Tuesday, January 22, 2019

Tahapan dan cara finishing kayu dengan cat dan vernis

Main-main kayu, lebih puas kalau sekalian sampai finishing. Pilihannya sih bisa dengan cat warna atau penyuka natural kayak saya, ya vernis atau pelitur atawa politur.

Nah kalah sudah weekend, saya berencana melakukan finishing. Dari info di kawan-kawan, ada beberapa opsi seperti ini:

1. Mulai dengan mengamplas dan Amplas nya memakai nomor 80. Langkah ini berupa tahapan penghalusan yakni menghilangkan bulu-bulu kayu.
2. Selanjutnya Dempul terutama pada lubang paku (kita belinya kayu bekas palet kan hehehe). Pastikan juga pendempulan sampai merata di seluruh permukaan kayu untuk menutupi pori-pori kayu.
3. Berikutnya adalah mengamplas lagi, tetapi pastikan dempulnya benar-benar kering. Kali ini Amplas lagi dengan amplas nomor 120 sampai rata.

Nah, jika langkah berikutnya ingin mengecat dengan warna solid seperti warna-warna pastel atau duco (kayak meja kursi playgroup dan TK), ada dua step yang punya fungsi spesifik:
a. Gunakan dempul Wood Putty guna menutupi lubang-lubang kayu
b. Sedangkan Isamu Lacquer lebih tepat untuk menutupi pori-pori kayu.

4. berikutnya ialah vernis atau jika kita ingin mengecat warna. Jika vernis atau pernis, pengalaman tetangga adalah gunakan kuas terlebih dulu sampai merata atau sampai sapuan penuh hingga ujung. lalu sapukan dengan jari/ tangan/ kain bal / bekas kaos yang halus. Fungsinya agar tekstur kayu dan mata-mata kayu lebih "keluar". Dijamin ganteng maksimal deh :D

5. Jika inginnya lanjut ke proses pewarnaan, (sama dengan vernis) pakai kuas yang dilapis kain bal atau bisa juga semprot. Saya keknya masih kuas saja karena kalau semprot ya belum punya alatnya plus nihil kompresor :). Treatment sapuan kain bal juga berlaku di sini. Jadi, setelah penyapuan dengan kuas, maka bisa jadi ada warna yang belum meresap. Kita perlu melapnya dengan kain bal agar warna lebih rata dan sekaligus tidak nampak bekas sapuan.

6. setelah kering, berikutnya adalah proses sanding sealer. Jangan sekali-kali terlalu menekan kuas agar warna tidak luntur. Beda lagi jika merasa warnanya belum pas ketika mencampur dengan warna. Kita harus benar-benar menunggu kering, biasanya 1-2 hari. Kalau dapat jatah hujan, ya lebih bersabar ya.

7. lalu amplas dengan menggunakan amplas nomor 320, amplas halus nih, sampai permukaannya mulus dan licin. Jika menggunakan kuas pastikan tidak ada bekas sanding sealer yg terlalu tebal agar saat proses penyapuan top coat tidak terjadi keriting.

7. bersihkan permukaan kayu dengan lap kering sebelum pengaplikasian top coat.

Catatan: dempul pakai Impra Jati, nanti dioplos dengan talk putih agar warnanya gak terlalu tua dan sanding sealer dipakai sedikit saja sebagai perekatnya.

Bisa juga pakai sungkai jika warna kayunya kekuningan, kalau ini tidak perlu dioplos lagi, tinggal pakai saja. untuk sanding sealer & melamic top coatnya, biasa pake merk Nippon atau Propan.

Jika demen vernis / pelitur / politur dan penyuka natural, pakai vernis clear gloss setelah ampas. Bisa juga dengan Mowilex salak brown encer, kuas sampai ujung lalu disorong pakai lap kering agar teksturnya keluar. Kelar Vernis jangan sekali-kali dijemur, bisa-bisa menggelembung. Angin-anginkan saja di suhu kamar. Aman.

Untuk clear gloss top coat, pilih yang waterbase karena kalau tinner base bikin keringnya lama.  Clear gloss waterbase juga banyak pilihan Biovarnish, Mowilex, Propan, Wood eco, dkk Perlu 3-4 kali lapis vernis. Yang sabar yang telaten.

Eh yang murah juga bejibun kayak Oker, cap Tiga Bintang dll di toko material atau toko besi.

+++

Opsi lain jika ingin mengecat dengan warna solid dan waterbased:

1. Amplas memakai amplas kayu nomer 80
2. Dempul merata pakai wood putty (yang mudah pakai dempul RJ buat tembok)
3. Amplas lagi dengan nomer 120, kalau masih diperlukan dempul dan amplas ulang.
4. Kalau sudah rata, kuas dengan cat dasar/primer, bisa pakai Propan acrylic/produk treinoc Amplas dengan nomer 240, ulangi lagi cat dan amplas nomer 400
5. Lanjutkan dengan cat warna misal dari acrylyc dikuas dengan dilapisi kain kuasnya supaya lebih halus
6. Ulangi sekali lagi bila belum rata pewarnaanya
7. Terakhir lapisi dengan clear waterbased 2-3 lapis
8. Kalau ingin vernis, setelah amplas nomer 80, dempul dan amplas dengan nomer 120, lanjut vernis bisa memakai Vinoguard yang mudah dicari di toko besi material atau Propan kode 01 ultran. Sedangkan wood filer bisa dengan Impra. Soal warna mah banyak pilihan.

Oya, kalau nomer-nomer amplas, tersedia di toko bangunan dari 80, 120, 150, 180, 240, dan 400. Setahu saya, dijual dengan lebar 10cm dan meteran. Kira-kira Rp 10ribu per meter.

Btw terima kasih atas info-info finishing-nya, saya salin dan nitip di blog. Semoga menjadi manfaat. Jika kurang berkenan, ane siap hapus #salim

1 comment:

  1. belum pernah sih saya mencoba metode menggunakan vernis tapi trims ya

    ReplyDelete