Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Sunday, September 10, 2017

Runner Jealousy, Kecemburuan Pelari :D


Benar juga kata orang, berpapasan dengan orang yang lari pagi atau sore itu (bisa) bikin iri. Jeles. Jealousy.

Saya nggak tahu teorinya. Yang pasti itu sering saya rasakan, terutama ketika saya lagi di hari yang sudah diagendakan untuk peplayon tapi batal.

Melihat orang lari berasa pengen segera ganti baju dan ganti sepatu. Maunya seh...

Tidak hanya di dekat tempat tinggal saya di Rawabelong Jakarta, ketika melihat pelari rekreasional di Cibinong sono, saya jeles. Pun begitu di perut Sumatera saat berpapasan dengan anggota TNI yang lari sendirian.

Di Jogja, ketika saya liburan dan tanpa membawa sepatu, timbul iri (tanpa dengki) ketika kawan pamit mau lari sore.

Di ujung timur, di ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut di Tembagapura, saya berpapasan dengan beberapa runner cewek yang sepertinya karyawan Freeport, tengah berlari pagi mendaki ke arah area landasan helikopter.

Padahal oksigen mulai menipis di ketinggian itu. Saya salute dengan kerja keras paru-paru dan kerja keras dengkul mbak-mbak Freeport :) #jempol

Rasa yang sama dan juga bikin gatal kaki saya ialah ketika halan-halan nun jauh memakai duit negara (upss) ke Belgia. Saya mesti menahan luapan adrenalin saat mobil yang saya tumpangi melewati Cinquantenaire atau kalau tidak salah Royal Park Brussels.

Saat itu sudah beranjak sore di hari minggu, sudut mata saya mengikuti lalu lalang para pelari Eropah yang lelarian di taman. Ada yang di trotoar luar taman, banyak juga yang mengamplas konblok dengan sepatuya di dalam taman. Pengen juga sih turun dari mobil tapi kedua bahu lagi bergelantungan kamera DSLR dan ransel kerja, alasan! Ya sudahlah :P

Oya, sampeyan bisa jadi rada sulit untuk membayangkan bagaimana bisa lelarian orang lain bikin jealous. Ah, gapapa sampeyan kebingungan, karena memang: 'only runner will understand'

:D

- Program latihan lari bagi pemula, transformasi dari walker (pejalan kaki) menjadi runner, pelari :)
- Manfaat olah raga lari: dongkrak daya tahan, usir penyakit batuk pilek flu jauh-jauh!


Wednesday, July 30, 2014

Piknik-Mudik ke Air Terjun Bedegung


Lebaran hari ke-2 kemarin, kami pelesir ke air terjun Bedegung. Lokasinya di Tanjung Agung, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Lokasi air terjun setinggi 100 meter ini dapat dicapai dari arah pusat kota Muara Enim selama 2 jam (47 km) atau jika dari Tanjung Enim 1,5 jam (32 km) ke arah selatan atau ke Baturaja.

Kebetulan, lebaran 1435H/2014 ini, kami mudik ke Tanjung Enim. Ini kampung halaman istri saya dan juga tempat kelahiran Kaka, kini 3 th 8 bln.

Sedangkan jika dari Palembang, ibukota Sumsel, jaraknya lumayan jauh, mencapai 223 km. Jarak ini setara 7 jam perjalanan darat.

Terdapat rambu-rambu penunjuk jalan menuju wisata air ini. Jalan masuk ke Bedegung ada di daerah Tanjung Agung dan terdapat plang selamat datang yang melintang di atas jalan sehingga terlihat mencolok.

Dari titik ini, jarak ke lokasi Bedegung sekitar 3 km melalui jalan aspal yang mulus meski sempit untuk papasan dua mobil.

Jangan kaget, jika di musim liburan panjang, termasuk Lebaran dan Tahun Baru, kita harus berbagi jalan karena padatnya kendaraan :)

Sekitar 700 meter sebelum masuk lokasi, terdapat pos retribusi bagi pengunjung. Tarif masuk dihitung per kepala @Rp 20.000. Rombongan kami 8 orang, jadi totalnya Rp 160.000,-

Setelah memarkir mobil di tempat parkir yang lumayan luas, kami lantas berjalan kaki sekitar 300-400meter ke arah perbukitan. Usai melalui jalan berundak yang menanjak, lantas menurun hingga di jembatan.

Wednesday, January 8, 2014

Aceh, Bali, Lombok, Ambon ... Ayo Lari Saat Travelling



SAYA merasa beruntung di tahun 2013 lalu. Antara bulan Juli hingga Desember, saya sering ditugaskan keluar kota dan rentang enam bulan itu saya sempatkan untuk menjajal lari di beberapa kota di Tanah Air.

Penugasan keluar kota pun lebih terasa sebagai kesempatan emas daripada semata-mata menunaikan kewajiban dari kantor. Alih-alih mengeluh, saya memilih dibawa senang saja.

Saya pun melakukan beberapa aktivitas yang saya sukai disela-sela kegiatan luar kota. Pada dasarnya aktivitas yang saya sukai adalah olahraga lari, selain jalan-jalan, plus makan :)

Oya, sebagai gambaran, pekerjaan inti yang mesti dilakukan ketika melalang buana itu adalah meliput serangkaian kegiatan kantor, menulis artikel/berita, dan memotret. Ini berlangsung dalam satu hari dari pagi hingga sore.

Setelah break pada petang hari, sekitar maghrib, lantas membantu atasan ketika sesi presentasi: jadi asrot alias asisten sorot. Itu loh, yang mengoperasikan power point di laptop untuk dipancarkan oleh proyektor. Ya asrot itu lah :)

Nah dengan time-schedule itu, saya bisa mengatur ketiga hobi saya itu. Pilih dan pilah waktunya. Olahraga lari saya maksimalkan H-1 dan H+1, satu hari sebelum acara dan sehari setelahnya.

Di antara beberapa kota yang disinggahi dan saya sempatkan lari disana, ada dua kota yang paling istimewa: Aceh dan Ambon.

Pertama karena letak geografis keduanya yang berada di kedua kawasan ujung Indonesia. Aceh sebagai serambi barat Indonesia, sedangkan Ambon termasuk kawasan timur bersama Papua Barat dan Papua.

Sunday, December 1, 2013

Ambon Manise!

















MENUTUP bulan November, saya main ke Ambon. Trip kali ini terbilang istimewa lantara pertama kali ke ibukota Provinsi Maluku. Juga perjalanan saya paling timur dari sebelum-sebelumnya. Tinggal Papua dan Papua Barat yang belum saya sambangi.

Di sana, waktu kunjungan selama tiga hari dua malam. Tepatnya, berangkat dari Jakarta di Kamis subuh 28 November 2013, jam 05.15 WIB dan baru mendarat di Bandara Pattimura pada 16.30 WIT. Ingat, ada selisih dua jam antara Jakarta dan Ambon. Riilnya, setelah delay hingga 3 jam (take off jam 08.16 WIB) dan transit 30 menit di Makassar, perjalanan udara menggunakan Sriwijaya Air terhitung sekitar enam jam.

Lepas dari agenda inti pekerjaan yang berlangsung sepanjang Jumat dan berlanjut pada Sabtu pagi hingga siang, saya menyempatkan waktu luang dengan keluyuran ke sebagian kecil sudut-sudut Ambon di hari pertama. 

Makan malam di RM Raja Gurih yang kaya dengan menu sea food lalu jalan-jalan ke arah simpang empat Masjid Al Fatah. Nyangking oleh-oleh berupa kue kenari lalu kembali jalan kaki ke Hotel Amaris, tempat menginap.

Thursday, November 28, 2013

Trip luar kota: Yang saya sukai dan ndak saya sukai...


SUDAH empat bulan ini, frekuensi dinas luar kota saya menanjak. Pernah sampai dua kali seminggu di bulan September. Belakangan 3-4 kali sebulan, tiap jalan selama 3 hari.

Tugas yang saya lakukan sih masih soal peliputan dan saya tulis untuk kemudian dikirim ke kantor pusat di Jakarta dan ditayangkan di media massa. Sekalian juga memotret event/kegiatannya.

Nah, ada beberapa hal yang saya nikmati dan ada juga yang ndak saya sukai.

Biar endingnya enak, saya mulai yang ga asyik dulu:
1) Mengetik di mobil.
Entah di BB atau laptop, mengetik di kendaraan yang tengah melaju membuat saya pening minta ampun.

Saya hanya butuh 2 detik, bener-bener dua_detik, tiktoktiktok, sejak menunduk menatap layar gadget dan menjentikkan jari untuk segera didera pusing. Juga mual, perut diaduk-aduk.