Sunday, April 3, 2011

Bercak Putih pada Bayi

UP-DATE  3 Maret 2015
Alhamdulillah, Kaka sudah berusia 4 tahun 3 bulan, dan hingga kini tidak ada lagi bercak putih seperti ketika dia bayi :)

UP-DATE Agustus 2011: 
Alhamdulillah, setelah kami memeriksakan Kaka ke Bu Dokter Ari Muhandari Adhie, spesialis kulit di RS Ibu dan Anak "Harapan Kita", Jl S Parman/Slipi, Jakarta, bercak putih di wajahnya akhirnya hilang. Beliau adalah dokter ketiga tempat kami memeriksakan putra kami itu. 

"Berikut info RS Harapan Kita, no. telepon direct Klinik Kulit dan Kelamin: 
021-5668284, terus ekstension: 1118
http://www.rsabhk.co.id/lain-lain/telepon-penting.html"


Tentu saja ini melegakan karena pengobatan di dokter pertama tidak berbuah hasil. Dokter itu memberi masukan agar kami mengoleskan Setelah kami mengoleskan Shampo Selsun Blue yang sejatinya untuk ketombe.

Bagaimana kami akhirnya ke dokter Ari? Referensi dokter ramah ini kami dapatkan dari dokter anak yang praktik di Kemanggisan. Beliau memberikan resep salep Ezzera Cream dan body lotion untuk bayi. Hasilnya, bercak di badan berangsur hilang.

Sayangnya, bercak putih pada wajah tetap bergeming. Enggan menyingkir dari alis, samping hidung dan depan kedua telinga. Kami mulai khawatir (lagi).

Nah untuk yang di wajah, dokter yang kedua ini memang memaparkan beberapa kemungkinan. Artinya, obat-obatan sebelumnya belum tentu bukan tidak manjur tapi mesti ditelisik penyebab pasti bercak putih. Karena selama ini lebih cenderung berupa hipotesa.

Oleh karena itu, dengan bijak beliau juga memberi referensi agar kami memeriksakan Kaka ke teman sejawatnya, ya bu Dokter Ari itu yang di Harapan Kita..

Selang semingguan, kami periksa ke Dokter Ari di rumah sakit milik pemerintah itu. Beliau memaparkan dengan gamblang. Sederhananya, bercak putih pada bayi dimungkinkaan karena alergi yang nantinya terkait dengan exim.

EXIM dan ASMA
Exim kelamin? Eits, nanti dulu, exim ada macam-macam, memang ada yang berhubungan dengan exim kelamin dan kasus pada bayi kebanyakan lebih ke non-kelamin.

Nah kecenderungan exim non-kelamin juga beragam, ada yang implikasi ke pernafasan dan menjadi asma atau ke gangguan kulit kayak bercak putih.

Disini, faktor genetik banyak berperan, nggak mesti lewat jalur langsung orangtua kandung, bisa ditengarai dari saudara kita, nenek kakek sampai paman bibi.

Dokter Ari bilang, karena faktor genetik, maka kita mesti menyadari hal ini dan upaya penyembuhannya mesti cermat.

Beliau bilang, karena faktor inilah maka secara medis hanya bisa melakukan upaya pengurangan, syukur sembuh atau bercak hilang total. Kerajinan dan ketekunan ortu sendiri menjadi kunci.

Beliau itu juga menuturkan, beberapa hal yang perlu kita cermati apakah garis keluarga kita membawa faktor genetis exim, bisa dilihat dari salah satu atau gabungan tanda-tanda fisik.

Paling kentara, adakah kerabat kita yang menderita asma? Juga, apakah ada yang sering bersin di pagi hari. Lalu, bulu alis yang jarang juga menjadi penanda.

Benar juga, kakak kami salah satunya terpapar asma, keponakan kami juga. Seorang yang lain rajin bersin di pagi hari. Jelas sudah dan kami mengangguk-angguk :)

Pada bayi, selain bercak di beberapa bagian wajah secara acak, biasanya bercak melingkar di sekitar/depan kedua telinga. Persis seperti pada Kaka.


KEBERSIHAN RUMAH
Beliau juga mengingatkan, agar kebersihan rumah dijaga terutama rajin-rajin menyingkirkan debu. Periksa sudut-sudut rumah dan ventilasi udara yang biasanya debu tidak begitu terlihat.

Untuk bayi, jangan biarkan air mata dan keringat menempel terlalu lama. Sering-sering ganti bajunya jika sedang banyak keringat. Bulir keringat dan airmata ternyata juga menjadi media bercak putih menjalar.

Pula, segera seka dengan kain kering dan bersih. Pastikan pakaian si dede diseterika tanpa pewangi/pengharum setrika usai dijemur kering, jangan hanya dilipat.

Menurutnya, sekali lagi, jika bayi kita mengalami bercak karena exim maka hal itu akan terus dialami hingga usia 1,5-2 tahun dan setelah itu hilang sendiri. "Ya memang begitu, sikap kita terima saja. Tapi kan kita juga ada usaha, mudah-mudahan bisa membantu," pesannya.

Bisa juga, tambah beliau, bercak dan gangguan lainnya akan berlangsung hingga usia 15 tahunan, SD hingga sekitar SMP. Bukan menakut-nakuti, tapi ini agar kita siap dan tetap berusaha.

Lantas, beliau memberi resep obat yang bukan bikinan pabrik. Di apotek RS, kami menunggu beberapa waktu karena resep itu memang perlu diracik. Berupa salep untuk bercak putih dan salep untuk gigitan nyamuk yang ternyata jika dibiarkan akan mempercepat gangguan exim.

Beliau mencontohkan, kaki atau tangan anak-anak yang bentol-bentol berwarna gelap bekas gigitan nyamuk yang membekas hingga lama. Itu sejatinya terpapar exim kulit tapi orangtuanya kurang memerhatikan dan hanya mengira karena gigitan serangga semata.

Hasilnya?
Alhamdulillah yah, setelah pemakaian dua minggu, obat bekerja efektif. Bercak mulai memudar. Dan setelah minggu ketiga, benar-benar hilang.

Kami sendiri menangkap pesan beliau, kenali penyebab bercak putih jika bayi kita mengalaminya. Pengalaman kami, gangguan exim yang biasanya karena faktor genetis adalah penyebabnya, Langkah penyembuhannya selanjutnya berdasar dari hal itu.

Dan resep Dokter Ari ternyata manjur. Sekali lagi, itu masih juga ditambah kepedulian dan kerajinan kita, orang tua buah hati. Bukan cuma kepekaan si Ibu bayi tapi juga Buuaapaknya qeqeqe




++++ 

Juni 2011. Cerita sebelumnya::
Ini bermula dari kami mencoba memeriksakan Kaka ke dokter anak di bilangan Kemanggisan untuk mendapat second opinion. Selain praktik di rumah, beliau juga dinas di RS Harapan Kita. Sebelum menentukan obatnya, Bu Dokter menanyakan detil Kaka, misalnya apakah belakangan ini banyak berkeringat.

Memang iya sih dan itu, menurutnya, membuat kulit bayi jadi lembab oleh keringatnya sendiri. Artinya, bercak putih Kaka bukan suatu masalah berat. Kami lihat, Bu Dokter terbilang bijak. Karena dia menelisik penyebabnya, baru kemudian memberi solusi. Resep yang ia berikan adalah salep Ezzera Cream, fungsinya sejatinya lebih untuk moisturiser bagi kulit bayi yang sensitif. Alhamdulillah, setelah dioleskan tipis-tipis selama 5-7 hari, berangsur bercak putih berkurang dan kontrasnya makin tidak lagi pekat. Ezzera mulai bekerja efektif di punggung karena bercak pada bagian itu yang pertama hilang.

Lebih dari itu, kulit punggung Kaka kembali halus dari sebelumnya terasa kering dan seperti bersisik. Alhamdulillah. Oya, update ini diposting karena artikel ini, seperti terlihat di statistik, banyak di klik kawan-kawan blogger. Juga terlihat dari keyword yang dipakai untuk menuju artikel ini seperti 'bercak putih bayi' dll.

So jika sebelumnya, kami mendapat resep Shampo Selsun Blue, maka sharing soal Ezerra ini semoga bisa membantu para bunda-ayah yang mungkin mengalami masalah yang sama pada dedek bayi :) +++  

April 2011. Berikut ini, potingan sebelumnya, nama rumah sakit dan dokter pemberi resep Selsun Blue sengaja kami hilangkan untuk menghindari intepretasi yang bias :)

Semingguan ini kami sempat bingung sedikit cemas. Pasalnya, muncul bercak-bercak kecil warna putih di beberapa bagian tubuh si anak lanang Kaka 3,5 bulan. Di ujung pencarian solusi, muaranya adalah saran dokter untuk menggunakan shampo anti ketombe :)

Awalnya, Bunda Titi yang memergokinya muncul di belakang telinga. Lantas dagu. Sempat hilang namun lantas menjalar pelan- pelan di beberapa bagian punggung. Tidak merata memang. Meski Kaka tidak rewel, misalnya merasa gatel, tetap saja kami mesti waspada yang dibalut was-was. Informasi dan referensi. Bunda Titi sigap memencet E63-nya untuk browsing. Selancar via opera dan google yang lantas hinggap di beberapa milis dan blog.

Sayang, hasilnya nihil. Kalaupun ada kurang spesifik. Para Bunda yang berbagi curhat dan pengalaman pun mengalami hal yang sama pada putra-putrinya namun solusinya belum ketemu. Atau, belum pas. Biasanya, ketika kami butuh informasi seputar perawatan bayi, searching kanan-kiri sudah mendapat pencerahan. Mungkin, kali ini memang perkecualian. Positifnya, bisa jadi kali ini kami yang perlu share jika menemukan solusi bagi bercak putih pada bayi.  

Periksa ke dokter Sabtu kemarin, 2 April 2011, akhirnya kami meluncur ke rumah sakit tak jauh dari rumah di bilangan Asofa, selemparan batu dari Rawabelong. Odometer di motor paling-paling mengukur jarak 800 meter. Dari dokter spesialis yang praktik hari itu, menurutnya, itu lebih disebabkabn oleh jamur yang terhitung wajar muncul pada bayi di negara tropis seperti kita.

Alih-alih memberi resep obat jamur kayak Kalpanak atau salep 88 *buat bayi gitu loh* Pak Dokter menyarankan kami mengolesi dengan Selsun Blue. "Apaan tuh, Dok?" tanya kami berlidah dialek Betawi setelah setahun tinggal di Asofa, Kebon Jeruk. "Shampo. Untuk Ketombe. Ini mengandung sulfur untuk menghilangkan jamur." "Ooo."

Kalau sampeyan denger 'ooo' kami yang melongo, pasti menangkap ragu dan tanya. Karena faktor kompetensi pak Dokter-lah akhirnya kami pun mendengarkan analisis dan masukannya. Soal Selsun Blue yang shampo untuk ketombe pun kami terima.

Tentu di benak ada sedikit rencana untuk mencari seken eh second-opinion. Malam itu juga, kami dapatkan sampo itu di apotek di ujung Jl Berdikari setelah mentok ngubek-ubek Alfa Midi Kemandoran-Rawabelong. Tentu, kami sengaja nggak keluyuran ke 7 Eleven di seberangnya.

Nyari obat buat anak kok disambi nongkrong qe3 Esoknya, kami nelpon Mbak Warih, kakak kandung perempuanku yang tinggal di kampung halaman Jogja. Dia juga bekerja sebagai analis kesehatan di laboratorium Puskesmas. Olala, minimnya referensi yang selama ini bikin kami ragu dan cemas akhirnya dikuatkan oleh mbak Warih.

Ia mengiyakan bahwa Selsun Blue bisa untuk mengatasi bercak putih akibat jamur pada bayi. Ia juga bertutur, ketika tugas praktik di RS Sarjito, mbak Warih sempat bertanya pada kawannya yang bertugas di Poli Anak rumah sakit itu.

Jawabannnya pun sama. Malah, mereka juga mengoleskan sampo itu ke badan bayi yang dirawat di sana jika mengalami hal yang sama. Penggunaannya sendiri, menurut saran Dokter yang diamini oleh mbak Warih, dioleskan tipis sebelum mandi menggunakan tangan, dibiarkan selama 10 menit lantas dimandikan tanpa sabun. Semoga ini berhasil. Amien.

(Note: ternyata belakangan, pengobatan memakai sampo ini tidak berpengaruh. Bercak putih tetap ada, dan hilangnya setelah kami periksakan ke Bu Dokter Ari di RS Harapan Kita. Makanya, saya tulis "UPDATE"nya di bagian atas.)

Salam.
@inung_gnb


Artikel Lari:
- Program Latihan Lari untuk Pemula ... https://goo.gl/5npAoR

- Latihan pendukung, lari lebih cepat, lebih lama: Strength / Circuit Training ...

22 comments:

  1. oooh iya aku tw sampo selsun itu... (jadi tw gara2 ikut lomba cerpen, hehehe)

    >>untung penyakitnya ga parah.

    waaah semoga si kecil cepat sembuh bang!
    amiiiin...

    ReplyDelete
  2. wah nambah ilmu nih, persiapan buat ntar klo pnya dedek sendiri,, hahha

    tapi mas, aku dulu sewaktu kecil menggunakan kuncup bunga melati, yang di gosokan ke bercak - bercak putih tadi, air yg keluar dr kuncup menjadi obatnya.. di pake 2x sehari setelah habis mandi. hehehe

    ReplyDelete
  3. asswrwb... moga cpt sembuh ya adek Kaka..

    ReplyDelete
  4. he..he.. keliling-keliling.. cari referensi "si bercak putih" pada bayi, ketemu yg super lengkap disini.

    Trimaksi pak :)

    ReplyDelete
  5. Trmksh bwt infonya pak.. saya coba cari2 referensi gak nemu2. dibawa ke dokter anak langganan tapi gak mau ngasih resepnya karna takut ketergantungan. memang yg saya tahu ezerra sbgai moisturizer, sebenarnya ada di rumah tp gak pernah dipake.. wah, ternyata bisa dicoba untuk bercak2 putih...

    ReplyDelete
  6. makasi mbak,qta dpt pengetahuan baru lg,,akan tetapi,anak saya jg dpt seperti itu,terutama di kening,,saya jg memakai ezerra bahkan udah 1 bulan yg lalu tetap gak ilang jg,,kl berkurang iya,cuma gak ilang...kl boleh tau pakai apa y mbak?trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. adhuhhhh.... maap banget baru bales, bandel nggak ngerawat blog nih.

      Puji syukur, bercak putih Kaka berangsur hilang. Obatnya sih resep racikan dr dokter RS Harapan Kita, ambilnya di apotek RS itu dan diracik khusus oleh apoteker. Setahu kami, bukan produk pabrik.

      Jadi, ada baiknya, di bawa ke RS saja. Seperti dokter Ari bilang: bercak putih ini mesti dilihat dari penyebabnya. kalau utk kasus Kaka, labih karena faktor genetik yang didiagnosa memiliki bakat asma.

      Dari asma ini, bercak putih adalah salah satu tanda/gejalanya. maka, dokter tersebut berpesan, selain dari obat yang di kasih, kebersihan lingkungan / rumah mesti dijaga. terutama dari debu yang cenderung katalis/pemicu bagi asma.

      trims, semoga bermanfaat.

      Delete
  7. blh liat foto bercak putihnya gak bunda?
    anak saya (2 bln) di wjhnya banyak bercak putih halus, begitu juga di leher (lumayan banyak dan merata)...tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh... bentar ya aku ubek-ubek folder fotonya hehehe. Maap agak lama balesnya :) #soksibuk :)

      semoga bermanfaat

      Delete
  8. aduh mbak aku sdh dr bulan kemaren utak atik mbak google cari info masalah bercak putih putih diwajah bayi hari ini dapat soalx baby aku umur 3 bln ngitu mbak makax mau coba dulu pake selsun blue mudah2an berhasil kl tdk bw kedokter lg ...doakan ya mbak ....
    terimakasih ...

    ReplyDelete
  9. Ќªℓº blh th obat n nama salepnya ªpª ♈ã? Kyaknya gejalanya sm, Ɖąᵃ♌ saudara Ɣªп̥̥̲̣̣̣Ǥ suka bersin tiap pg. Trmksh.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. wah makasih bangeeettt mbak infonya bener2 bermanfaat banget...bersyukur bisa nemu blog mbak...kmaren smpet gak bisa tdur abis memeriksakan dedek ke dokter anak yg bilang bercak putih yang persis sama dede Kaka itu adalah semacam vitiligo yang notabene gak bisa disembuhin krn itu semacam kelainan padahal ada di daerah sekitar mata...sayangnya resep salep yg dari dr ari yang mungkin belum bisa dicoba ya, mesti konsul lgsung ke dokter kulit terdekat soalnya sy lokasi di magelang...mudah2an bisa cocok ya dg sampho selsun

    ReplyDelete
  12. eh bukan mbak ya tapi pak...maap saking seriusnya baca blognya smpe gak ngeh yang nulis bukan mbak tapi pak..hehehe

    ReplyDelete
  13. ezzera atau ezerra yah nama cream nya???

    ReplyDelete
  14. wah nemu juga kasus yang sama dg anakku, riwayat di keluarga suami mmg banyak yg kena asma dan suami juga dl waktu kecil prnh kena asma...boleh tau dr Ari prakteknya tiap hari apa dan kira2 berapa biaya konsultasi dan obatnya. trims ya Pak

    ReplyDelete
  15. Waduh sedihnya...anak sy sptnya jg punya penyakit yg sama tp km tinggal jauh diPadang jd gimana mo pergi berobat ke RS Harapan Kita Jakarta ya... :( boleh gak mt copy resepnya, ma kasi ya pak sebelumnya.....

    ReplyDelete
  16. Wahh makasih bgt referensinya mbak..ini hari ke 4 anakku 1,5bln ada bercak putih bulat di pipi kanan kiri dan smakin melebar kyk panu, dan trnyta saya rajin bersin dipagi hari gitu juga anakku, trus suamiku jg alisnya tipis..rencananya minggu ini aku baru mau ke dokter anak yg biasa anakku datengin kl ga sembuh baru mau ke dr.Ari, untung ajah baca referensi dr blog ini..jd udh sedikit ada pengetahuan u/ ditanya" ke dokter besok..makasih ya mbak^^

    ReplyDelete
  17. Sya minta resepnya dong, kbetulan anak saya jg mengalami hal yg sama. Saya agak khawatir takut permanen bercak putihnya karna sudah meluas di skitar hidung dan alis

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails