Tuesday, March 10, 2026

Saat Ombak Tinggi, Nelayan Memperbaiki Jaring




Ada pepatah atau ungkapan dari kehidupan pesisir: ketika ombak sedang tinggi, nelayan tidak melaut, mereka memperbaiki jaring.

Mereka tahu laut tidak bisa dipaksa, jadi waktu di darat dipakai untuk menambal jala, merapikan perahu, dan bersiap ketika laut kembali bersahabat.

Saya kok merasa pepatah itu sedang relevan dengan kondisi 'in this economy' sekarang yang kadang tidak menentu bagi banyak orang.

Peluang kerja terasa sempit, bahkan rasionalisasi / efisiensi, (versi sopan dari lay off atau PHK), tim HR freeze hiring alias tidak melakukan perekrutan baru, bisnis melambat, dan banyak orang merasa seperti sedang berdiri di tepi laut yang ombaknya terlalu tinggi untuk dilawan.

Tetapi mungkin justru di masa seperti inilah kita sebenarnya sedang diberi waktu untuk memperbaiki "jaring kehidupan" kita sendiri.

Bukan berarti berhenti berusaha ya, tetapi sambil berjalan kita juga meningkatkan kemampuan existing yang mungkin selama ini belum sempat dipelajari dengan serius. Atau, malah skill anyar. 

Misalnya memperbaiki bahasa Inggris, bukan hanya grammar, tetapi juga kemampuan percakapan yang diselaraskan dengan bidang kita.

Atau mulai belajar keterampilan digital yang sekarang semakin dibutuhkan, seperti digital marketing, manajemen media sosial, editing foto - video pendek, dan memahami cara menggunakan AI lewat teknik prompt yang efektif.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat kecil jika dipelajari sedikit demi sedikit setiap hari.

Tetapi jika dilakukan selama berbulan-bulan, sebenarnya kita sedang membangun versi diri yang jauh lebih siap ketika peluang ekonomi kembali pulih dan terbuka lebih luas (aamiin). 

Oiya mungkin kadang terlintas merasa hidup harus selalu menghasilkan sesuatu sekarang juga, seperti nelayan yang harus terus melaut setiap hari tanpa jeda.

Padahal nyatanya, bahkan nelayan level suhu pun tahu ada musim ombak tinggi, yang paling bijak justru bukan melaut, tetapi memperbaiki alat tangkapnya. Menambal badan dan memperbaiki mesin perahu.

Karena ketika ombak akhirnya mereda dan laut kembali tenang, nelayan yang rajin memperbaiki jaring biasanya berangkat dengan persiapan paling matang.

Dan sering kali justru mereka yang pulang dengan tangkapan paling banyak.

Jadi kalau hari-hari ini terasa seperti sedang menghadapi ombak yg tinggi dalam hidup atau pekerjaan, mungkin itu bukan hanya dipandang sebagai masa sulit semata.

Mungkin itu juga seolah kita diberi jeda untuk memperbaiki jaring kemampuan kita, supaya ketika waktunya datang, kita melaut dengan cara yang jauh lebih siap dari sebelumnya.

Btw tiba-tiba pagi-pagi bijak begini, apakah ini berkah dari Lailatul Qadar? 🙂😃

Pidihil baru begadang netflikan.

Saturday, September 6, 2025

KRL. Yang saya nikmati dan yang kadang bikin nyengir.

Naik KRL setiap hari sering dianggap melelahkan, padahal ada banyak cerita menarik yang bisa kita tangkap dari rutinitas itu. Saya sendiri sudah cukup lama menjadi bagian dari rombongan para penumpang setia jalur Bogor–Jakarta.

Setiap pagi saya bisa melihat wajah-wajah penuh semangat meski kantung mata masih menggantung berat. Mereka adalah pekerja keras yang berangkat sejak subuh demi menjaga dapur rumah tetap mengepul.

Tak ada kursi eksekutif atau ruangan ber-AC khusus yang memisahkan, semua sama-sama berdiri rapat di gerbong yang sesak, kalau beruntung bisa kebagian kursi. Di situlah terasa bahwa pengguna KRL sebenarnya adalah para pejuang keluarga yang tidak mengenal kata menyerah.

Di KRL: autopilot dan tidur

Sering ada orang membandingkan KRL dengan mobil pribadi, seakan kenyamanan hanya bisa dicapai dengan kendaraan sendiri. Padahal, di dalam kereta justru kita bisa mendapatkan waktu berharga untuk istirahat sejenak.

Ada yang tidur nyenyak meski berdiri, ada yang membaca buku, bahkan banyak yang membuka laptop untuk menyelesaikan pekerjaan. Di KRL, saya bisa berasa autopilot, berkesempatan untuk nyambi kerja dengan aman tanpa harus memikirkan kemacetan di jalan raya.

Bagi saya, naik KRL itu seperti kelas sosial berjalan yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu ruang sempit. Kita belajar bersabar, belajar mengalah, tersenyum, nyengir, dan kadang belajar menerima keadaan yang tidak selalu sesuai keinginan. Juga berlatih bersyukur.

Ketika seseorang memberi tempat duduk kepada ibu hamil atau lansia, ada rasa hangat yang mengingatkan bahwa solidaritas masih nyata. Meski gerbong penuh sesak, sering kali ada kebaikan sederhana yang justru membuat perjalanan terasa manusiawi.

Dari Sejuk Bogor ke Gerahnya Jakarta

Saya pribadi merasakan kontras yang cukup tajam antara Bogor dan Jakarta setiap hari. Dari udara sejuk yang mengalir dari punggung Gunung Salak di kejauhan, saya meluncur ke ibukota yang gerah dan hiruk pikuk dengan ritme lebih cepat.

Kontras itu kadang membuat badan lelah, tapi juga memberi perspektif baru tentang keberagaman kehidupan urban. Saya belajar bahwa perpindahan dari sejuk ke gerah bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan juga perubahan energi yang harus saya kelola.

Naik KRL memang bukan perjalanan penuh kemewahan, tapi ia menghadirkan cerita unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Kalau ada yang bilang KRL itu hanya soal berdesakan, saya jawab: iya, tapi coba cari di mana lagi kita bisa tidur, kerja, dan belajar sabar sekaligus hanya dengan harga Rp5.000 sekali jalan?

Sunday, August 31, 2025

Jalan Hidup yang Dulu Kita Hindari, Mengapa Kini Menjadi Jalan yang Kita Tempuh?

Hidup sering kali bergerak ke arah yang tidak kita sangka. Ada kalanya, jalan yang kini kita jalani justru merupakan jalan yang dulu kita hindari.

Seakan ada paradoks dalam pilihan manusia: yang dulu kita anggap mustahil, kelak bisa menjadi kenyataan yang kita jalani dengan penuh kesadaran.

Tokoh-tokoh besar dunia pernah mengalami hal yang sama. Nelson Mandela, misalnya, pernah bersumpah untuk tidak bekerja sama dengan lawan politiknya.

Namun setelah puluhan tahun dipenjara, ia justru memilih jalan rekonsiliasi, berdamai dengan mereka yang dahulu menindasnya. Keputusan yang mungkin mustahil ia bayangkan di masa mudanya, justru menjadi warisan terbesarnya.

Di Indonesia, kisah serupa bisa kita lihat pada perjalanan politik dari era sebelum kemerdekaan, merdeka, reformasi hingga kini.

Mengapa hal ini terjadi? Dari sudut pandang psikologi sosial, manusia terus berkembang. Pandangan yang kita anggap absolut di masa lalu, sering kali luluh oleh pengalaman hidup.

Realitas lebih kompleks daripada idealisme. Dalam proses itulah, jalan yang dulunya kita jauhi, tiba-tiba menjadi satu-satunya jalan yang masuk akal.

Di sisi lain, perubahan sikap bukan selalu tanda kemunafikan. Kadang itu bentuk kedewasaan. Seseorang yang dulu bersikeras tidak akan pernah terlibat politik, bisa jadi berubah pikiran setelah melihat bagaimana keputusan politik memengaruhi kehidupan banyak orang.

Yang dulu sulit membayangkan diri menjadi tentara, mungkin akhirnya masuk militer karena merasakan panggilan tanggung jawab dan pengabdian pada Tanah Air. Yang pernah ogah makan makanan laut, eh lha kok jadi chef spesialis sea food.

Yang dulu anti Jokowi, belakangan masuk istana dan jadi staf khusus. Sebaliknya pula, yang pernah getol narasi sosmednya menyerang Prabowo, lantas kini tegap berdiri menjadi pembela: pasang badan dan bak agensi PR :)

Hidup, pada akhirnya, adalah dialog panjang antara prinsip dan kenyataan. Dan di tengah dialog itu, manusia sering kali menemukan dirinya di jalan yang tak pernah ia bayangkan.

Maka, alih-alih menertawakan atau menghakimi orang yang berubah arah, mungkin lebih bijak jika kita merenung: bisa jadi suatu saat kita pun akan melintasi jalan yang dulu pernah kita hindari.

Karena hidup, bagaimanapun, selalu punya cara membuat kita belajar.

Thursday, August 28, 2025

Lari: Antara Hobi, Gengsi, dan Risiko

Belakangan ini saya melihat semakin banyak teman-teman yang mulai menekuni olahraga lari. Ada yang dulunya rajin nge-gym, gowes, atau main basket, sekarang sebagian beralih ke lari.

Uniknya, ada fenomena yang bisa disebut “segregasi olahraga”—seakan-akan ada kasta antar cabang olahraga.

Mirip seperti perdebatan antara penikmat kopi single origin dengan peminum kopi sachet: sama-sama kopi, tapi saling meledek.

Saya tidak masalah dengan tren lari. Justru bagus. Ada yang bilang FOMO (fear of missing out), tapi jangan salah—banyak juga pelari yang serius dan ideologis.

Menariknya, dulu ada yang menganggap lari itu olahraga tanpa nilai karena tidak butuh alat. Kalau tidak ada perlengkapan, tidak ada yang bisa dipamerkan. Padahal zaman dulu cukup kaos, celana, dan jam tangan sederhana dengan stopwatch.

Sekarang? Dunia lari sudah penuh dengan apparel dan gadget yang harganya bisa bikin geleng-geleng kepala. Fenomena “joki Strava” jadi bukti nyata bahwa gengsi dan validasi ikut bermain.

Di beberapa grup lari, sering muncul postingan seperti “masih pemula nih, baru bisa pace 4, 5, 6.” Bagi generasi awal FB Group Indo Runners, gaya posting semacam itu sering disebut humble bragging. Artinya, merendah untuk meninggi. Lucu juga melihat pola yang berulang.

Tapi ada satu hal penting yang sering dilupakan: lari bukan olahraga yang sepenuhnya aman, apalagi bagi yang mulai serius di usia 35, 40, atau 45 tahun.

Risiko kesehatan selalu ada, dan sudah banyak kasus orang yang mendadak kolaps ketika memaksakan speed atau jarak.

Sederhana saja: latihan lari harus bertahap dan terukur. Dengarkan tubuh sendiri lebih penting daripada mengejar likes dan komentar tepuk tangan di media sosial.

Jadi, buat yang baru mulai, jangan lupa warming up, jangan skip cooling down, dan jangan hanya lari demi gengsi atau ikut-ikutan komunitas kantor—apalagi kalau bos juga ikutan lari.

Kalau ada istilah “karier ketawa,” mungkin kita juga bisa menyebut fenomena ini sebagai “karier lari.” #eh

Monday, August 18, 2025

2,5 tahun kemudian: Tiba-tiba AI

Dihitung dari malam ini, postingan terakhir saya di blog, adalah di akhir Januari 2023. Dua setengah tahun lalu. Duh.

Lalu, di teras rumah Bogor, di bawah  dua pohon mangga dan 11 tanaman gantung, saya kembali mengklik "Postingan Baru".

2,5 tahun. Lalu tiba-tiba saya menulis di era kecerdasan buatan. AI.

Saya tidak membahas - karena sudah merasa selesai dengan pertanyaan-pertanyaan - apakah nge-blog masih relevan ketika AI seperti ChatGPT, Gemini dkk menjadi tempat bertanya, mentor, teman curhat, dan tumpuan mendapat jawaban. Bahkan menggeser Google dan googling yang menyajikan sumber jawaban. 

Sedangkan AI menyalipnya dengan menjadi - seperti saya bilang tadi - tumpuan tempat mendapat jawaban. Dengan bahasa kita yang sangat personal.

Ah, saya kan tidak membahas kebisaannya AI. 

Saya menulis di blog ini ya karena ingin menulis lagi. Soal AI, saya juga memanfaatkannya, untuk pelengkap bekerja, sebagai alat bantu dalam pekerjaan, dan rujukan pertanyaan acak alias random yang tiba-tiba merangsek liar di benak.

Kembali menulis blog ini pun, juga karena didorong oleh saran ChatGPT agar saya kembali nge-blog. Kembali menulis. Saya lupa detail sarannya. Esensinya, si aplikasi AI populer itu menekankan bahwa menulis tetap merupakan aktivitas positif yang mendukung produktivitas.

Dengan AI pula, bisa pula untuk mendapatkan ide. Bahkan materi tulisan blog pun juga bisa dibuatkan. Tinggal masukkan prompt. Jadilah.

Namun, saya tidak atau merasa tidak cocok jika menulis eh mengisi blog hasil dari dibuatkan AI. Nyari ide sih ya. Minta disusunkan kerangka, ayo saja. Minta di-review juga bisa.

Tapi kalau sampai dibuatkan, kayaknya enggak deh. 

Jadi, saya masih akan menulis blog ini dengan dengan metode pencarian ide di artikel ini

Apakah saya anti AI dalam blogging? Tentu tidak. Rencananya, saya akan minta AI memberi ulasan, saran dan kritik tentang tulisan yang SUDAH saya buat. 

Dari feedback ChatGPT, nantinya akan saya aplikasikan di tulisan berikutnya.

Besok saya lanjutkan, dengan tuturan lainnya.



 

Tuesday, January 31, 2023

Begini cara saya belajar ukelele!


Konon, bermain musik bermanfaat untuk penyegaran dan relaksasi. Lahir dan bathin ciyeee.

Yes, beneran itu yang saya rasakan ketika mulai Juni 2022 lalu mulai berlatih bermain alat musik: ukelele.

Saya belajar ukelele dengan bekal musikalitas nol besar.


Seumur-umur ya baru kali itu pegang ukelele dan beneran niat bisa memainkannya. Sebelumnya saya pernah beberapa kali mulai berlatih gitar tapi banyak kendala (sebagian di antaranya ya lebih tepatnya "mencari-cari alasan"). Misalnya, saya merasa kesulitan dengan body gitar yang relatif besar. Halah alasan model apa ini hahaha

Setelah ditimbang-timbang dan dicocok-cocokkan dengan hobi jalan-jalan dan travelling, pilihan jatuh ke ukelele. 

Di bulan itu, saya membayangkan, jika kelak bisa main ukelele maka begitu praktisnya membawa ukelele yang mungil di tas saat naik kereta commuter line Bogor-Jakarta, saat bermotor dan ditaruh di bagasi belakang mobil.

Dan sebagai catatan proses saya belajar ukelele, saya torehkan di artikel ini:

1. Langkah pertama: beli ukelele di e-commerce di Tokopedia (Shopee, Bukalapak dll juga bisa). Saya sengaja beli yang harganya di bawah Rp100.000. Tepatnya Rp89.000 :).

2. Belajar mandiri melalui Youtube.

3. Video tutorial ukelele yang saya ikutin adalah: punyanya Mbak Ingrid Tamara, lagu gampang banget untuk pemula "Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki" dari Sheila on 7.

- lagu ini mudah sekali karena hanya perlu 2 kunci: C dan F. Genjrengan atau strummingnya Up Up Up Down alias UUUD. In My Humble Opinion, saya tempatkan lagu ini sebagai rekomendasi nomor 1 untuk belajar ukelele. :)

4. Oya, sebagai pemula, apakah saya belajar dengan langsung mainin lagu di atas? Tidak. Saya berlatih nggenjreng kunci C dan F dulu. Lamanya 3 -4 hari. tiap hari berlatih 1- 1,5 jam. Tidak lebih supaya tidak bosan.

5. Di hari ke-5, baru deh mulai mainin ukelele dengan lagu So7 dengan berbasis video Mbak Ingrid itu.

6. Kunci berikutnya adalah G, A minor, A, D minor, E minor, D.

- Belajar kunci-kunci tersebut melalui video tutorial chord ukelele. Tinggal pilih yang sederhana.

7. Catatan untuk belajar chord: 
- belajar pelan-pelan, satu demi satu kunci, lancarkan di satu kunci, kemudian berlanjut ke kunci lainnya.
- Jangan khawatir jika "bunyi"nya genjrengan kita belum berasa atau berasa gimana gitu, tenang saja. Latihan saja terus, nanti akan membaik seiring ketelatenan kita
- Jika masih kaku dan sering lupa, don't worry, latihan saja terus. Tidak perlu terbebani dengan merasa harus mengingat-ingat. Percayakan pada mekanisme alamiah tubuh yakni "muscle memory"
- Pengalaman dengan "muscle memory", misalnya, ketika saya belajar kunci G selama 4 hari. Awalnya kaku banget, eh saat pagi di hari ke-5, jari saya seperti bergerak dan mencari posisi yang pas. Demikianlah muscle memory bekerja. Jadi, kunciannya tetaplah percaya pada proses dan rajin berlatih.

8. Di video tutorial, banyak yang membuat tutorial genjrengan. 
Saran saya:
- ikutin saja tutorial yang menurut Anda sreg dan mudah. 
- sepengalaman saya (meminjam dari seorang Youtuber yang saya lupa namanya) sebenarnya tidak ada genjrengan yang salah. SEMUANYA BENAR. Jadi jika sedang mengeksplorasi kunci baru dan lagu baru, saya sarankan genjrengannya yang Up Down Up Down Up Down atau UD UD UD UD ... 
- Setelah dapat feelnya, barulah mulai model genjrengan lainnya.

---



Berikut ini video tutorial tempat saya belajar ukelele, mungkin bisa membantu teman-teman:

1. "Anugerah Terindah yang Pernah Kumuliki", So7, Mbak Ingrid Tamara : Kunci C dan F

2. "Yang Terdalam" Peterpan, Mas Krisna Gauthama, Kunci D, F, G

3. Belajar dasar mudah banget, sekalian mulai pengenalan kunci dasar C dan F, lagu "Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki" milik So7 (menit ke 4:18) plus tambahan kunci G dengan lagu anak-anak "Lihat Kebunku" dan "Topi Saya Bundar"

4. "Melukis Senja" dari Budi Doremi, videonya Mas Krisna Gauthama. Kunci dasar C, G, A, Em dll. Saya suka lagu ini karena strumming atau genjrengannya hanya ke bawah :)

Itu link-link video tutorial untuk belajar dasar ukelele. Lainnya masih banyak, tinggal dieksplore saja.

+++

Channel Youtube belajar ukelele

Sejauh ini, saya banyak belajar dari 2 channel ini:

1. @KRISNAGAUTHAMA
2. @indonesiaukulele (Salah satu videonya tutorial mudah yang ini)


+++

Juga sekalian saya titipkan web penyedia chord ukelele (dan juga gitar) yang sering saya kunjungi karena kord -nya simple, mudah diikuti dan koleksi lagunya cukup lengkap.

1. ukuio.com 

3. sigufi.com (ada koleksi akord lagu-lagu dan kanal tutorial)

4. ukutabs.com


5. Juga video-video chord ukelele di Youtube


++


Plus, web penyedia chord gitar : chordtela.com

Anyway, terima kasih banyak untuk YouTuber dan content creator tutorial ukelele, banyak ilmu yang saya serap. Semoga jadi berkah. Aamiin.


Salam musik! :)

Tuesday, July 5, 2022

Bagaimana Strength Training Membantu Saya Berlari dengan Enteng dan Fun?


Yesss. Kebiasaan strength training / ST atau latihan penguatan saya selama ini, sangat berasa membantu lelarian.

Btw, orientasi lari saya hanya untuk fun saja. Bukan ngejar kecepatan, bukan bermimpi pace 5, 4 atau 2 😁.

Juga bukan adu jarak-jarakan. Masa itu sudah lewat. Biar yang muda-muda saja, sumonggo.

Balik ke soal ST.

Jenis ST, saya pilih yang paling simpel:

1. Plank tiap pagi (biasanya pas kelar salat subuh).

2. Push up 3 set ( 5 reps, 7 reps, 12 reps. Dan satu kali seminggu disempatkan max repetition yakni repetisi hingga tidak mampu lagi naik. Sebisanya saja. Catatan maksimal saya hanya 45x, itupun duluuu bangeds 😅 #dasarlemahhhh )

3. High Intensif Interval Training / HIIT. Disebut juga dengan Circuit Training (hampura jika salah).

Menunya pun paling sederhana, hanya empat gerakan, tapi efektif bakar kalori ( after burn-nya kerasa sampai 5-6 jam). Juga 

Ndak perlu alat apapun, hanya memakai beban tubuh sendiri alias weight training dan bisa dilakukan di manapun, bahkan di dalam rumah atau teras. Ndak perlu outfit keren. Celana pendek + kaos kucel, jadilah.


(Pemanasan 10 menit, wajibs!)


a. Squat 20 detik

Ngaso 10 detik


b. Push up 20 detik

Ngaso 10 detik


c. Jumping Jack 20 detik

Ngaso 10 detik


d. Mountain Climber 20 detik

Ngaso 1 menit


Itulah 1 set HIIT.


-- kembali ke poin "a" --- hingga 7 set.

Saya usahakan sampai 10 set. Dijamin, kelar HIIT keringat deras banget hingga berasa keringat keluar dari lubang pori-pori bak mata air. Lihat sambil ngaca, beuh derassss.

Jika dilakukan pagi, maka badan bakal berasa "panas" hingga sore.

So, pastikan setelah HIIT: 1 jam kemudian HARUS makan karbo atau sederhananya: makan nasi dan cukupi kebutuhan minum air karena badan berasa hot terus 🙂

--

Lantas apa benefit dari strength training kek plank, push up, dan HIIT?

a. Plang dan push up: buat saya lho ya, berasa tubuh bagian atas lebih kokoh dan push up bikin ayunan enteng serta ga cepat capek (otot dada dan bahu terlatih). Memperkuat core atau inti tubuh.

b. Dengan dada dan lengan makin setrong, ada benefit secara psikis yang saya rasakan: nyaman dengan badan sendiri (aduh susah deh njelasinnya ) 😆

c. HIIT yang ada menu squat: bikin tubuh bagian bawah (hamstring, paha, glutes / pantat, pinggang) berasa lebih kokoh dan enteng saat long run.

Bonus: buat ciwi-ciwi 🙂, ada bonus dari HIIT yakni dari gerakan squat dan jumping jack: membantu membentuk dan mengencangkan glutes 😉

So, yuk seimbangkan porsi latihan lari dengan menambahkan menu strength training. Banyak benefitnya, melimpah bonusnya 🙂😁



Sunday, February 27, 2022

Bambu Air

Hari ini saya memindahkan bibit bambu air ke pot kecil.

Saya ingin tahu sekalian, bagiamana pertumbuhannya nanti.

Berawal dari indukan bambu air yang sudah berusia 3,5 tahun, saya memperbanyak bibitnya pada 3 minggu lalu.

Caranya, indukan yang sudah rimbun, dikurangi sebagian. Saya ambil 4 rumpun berisi 5&15 an batang. Saya pisahkan dan tanam di polibeg kecil.


Setelah 2 pekan, Alhamdulillah, muncul tunas baru di ujung batang dan juga ada tunas baru di media tanamnya.

Dari 4 bibit, tiga diantaranya saya biarkan dulu. Kebetulan dulu tetangga minta bibitnya.


Adapun 1 bibit saya pindahkan ke pot putih.

Sekaligus, ini juga percobaan apakah perlakuan yang saya berikan bisa efektif dan aman. Yakni:

1. Media tanamnya berupa tanah campur sekam bakar juga pupuk kandang.

2. Saya beri juga pupuk TSP untuk penguatan akar. 

3. Potnya tanpa lubang bawah 

4. Airnya saya sengaja bikin hingga tergenang.

1 - 2 minggu lagi, coba saya lihat bagaimana pertumbuhannya :)

++

Oya, tanaman hias bambu air sejatinya bukan keluarga bambu. Aslinya dia termasuk jenis paku-pakuan.

Vibes yang menguar dari tanaman ini adalah suasana sejuk. Maka wajar jika kita sering menemui bambu air untuk salah satu tanaman di vila, hotel, restoran, tempat kulineran, dll.

Dipadukan dengan pot keramik atau pot panjang tanpa lubang, bambu air menghadirkan hawa serta atmosfer sejuk.

Rumpun batang yang berkelompok dan bisa mencapai tinggi 1 meter lebih, menarik juga untuk menjadi partisi ruangan.

Saya juga pernah melihat, kolektor bambu air menaruhnya di pot besar dengan volume air yang banyak. Di dalamnya, diisi ikan hias kecil warna-warni. Menarik juga idenya :)






Monday, May 10, 2021

Reksa dana pilihan saya di Bareksa

Investasi keuangan kini semakin akrab terdengar di telinga. Literasi yang giat dilakukan pemerintah dan perusahaan finansial sangat berperan memacu penerimaan publik. 

Begitu pula teknologi informasi terutama internet, aplikasi, dan smartphone kian memudahkan kita melakukan investasi. Ibaratnya, hanya di depan mata, kita mudah sekali memilah memilih produk investasi. 

Saya sendiri memiliki investasi keuangan berupa saham dan reksa dana. Nah khusus produk yang disebut terakhir, saya menggunakan aplikasi Bareksa. 

Selain mudah, saya menyukai navigasi di aplikasi ini. Baik itu ketika beli, jual, cek portofolio dan juga membaca berita perihal investasi yang disediakan tim redaksi serta content creator Bareksa. 

Transaksi beli juga dapat dilakukan dengan transfer bank secara konvensional maupun mobile banking, virtual account, dan yang paling nyaman dengan e-money Ovo. Tinggal klik, beres! 🙂

Di aplikasi ini, ada beberapa reksa dana yang pernah jadi pilihan sebelum kemudian mengerucut ke 2-3 pilihan produk. 

Dulu saya pernah beli produk Manulife, Aberdeen, Sucorinvest, dan lain-lain. Jenisnya pernah reksa dana saham, pasar uang, dan pendapatan tetap. 

Kini investasi saham saya lakukan sendiri secara terpisah melalui Mirae dan MNC Trade New. Adapun investasi reksa dana di jenis pasar uang dan pendapatan tetap. 

Nah, pilihan saya di reksa dana pasar uang di Bareksa ialah Sucorinvest Sharia Money Market Fund. Sedangkan untuk pendapatan tetap ialah Syailendra Pendapatan Tetap Premium. 

Khusus reksa dana pendapatan tetap, ada pula opsi produk yang bisa dipertimbangkan sesuai karakter dan orientasi investasi kita.

Meminjam sharing dari kawan yang juga profesional di perusahaan manajer investasi, berikut ini opsinya (khusus RD pendapatan tetap ya) :

1. Jika kita bermaksud untuk trading, ikut pasar naik turun yield pasar obligasi, maka bisa memilih Manulife Obligasi Negara Indonesia II. 

2. Kalau mencari dividen bulanan dapat menjatuhkan pilihan ke Manulife Pendapatan Bulanan. 

3. Nah bila ingin stay stabil jangka 3 tahun, tidak terlalu fluktuasi, namun terus terang agak kurang likuid, silakan saja ke Syailendra Pendapatan Tetap Premium.

Oya, opsi di atas itu bukan rekomendasi untuk membeli produk ya. Segala keputusan bergantung pada keputusan sendiri. 

Satu lagi, sebelum masuk berinvestasi ke produk apapun, baik saham, reksa dana, emas, cryptho, maupun tabungan hingga deposito, maka sebaiknya bekali diri dengan pengetahuan memadai. Juga selalu segarkan alias update dengan kabar informasi bisnis investasi terbaru. Termasuk informasi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, aksi-aksi perusahaan, dan lain-lain. 

Salam profit, salam cuan :) 

Thursday, March 18, 2021

Cara Mudah Atasi Tunas Daun Pohon Mangga Gosong dan Mengering

 


Selamat siang semua, wilujeng siang sadayana

Beberapa waktu lalu kawan saya ada yang cerita dan bertanya soal tanaman buah mangga nya. 

Pada bagian tunas atau bakal tunas mengalami gosong dan mengering. 

Kebetulan mangga jenis chokanan saya juga mengalami yg sama. Tunas mengering dan tidak ada tambahan daun baru sampai saya tungguin 3 bulan lebih. Padahal mangga tetangga pada numbuh daun dari tunas-tunasnya, juga berbunga dan berbuah. 

Kemarin malah sempat galau, bingung, putus asa heheheeeee

Beneran bingung kemarin, kudu diapain. Pupuk NPK sudah, perbaikan media tanam sudah, tambah kompos sudah juga. Plus kocor POC juga. 

Hampir saya mau tebang saja, kali-kali ada penyakit di batang dan gangguan di akar. 

Nah, akhirnya 2 minggu lalu saya ada ide sebagai ikhtiar. 

1. Saya potong cabang yang ada tunas gosongnya. Sekitar 3 cm dari ujung. Maaf ga sempat motret. Adanya foto bekas potongannya. 

2. Bekas potongan, saya beri cat untuk menutupi lukanya. Ini untuk mencegah jamur dan penyakit lain. 

3. Saya tunggu. Sabar. Berdoa😊

4. Alhamdulillah, pada hari ke 4/5 muncul titik kecil warna hijau. 

Terus terang deg-degan campur berharap. Apakah ini cinta eh bakal tunas? ternyata benar! 

5. Yesss, dan setelah 1 minggu -10 hari dari potong cabang tadi, tunas baru berhasil Sprout jadi daun. Malahan muncul tunas sari batang utama. alhamdulillah. 

6. Setelah itu, beneran mereka ngebut. Tunas-tunasnya baru pada nge-gasss sprout ga pakai rem 😊


Berikut foto-fotonya ya. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan yang tanaman buahnya mengalami kasus sama. Mungkin bisa di aplikasikan ke tanaman buah lainnya (tanaman batang keras) seperti mangga jenis lain, rambutan, kelengkeng dll. 

Salam dari Cilebut, Bogor :) 




Monday, September 28, 2020

Malam Senin di Puncak: Bogor Jalan-jalan (9) Test motret malam dengan Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel


Di kala sebagian besar kita memilih menghabiskan waktu di rumah pada Minggu malam untuk bersiap beraktivitas di Senin esok hari, kami justru ngeluyur ke Puncak. Sekalian juga saya test bagaimana kinerja kamera Redmi Note 9 pro 64 Mega Pixel untuk motret malam hari.

Spontan saja. Tidak pakai persiapan atau janjian. Pokoknya cusss. 

Di ketinggian dan banyak kelokan, saya jajal bagaimana produk Xiaomi ini ketika diajak motret trail-light dari lampu kendaraan yang melintas dan juga fitur motret setingan manual, termasuk speed lambat.

Di kejauhan, kerlap kerlip pemukiman kawasan Bogor dapat terekam dengan kamera 64 Mega Pixel ini.

Dengan bermobil, kami berenam meluncur dari kompleks rumah di Cilebut menuju Ciawi, lanjut Gadog, Taman Safari, Gunung Mas terus ke atas hingga Masjid Atta'awun. 

Dari masjid ikonik itu, masih lanjut menanjak. Pilihan kami adalah salah satu warung yang menyediakan sate, tongseng dan jagung bakar. 

Menu-menu itu pas banget untuk cuaca Puncak. Sudah di ketinggian 1.400 mdpl, ditambah saat itu habis hujan. 

Nah buat yang ingin menyesap suasana lain di malam Senin, mainlah ke Puncak. Semangkuk Indomie dengan irisan cabe sudah joss menghangatkan malam :) 


Monday, September 21, 2020

Tips Perawatan Tanaman Anggur, Langsung dari Praktisi


Tanaman anggur memang salah satu tanaman buah yang tak kenal musim tren. Bibitnya diburu, informasi pengetahuan tips menanam dan merawatnya terus dicari di internet, komunitas maupun dalam ajang kopdar.


Ketika kemarin hari Minggu saya mengambil bibit anggur Red Globe di Depok, Jawa Barat, saya menyempatkan untuk menimba ilmu dari Cang Ali, salah satu praktisi penanaman anggur.

Di FB, sobat anggur dapat berinteraksi di wall FB maupun di grup Tips Menanam Anggur dengan nama online hehehe Nooray Ali. Beliau menjadi moderator di grup TMA tersebut. Di kebunnya terdapat bibit ninel, angelica, jupiter, dan lain-lain. Kebetulan saya memilih red globe.

Langsung saja, dalam merawat tanaman anggur dibutuhkan penyemprotan 2 jenis yakni:
1. Fungisida: mereknya Amistratop dan Antracol. Silakan jika mau merek lain, itu sekadar info ya.
2. Insectisida: mereknya Abasel (atau Decis, Regen).

Dosis fungisida, Amistratop cukup setetes dan diencerkan dengan 1 liter air. Adapun jika memilih menggunakan Antracol maka 1 sendok untuk 1 liter air.

Bagaimana dengan Abasel? Insectisida ini digunakan dengan dosis 1 tetes per liter air.

Caranya dengan penyemprotan terutama di bawah daun karena letak stomata ada di bawah daun dan waktunya pada sore hari sekira pukul 16-17.00. Mengapa sore hari? Karena di waktu itulah stomata terbuka. Jangan terlalu petang atau malam ya, karena stomata sudah menutup.

Berapa harganya? Amistratop lebih mahal dibanding Antracol. Banderol harga Amistratop ialah untuk kemasan 100 ml Rp60.000, sedangkan Antracol per 1 kilogram hanya Rp40.000.

Di musim hujan, penggunaan fungisida lebih diperhatikan ya karena air hujan dan udara lembap lah yang mendatangkan jamur.

Oya, penggunaan fungisida dan insektisida juga jangan berbarengan. Minimal diberi jarak 1 hari antar keduanya. Diberikan 1 minggu sekali.

Untuk insektisida, gangguan yang sering muncul adalah trip, kutu putih dan lain-lain. Nah insektisida Abasel, Decis, Regent menjadi ikhtiar agar insektisida menjauh. 

Satu lagi, jika ada tanaman di dekat anggur yang kena kutu putih, gemini dan lain-lain (seperti cabe, tanaman bunga dsb) maka tanaman lain itu juga disemprot. 

Bagaimana pemberian pupuk? Untuk pupuk kandang, diberikan dengan ditabur karena jika dibenamkan, dikhawatirkan jamur yang masih ada di pupuk kandang atau kode masuk ke dalam media tanam.

Pupuk lainya, jika pada masa pertumbuhan alias fase vegetatif bisa menggunakan pupuk daun Gandasil D seminggu sekali.

Selanjutnya pada usia 6-7 bulan, bisa diaplikasikan pupuk daun untuk buah.

Sekalian juga, Cang Ali menyampaikan tentang media tanam. Di tanaman anggur yang dirawatnya, dia menggunakan campuran kompos, pasir, sekar mentah atau bakar. Dia sama sekali tidak menggunakan tanah.

Penyiraman hanya jika media tanam terasa kering. Di kebunnya, saya membenamkan jari untuk melatih kepekaan perlu tidaknya media tanam disiram air. Anggur cenderung menyukai media tanam kering. 

Jika kita masukkan jari dan terasa ujung jari terasa adem atau sedikit basah (meskipun lapisan atas media tanam terlihat kering) maka hal itu sudah cukup.

Jika menanam di pot, pastikan bagian bawah diisi pecahan batu bata, keramik atau puing. Fungsinya membantu air siraman dapat segera turun sehingga tidak ada genangan.

Bila sobat anggur memilih menanam langsung di tanah maka disarankan membuat bedengan setinggi 30-40 cm sehingga air hujan atau siraman dapat mengalir ke bawah. 

Demikian tips menanam anggur sekaligus tentang perawatan dan info terkait lainnya. Salam dari Bogor :) 


Wednesday, August 12, 2020

Apakah semua pelari harus berlari cepat?

Belakangan ini, di grup lelarian di Facebook, makin sering saya lihat postingan catatan lari netijen dengan memajang kecepatan lari. Ada yang lari dengan pace 4 atau 5. Malah tidak jarang yang ber-pace empat, masih ingin bisa lari dengan pace 3. Wooowwww....

Bagi saya, tidak semua orang yang suka lari kudu memasang target lari lebih cepat. Postingan seperti itu oke-oke saja sih tapi saya pribadi kurang sreg.

Baiklah kalau memang memajang capaian kecepatan, tapi mbok yao juga berbagi tips lari dan pola latihan yang selama ini dilakukan sehingga mampu melaju dengan kecepatan superman kek gitu.

Sama halnya dengan kecenderungan 2-3 tahun lalu ketika jamak saya lihat postingan soal capaian jauh-jauhan lari. Pertanyaan mirip juga: apakah semua orang harus berlari marathon.

FYI, jarak lari marathon adalah 42,125 kilometer. Empatpuluh dua kilometer.

Beberapa kawan memberi perhatian pada dua kecenderungan ini. Esensinya, pelari tidak harus berlari jauh, begitu pula tidak kudu berlari cepat. 

Kecuali kita mengejar podium, ya lain  cerita. Namun jika berlari untuk sehat, untuk rutinitas, untuk memperbaiki kardio, menguatkan stamina dan meliatkan daya tahan maka baiknya mengedepankan indikator frekwensi berlari 3-4 kali seminggu, istirahat cukup, dan asupan nutrisi seimbang: itu sudah cukup

Apalagi, tidak perlu juga memajang catatan lari dari aplikasi Garmin, strava, endomondo dengan pace 3-4-5 lalu bilang: maaf saya pelari pemula, masih pelan lari santai. Mohon tips bagaimana lari lebih kencang?

Itu mah humble bragging, brosis :) 

Friday, July 17, 2020

Rangsang bunga dan maksimalkan berat buah dengan pupuk MKP dan KNO3

Sumber

Tanaman buah merupakan jenis tanaman favorit yang banyak dibudidayakan penghobi maupun petani. Senang rasanya jika melihat tanaman yang kita rawat tumbuh sehat dan lebat.

Terlebih ketika sudah selesai fase pertumbuhan atau fase vegetatif. Selanjutnya mulailah masa berbuah alias generatif. Rasanya seperti memasuki milestone baru hehehe

Di fase generatif, ada perlakuan yang disarankan untuk merangsang munculnya bunga dan kemudian memaksimalkan bentuk serta berat buah. Dengan aplikasi pupuk MKP dan KNO3, manfaat lainnya ialah mencegah buah gugur serta bakal buah rontok.

Kita bisa mulai dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Perhatikan ketika tanaman sudah di akhir fase vegetatif. Di tanaman mangga, ditandai dengan warna daun yang sudah hijau tua. Ini tandanya masuk ke generatif atau siap berbuah.

2. Lakukan stres air dengan cara mengurangi frekwensi dan banyaknya penyiraman. Lama stres air yakni sekira 20 hari atau 3 minggu.

3. Di minggu ke-3, berikan pupuk KNO3 warna merah. Pupuk ini bertugas merangsang pembungaan. Lakukan juga pemangkasan untuk beberapa jenis tanaman yang mengeluarkan bunga di pucuk seperti rambutan dan mangga.

4. Setelah muncul bunga, beri pupuk KNO3 Putih dan MKP untuk mempercepat pembungaan dan menguatkan bunga agar tidak gagal tumbuh dan gugur. Dosis pemberian pupuk tiap tanaman dapat dilihat di belakang kemasan pupuk.

5. Setelah bakal buah sudah terbentuk, berikan pupuk jenis KNO3 Putih saja tanpa campuran MKP agar proses pengisian buah bisa lebih lama dan maksimal. Apa dampak jika ada tambahan MKP? yang terjadi adalah proses pematangan memang menjadi lebih cepat dan buah lebih cepat panen namun  sayangnya bentuknya bisa lebih kecil.

6. Selama periode pembungaan hingga panen, tetap lakukan pemupukan dengan dosis sedang/kecil dan hanya seminggu sekali.

Kita bisa memaksimalkan penyerapan dan pendistribusian nutrisi dalam tanaman dengan pemberian kristalon boron.

Di musim hujan ini, tingkat PH tanah juga perlu dipantau. Bagus sekali jika kita punya PH meter. Bagaimana jika tidak punya alatnya? Its' oke, untuk menyiasati keasaman yang tinggi akibat air hujan, kita taburkan kapur dolomit 1 sendok per tanaman.

Bagaimana dengan pupuk kandang? Sebaiknya kita memberikan atau menambahkan pupuk kandang di awal musim hujan dan di akhir musim hujan. Hindari memberikan pupuk kandang di tengah puncak musim penghujan seperti sekarang.

Jika pun ingin memberikan pupuk kohe pastikan jangan berlebihan dan berikan kohe yang sudah matang atau yang sudah kering dan tidak berbau.

Salam berkebun dari Bogor. 

Tuesday, June 16, 2020

Bikin taman lebih cakep dengan batu koral sikat


Ada banyak cara untuk memaksimalkan penampilan taman mini di rumah. Selain memilah dan memilih jenis tanaman hias dan bebuahan, kita bisa menata komposisi taman. Salah satunya dengan bantuan deretan batu koral sikat.

Pemanfaatan batu koral sudah lazim digunakan di pertamanan. Fungsinya beragam, di antaranya untuk membentuk ruang, menjadi pembatas antar bagian taman dan pembatas antar jenis tanaman yang berbeda dan jika dihamparkan maka berfungsi sebagai aksen lanskap.

Secara umum, kemasan batu koral ialah menggunakan karung transparan. Harganya pun juga per karung.

Harga batu koral bervariasi antar daerah dan antar penjual. Sebagai gambaran, di Bogor batu koral dijual Rp 25.000-35.000. Mungkin daerah lain bisa sampai Rp 45.000.

Warna juga banyak pilihan, paling banyak ya warna putih. Jika kita ingin variasi, banyak tersedia batu koral sikat warna hitam, abu gelap, coklat, merah bata dan warna alami lainnya.

Ukuran batu koral juga beragam, penjual biasanya menggukan ukuran kecil, medium dan besar. Harga per ukuran tetap berdasar per karung. Jadi dengan ukuran yang berbeda maka isi per karung untuk size kecil tentu lebih banyak dibanding size batu koral ukuran medium dan besar.


Lantas, ukuran mana yang dipakai? Tergantung mau dipakai untuk apa. Jika untuk pembatas, saya sarankan memakai batu koran ukuran besar atau sekira setengah kepalan tangan dewasa.

Jika ingin dihamparkan, pilih yang medium. Adapun untuk kecil, digunakan untuk toping tanaman pot. Ada baiknya jika ingin memakai, kita sebaiknya merendamnya di air untuk menghilangkan debu.

Toping tanaman pot dengan batu koral ukuran kecil ini juga disarankan diaplikasikan untuk tanaman pot indoor alias dalam rumah. Manfaatnya, mengurangi media tanam ambyarrr, mawut, tercerai berai dan mengotori lantai. Selain itu, menambah estetika tanaman hias dalam pot.

Salam berkebun dari Bogor :)

Monday, May 4, 2020

Progress Mangga Chokanan Rumah Bogor



Awal bulan Mei ini, pohon mangga chokanan di rumah Bogor mulai tumbuh tunas baru. Ini progress yang saya tunggu-tunggu karena sudah 1 tahun pohon ini ngambek setelah masa berbuah terakhir tahun lalu.

Alhamdulillah, saya coba ikuti tumbuh tunasnya melalui foto-foto. Semoga lancar jaya subur menggemaskan sampai berbuah nanti hehehe

1 Mei 2020



3 Mei 2020





Nah di bawah ini progress hari Senin 4 Mei 2020, sudah sproud



5 Mei 2020


6 Mei 2020


8 Mei 2020


9 Mei 2020



10 Mei 2020

11 Mei 2020


13 Mei 2020


18 Mei 2020



21 Mei 2020


23 Mei 2020



13 Juni 2020 (tiga minggu setelah update sebelumnya)





###

Nitip progress stek cincau, bibit minta ibu-ibu pemilik titipan motor stasiun Cilebut, Bogor.

14 Juni 2020 (4 hari setelah tanam pakai perangsang akar Root Up)



Saturday, March 28, 2020

Ragam Order Transaksi Saham, Pakai yang Mana?


Pada aplikasi trading saham baik mobile di HP dan software di PC, ada beberapa pilihan yang bisa kita gunakan  untuk bertransaksi.

Sependek yang saya tahu, paling tidak ada 5 fitur order saham. Yakni:

  1. Order booking
  2. Order stock
  3. Fast order (istilah lainnya Speed Order)
  4. Automatic order (lainnya menyebut Break Order)
  5. Good till Cancel

Istilah-istilah order di atas bisa jadi antar sekuritas berlainan. Misalnya Fast Order dipakai oleh Mirae pada aplikasi miliknya, HOTS. Sedangkan fitur fungsi yang sama di MNC Sekuritas dinamakan Speed Order pada aplikasi MNC Trade New-nya.

Begitupun dengan fitur trading yang mengakomodir kebutuhan kita untuk bisa mengikuti trend harga baik buy maupun sell. Di Mirae, disebut sebagai Automatic Order adapun MNC memilih istilah Break Order.

Alih-alih membahas soal istilah, artikel ini lebih mengulik fitur order mana yang lebih tepat dipakai pada situasi tertentu.

Maksud dari lebih tepat ini bukan berarti mengklaim bahwa order A lebih bagus daripada order B. Jika pun nanti order A dinilai lebih tepat ketimbang lainnya, itu pun karena ada situasi yang melekat.

Lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Order Booking
Dipakai mulai pukul 16.30 untuk trading hari berikutnya. Ini jika kita sudah menentukan sahamnya, memkalkulasi, dan menentukan strategi trading.

Misalnya, pada Senin sore saya mengambil posisi akan buy BEEF di harga 200 maka saya gunakan Order Booking, masukkan semua kondisi harga dan lot.

Order Booking dibuka mulai 16.30 sampai esok hari 06.20. Mengapa disarankan ambil posisi pada sore 1 hari sebelum perdagangan? Agar kita dapat antrean awal. Karena kalau baru masuk di esoknya, kita dapat antrean bisa 10.000-20.000 lot. Ingat ada sekuritas dan bandar hehehe

Nah yang harus disadari adalah ada risiko jika ternyata harga saham yang diincar dan  bursa ternyata turun saat pembukaan. Jadi, kalkulasi dan risiko harus disadari sejak awal. So pasang pula stop loss.

2. Order stock
Ini order trading saat hari perdagangan. Real time dan mengikuti pergerakan harga.

Perlu diperhatikan, sangat bisa jadi kita buy di harga yang lebih tinggi ketimbang rencana atau trading plan semula.

Kelebihannya ketimbang Order Booking, saat ternyata harga turun maka kita buy di harga rendah karena sesuai perkembangan aktual.

Oya, order biasa ini juga langsung ada notifikasinya, sehingga kita bisa segera mengetahui peogresa request kita.

3. Fast atau Speed order
Fitur ini dipakai saat hari perdagangan. Alias kita harus tunggu sampai pembukaan.

Kelebihannya, jika kita ingin cepat bertransaksi. Namun pastikan jaringan internet bagus. Ada delay sedikit saja dan pas saat transaksi ramai, bisa ketinggalan kita.

Istilah staf marketing sebuah sekuritas saya, ada delay dan durasi. Jika memang mau menggunakan Fast atau Speed Order, maka kita lagi benar-benar luang dan santai sehingga bisa mantengin pergerakan harga baik buy maupun sell serta jaringan stabil.

Lebih disarankan, jika memang mau pakai Fast atau Speed Order maka sebaiknya gunakan di PC. Kurang direkomendasikan memakai di HP atau mobile.

Jangan gunakan fitur ini saat kita mengerjakan hal lain seperti kuliah, ngantor, berkebun, nanem-nanem dan bebikinana meja DIY hehehe.

4. Automatic Order atau Break Order
Simpelnya, fitur ini bisa untuk pasang posisi take profit dan stop loss.

Esensi order jenis ini adalah untuk mengikuti tren harga. Saya yang awam mungkin rada belibet menjelaskannya :)

Adapun kawan sekuritas mengatakan fitur ini lebih banyak untuk posisi sell. Meskipun bisa banget untuk buy.

Oya, beberapa kawan bilang jika mau menggunakan fitur ini, maka yang lebih valid adalah mengacu harga "last price".

Di order ini, saat buy kita tentukan kondisi harga "kurang dari" atau <= dan masukkan berapa lot yang diinginkan.

Adapun saat sell, masukkan kondisi harga "lebih dari" atau => dan lot-nya.

Kondisi <= dan => itulah yang dimaksud dengan mengikuti tren harga.

Misalnya kita ingin sell dan take profit TLKM. Harga buy 1000 dan kita ingin sell dan take profit jika harga mencapai minim 1050 atau gain 5% (ini sekadar misalnya ya, tidak menggambarkan posisi harga belakangan ini, sengaja pakai angka bulat).

Maka di Automatic Order, pilih Sell, masukkan kondisi Last Price dan masukkan harga => 1050.

Maka saat TLKM mencapai 1050 akan masuk ke sistem order dan nantinya ditransaksikan.

Begitu pula jika ingin memasang stop loss sesuai trading plan kita.

Selain menentukan dengan target harga, bisa pula masukkan presentase target take profit dan stop loss.

5. Good till Cancel (GTC)
Kelebihan GTC adalah kita bisa menggunakan sebelum pasar dibuka. Bahkan saat libur sekalipun. Rentang waktunya pun bisa berhari-hari, mingguan sampai kita cancel.

GTC bisa untuk buy dan sell. Fitur ini cocok bagi yang santai tanpa perlu melihat-lihat terus aplikasi saham.

Sesuaikan kebutuhan dan trading plan
Fitur-fitur order tadi, pada dasarnya untuk membantu kita. Detail-detailnya sesuaikan saja dengan rencana, kebutuhan, dan habit.

Ingat, disclaimer on ya hehehe.

Salam trading,

Friday, March 13, 2020

Before after: taman rumput gajah mini rumah Bogor


Dua hari ini beberes (lagi) taman minimalis depan rumah Bogor, 12-13 Maret 2020. Agendanya merapikan jalur batu koral putih meskipun hamparan rumput gajah mini jadi kotor oleh timbunan tanah.

Setelah merapikan batu, kupasan tanahnya lalu disisihkan sekalian untuk leveling, menambah dan meratakan taman. Aslinya, rumput gajah mini sudah tumbuh subur dan cakep menemani koleksi tanaman hias antiribet lainnya.

Karena ada tanah baru, penampakannya jadi belepotan lagi. But its oke. Biasanya butuh 1-2 bulan untuk si rumput tumbuh dan kembali menutupi permukaan tanah.

So, foto 'after'-nya menunggu sebulanan lagi hehehe. Pas di bulan puasa Ramadan.

Oya, batu koralnya sudah menghuni taman sejak 2 tahun lalu. Saya beli di kios batu alam di pinggir Jalan Tegar Beriman Pemda Cibinong, harganya saat itu Rp30 ribu per karung. Karena saya beli 4 karung, setelah tawar-menawar, jatuhnya per karung Rp27.500.

Tadi iseng ngintip harga pasaran sekarang, banderolnya sudah naik jadi Rp35 ribu. Itupun paling murah, ada pedagang yang menjajakan di harga Rp40-50 ribu per karung berat 12 kiloram.

Nah batu koral ini bagus banget buat bikin ganteng taman kita. Saya sengaja tidak memilih diksi "bikin cantik", sekali-kali taman juga boleh lah dibilang ganteng kek yang punya taman ini. Beneran lho ganteng, ini testimoni istri dan anak saya hahaha.

Nah si koral ini bisa berkurang level ganteng dan elegannya jika kotor oleh tanah. Ini bisa terjadi saat kita beberes seperti pengalaman saya di atas.

Sedikit kiat membersihkan batu koral, caranya sederhana.
1. Pindahkan koral dari tempat semula yang bikin kotor, ke tempat terbuka yang bisa kena air hujan.
2. Lapisi dengan alas. Tidak harus beli terpal plastik, kita bisa pakai tas plastik kresek atau kantong asoi.
3. Tebarkan merata alias jangan sampai ada batu yang menumpuk satu sama lain.
4. Paparan air hujan dan panas matahari akan membersihkan batu secara alami. Bagaimana jika ada tanah liat yang menempel? Tenang, panas matahari akan membuat tanah merekah dan pelan-pelan lepas karena air hujan.
5. Usaha tambahannya, kita bisa menyirami dengan air selang. Tidak harus sampai bersih seketika. Setelah disiram, biarkan 2-3 hari juga akan bersih sendiri terutama kalau lagi hujan.

Salam berkebun dari Bogor :)

3 minggu setelah foto pertama

Friday, January 24, 2020

Tancap, Tumbuh, Berbunga: Ini 17 Jenis Tanaman Hias Gampang Ditanam


Di rumah Bogor, lumayan beragam tanaman hias yang saya pelihara. Persamaan mereka satu: mudah ditanam, gampang dibudidayakan, dan berbunga cerah ceria kayak bunga deposito dan return investasi saham hehehe.

Jujur, di tengah demam jenis tanaman hias ini itu yang harganya bikin geleng-geleng, alih-alih ikutan tren yang bikin boncos di kantong, saya malah memilih tanaman yang murah meriah, tidak manja dan bikin suasana rumah meriah.

Plus, bikin tetangga yang lewat pada menengok hijaunya halaman kecil si rumah mungil :). Alhamdulilah pula, kami di kompleks jadi berkesempatan berbagi tanaman alias barter sehingga tidak terasa koleksi masing-masing makin lengkap dan teras rumah pun asri.

Selain dari tetangga, beberapa tanaman saya beli dan sebagian lagi saya minta dari tempat wisata yang keluarga saya kunjungi. Seperti vinca tegak dari kafe tepi danau di Dramaga dan daun ungu ketika ngadem di Kopi Daong kaki gunung Pangrango-Salak.

Sesampai di rumah, lalu saya tanam dan setelah tumbuh lebat kemudian dipangkas. Dari batang hasil pemangkasan lantas jadi bahan untuk memperbanyak atau budidayakan dengan stek/tancap batang ke tanah. Beberapa jenis tanaman dibudidayakan degnan tabur biji dari bunga yang sudah mengering, seperti untuk bunga kancing dan zinnia.

Nah ini dia deretan 17 tanaman yang saya pelihara dan lolos screening ketat ala-ala cantik, hemat, anti manja ialah:

1. Vinca hibrida dan tegak


2. Miana


3. Zinnia


4. Melati jepang


5. Daun ungu


6. Puring





8. Spider plant



9. Lidah mertua


10. Lidah buaya



11. Peace lily


12. Sirih gading


13. Ginseng atau som jawa


14. Bunga kancing


15. Lantana camara atau tembelekan



16. Impatient Walleriana



17. Apa ya namanya? (2)



Media tanam
Tanaman hias, pada umumnya, membutuhkan media tanam (metan) yang porous atau mudah mengalirkan air. Lebih mudahnya untuk memahaminya, indikatornya ialah air siraman atau air hujan tidak menggenang.

Kenapa bisa tidak menggenang, ya karena air segera mengalir ke bawah. Jadi media tanam tetap dapat asupan air tapi tidak sampai berlebihan.

Komposisi campuran media tanam saya ialah 4 jenis yakni tanah, pasir, sekam bakar dan kohe alias pupuk dari kotoran kambing (yang sudah kering, matang, sudah tak mengeluarkan bau menyengat).

Rasionya semua 1:1:1:1. Dicampur dan rata. Kalau terpaksanya tanah halaman rumah berupa tanah lengket dan padat, saya biasanya mengurangi porsi tanah menjadi hanya setengahnya.

Idealnya, media tanam tadi dibiarkan 1 minggu sebelum ditanami. Meski kadang saya mah kurang sabaran hehehe.

Bagaimana kalau media tanamnya beli yang sudah jadi di toko pertanian? Bagus juga kok. Namun ada baiknya kita tambahkan pupuk kohe kambing dengan komposisi 1:1/2. Jadi kalau beli media tanam 1 karung, kohenya 1/2 karung.

Pupuk
Seperti halnya tanaman lainnya, tanaman hias juga membutuhkan pupuk sebagai nutrisi. Saya menggunakan pupuk kimia dan organik meskipun penggunaannya sebaiknya terpisah atau waktunya tidak bersamaan.

Untuk kimia, NPK mutiara menjadi andalan. Taburkan cukup 1/2 teh setiap 2 minggu.

Sedangkan untuk pupuk organik, saya membuatnya sendiri. Yang paling mudah adalah menggunakan bahan dari dapur yaitu nasi basi, air, dan gula. Caranya pernah saya tulis di sini. Mudah banget dan efektif meningkatkan mikroorganisme yang berfungsi menyuburkan dan menggemburkan media tanam dan tanah.

Salam berkebun dari Bogor :)