Tuesday, July 10, 2012

United Tractors Batalkan Akuisisi Tambang di Kaltim



United Tractors Cetak Penjualan Alat Berat Bulan Juni 500 unit
United Tractors Batal Akuisisi Tambang di Kaltim

Perseroan membatalkan akuisisi tambang batu bara di Kalimantan Timur namun memastikan mengambil alih konsesi di Kalimantan Tengah
JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UNTR) akhirnya membatalkan rencana akuisisi konsesi tambang batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim). Emiten distributor alat berat dan pertambangan batu bara ini sejatinya telah merencanakan pengambilalihan lahan tambang sejak tahun 2011 silam.

“Kami putuskan batal mengakusisi tambang batu bara di Kaltim,” ungkap Direktur Keuangan United Tractors, Gidion Hasan ketika dihubungi Koran Jakarta, Senin (9/7). Penyebab pembatalan akuisisi, menurut Gidion karena perseroan melihat lahan tambang di Kaltim tidak sesuai dengan harapan perseroan.

Terkait detail ketidaksesuaian itu, Gidion tidak menjelaskan secara terperinci. “Secara keseluruhan, konsesi tambang itu tidak memenuhi ekspektasi kami,” katanya.

Sebelumnya, perseroan juga menetapkan kualifikasi umum tambang yang diakuisi perseroan mesti memiliki cadangan minimal 30 juta ton batu bara. Dari laporan due diligence, lahan tambang di Kaltim menunjukkan level kalori dalam kisaran 6.000-6.300 kcal/kg atau termasuk kategori kalori tinggi.

Batalnya akuisisi di Kaltim rupanya tidak mendorong perseroan untuk mencari pengganti dengan lahan tambang lain yang lebih berprospek menjanjikan. “Incaran lahan lain tidak ada,” katanya.

Dalam agenda akuisisi, United Tractors mengincar dua konsesi. Meski pembelian konsesi di Kaltim dipastikan batal,  perseroan menegaskan bakal mengambil alih tambang di Kalimantan Tengah. “Pengambil alihan lahan tambang batu bara di Kalteng, pasti jadi,” tutur Gidion.

Dia memastikan bahwa kesepakatan akuisisi akan dilakukan pada bulan Agustus 2012 mendatang. “Saat ini masih proses, dan satu bulan lagi bakal closing akuisisi,” paparnya.

Rencana penutupan transaksi akuisisi, dijelaskan Gidion bukan berarti langsung berproduksi. “Kalau untuk eskplorasi atau produksi masih lama,” ucapnya.

Sebelumnya, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu berharap akuisisi itu untuk meningkatkan jumlah cadangan batu bara hingga 500 juta ton dari total jumlah cadangan saati ini 369 juta ton.



Penjualan Alat Berat
Untuk penjualan alat berat, realisasi penjualan alat-alat berat di bulan Juni 2012 anjlok hingga 35,32 persen dibanding bulan Mei sebelumnya. “Di bulan Juni ini, perseroan menjual sebanyak 500 unit alat berat,” tutur Gidion.

Bulan lalu, perseroan masih membukukan penjualan sebanyak 773 unit alat berat sehingga terjadi penurunan 273 unit. Dengan demikian sepanjang semester I-2012, perseroan membukukan penjualan sebesar 4229 unit alat berat atau 49,7 persen dari target sepanjang 2012.

Tekanan kinerja penjualan seperti ini juga sudah direspon perseroan. United Tractors sudah merevisi target penjualan alat berat 2012 menjadi 8500 unit dari sebelumnya mengincar 9500 unit. Target teranyar itu masih terhitung naik tipis dibanding realisasi penjualan 2011 yang sebanyak 8467 unit.

Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K Loebis, mengatakan sebagian besar masih dikontribusi dari sektor pertambangan. “Porsi sektor pertambangan masih mendominasi penjualan alat berat,” ujar dia, terpisah.

Sementara itu, perseroan berencana membeli Medium Terms Notes yang diterbitkan PT Surya Artha Nusantara Finance (SanF) dan terdiri dari 3 seri.  United Tractors telah melakukan pembelian MTN Seri A senilai 100 miliar rupiah dan akan melakukan pembelian MTN seri B dan C maksimum 200 miliar rupiah.

“Perseroan juga berencana mengambil sebagian atau seluruh MTN yang akan diterbitkan kembali SanF senilai 300 miliar rupiah,” ujar Gidion.  Tingkat bunganya sebesar 5,25 persen dan pembelian ini untuk mendukung penjualan alat berat perseroan.

Caranya, dana yang diperoleh dari pembelian MTN itu akan digunakan untuk membiayai penjualan  alat berat kepada konsumen dengan tingkat bunga yang kompetitif. SanF sendiri dimilliki juga oleh induk usaha United Tractors, PT Astra International Tbk sebanyak 60 persen. fik/E-10

+++++
Koran Jakarta,  http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/95323, edisi Selasa, 10 Juli 2012

3 comments:

  1. tetep dong penguasanya dari itu ke itu saja
    orang lain cuman jadi penonton...

    ReplyDelete