Thursday, June 20, 2019

Penting buat Runner Nyubie : Lari Tetap Olahraga Berisiko


Lari semakin banyak digemari. Olahraga rekreasional ini memang simpel dan peralatan yang diperlukan juga ga neko-neko - sepatu dan celana kolor (ga pake baju juga ga dilarang) - kecuali sampeyan memang kolektor gadget yang batasan budgetnya adalah langit hehehe.

Program dan tabel jadwal latihan lari dasar, "from walker to runner"

Nah, seiring makin populernya lari, sayangnya makin banyak juga cerita yang berseliweran tentang cerita pengalaman pelari yang mengeluhkan ini itu. Cedera. Dehidrasi. Heatstroke. Kepayahan. Sakit pasca lari, dan lain-lain.

Bagi pelari pemula, menurut saya sih, hal yang paling mendasar adalah awareness bahwa bagaimanapun juga lari adalah salah satu olahraga yang berisiko tinggi.

Lari yang merupakan kategori olahraga high impact, jika tidak dilakukan dengan hati-hati bisa berujung celaka. Kok serem? Ya iya, saya lebih memilih kata-kata serem supaya jadi pengingat bahwa lari bijimanapun berbahaya.

Mau rinciannya? Gampang, googling aja dengan kata kunci seperti: peserta lari meninggal, pingsan, koma, cedera, luka, rumah, sakit.

Dari kesadaran seperti di atas maka kita akan terpacu untuk selalu disiplin dalam melakukan setiap tahapan berlari. Yakni, pemanasan, peregangan, mulai dengan langkah pendek, minim akselerasi, redam ego, minum cukup sebelum-selama-setelah lari dan dengarkan tubuh. Listen your body. Berasa ga enak maka pelankan laju lari dan berhenti. Ga pakai nawar!

Satu lagi. Jika ikut acara lomba lari, pilih dan pilah event yang penyelenggaraannya menyediakan sarana memadai seperti water station, marshal yang cukup, lintasan aman dan steril.

Paling mudah adalah dengan melihat kredibilitas panitianya. Sudah seringkah si penyelenggara bikin ajang lari, seberapa pengalalaman dan lain-lain. Begitu.

Salam lari aman :)



1 comment: