Saturday, March 28, 2020

Ragam Order Transaksi Saham, Pakai yang Mana?


Pada aplikasi trading saham baik mobile di HP dan software di PC, ada beberapa pilihan yang bisa kita gunakan  untuk bertransaksi.

Sependek yang saya tahu, paling tidak ada 5 fitur order saham. Yakni:

  1. Order booking
  2. Order stock
  3. Fast order (istilah lainnya Speed Order)
  4. Automatic order (lainnya menyebut Break Order)
  5. Good till Cancel

Istilah-istilah order di atas bisa jadi antar sekuritas berlainan. Misalnya Fast Order dipakai oleh Mirae pada aplikasi miliknya, HOTS. Sedangkan fitur fungsi yang sama di MNC Sekuritas dinamakan Speed Order pada aplikasi MNC Trade New-nya.

Begitupun dengan fitur trading yang mengakomodir kebutuhan kita untuk bisa mengikuti trend harga baik buy maupun sell. Di Mirae, disebut sebagai Automatic Order adapun MNC memilih istilah Break Order.

Alih-alih membahas soal istilah, artikel ini lebih mengulik fitur order mana yang lebih tepat dipakai pada situasi tertentu.

Maksud dari lebih tepat ini bukan berarti mengklaim bahwa order A lebih bagus daripada order B. Jika pun nanti order A dinilai lebih tepat ketimbang lainnya, itu pun karena ada situasi yang melekat.

Lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Order Booking
Dipakai mulai pukul 16.30 untuk trading hari berikutnya. Ini jika kita sudah menentukan sahamnya, memkalkulasi, dan menentukan strategi trading.

Misalnya, pada Senin sore saya mengambil posisi akan buy BEEF di harga 200 maka saya gunakan Order Booking, masukkan semua kondisi harga dan lot.

Order Booking dibuka mulai 16.30 sampai esok hari 06.20. Mengapa disarankan ambil posisi pada sore 1 hari sebelum perdagangan? Agar kita dapat antrean awal. Karena kalau baru masuk di esoknya, kita dapat antrean bisa 10.000-20.000 lot. Ingat ada sekuritas dan bandar hehehe

Nah yang harus disadari adalah ada risiko jika ternyata harga saham yang diincar dan  bursa ternyata turun saat pembukaan. Jadi, kalkulasi dan risiko harus disadari sejak awal. So pasang pula stop loss.

2. Order stock
Ini order trading saat hari perdagangan. Real time dan mengikuti pergerakan harga.

Perlu diperhatikan, sangat bisa jadi kita buy di harga yang lebih tinggi ketimbang rencana atau trading plan semula.

Kelebihannya ketimbang Order Booking, saat ternyata harga turun maka kita buy di harga rendah karena sesuai perkembangan aktual.

Oya, order biasa ini juga langsung ada notifikasinya, sehingga kita bisa segera mengetahui peogresa request kita.

3. Fast atau Speed order
Fitur ini dipakai saat hari perdagangan. Alias kita harus tunggu sampai pembukaan.

Kelebihannya, jika kita ingin cepat bertransaksi. Namun pastikan jaringan internet bagus. Ada delay sedikit saja dan pas saat transaksi ramai, bisa ketinggalan kita.

Istilah staf marketing sebuah sekuritas saya, ada delay dan durasi. Jika memang mau menggunakan Fast atau Speed Order, maka kita lagi benar-benar luang dan santai sehingga bisa mantengin pergerakan harga baik buy maupun sell serta jaringan stabil.

Lebih disarankan, jika memang mau pakai Fast atau Speed Order maka sebaiknya gunakan di PC. Kurang direkomendasikan memakai di HP atau mobile.

Jangan gunakan fitur ini saat kita mengerjakan hal lain seperti kuliah, ngantor, berkebun, nanem-nanem dan bebikinana meja DIY hehehe.

4. Automatic Order atau Break Order
Simpelnya, fitur ini bisa untuk pasang posisi take profit dan stop loss.

Esensi order jenis ini adalah untuk mengikuti tren harga. Saya yang awam mungkin rada belibet menjelaskannya :)

Adapun kawan sekuritas mengatakan fitur ini lebih banyak untuk posisi sell. Meskipun bisa banget untuk buy.

Oya, beberapa kawan bilang jika mau menggunakan fitur ini, maka yang lebih valid adalah mengacu harga "last price".

Di order ini, saat buy kita tentukan kondisi harga "kurang dari" atau <= dan masukkan berapa lot yang diinginkan.

Adapun saat sell, masukkan kondisi harga "lebih dari" atau => dan lot-nya.

Kondisi <= dan => itulah yang dimaksud dengan mengikuti tren harga.

Misalnya kita ingin sell dan take profit TLKM. Harga buy 1000 dan kita ingin sell dan take profit jika harga mencapai minim 1050 atau gain 5% (ini sekadar misalnya ya, tidak menggambarkan posisi harga belakangan ini, sengaja pakai angka bulat).

Maka di Automatic Order, pilih Sell, masukkan kondisi Last Price dan masukkan harga => 1050.

Maka saat TLKM mencapai 1050 akan masuk ke sistem order dan nantinya ditransaksikan.

Begitu pula jika ingin memasang stop loss sesuai trading plan kita.

Selain menentukan dengan target harga, bisa pula masukkan presentase target take profit dan stop loss.

5. Good till Cancel (GTC)
Kelebihan GTC adalah kita bisa menggunakan sebelum pasar dibuka. Bahkan saat libur sekalipun. Rentang waktunya pun bisa berhari-hari, mingguan sampai kita cancel.

GTC bisa untuk buy dan sell. Fitur ini cocok bagi yang santai tanpa perlu melihat-lihat terus aplikasi saham.

Sesuaikan kebutuhan dan trading plan
Fitur-fitur order tadi, pada dasarnya untuk membantu kita. Detail-detailnya sesuaikan saja dengan rencana, kebutuhan, dan habit.

Ingat, disclaimer on ya hehehe.

Salam trading,

No comments:

Post a Comment