Showing posts with label majene. Show all posts
Showing posts with label majene. Show all posts
Monday, June 21, 2010
Komentar Terintegrasi dengan Facebook!
KINI, fitur komentar pada situs dan blog makin menarik karena terintegrasi dengan Facebook.
Jadi, kalau kita menulis komentar, komentar akan tampil di wall profil akun FB. Dengan catatan, di saat bersamaan kita juga membuka akun FB kita.
Jika sedang tidak membuka *libur atau puasa qe3* FB pun, kita tetap bisa menulis komentar sama persis jika kita berkunjung ke situs atau blog.
Labels:
blog contest,
endro.net,
facebook,
integrasi,
komentar,
majene,
situs,
smk,
tanah luas,
Tips,
yppti.org
Sunday, June 20, 2010
SMK, Siap Beradu Layar
SMK, sekolah menengah kejuruan kini tak hanya berkutat dalam semboyan 'siap kerja'. Semboyan ini sepertinya menihilkan semangat yang sejatinya ada dalam pengajaran di sekolah. Yaitu life skill.
Gembar-gembor yang porsinya lebih banyak kepada kesiapan kerja saya kira bukan kesengajaan. Ini lebih efek samping dari bias komunikasi dari Departemen Pendidikan Nasional. Niatnya sungguh-sungguh mulia: ingin mengedukasi publik pada keberadaan SMK dan mengangkat citra karena sebelumnya sekolah kejuruan dipandang sebelah mata.
Sedikit berbeda dengan saudaranya yang SMA, siswa sekolah menengah atas di persepsi bakal menyuplai universitas atau pendidikan yang lebih tinggi lainnya.
Sedikit berbeda dengan saudaranya yang SMA, siswa sekolah menengah atas di persepsi bakal menyuplai universitas atau pendidikan yang lebih tinggi lainnya.
Apa benar? bagaimana jika alumni SMA ingin langsung bekerja? Waduh, sebagai produk SMA, saya sendiri yakin bekal saya jauh dari kebutuhan dunia kerja. Dan, siswa SMK lebih unggul dari saya. Nah, inilah poin plus dari kampanye pencitraan SMK oleh Diknas.
Labels:
Cerita,
majene,
race,
sandeq,
smk,
smk kelautan,
smk neger 3,
sulawesi barat,
yppti
Tuesday, January 19, 2010
Aceh, Majene dan Papua

Hari ini aku sudah minum Kopi Brown keluaran Kopiko plus sebotol (isinya aja) Kratingdaeng, katanya biar melek dan ber-chemangat.
Maunya, biar aku segera beranjak ke Bandara untuk terbang estafet ke Aceh lalu besoknya ke Majene. Empat hari disana, sebelum ke Jayapura selama seminggu. Ujung ke ujung, kata orang.
Selintas kutengok langit dari jendela. Birunya bercampur silau matahari dari barat. Adzan ashar sudah 30 menit berlalu. Kini tak ada suara lagi, hening.
Suara alam lalu menguasai rumah ini: air kran menderas di permukaan wastafel dan denting gelas dan sendok beradu ketika ditiriskan di rak piring.
Di mushola rumah di lantai dua, samping kamar bapak, gordyn jendela sengaja kuseret sampai tepi. Sinar mentari sore ini begitu hangat menyirami sajadah yang terbentang.
Angin selatan menyusup lewat jendela, turut mengelus rambutku ketika sujud. Alhamdulillah!
*Cipaku, Selasa sore 16.03
Subscribe to:
Posts (Atom)
