Showing posts with label foto. Show all posts
Showing posts with label foto. Show all posts

Monday, September 28, 2020

Malam Senin di Puncak: Bogor Jalan-jalan (9) Test motret malam dengan Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel


Di kala sebagian besar kita memilih menghabiskan waktu di rumah pada Minggu malam untuk bersiap beraktivitas di Senin esok hari, kami justru ngeluyur ke Puncak. Sekalian juga saya test bagaimana kinerja kamera Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel untuk motret malam hari.

Spontan saja. Tidak pakai persiapan atau janjian. Pokoknya cusss. 

Di ketinggian dan banyak kelokan, saya jajal bagaimana produk Xiaomi ini ketika diajak motret trail-light dari lampu kendaraan yang melintas dan juga fitur motret setingan manual, termasuk speed lambat.

Di kejauhan, kerlap kerlip pemukiman kawasan Bogor dapat terekam dengan kamera 64 Mega Pixel ini.

Dengan bermobil, kami berenam meluncur dari kompleks rumah di Cilebut menuju Ciawi, lanjut Gadog, Taman Safari, Gunung Mas terus ke atas hingga Masjid Atta'awun. 

Dari masjid ikonik itu, masih lanjut menanjak. Pilihan kami adalah salah satu warung yang menyediakan sate, tongseng dan jagung bakar. 

Menu-menu itu pas banget untuk cuaca Puncak. Sudah di ketinggian 1.400 mdpl, ditambah saat itu habis hujan. 

Nah buat yang ingin menyesap suasana lain di malam Senin, mainlah ke Puncak. Semangkuk Indomie dengan irisan cabe sudah joss menghangatkan malam :) 


Monday, November 4, 2019

Belajar lagi

sumber
Tiba-tiba iseng pengen bebikinan video tutorial, saya ngubek-ubek beberapa referensinya. Tentu jumlahnya banyak artikelnya. Dari youtube, artikel Kompasiana, blog dan lain-lain.

Ketemunya ya inilah. Sengaja saya nggak ingin banyak-banyak, ntar mabok. Ini saja kalau diitung sudah ada 6 link. Cukuplah buat pengantar pemula kek saya ini hehehe.

Sekalian anggap saja PR untuk dibaca-baca sambil makan kwaci. Semuanya di bawah ini sudah saya coba.
  1. Bikin video pendek untuk media sosial
  2. Lima jenis konten medsos
  3. Bikin vlog euy!
  4. Edit video pakai app Quik
  5. Storyboard untuk konten e-learning
  6. Komponen-komponen multimedia
Nah kalau yang suka lari, sepedaan dan aktivitas outdoor, bisa mendokumentasikan track lari/gowes memakai Relive. Gampang banget bikin videonya.

Web Penyedia Foto Gratis
Oya, sekalian saya kumpulin website yang menyediakan foto yang bisa di- download dengan gratis. Saya menyukai yang simpel (tidak perlu daftar/ registrasi dll). Jadi ini memudahkan cara mencari dan download foto gratis, juga ilustrasi, gambar, vektor, video dan lain-lain.


Ini sangat membantu kita jika ingin melengkapi artikel di blog atau web kita dengan ilustrasi foto. Tersedia pula pilihan selain foto, seperti ikon, vektor dan lain-lain, bahkan ada yang menyediakan unduh video. Bukan kah artikel makin cakep jika lengkap dengan ilustrasi foto, ye kan.

Meski gratis, sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih, sebaiknya kita menyematkan atribusi kepada sang fotografer. Gampang kok, tinggal copas format atribusi yang sudah disematkan. Ini link web foto gratis, diurutkan sesuai favorit saya hehehe:
  1. Pixabay (foto, vektor, dan video)
  2. Unsplash (foto)
  3. Freepik (foto, vektor, ikon)
  4. Pexels (foto dan video)
  5. PicJumbo (foto)
  6. Burst
  7. Foodiesfeed (banyak nih foto makanan, kuliner)
  8. StockSnap (foto)
Ada juga lainnya, karena belum sempat update, saya taruh saja link artikelnya ini ya

Thursday, April 25, 2019

Trik Motret Sunset Pakai HP, Kuncinya di Titik Fokus


Bagi pejalan alias traveler, ataupun penyuka senja kek saya, memotret sunset merupakan hal wajib. Apalagi kita makin dimanjakan dengan makin cakepnya kamera HP sehingga mengabadikan matahari terbenam tidak lagi mesti berbekal kamera mahal.

Nah, dari sedikit pengalaman dan sharing cerita kawan-kawan, salah satu kuncian memotret sunset adalah titik fokus tepat pada si matahari.

Jadi yang kudu dilakukan saat menggunakan kamera HP ialah kita mengetukkan ujung jari ke posisi matahari.

Kafe tepi danau buat milenial, pas juga buat bocah dan keluarga, di belakang IPB Dramaga Bogor

So, jangan hanya mengarahkan kamera ke arah sunset lalu jepret. Bagaimana kalau titik fokus kamera HP kebetulan sudah berada di mataharinya? Ya tetap menjentikan ujung jari.

Memotret sunset tanpa menentukan sendiri titik fokus akan membuat foto kita terlihat datar alias flat.

Berbeda jika kita mengetukkan jari ke titik fokus pada matahari. Jepretan kita akan jauh dramatis, tajam dan rona langit juga ganteng maksimal :D

Sekali lagi, rahasia motret sunset adalah ketukkan jari ke matahari.

Untuk lebih mantap, sering-seringlah motret sunset. Makin sering, jam terbang tambah cakep kan hehehe. Practice makes perfect :)

Nah, di bawah ini 3 foto dengan tiga titik fokus. Perhatikan perbandingannya.

Fokus ideal, pas di mataharinya.

Kurang bagus karena titik fokus di bawah matahari  

Foto jadi flat dan biasa karena titik fokus makin jauh dari matahari.

Tuesday, May 9, 2017

Aplikasi watermark foto LOGO LICIOUS


Watermark atau tanda air sudah familiar bagi penyuka fotografi. Watermark lazim disebut sebagai upaya untuk menandai, mencantumkan identitas dan juga mencegah foto tidak digunakan atau di-copy paste sembarangan.

Meskipun demikian, diskusi perlu tidaknya watermark selalu menarik. Beberapa fotografer profesional bahkan tidak menyisipkan watermark. Lho kok begitu? Ya karena mereka postingnya hanya di instagram. Nah di IG netizen tidak bisa copas, paling mungkin ialah screen-shot saja.
Akun IG canonphoto dan national geographic, misalnya, juga tidak ber-watermark. Meskipun masih ada foto mereka yang bertanda air nama si fotografer.

Di sisi lain, akun komunitas foto Geo Nusantara selalu menggunakan watermark logo mereka.
Nah dari sini saja, saya ambil kesimpulan bahwa watermark tetap diperlukan dan bermanfaat. Saya mah ambil positifnya saja hehehe.
###


Di jaman serba Android dan iOS seperti sekarang, aplikasi watermark juga menjadi kebutuhan untuk melengkapi koleksi perangkat lunak di gadget.

Di antara buanyaknya aplikasi serupa, saya menyukai LOGO LICIOUS sebagai aplikasi pilihan.

Keunggulannya...
Pertama, bisa menggunakan logo custom baik jpg dan png. Kita bisa bikin di photoshop dulu. Simpan di HP dan tinggal load.

Kedua, jika kita belum bisa atau tidak punya logo sendiri, aplikasi ini juga memungkin kita bikin watermark sendiri yang sederhana.

Ketiga, berbeda dengan aplikasi lain yang mesti mengetik ulang kata-kata watermark jika kita menggunakan di foto berikutnya, maka Logo Licious memberi fasilitas template.
Jadi, watermark seperti di nomor 2 bisa disimpan menjadi template. Jadi sudah hampir seperti logo custom. Tinggal plek :)

Keempat, ada fasilitas meluruskan logo sehingga presisi 90 derajat. Rata, tidak miring-miring, kecuali jika kita sengaja miring.

Kelima, dilengkapi fasilitas lainnya seperti aplikasi pada umumnya yaitu opacity/ mengatur transparan atau pekat, horizontal atau vertikal, perbesar perkecil dan bisa save serta share.
Keenam, ini yang bikin saya sukai lagi: tidak ada iklan dan bisa dipakai offline alias ga perlu koneksi data.

###
Saya sendiri sudah memiliki file logo sendiri yang custom, namun juga sering membuat teks watermark.

Di antara sekitar 30an font, favorit saya ialah font Mosh Thin 100.
Selain itu, font Bimbo, Nobile, ubuntu, digital, scipts (tulisan latin) juga menarik untuk rekan-rekan gunakan.

Salam jepret :)
IG: inung gunarba

Wednesday, July 20, 2016

EDIT FOTO: Mematangkan dan Meningkatkan Detail Foto


Saya memiliki lumayan banyak foto keluarga dan pemandangan/lanskap hasil oleh-oleh jalan-jalan. Tak jarang, saya ingin memperganteng eh juga mempercantik foto.

Pasalnya, kadang jepretan saya memang kurang tajam, settingan nggak pas, cuaca yang lagi nggak sip, pencahayaan kurang atau saya memotretnya dari balik jendela, entah jendela gedung, pesawat atau helikopter (heheheee... rada pamer nih, saya memang beruntung beberapa kali muter-muter Indonesia numpang baling-baling besi, eh di Korea juga pernah sih :) 

Penyebab lainnya ialah ya sekadar ingin otak-atik saja. 

Nah hasil berguru pada kawan yang jadi editor foto di sebuah koran harian di Jakarta, saya mendapat ilmu cara mengedit foto yang berfungsi mematangkan dan meningkatkan detail/detil. Saya sangat berterimakasih pada mas Ardi untuk ilmu yang bermanfaat dan bakal terpakai terus ini :)

Level perbaikannya sih ya level moderat, jadi warna tidak tajam banget dan kontrasnya masih wajar lah. Oiya, yang paling saya sukai dari tips ini ialah kemampuannya meningkatkan detail.


Begini tips langkah demi langkahnya/ step by step-nya yaitu:



1.     Open file foto
2.     Image > apply image > opacity: ubah ke 80%
3.     Image > adjustment > auto level
4.     Image > adjustment > auto contrast
5.     Select > color range > pilih shadow / ok
6.     Select > modify > feather: ubah ke 60%
7.     Image > adjustment > curve: geser ke kanan atas. atau coba variasi lain
8.     klik gambar atau deselect Ctrl+D
9.     Adjustment > brightness-contrast > geser contrast ke kanan: 10 point ++, atau variasi lain. # 

Untuk gambarannya, berikut ini beberapa perbandingan alias komparasi foto yang belum dan sudah di-edit. Saya menggunakan foto ketika muterin Korea Selatan dengan helikopter kuning jenis Sikorsky S-76C dan satu foto waktu ke China :)

Salam jepret, salam edit, semoga bermanfaat :)



Friday, May 13, 2016

Tips Photoshop Edit Foto Andalan Saya :)

Marinir TNI AL sedang inspeksi heli Bell 412 di KRI Surabaya 591



HARI ini, entah karena lagi selow atau memang lagi kumat utak-atik foto, saya mengumpulkan tips mengedit foto yang sering saya pakai.

Namanya juga penyuka foto lanskap, pemandangan gitu lah dan motret anak, bini, keponakan, keluarga, maka ya trik editing ya berkutat untuk memoles jenis foto-foto itu.

Di planet Google, tentu saja masih banyak trik lainnya. Yang berikut ini hanya yang sering pakai saja, saya kumpulin di sini supaya lebih gampang nyarinya jika lain hari membutuhkan :)

1. "Mengangkat" warna yang lebih matang dan meningkatkan detail foto (dengan tool inti: Color range)
  1. Open file foto
  2. Image/ apply image/ Blending : multiply/ opacity: ubah ke 80%. Kalau mau yang lebih smooth, coba 90% atau Blending: normal atau soft light dengan opacity 80-90%
  3. Image/ adjustment/ auto level
  4. Image/ auto contrast
  5. Select/ color range / pilih shadow / ok
  6. Select/ modify/ feather: ubah ke 60%
  7. Image/ adjustment / curve: geser ke kiri atas. atau coba variasi lain
  8. klik gambar atau deselect Ctrl+D
  9. Image / adjustment/ brightness-contrast/ geser contrast ke kanan: 10 point ++, atau variasi lain. # 
Tips ini saya dapatkan dengan berguru pada kawan saya yang jadi maestro editor foto surat kabar harian, tempat saya dulu pernah bekerja. Terimakasih kawan :)


2. Meningkatkan detail (dengan High Pass)
  1. open file
  2. layer/ duplicate layer ctrl+J
  3. filter/ other/ high pass/ ubah poin ke 3 atau 4
  4. pada layer duplicate: blending option/ overlay/ Ok. #

3.  Meningkatkan detail (dengan Surface Blur)
  1. open file
  2. duplikat layer Ctrl+J
  3. Invert Ctrl+I
  4. pada duplicate layer: blending option/ vivid light
  5. filter/ blur/ surface blur: radius 34, threshold 36/ Ok
  6. duplikat kembali layer duplicate tadi: Shift+Ctrl+Alt+E
  7. Merge layer
  8. pada layer hasil merge: blending option/ overlay. #                                                           

4. Meningkatkan kualitas foto (dengan Smart Blur).
Triks untuk foto kurang tajam, banyak noise seperti foto HP
  1. open file
  2. Filter/ smart blur/ poin 2. 23
  3. Duplicate layer Ctrl+J/ blending option/ soft light.#

5. Orton effect, triks untuk foto lanskap, sunset, sunrise. Melalui Blurring.

Juga bisa untuk efek glamour di foto wajah, seperti yang saya praktikkan jaman majalah FotoMedia dulu :)

Sumbernya= http://www.shutterevolve.com/create-orton-effect-photoshop/
  1. Duplicate layer Ctrl+J
  2. Image/ apply image/ pastikan channel-nya RGB/ pada blending: Screen/ Ok
  3. Duplicate lagi layer yang sudah di-duplikat tadi.
  4. Filter/ blur/ gaussian blur: ubah poin sampai bener-bener blur, misal 22.
  5. Merge dua layer tadi. Blending/multiply.
  6. masih pada layer ini: ubah opacity sesuai selera. #

Note: Foto ilustrasi di atas, saya ambil dari koleksi jepretan saya ketika di tengah perairan Banda pada pelayaran dari Ambon - Banda Neira/Naira - Tual Maluku Tenggara. Itu para anggota TNI AL sedang cek heli Bell 412 miliki TNI Angkatan Laut yang tergabung di Skuadron 400, siaga di KRI Surabaya 591. :)

Oiya, pada prakteknya, saya suka memadukan 1-2 trik editing di atas untuk mengolah satu foto. Misalnya trik nomor 1 (mengangkat warna) dan trik nomor 2 atau 3 jika ingin mendapatkan detail.

Contohnya, saya terapkan kombinasi trik 1 dan 2 di foto pantai Gorontalo berikut ini:

Foto asli:


Foto edit 1 (Color Range)


Foto edit 2 (Color Range + High Pass)

Nah, kali aja ada yang nanya: "kok tone foto editan jadi biru? beda banget ama yang foto aslinya". Jawab: "ehemmm, saya demen tone biru nih hehehe, berasa adem. Bisa juga kita jaga tone-nya lebih warna terang/krem seperti foto awal, tinggal diutak-atik saja saat mengedit hehehe."
Salam jepret, salam utak-atik foto :)

Thursday, January 21, 2016

SD card + WiFi = EyeFi Mobi Pro :)





















BARU seminggu ini saya njepret-njepret dengan kamera DSLR bersama kartu memory ini. SD Card merek Eye-Fi Mobi Pro 32gb.

Kartu penyimpan ini memudahkan transfer foto dari DSLR. Tanpa perlu lagi nyambungin kamera pake kabel ke laptop atau PC, ndak butuh nyopot kartu dan diselipin ke card reader.

Beginian, cocok untuk kerjaan motret di lapangan, mobile dan butuh segera dikirim ke kantor atau ke rekan kerja.

Kartu ini bisa jadi alternatif jika memang belum pengen menenteng kamera DSLR yang sudah berWifi dari pabriknya. Harganya masih mahal pula, buat ane sih grin emotikon

HARGA
Oya, beruntung saya baru membeli si kartu sekarang-sekarang ini. Pakai duit boss tentu saja :)... Ketika sudah harganya menukik dari harga awal, Rp 824ribu dari Rp 1,5 juta di awal 2015.

Untuk kapasitas lain, ada 8-16 Gb. Harganya bervariasi, ada yang dari Rp 400an ribu. Cek link di bawah ntar ya.

Seri Mobi Pro ini juga berbeda dengan kakaknya, Mobi (aja) yang berteknologi lawas. Ada fitur mengupload foto yang kita pilih saja, ini berbeda dengan Mobi yang mentransfer semua foto. Bikin penuh memory smartphone.

Saya juga merasa beruntung karena lebih sering menahan diri ketika suatu produk dirilis dengan teknologi anyar. Ini juga berlaku untuk si Eye-Fi.

Begini. Seingat saya, kartu berWifi sudah ditawarkan ke pasaran 3-4 tahun lalu. CMIIW, mohon dikoreksi kali-kali keliru.

Harga? Buat saya bikin geleng-geleng kepala. Namanya aja nyiuw inopasi :)

WIFI MANDIRI
Apalagi, generasi pertama Wifi-nya masih butuh router. Pengguna harus mendapat sinyal wifi entah dari modem sendiri, pancaran wifi dari gadget atau tengah berada di area hotspot.

Nah, dengan Mobi Pro tidak perlu lagi nyari-nyari wifi karena si kartu memancarkan sinyal wifi sendiri, tentu tanpa pulsa, untuk 'ditangkap' smartphone android atau keluarga iPhone.

Lantas, jadilah foto ditransfer dari DSLR ke smartphone dan selanjutnya terserah Anda. Kirim ke WA, BBM, email dll. Juga ke FB, twitter, instagram dkk.

Soal jenis file, Mobi Pro bisa kirim foto RAW, beda dengan Mobi yang hanya melayani transferan JPEG.

DI MANA?
Saya beli di jakarta notebook, toko fisiknya di Central Park, Jakarta. Onlen shopnya di jakartanotebook.com

http://www.jakartanotebook.com/memory-card/eye-fi

Lho kok nggak di toko kamera? Monggo dibandingkan sendiri ke JP*, bursa k*mera pro, f*cus nus*ntara, tokocamz*ne.

MEREK LAIN
Di pasaran, Eye Fi tidak sendirian. Sudah ada SD card wifi lirisan Toshiba, Transcend dll.
Jika tergoda dengan merek-merek yang sudah akrab terdengar itu, perhatikan lekat-lekat fitur dan bandingkan serta simak review users.

Salam. Semoga review dan pengalaman memakai memory / sd card eyefi mobi pro wifi ini bermanfaat

Lebih kurangnya, mohon koreksi nggih, maklum bukan tukang jepret propesiyonal +_+

Review yang sama saya posting di FB: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10209033467342664&set=a.1293746992565.45382.1497007803&type=3&theater


Kemis, 20012016. Lobby PT Pindad, Bandung.
-- di pabrik senapan serbu & tank 20 ton kok nulis soal kartu memory seujung jempol --:)

Thursday, July 31, 2014

Kumpul bocah dan jejak langkah

Salah satu kegembiraan, juga menjadi keriuhan ketika mudik adalah momen kumpul bocah.

Pun di kala pulang kampung Lebaran 1435H/ 2014 ini, rumah mbah Sami di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, jadi ajang hiruk-pikuk sepupu-sepupunya Kaka.

Untuk foto paling atas, dari kiri ke kanan, yang duduk di tepi spring-bed adalah Lira (usia SMP kelas 1), Kaka (3th 8bl), Oliv (10th), dan Athia (9th). Duduk di lantai ialah Fahran (4th, adik Athia) dan Aira (5th, adik Oliv).

Kesempatan berkumpul dan bersua keluarga besar ini sejatinya juga momen emas mendokumentasikan kebersamaan.

Saya pribadi, perlu berterimakasih pada kemajuan teknologi alat komunikasi seperti HP berkamera dan terintegrasi dengan internet serta mengantarkan pada beragam media sosial.

Mangkanye ye, saya maksimalkan betul-betul gadget sederhana yang ada di tangan saya ini: BB Curve 9220 yang bolehlah dibilang kuno dibanding Blackberry seri Q3, Z3, Q10 atau apalah namanya.

Spek kamera gadget saya ini juga jauh tertinggal dibanding kamera yang tertanam di Samsung Duos, Galaxy, atau Oppo, Lenovo, Nokia, Sony hingga iPhone.

Dengan kamera standar 2 MP tanpa fasilitas lampu flash, momen keluarga yang tidak akan terulang saya abadikan. Lantas share ke FB, twitter dan saya sematkan dalam rangkaian cerita seperti postingan ini.

Nah, justru disinilah, di pendokumentasian seperti inilah, tampak perbedaan bagaimana teknologi dimanfaatkan. Jadi bukan soal bagaimana canggihnya gadget sampeyan atau seberapa mahal harganya.

Mosok ya gadget harga Rp 4-7 juta berkamera resolusi tinggi, hanya untuk chatting dan ngerumpi serta selfie. ^^

Saturday, February 1, 2014

Happy Ending...

Yang ini difoto keponakan,
saya malah belum pernah lihat foto ini :)


Setelah sempat panik karena file foto-foto Kaka sebanyak 50 gb di hardisk nggak sengaja terhapus, mulai tiga hari lalu saya sudah mulai tersenyum. 

Sebagian besar file foto-foto itu selamat, kalau dihitung persentase sekitar 95 persen.

Kok bisa dapet lagi foto-fotonya? Bukankah mas-mas jasa recovery hardisk sudah menyerah? 

Alhamdulillah, ternyata saya dulu pernah menyimpan sebagian foto itu di flashdisk, lumayan besar ukuran filenya. Nemu filenya pun nggak sengaja, waktu itu saya ingin meng-copy file kerjaan ke flashdisk.