menyambut 17 Agustusan hehehe.

Perbandingan krokot yang sudah mekar
dan yang belum padahal daunnya lebat.
Dari pengalaman kemarin, berikut tips yang kiranya bisa bermanfaat:
  1. Pilih dan pilang cabang mana saja yang kita pertahankan dan kita buang.
  2. Cara memilahnya, kita tentukan 1 cabang yang mau dipertahankan. Lalu, cabang sebelahnya kita potong. Begitu seterusnya.
  3. Jika memang sudah ada bakal bunga atau kelopak, nah cabang yang sudah ada kelopaknya ini kita pertahankan walau nggak semua.
  4. Rumusnya, 1 cabang = hanya 1 kelopak bunga
  5. Maka jika ada 1 cabang punya 2-3 bahkan 4 bakal bunga, maka yang lainnya buang saja.
  6. Wah sayang dong. Ya memang kudu tega bro dan sista. 
Godaannya memang sering kali kita nggak tegaan membuang cabang, apalagi sudah ada kelopaknya. Tapi memang begitu caranya kalau mau memacu mekarnya bunga portulaca.

Apa sih yang mendorong bunga bermekaran dari langkah pruning ini? Dengan pruning maka nutrisi yang sebelumnya 'diperebutkan' oleh banyak cabang dan banyak bakal bunga, maka bisa fokus untuk cabang dan bunga yang lebih sedikit.

Salam berbunga dari Bogor :)


Searah jarum jam, before & after pruning 



Monday, July 29, 2019

Bogor Jalan-jalan (6): berburu pisau dapur dan golok berkualitas

Toko Pak Mis Jaya

Menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, kemarin saya dan om-om se-kompleks jalan-jalan berburu pisau daging. Dasar bapak-bapak, begitu nemu toko peralatan akhirnya pulang nyangking tambahan seperti pisau dapur, golok dan gergaji.

Nah, buat yang di Bogor atau lagi di Kota Hujan dan sedang mencari aneka pisau, golok, gergaji dan alat potong lainnya, salah satu kios di Pasar Bogor ini bisa banget buat jujukan. Di Toko Mis Jaya ini, ada juga pisau untuk menyembelih hewan kurban.

Nama pemilik tokonya adalah Pak Mis, orang Kudus yang sudah jadi Urang Sunda sejak belia. Bahasanya Sunda alus pisan hehehe

Pak Mis juga berbagi pengetahuan dan informasi produk pisau yang berkualitas. Termasuk kisi-kisi memilih pisau sesuai peruntukan dan dana di kantong.

Misalnya untuk pisau dapur yang juga dibutuhkan untuk mengiris daging, baik untuk ibu-ibu di dapur maupun untuk nanti pas Hari Raya Kurban. Beliau memilihkan antara Tramontina (produk asala Brazil made in China) dan Tanica (yang ini dari Korea). Beliau prefer yang Tramontina.

Aneka pisau daging, golok dll

Ketika memilihkan pisau daging dan golok, Pak Mis juga berbagi informasi. Pilihlah yang berbahan per baja dan bukan yang sekadar besi. Berat dan kualitas serta realibiliti per baja jauh di atas besi. Nggak gampang grumpil. Dengan harga yang selisih dikit, golok besi Rp 70 ribu, golok per baja Rp 80 ribu maka saya pun memilih golok per baja.

Begitu juga dengan pisau daging yang biasa dipakai pedagang daging ayam dan sapi, pilih sekalian saja pisau daging dari per baja. Harganya Rp 60-70 ribu.

Oya, kami mendapat rekomendasi tempat ini dari para pedagang daging di Pasar Anyar yang ketika kami tanya, mereka menunjukkan tempat belanja peralatan pisau dkk ke Pasar Bogor ini yang lokasinya persis di seberang Pintu Masuk Kebun Raya Bogor.

Menuju ke titik toko ini, paling mudah kita masuk ke gerbang atau lawang Surya Kencana. Dari ujung sentra kuliner ini, tidak jauh menyeberang dari Ramayana, kita jalan kaki 100 an meter lalu masuk ke Jalan Pedati. Di ruas jalan yang penuh aktivitas jual-beli ini, setidaknya ada 2 toko pisau yaitu Toko Mis Jaya dan toko milik Pak Sholeh.

Link google mapnya bisa di-klik di https://bit.ly/2GOJXkZ . Adapun toko Pak Mis, berada di belakang los pedagang baju dan daging ayam, nomer HPnya  0895348184811 dan 085782322382 . Jadi, selain mengandalkan map, baiknya juga mencermati dengan seksama dan juga bertanya ke pedagang, sekalian merasakan hangatnya tegur sapa Bogor :)

Salam berburu pisau dan aneka peralatan Idul Adha dari Bogor.


Pisau daging dari besi

Pisau daging dari per baja


Pisau daging per baja.
Perhatikan ketebalannya, inilah yang membuat beratnya ideal
untuk membelah dan memotong daging ayam, sapi dan kambing

Sedangkan ketebalan pisau besi biasa, lebih tipis daripada pisau per baja





Aneka pisau tramontina, pisau rekomendasi pedang daging





Pisau daging dan dapur, Tanica

Pisau untuk menyembelih hewan kurban, bahan per baja.
Berkualitas euy, sesuai harganya Rp 200an ribu

Thursday, July 18, 2019

Terima kasih Pak Rudy


Nun bertahun lalu, Pak Rudy nyamperin kami. Menemani nyantai di sela acara perusahaan TV berlangganan paling keren se-Indonesia yang saat itu dipimpin beliau.

"Ngomong-omong, habis berapa bungkus rokok sehari?"

+ "Sebungkus. Ada yang dua bungkus."

"Oke, anggap saja 1 bungkus sehari. Berapa rata-rata harganya?"

"(saat itu) 12ribuan. Ada yang sampai 18ribu"

"Anggap saja 15ribu ya. Coba bayangkan, tiap hari setiap kita ingin beli rokok, kita alihkan dan cemplungin duit segitu ke kotak atau wadah lain. Tiap hari, setiap hari. Berapa duit terkumpul setelah 30 hari, setelah sebulan?"

+ "450an ribu"

"Kalau itu dilakukan mulai besok, berarti akhir bulan kalian bertambah kaya 450 ribu. Tul?

Setahun lebih dari 5 juta. Going simple. Dari awal kita bikin simpel ya. Saya dari tadi tidak mengajak berhenti beli 'permen' ya, karena saya juga kadang cheating apalagi kalau dikasih temen he-he-he.

Kuncinya di caranya, tiap mau beli rokok, taruh duit senilai harganya. Begitu tiap hari, begitu terus setiap saat. Mungkin sehari dua hari, belum kerasa. Setelah 7 hari, nah kita lihat seberapa tambah asset kita, cash kita, kekayaan kita he-he-he. Gimana kalau sebulan, setahun.

Kita bisa taruh di bawah kasur. Boleh saja. Taruh di tabungan, lebih bagus. Atau masukin ke reksa dana tiap bulan. Nantinya kan bisa untuk semesteran sekolah anak, hadiah istri, benerin motor mobil yang maintenance-nya pasti periodik kan. Bisa buat bantu bayar pajak. Jika ada agenda yang terencana seperti ganti HP, upgrade laptop, bisa juga. Gapapa untuk konsumsi, untuk yang produktif juga oke.

Ingat, sedari tadi saya ga nyebut satu kata pun soal saran berhenti ini itu, kurangi ini itu. Kita dari tadi ngobrolin soal duit. Mau duit kan?

+ "Mau lah Pak he-he-he"

Nah pertimbangkan ya.

...

Matur nuwun Pak Rudy.
Berkat tips njenengan, saya sudah markir reksa dana di Sucor Invest, Bareksa, bayar pajak tahunan jadi jauhhhh berasa ringan, dan bantu banget ketika kami perlu dana untuk mengurus KPR. Dan, sekalian ikhtiar menjadi lebih sehat. Aamiin.

*Foto hanya pemanis :)

Thursday, July 11, 2019

Lari lagi

Minggu ini saya kembali berlari usai puasa ramadan kemarin. Lha kok 'cuti' larinya lama banget, kan lebarannya sudah sebulanan lebih? 

Untuk yang beginian, saya memilih menghibur diri dengan memasukkan diri sendiri ke kategori grup tinimbang alias daripada ga sama sekali lari lebih baik telat kan ye :D

Begitulah. Seperti pagi tadi dengan ditemani angin sejuk Bogor, saya lari sejauh 5 kilometer selama 42 menit. Tiga hari sebelumnya, jarak tempuh saja sekira 4 kilometer yang dilahap dengan waktu juga 40an menit. Artinya kemarin saya berlari lebih lambat.

Berikutnya, rencana yang dibayangin adalah besok berlari lagi dengan pola interval running alias IR. Rinciannya, saya lari berselang-seling antara lari cepat 100 meter (setara 30 detik atau pace 5.30) dan lari pelan 300 meter (sekira 2:30 menit, pace 8).

Durasi totalnya cukup 30 menit. Interval running ini bermanfaat untuk mendongkrak endurance dan berlatih speed serta menguatkan kemampuan kardio. Aspek utama yang memberi tiga manfaat dari IR adalah aspek siklus perulangan lari cepat - lari lambat.

Sebelum dan sesuah lari, tentu saja saya melakukan pemanasan, peregangan dan pendinginan.

Keleluasaan saya berlari IR juga dimudahkan dengan lingkungan tempat tinggal yang memiliki beberapa jalur lurus 100an meter. Kawasan rumah-rumah memang diatur seperti kotak-kotak kue bolu talas ubi khas Bogor hehehe

Salam lari dari kaki Gunung Salak :)

Wednesday, June 26, 2019

Proyek Tanaman Hias Gantung

Setelah lebaran kemarin, saya kembali pengen bikin proyek pertamanan yang anyar lagi berupa tanaman bunga gantung. Kalau kemarin kan sudah menanam pohon mangga chokanan yang kini sudah berbunga dan muncul bakal buah, maka sembari menunggu 'panen' (aamiinnnn...), saya mau lagi memperbanyak beberapa koleksi tanaman bunga.

Setelah ngaduk-aduk Google, grup bertaman dan berkebun dan nanya-nanya tetangga, terkumpullah 7 tanaman hias yang bakal saya perbanyak dan nantinya akan dipadu padan. Ada yang saya beli, ada pula yang bonusan alias gratisan dan minta ke rumah sebelah hehehe (makanya gaul dong ama tetangga xaxaxa...).

Alih-alih memilih jenis bunga berdasar kecantekannya doang, saya lebih memilih bunga yang ga genit-genit amat alias mencari berdasar kategori seperti ini:
a. gampang tumbuh
b. nggak rewel nuntut pupuk aneh-aneh
c. berbunga (kalau bisa) banyak
d. mudah dibudidaya dan diperbanyak sendiri (supaya nggak bolak-balik beli lagi demi ngirit duit)
e. tahan panas matahari, nggak perlu terlalu sering disiram.

Berbekal syarat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat di atas, maka bunga yang lolos audisi untuk digantung di taman mungil rumah Bogor adalah sebagai berikut:

1. Tapak dara / vinca vinca gantung

src
Tips: tempatkan di luar ruang. Tanaman ini emang doyan dan tahan panas makanya suka pancaran dan mendapat sinar matahari sepanjang hari. Bahkan kalau mau bunganya cantek dan bahenol, pastikan kena sinar pagi siang sore.

Penyiraman ga butuh banyak-banyak. Sirami hanya ketika tanahnya kering. Jika musim hujan, tidak perlu dipindah ke tempat teduh. Cuman, pastikan saja air hujan yang di tanahnya tidak tergenang supaya akar dan batang nggak busuk.

Pokoknya, ini emang bandel dan anti rewel.

Jenisnyapun ada dua. Supaya gampang, saya menyebutnya ada vinca tegak dan vinca gantung. Budidaya atau cara memperbanyaknya bisa dengan semai biji dan stek batang. Nah untuk stek batang, kita bisa mencelupkan batangnya duluan ke cairan zat penumbuh akar seperti Rooton F dan Atonik.

2. Portulaka / krokot / moss rose


src
Dari segi jenis atau bentuk bunga, tentu macem-macem ye kan. Tapi untuk gampangnya, ada dua jenis jika dipilah dari bentuk daun dan ini terkait dengan beda perlakuan.

Singkatnya, portulaka yang daunnya runcing: taruh di tempat yang dapat matahari langsung, ini memang tahan panas, tahan cuaca. Kalau hujan, asalkan air tidak tergenang, gapapa. Bunganya bertumpuk dan gemuk.

Adapun saudaranya yang daunnya oval atau lebih bulat, tidak tahan panas dan maunya dapat air yang sedang aja. Ogah terlalu kering, ogah basah banget. Jujur, jenis ini memang lebih rewel. Maka, taruh di tempat naungan alias ga banyak kena matahari langsung. Bunganya ga bertumpuk, hanya selapis.

Saya sendiri punya dua jenis portulaka di atas, yah untuk ngomplitin koleksi bunga yang juga disebut bunga pukul sembilan ini.

3. Petunia
src
Bunga ini bisa diperbanyak dengan biji maupun stek batang. Catatan pentingnya, dia butuh air tapi jangan sampai menyiram air sampai kena batang dan daunnya. Jadi saat ngocorin, langsung ke permukaan media tanam.

Idealnya, pakai sekam bakar campur cocopeat, dan media tanam yang banyak dijual di toko pertanian.

4. Geranium
src
Untuk memperbanyaknya, bisa pakai stek batang dan biji. Jika mau bunganya banyak, rajinlah memotong cabang yang sudah panjang.

Doi juga tahan panas meskipun baiknya ada naungan seperti di teras atau di gantung yang kena matahari ga rada keras sinar dan panasnya.

Media tanamnya yakni cocopeat dan sekam bakar. Pupuknya NPK atau pupuk yang unsur P-nya lebih banyak untuk merangsang pembungaan.

5. Torenia
src
Lagi-lagi ini bunga tahan panas. Sukanya media tanam yang basah tapi jangan becek dan tergenang. Ini terbilang ga rewel, bisa pakai dominan sekam mentah, tambahkan sekam bakar dan pupuk yang unsur P-nya lebih banyak seperti menanam begonia.

Budidayanya bisa dengan biji dan stek. Banyakan pakai biji sih karena batangnya lumayan lunak, rada ringkih keknya kalau ditancepin ke media tanam. Biji-biji didapatkan dari kantung di bawah bunga yang sudah mengering.

Enaknya lagi, dia juga beranakpinak karena biji yang jatuh akan muncul tunas. Tunggu sampai rada gede atau ada 4 daun, baru pindah ke pot lain.

6. Sirih gading
hlmsmpg
Tanaman penyerap polutan dan racun ini mudah banget ditanam. Tinggal tancepin dan berdoa :)

Media tanamnya simpel. Bisa sekam bakar, tanah biasa yang ditambah kompos.

Sirih gading bisa ditaruh di dalam ruangan, di luar, gantung, maupun di bawah. Malah banyak yang memakai tanaman rambat ini sebagai penutup tanah atau ground cover.

7. Spider plant
hlmsmpg
Seperti sirih gading, spider plant mampu menyerap polutan, bisa di indoor, teras, tahan kering alias hemat air.

Catatannya, sirami hanya ketika media tanamnya sudah tampak kering. Kalau terlalu basah, dia akan menguning, daun serta akar membusuk, dan akhirnya mati. Sedangkan jika kekeringan, daunnya merunduk dan layu.

Idealnya, media tanam ialah paling bawah cocopeat tipis saja, disusul media tanam biasa yang dicampur sekam mentah.

+++

Sebagian foto bunga-bunga tadi saya comot dari dunia maya. Nanti jika sudah sakses diperbanyak, bakalan saya update artikel ini. Sejauh ini, bunga yang sudah berhasil saya budidayakan adalah portulaka, sirih gading dan spider plant.

Selain mereka, tanaman yang sudah duluan bergabung yakni zinnia, melati jepang, brokoli hias, bambu air, lidah mertua atau sansivera, kastuba, bunga kancing, vinca tegak alias tapak dara dan peace lily. Tentu saja wajib me-mensyien si penguasa taman yaitu hamparan 1 hektare 2m x 2m rumput gajah mini yang nggak bawel, tahan cuaca dan irit perawatan.

Satu lagi, dari berburu kemarin, saya baru tahu kalau ada dua jenis vinca jika dilihat dari fisiknya. Ada vinca tegak yang lebih untuk herbal dan berkhasiat dan ada pula vinca hias atau sering disebut hibrida atawa vinca gantung, namun kandungan khasiat herbalnya kurang. Dua-duanya berbunga cakep kok.

Menurut saya mah, duo vinca yang berbeda ini nunjukin kuasa Allah SWT yang menciptakan mahluk hidup dengan aneka ragam dan saling melengkapi. Ada yang lebih untuk estetika serta keindahan dan ada yang diciptakan untuk memberi manfaat bagi umat manusia hehehe. Subhanallah :)

Salam bertaman dari Bogor :)

Thursday, June 20, 2019

Penting buat Runner Nyubie : Lari Tetap Olahraga Berisiko


Lari semakin banyak digemari. Olahraga rekreasional ini memang simpel dan peralatan yang diperlukan juga ga neko-neko - sepatu dan celana kolor (ga pake baju juga ga dilarang) - kecuali sampeyan memang kolektor gadget yang batasan budgetnya adalah langit hehehe.

Program dan tabel jadwal latihan lari dasar, "from walker to runner"

Nah, seiring makin populernya lari, sayangnya makin banyak juga cerita yang berseliweran tentang cerita pengalaman pelari yang mengeluhkan ini itu. Cedera. Dehidrasi. Heatstroke. Kepayahan. Sakit pasca lari, dan lain-lain.

Bagi pelari pemula, menurut saya sih, hal yang paling mendasar adalah awareness bahwa bagaimanapun juga lari adalah salah satu olahraga yang berisiko tinggi.

Lari yang merupakan kategori olahraga high impact, jika tidak dilakukan dengan hati-hati bisa berujung celaka. Kok serem? Ya iya, saya lebih memilih kata-kata serem supaya jadi pengingat bahwa lari bijimanapun berbahaya.

Mau rinciannya? Gampang, googling aja dengan kata kunci seperti: peserta lari meninggal, pingsan, koma, cedera, luka, rumah, sakit.

Dari kesadaran seperti di atas maka kita akan terpacu untuk selalu disiplin dalam melakukan setiap tahapan berlari. Yakni, pemanasan, peregangan, mulai dengan langkah pendek, minim akselerasi, redam ego, minum cukup sebelum-selama-setelah lari dan dengarkan tubuh. Listen your body. Berasa ga enak maka pelankan laju lari dan berhenti. Ga pakai nawar!

Satu lagi. Jika ikut acara lomba lari, pilih dan pilah event yang penyelenggaraannya menyediakan sarana memadai seperti water station, marshal yang cukup, lintasan aman dan steril.

Paling mudah adalah dengan melihat kredibilitas panitianya. Sudah seringkah si penyelenggara bikin ajang lari, seberapa pengalalaman dan lain-lain. Begitu.

Salam lari aman :)



Monday, June 3, 2019

Mudik Pakai Mobil Matic, BBM Irit, Kuat Nanjak, Nyaman Anti Pegal



493 km : 33,9 liter = 14,5 km/lt

Itulah konsumsi BBM kendaraan kami saat mudik Lebaran 2019 ini. Menggendong mesin berkapasitas 1500cc, Avanza seri S tahun 2011 bertransmisi matic mengantar kami dari Bogor menyeberang ke Tanjung Enim, Sumsel sejauh 493 km.

Sengaja berencana menghitumg konsumsi BBM, sedari berangkat kami menerapkan pola hitungan yang paling realistis yakni full to full.

Jadi, dari Bogor tangki diisi full. Bahkan sampai permukaan BBM Pertamax terlihat di bibir tangki. Lalu si mobil item semok dikendarai hingga tiba waktunya diisi ulang di Martapura, Ogan Komering Ulu Sumsel. Saat itu odometer menunjuk 493 km.

Kami isi hingga bener-bener penuh, lagi-lagi sampai Pertamax terlihat di ujung lubang pengisian. Volume isian 33,9 liter.

Maka, jarak tempuh dibagi volume BBM. 493 km : 33,9 liter = 14,5 liter per kilometer.

Apakah ini terbilang boros, rata-rata atau hemat?

Menurut saya, ini termasuk hemat. Mengapa? Saya berani menyimpulkan begini karena punya pengalaman empiris dengan perbandingan apple to apple.


Mudik lebaran tahun sebelumnya, konsumsi Pertamax saya hanya 9 liter/km. Dengan catatan, mobil yang dipakai ya sama persis dan jarak tempuh pun sama. Apple to apple.

Apa saja faktornya? Saya coba merinci estimasi faktor-faktor yang berperan. Sekaligus saya coba seobyektif mungkin dengan tidak menempatkan 1-2 faktor sebagai faktor penentu. Jadi, kesemua faktor di bawah ini sama-sama berkontribusi.

1. Driving style yang lebih kalem
Rekan-rekan di komunitas otomotif menyebutnya 'kaki kanan sudah disekolahin'. Artinya, saya nggak lagi mbejek gas terus menerus atau konkretnya kaki kanan tidak nempel di pedal gas terus-terusan.

Jika dirasa kecepatan mobil langsam, seperti di jalan tol atau jalan arteri yang lurus, datar atau cenderung menurun, saya mengangkat kaki dari pedal gas dan membiarkan laju mobil bergulir memanfaatkan daya yang sudah didapatnya.

2. Tipe ban dan tekanan angin
Saya memang aliran standar pabrikan termasuk pemilihan ban yakni ring 15, lebar tapak 195 dan sidewall 65. Jika tapak lebih lebar seperti pakai ukuran 205 lebih, tentu kerja mesin terpengaruh karena kudu bekerja lebih keras lagi.

Adapun tekanan angin cenderung keras yakni depan 33 psi dan belakang 37 psi. Sejatinya ini tidak keras-keras amat. Karena hanya lebih 1-2 psi dari standar pabrik. Dan untuk perjalan luar kota, tekanan sedikit keras lebih enak daripada kurang angin. Toh lebihnya masih batas toleransi yang maksimalnya sekira 44 psi (merujuk keterangan batasan tekanan di dinding ban).

3. Volt Stabilizer
Selain setelan standar, perangkat tambahan di boil pada mudik tahun ini termasuk minimalis dan anti neko-neko. Saya hanya memakai 1 jenis perangkat yakni Volt Stabilizer bikinan rekan-rekan Duta Kemiskinan seharga Rp 150ribu.


VS ini menstabilkan arus, mengoptimalkan kinerja kelistrikan dan performa mesin. Yang saya rasakan pertama adalah stater lebih cepat, langsung jreng he-he-he

Kemudian, AC lebih dingin dan terutama laju mobil lebih responsif. Kaki hanya nempel tipis-tipis di pedal gas saja, boil sudah jalan. Bahkan kalau lagi nyantai di kompleks, saya tidak injak gas dan posisi transmisi pada D, mobil sudah merayap woles.

Alhasil, di perjalanan, mobil Avanza bertransmisi automatic tahun 2011 ini pun mengkonsumsi BBM lebih hemat, tetap bertenaga dan nyaman alias anti pegal jika kondisi lalu lintas padat atau macet. Tahun-tahun sebelumnya, saya belum memasang Volt Stabilizer.

Di beberapa titik tanjakan di lintas tengah Sumatera seperti di Kota Bumi, Way Kanan Lampung, Martapura, Baturaja, Simpang Meo, Tanjung Enim, Sumsel, laju mobil masih enteng. Pun begitu ketika perlu menyalip kendaraan besar.

Oya, saya sendiri berusaya istiqomah menerapkan safety driving seperti lebih cenderung defensif, tidak nyalip di tanjakan dan belokan serta jika capek mending ngaso dan istirahat.


4. Kurangi ngantuk dengan memilih makanan dan pakaian. 


  • Konsumsi makanan minuman serta berpakaian pun juga saya perhatikan demi mengurangi efek mengantuk. Saya kurangi karbohidrat berupa makam nasi hanya 1/2 porsi, perbanyak sayur dan lauk berprotein seperti telur. Dan tentu saja perbanyak minum air putih. Saya hindari minuman kemasan yang biasanya tinggi gula. Kopi tetap saya minum tapi sengaja kopi pahit nol gula.


Soal berpakaian, saya ikuti rekan-rekan yang demen touring dan kawan sopir truk: jangan pakai celana dalam ketat hehehe.

Maksudnya ketat adalah CD yang model V atau boxer ketat. Begitu juga, hindari memakai celana luaran yang ketat seperti jeans maupun celana bahan yang berikat pinggang.

Konkretnya saya pakai celana training yang longgar dan pinggangnya pakai karet elastis tanpa ikat pinggang. Bisa pula pakai celana kolor sedengkul.

Bagaimana dengan pakaian dalam? Jika disarankan nggak pakai daleman, kita yang belum terbiasa bakal ntar berasa risih lah. Komprominya bisa pakai boxer tapi yang tidak ketat dan berbahan katun. Kalau di Indomaret atau Carefour, bisa pilih merek Scorline, Rider dll. Pokoknya, pastikan tidak ketat.

Celana yang longgar berguna melancarkan peredaran darah terutama di daerah pinggul dan pinggang apalagi kita berjam-jam duduk di kendaraan roda empat maupun roda dua.

Nah itulah catatan dari perjalanan mudik lebaran memakai mobil matic. Ini sekaligus menggugurkan asumsi bahwa mobil bertransmisi matic cenderung boros. Dengan beberapa upaya, konsumsi BBM tetap bisa hemat, bertenaga dan perjalanan nyaman. Pastikan tentunya prinsip safety first ya, enjoy the trip dan fisik mental prima :)

Salam satu aspal :)

Wednesday, May 29, 2019

Bogor berkebun: bikin sendiri pupuk, nutrisi, cairan anti hama



Punya pekarangan taman mini seuprit menggerakan tangan saya untuk ikut menghijaukan Indonesia hehehe. Mulailah menanaminya dengan rumput gajah mini, lalu mangga, pepaya dan beberapa bunga-bungaan.

Nah supaya gerombolan hijau itu happy dan tumbuh cantek dan ganteng, saya perlu membekali diri dengan ilmu bercocok tanam dari kiri-kanan, atas-bawah, utara-selatan. Saya ambil yang praktis-praktis serta bisa dibuat sendiri.

Ini dia beberapa kumpulan tips membuat pupuk, nutrisi dan juga cairan anti hama yang bahannya relatif mudah didapat. Sebagian malah berasal dari dapur :)

1. POC alias pupuk organik cair
POC ini bisa untuk menyuburkan tanah dan tanaman bunga serta buah.
Bahannya nasi basi, gula pasir atau leri (air bekas cucian beras).
- buat 5 kepal kecil nasi, biarkan 3-5 hari sampai berjamur.
- Pada hari ke-6, campurkan dengan gula pasir dan air,
- direndam 7 hari di botol. saring lalu siramkan ke tanaman.

2. POC lainnyaBahan Yakult, micin/ Sasa/ Ajinomoto, air leri, telur (kuningnya saja), ampas kelapa

Campurkan Yakult 2 botol dan micin 1 sachet yang harganya seribuan, lalu air leri/cucian beras 1/4 botol, kocok kuning telur 2 butir, ampas kelapa/air kelapa 250ml

Biarkan 3-5 hari sampai baunya hilang. Lalu kocorkan ke tanah sekitar tanaman.

Pada dasarnya POC bisa untuk menggemburkan tanah dan merangsang bunga dan pertumbuhan daun serta buah. Saya aplikasikan POC untuk tanah yang saya tanami rumput gajah mini, lalu tanaman mangga, pepaya dan bunga-bunga seperti krokot, tapak dara, zinnia, melati jepang, sirih gading, lavender, peace lily dan lain-lain.

3. nutrisi tanaman buah dan sayur
3 kuning telur, madu 2 sendok, 2 sendok susu kental manis. tiap 1 sendok campur ke 1 liter air, semprotkan ke tanaman. sisanya simpan di botol.

4. pindahkan kecambah sayuran
opsi A - buat hidroponik dari botol aqua, self watering, pakai kain dan media tanam.
opsi B - tanam di pot bekas cat menggunakan media tanam. Berikan nutrisi nomer 2 di atas.

5. Atasi hama, bisa untuk kutu putih dll
A. Pakai sisa tembakau pada rokok. 
Sebanyak 2-3 puntung campur pada air panas, aduk sampai menguning dan campurkan pada air. saring dan masukkan ke alat siram.

atau lebih konkretnya: beli saja rokok yang paling murah di warung seperti Gudang Garam merah (kretek), ambil 6 batang lalu kupas dan buang kertasnya. Kemudian rebus air 1/2 liter sampai mendidih, masukkan tembakau, biarkan 2-3 menit sembari diaduk. Angkat lalu dinginkan atau campur air biasa sehingga kita mendapatkan total 1 atau 2 liter. Siramkan dengan menggunakan alat semprot.

B. Buat cairan hama alami
3 Siung bawang putih diulek, campurkan air 1 liter, diamkan 3 hari. ketika dipakai, masukkan dan saring ke alat semprot. lalu campurkan 2 sendok Sunlight/ secukupnya. semprotkan pada tanah, daun sayuran ( atas daun, bawah daun) yang terkena hama/ kutu/ dll.

C. Ramuan serai
-Serai 1 kilogram dihaluskan dengan blender;
-rebus serai yang telah dihaluskan dengan air sebanyak 3 liter;
-Rebus hingga sari serai telah tercampur cukup dengan air tadi, lalu diangkat dan didiamkan sejenak;
-Setelah dingin, selanjutnya masukkan air hasil rebusan serei tadi ke dalam wadah penyemprot tangan (hand sprayer) yang telah disiapkan;
Tambahkan sedikit bubuk deterjen kira-kira 1.3 sendok teh takaran dan kocok hingga tercampur merata.

D. Nasi putih 
Kita juga bisa coba mengatasi kutu putih dengan bahan alami yang lebih sederhana yakni nasi putih. Caranya:
- campurkan nasi putih yang masih layak makan (bukan nasi basi), kira-kira segenggam tangan
- dicampurkan ke air putih 1 liter.
- Tempatkan di wadah tertutup seperti botol bekas, toples dll. Simpan 1 minggu-10 hari
- saring. Nasinya bisa untuk kompos.
- penggunaannya: air dari nasi disemprotkan dengan spray ke kutu putih TANPA diencerkan lagi.
- setelah disemprotkan dan tunggu beberapa saat/hari, siram kembali tanaman dengan air bersih agar tidak ada residu hama yang masih menempel.

E. Insektisida Kimia
Sedangkan instektisida kimia dari pabrikan, hama kutu putih bisa dengan anti hama merek Decis dari PT Bayer Indonesia, Dursban, Curacron atau Curacron. Cari saja di toko pupuk atau online BL dan Toped dll. Ada pula merek lain untuk keluhan yang sama, Regent 50, yang juga jadi andalan mengatasi hama rayap terutama pada perabotan kayu.

src

MSG ajinomoto untuk tanaman sayur dan bunga.

nutrisi, natrium, nitrogen, dll
1 liter air diberi 2 sendok teh/ 1 gram. aduk. masukkan ke botol, bisa bekas aki dll atau alat semprot. berikan 1 minggu sekali ke sayuran. mulai sayuran umur seminggu atau lebih dewasa lagi.

untuk tanaman besar seperti bunga, bisa langsung diberikan tanpa dilarutkan.

Note, untuk tanaman buah, katanya buahnya kurang segar.
- jangan overdosis, bikin tanaman layu dan mati.
- jangan langsung bersentuhan atau dekat batang tanaman. langsung saja ke tanah.
- efeknya bisa merubah rasa sayur. cenderung gurih.
- kalau OD, tanaman bunga lebat bunganya tapi cepat rontok. kalau sedikit, pembungaan tidak terjadi.
- jangan berikan pada tanaman yang baru dipindah. tunggu 1 minggu.
- tetap berikan pupuk pendamping untuk memacu pertumbuhan daun, bunga dan buah. (leri cucian beras)

Komposisi bahan membuat kompos:
1. Kotoran hewan:
a. sapi 40%
b. kambing 10%
c. ayam 12 %

2. Sekam mentah 20%
3. Sekam bakar 10 %
5. Cocopeat/ serbuk gergaji ( 8 %)
6. Stater/ aktivator: EM4 + gula + air + dedak padi.

Campur, aduk dan simpan di wadah tertutup selama 3 minggu - 1 bulan.

Air Cucian Beras untuk Pupuk Organik
Air cucian beras pertama, sebanyak 500 ml masukkan ke botol.
- 1 Sachet biang pupuk D'Nature, ini merupakan bio aktivator. untuk fermentasi air leri jadi pupuk cair organik. aduk dan kocok-kocok. simpan 12 jam untuk fermentasi dan siap digunakan.
cara pakai: 3 sendok pupuk organik x 5 liter air. bisa siram atau semprot.

Salam berkebun dari Cilebut, Bogor :)