Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Wednesday, May 1, 2019

Bogor Jalan-jalan (4), Daftar Kuliner Kaki Lima Legendaris di Kota Hujan

Laksa khas Bogor, Mang Wahyu 


Sebagai Cilebutian, daerah jajahan jalan-jalan kami ya tentu saja seputaran Bogor. Di kota hujan ini, ngumpul jajanan alias kuliner kaki lima nan legendaris yang kudu masuk daftar wajib disamperin.

Pilihannya juga buanyak. Dari makanan berat sampai ringan-ringan sedep.

Sebaran lokasinya juga ga melulu di satu titik. Selain di jalur pecinan Lawang Suryakencana, musti juga menjelajah ke Pasar Anyar, Pabotan, Pajajaran, Pandu, Tajur, Merdeka, Yasmin, dan lain-lain.

Yuk intip atu-atu dan bikin resolusi makaaannnnn! List-nya sudah saya usahakan rada urut berdasar kelompok menu yang sama.

Kafe nongkrong milenial, pas juga buat bocah dan keluarga, di Kafe Tepi Danau Situ Burung, belakang kampus IPB Dramaga

Jadi, misalnya masakan khas Bogor barengan dengan menu yang juga khas, lalu soto kuning berurutan sesama soto kuning, lalu lanjut dengan menu nasi khas Sunda, masakan Padang, sate dan seterusnya. Jadi, nggak mencar-mencar. Tinggal kita milih mau makan apa, lalu tentuin tempatnya :)

Link google map sudah nyatu ama nama tempat kulinernya ye. Detail lokasi, petunjuk arah jalan, foto menu dan review dari foodgoer sudah ada di link Google Map masing-masing.

Hayuk jalan :D

  1. Laksa Bogor “Mang Wahyu" Gang Aut, masuk dari Jalan Suryakencana
  2. Laksa Bogor Ibu Lily, Food Court SKI Tajur. Laksa tradisional, asli Bogor premium euy
  3. Cungkring Pak Jumat, Surya Kencana, seberang Bank BCA, BNI dll. Cungkring tuh ada sate kikilnya, lontong, dll. Jangan "ketipu" ama jualannya yang pakai gerobak karena cungkring ini legend banget di Bogor. 
  4. Asinan Jagung Bakar Pak Sabur, Surya Kencana
  5. Asinan Ny Yenny, seberang terminal Baranangsiang
  6. Asinan Sedap Gedung Dalam, Siliwangi, Sukasari, terusan dari Surya Kencana
  7. Asinan Ahauw, Surya Kencana
  8. Asinan Asli Bogor, pinggir jalan persis di Jalan Juanda, seberang pintu masuk selatan Kebon Raya, dekat ama BTM. Di ruko tapi plang namanya keliatan dari mane-mane. Latarnya putih, cat hurufnya merah :)
  9. Lumpia Basah Bogor - gerobakan, take away hehehe, Surya Kencana
  10. Toge Goreng Pak Iwon sebelah Strudel Bogor di seberang Botani Mall
  11. Toge Goreng Pak Gebro, Pabotan, Pasar Anyar, Jalan Pengadilan, dekat Istana /  Kebon Raya Bogor.
  12. Combro Gang Aut, Atmaja dll, Gang Aut, Surya Kencana
  13. Nasi Dulang Sunda Rahmawati, Jalan Kantor Pos, belakang Giant Pajajaran, Baranangsiang
  14. Warung Nasi Panghegar, menu harian dan ikan tawar, Taman Topi
  15. Dapur Nene Gode, menu harian, belakang RS PMI
  16. Pepes Nita, Jalan Malabar, belakang RS PMI dan IPB Pajajaran 
  17. Baso Gulung Bragi, Bangbarung, Tegal Gundil, Bantarjati. Bisa via Pajajaran atau Jalan Pandu (lamer Taman Corat-coret belok kanan)
  18. Bakso Kikil Pak Jaka, Suryakencana
  19. Bakso PMI Panduraya
  20. Bakso bening Sukasari III / Bakso bening Elizabeth, seberang UPTD Pemadam Kebakaran
  21. Mie Ayam Baso Bangka Bang AL, Sawo Jajar, belakang Bogor Permai, Siliwangi, terusan Air Mancur dan RS Salak, Istana, Kebun Raya
  22. Mie Ayam Dores, belakang Matahari dekat Stasiun Bogor
  23. Mie Ayam Jawa Gadis, dekat Jembatan Merah, stasiun Bogor
  24. Mie Ayam Gang Ambi, Ciwaringin
  25. Soto Mie Mang Ohim, Cimanggu. Akses dari Yasmin
  26. Soto Mie Yasmin, di Ruko Taman Yasmin, sejajar ama TransMart
  27. Soto Mie Bogor Baru, di Bogor Baru. Lahan parkir mobil di pinggir jalan. Rada susah kalau lagi banyak rombongan. Pertimbangkan pakai sepeda motor hehehe
  28. Soto Bang Bonin, Jalan Semboja
  29. Soto Bogor Pak Salam, Surya Kencana (daging digoreng)
  30. Soto Pak Bongkok, Suryakencana
  31. Soto Kuning Pak Yusup (pakai P), Surya Kencana (isian digoreng, ada juga yang kuning)
  32. Soto Kuning Pak M Yusuf, Surya Kencana (dagingnya direbus dan bukan digoreng)
  33. Sop Buntut Mang Uu, Bangbarung, Bantarjati
  34. Soto Ibu Rahayu, Pajajaran, Baranangsiang, samping SPBU Shell
  35. Bubur ayam Bahari, Warung Jambu
  36. Surabi duren Sukasari
  37. Es Sekoteng Bogor Permai / Boper, Pabaton, Jalan Siliwangi
  38. Es duren / durian Yanto, Sukasari (terusannya Surya Kencana)
  39. Es Pala Ujang, Surya Kencana
  40. Ayam Goreng Warung Doyong - menu masakan rumahan, Jalan Pahlawan, Bondongan
  41. Mie Godhog dan Nasi Goreng Jawa, Jogja, Pak Latief, depan RS Salak, langganan Pakdhe Jokowi
  42. Mie Godhog Jogja Pak Karso, Jalan Pajajaran
  43. Martabak Bangka Encek / Ncek, Surya Kencana
  44. Lele Bakar Pak Putri, Malabar, belakang Lippo Plaza
  45. Gudeg, Ayam Bacem, aneka masakan Jawa, mBok Sum, Sempur
  46. Gudeg Jogja, Pondok Nasi Rivska, depan SD Pengadilan 3, Pasar Anyar
  47. RM Padang Family Asri, Uda Edi, Kebon Pedes
  48. RM Warung Padang Beringin Elok, di dalam Pasar Anyar
  49. RM Padang Laweh Uni, Pandu, dekat Warung Jambu
  50. Sate Kambing Bang Hasiang Kumis, 24 jam, Pajajaran, dekat Talas Sangkuriang
  51. Sate Kambing Pak Rebing, Jl Aria Wiranata, Empang. Bisa dari arah BTM, Kebun Raya. 
  52. Sate dan Sop Kambing H Ismail, Taman Kencana
  53. Bebek Pak Ndut, Air Mancur, GOR
  54. Pecel Madiun (ada gudeg, garang asem, masakan khas Jawa lainnya)  Mbak Niek, Pandu
Oya, daftar buruan kuliner ini emang nggak nyantumin yang non-halal ya, harap maklum :). Tapi ojo kuwatir, bagi yang nggak bisa mamam non-halal, sahabat-sahabat pengusaha kuliner di Bogor selalu terus terang dan ngasih semacam papan atau tulisan yang jelas kalau masakannya mengandung yang non-halal :)

Next, tentunya masih buanyak koleksi kulineran Bogor. Nanti saya cicil lagi ye komplit ama link Google Map, foto dan review-nya.

Salam kulineran dari Bogor :)

Tuesday, August 22, 2017

Pengalaman Menaikkan Berat Badan Tanpa Obat Tanpa Suplemen

Dulu saya pernah kurus, berat badan hanya 43 kg padahal berat badan ideal ialah 60-62 kg. Defisit hampir 20 kg. Berat segitu ya terbilang cungkring. Keluhan saya, akibat terlalu kurus ialah mudah letih dan gampang sakit. Untuk itu, saya cari cara bagaimana bisa naik berat badan secara alami.

Waktu itu zaman masih kuliah, segera saya mencari referensi di internet, majalah dan nanya-nanya. Dapatnya beberapa pilihan seperti minum obat, herbal, suplemen makanan, makanan tambahan dan akupuntur.

Semuanya saya tepis. Untuk obat, saya ragu karena mempertimbangkan kemungkinan efek samping. Minum obat herbal begitu juga. Kalau mengonsumsi suplemen dan makanan tambahan, kendalanya kantong tipis hehehe. Harga produk suplemen tahu sendiri kan... mahal. Baik yang berbentuk susu bubuk, susu cair maupun ekstrak makanan.

"Perburuan" saya akhirnya berakhir di sebuah artikel di majalah. Sejatinya, artikel itu tidak membahas secara langsung cara menaikkan berat badan, melainkan berbicara tentang asupan karbohidrat dan kebutuhan kalori. Baik, saya sarikan kembali menggunakan bahasa atau kata-kata saya sendiri:

- Intinya, tubuh membutuhkan kalori sebagai sumber tenaga untuk beraktivitas sehari-hari. Sumber kalori berasal dari makanan yang mengandung protein, karbohidrat dan lemak. Idealnya, asupan makanan yang masuk ke tubuh memenuhi kebutuhan tenaga. Gampangnya: yang masuk sama dengan yang keluar. Nah jika ada selisih, maka sisanya akan disimpan sebagai cadangan lemak.

Dengan bahasa yang simpel versi saya, maka untuk menaikkan berat badan, saya perlu memiliki cadangan lemak. Yang berarti, makanan yang masuk ke tubuh saya melebihi kebutuhan tenaga saya. Lebih gampangnya lagi: gimana caranya agar saya bisa makan banyak dan lebih banyak.

- Masalah orang kurus: nafsu makan rendah
Oke, penjelasan awal sudah jelas ya. Tetapi seperti yang saya rasakan, masalah orang kurus adalah rendahnya nafsu makan. Meski laki-laki, saya dulu makan hanya sedikit. Bahkan tiap makan kurang berselera, nasi hanya separo, makan sayur dikit, malah makan daging ayam dan sapi pun hanya secuil-cuil. Jadi ketika ingin makan lebih banyak, ya masalahnya disitu lah... bagaimana mau makan banyak jika nafsu makan minim? Anda yang termasuk korps si kurus juga merasakan kan? hehehe.

- Maka, kita perlu "merekayasa" tubuh agar menjadi lapar dan "rakus". Bagaimana caranya padahal saya ogah minum obat penambah nafsu makan dan kawan-kawannya? Merujuk ke artikel di majalah, yang perlu dilakukan adalah melakukan kegiatan fisik berupa olahraga yang nantinya merangsang rasa lapar. Dan, jenis olahraganya tidak sembarang, melainkan yang bersifat anaerobik, contoh konkret adalah melakukan latihan beban. Dan bukan olahraga aerobik seperti lari, sepeda, senam dan lain-lain.

Urutannya begini:
- latihan beban bikin capek dan letih > ketika capek dan letih maka kita lapar > ketika lapar maka kita ingin makan > apalagi jika kita lapar karena beraktivitas fisik yang intens, maka porsi makan kita juga menjadi banyak = inilah yang saya sebut "merakayasa" agar tubuh menjadi lapar :)

Latihan beban yang bagaimana?
Mungkin Anda akan bertanya, apakah mesti latihan beban di gym? boleh, asalkan kantong ada cukup untuk membayar biaya member perbulan yang bisa ratusan ribu saban bulan hehehe.

Jika belum ingin nge-gym karena faktor dana dan karena belum ada waktu, saya beri solusi yang esensinya sama saja. Lagian, saya memang tidak menyarankan latihan beban di gym jika masih bisa melakukan dan mendapatkan hasil yang sama jika berlatih di rumah.

Inti dari latihan beban di sini adalah gerakannya dilakukan pelan, pengulangan sedikit dan menggunakan beban maksimal yang mampu kita angkat.

Pilihan cara:
1. Prinsip wajib: lakukan pemanasan dan peregangan dengan berlari pelan di tempat 2-3 menit dan disusul peregangan ringan terutama di bagian tangah, lengan, bahu dan pinggul.
2. Berlatih beban dengan menggunakan berat tubuh sendiri.
- Push up sebanyak 5x, istirahat 1 menit (ini set pertama). Ulangi lagi (set kedua) dan ulangi hingga jumlah set  4-5 kali.
- jika sudah terbiasa, tambahkan pengulangan push-up menjadi 7-10x tapi pastikan istirahat tetap 1 menit dan jumlah set hingga 5 kali.

3. Tetap lakukan push up dan kombinasikan dengan latihan beban menggunakan alat sederhana, pilihannya begini:
- Beli dumble di toko alat olahraga sekitar rumah, ada juga di Mal. Bebannya 4 kg, 6kg-8 kg. Jangan terpaku pada merek, jika mau yang mahal ya monggo sih. Sebagai gambaran, merek biasa di toko olahraga pinggir jalan harga untuk dumble 4 kg sekitar Rp 50-60 ribu. Makin berat makin lebih mahal.

Tapi saya tidak terlalu mengharuskan beli alat yang berarti mesti ada pengeluaran kan? Untuk itu, ada tips membuat "dumble" memanfaatkan barang bekas di rumah. Begini:

- Ambil 2 botol minum air kemasan 600ml, isi air penuh dan tutup erat-erat. Masing-masing berat botol berisi air itu sekitar 600 gram. Satukan 2 botol tadi dengan isolasi. Jadilah "dumble" seberat 1,2 kg. Buat lagi sehingga Anda punya untuk melatih tangan kanan dan kiri.

Mau nambah berat "dumble"? isi dengan kerikil atau pasir. :)

Berlatihlah terus secara teratur 5kali seminggu, pastikan ada hari-hari istirahat. Jika makin lancar dan kuat push up dan latihan beban, lakukan push up dan angkat dumble sampai Anda tidak dapat mengangkat badan/ tubuh lagi. Itulah yang saya maksud dengan: mengangkat beban maksimal.

Selain push up, ada gerakan lainnya yang memanfaatkan berat badan sendiri (istilahnya: body weight) seperti chair-dip, leg swing, plank dll. Monggo googling untuk tahu pose/gerakannya.


Catatan:
Mungkin ada pertanyaan dari rekan-rekan perempuan: apakah latihan beban bisa bikin otot dan penampilan tubuh seperti lengan menjadi berotot seperti binaragawati?

Saya mahfum dengan pertanyaan ini, wajar kok jika ada yang khawatir otot lengannya "methekol", meminjam istilah jawa hehehe.

Saya pastikan tidak bakal seperti itu karena binaragawati mendapatkan otot begitu ya dengan bantuan obat dan sampai suntik hormon dan tentunya latihan beban extreme. Soal yang ini, silakan googling ya.

Nah kita kan tidak sampai begitu kan. Justru latihan beban ringan ini bikin lengan teman-teman cewek makin kencang dan ramping. Di jamin, tetep proporsional dan tidak sampai bikin tampilannya "ngeri" hehehe. peace.

Demikian tips cara menaikkan berat badan yang bisa kita lakukan tanpa mengonsumsi obat dan suplemen. Berat badan saya naik bertahap, aman dan natural menjadi 45 kg, merambat terus hingga tembus 50 dan bergerak sampai 60 kg.

Dampak positif dari menambah berat dengan olahraga ini adalah kita merasa segar, lebih bugar dan pikiran pun positif. Malah terpacu untuk menambah jenis olahraga seperti lari, renang dan bersepeda.

Salam sehat, salam olahraga :)

- Program dan tabel latihan untuk pemula di artikel ini.
- Program lari 5K di postingan yang ini.
- Nah kalau yang ini, tips membuat video yang 'mendokumentasikan' jalur trek lari kita :)


Tuesday, April 29, 2014

Nimbun Karbo!

Goyang hepi goyang salsa
Goyang dikit buat senang-senang
Hari ini senin besok selasa
Agenda besok cuma satu: renang!

+++

Pelajaran dari kemarin-kemarin, jika esok hari saya ingin olahraga maka saya mesti banyak prepare.

Bukan cuma nyiapin celana lari atau renang sudah kering dijemur tapi juga masti'in asupan karbohidrat. Juga istirahat yang cukup.

Sarapan!
Ini mutlak. Lagi-lagi ini pelajaran minggu lalu, ketika itu saya bangun kesiangan. Meskipun tetap makan siang jam 12an tapi tenaga dari satu kali makan itu nggak cukup untuk lari sore di GBK Senayan atau renang di Manggala Wana Bakti, persis sebelah DPR/MPR.

Kalau mau makan lagi, misalnya jam 3 sore, kok terlalu mepet dengan waktu start olahraga.

Kejadian pada kamis minggu lalu persis seperti itu. Siang makan siang, lantas saya makan siomay seporsi di sore hari.


Monday, December 9, 2013

45 Menit Pertama di Aceh: Gulai Kambing!





PERJALANAN keluar kota hari ini adalah ke Aceh. Dari Bandara Soetta jam 09.30, mendarat di Sultan Iskandar Muda jam 11.50. Cuaca cerah, take-off dan landingnya sama-sama mulus.

Bandara di Aceh kira-kira berjarak 20 menit naik mobil ke pusat kota. Dijemput teman, kami memutar di depan Masjid Raya Baiturrahman dan menuju tempat menginap di Hotel Oasis, Jalan Teuku Cik Ditiro.

Sebelum sampai hotel, mengisi perut kosong dulu di Rumah Makan Ridho Illahi seberang gedung pertemuan Gerdung Sosial, di Jalan Teuku Cik Ditiro, cuma dua menit dari Masjid Raya (itungan naik mobil ye)

Menu utamanya gulai kambing, selain ayam goreng kampung.

"Dagingnya empuk," kata kawan saya. Suapan pertama pun membuktikannya.