Tuesday, July 27, 2010

Keseimbangan


Berbeda dengan goyah, sering kali kita perlu goyang ke kanan kiri- depan belakang untuk menyeimbangkan sesuatu yang goyah.
Mulai dari mana saja, kita banyak disarankan untuk menyeimbangkan banyak hal. Kita ingat sabda Rasul yang kondang dengan lakukan lima perkara sebelum lima urusan. Saya ingat persis, salah satunya, makanlah sebelum kita lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang. Seterusnya, tentu sobat yang akrab dengan pengajian dan kultum hapal di luar kepala.
Juga soal waktu, manfaatkan sehatmu sebelum tiba masa sakitmu. Misalnya, yang praktis dan aktual bagi saya, selagi asam lambung mengembang dan mengundang maag datang, segera makan siang. Sekarang juga hehehe.
Eits… bukan karena sudut jarum jam di angka 12.45, lunch time, lantas saya menulis artikel ini dengan dibumbuhi soal makan di atas.
Oke kita mulai dengan yang dekat-dekat dulu dan membuat alur bak spiral.

Blogging

Saya sepakat bahwa blogging juga suatu upaya menyeimbangkan diri kita. Lebih jelasnya jika kita membawanya ke wilayah personal. Banyak diulas banyak sobat blogger menemukan dunia baru dan mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan uneg-uengnya.
Jika sebelumnya tertutup lantas lincah bertutur lewat papan ketik. Senyum mengembang ketika membaca komentar yang masuk dan terbahak saat bertemu langsung dengan sobat blogger.
Atau, lewat anak kandung teknologi internet ini, seorang fasilitator bisa menyeimbangkan laporan formal dan unek-unek yang merambati benak. Leat media blog, ia runtut bercerita tentang dinamika masyarakat desa yang ia dampingi di sudut Curup, sekitar 80 km dari Bengkulu.
Beragam peristiwa sehari-hari dan interaksi khas pedesaan menambah pengalaman teknis maupu non teknis.  Waduh,  ‘kebetulan’ saya lupa nama fasilitator itu *hehehe, piss…*

Blogwalking

Bak sepatu, kita membutuhkan kaos kaki. Agar lebih nyaman dan juga tidak lecet jika berjalan jauh. Bagaimana jika tanpa kaos kaki? Bisa saja asal kita duduk saja di satu tempat dan kurang bergerak.

Namun, imbasnya kita merasa kurang nyaman untuk menjangkau tempat yang lebih berjarak atau ibarat blogging: kita susah mendapat teman baru karena mengandalkan kedatangan sendiri teman blog. :)
So, setelah melepas uneg-uneg, kita dianjurkan untuk blogwalking.  Seperti yang sudah diulas oleh banyak kawan blogger, misalnnya  Ozzys dan Anggasona, untuk bertegur sapa dengan memperbanyak kenalan. Dengan begitu kita tergerak untuk mengungjungi satu sama lain. Atau meminjam bahasa yang sering disebut Pakies, silaturahim. 

Semangat ini juga sepertinya mendasari menapa brader Ozzys selalu mengawali komentarnya dengan, “Salaman dulu, …” Tak tahu kenapa belakangan ini, pilihan kata yang ‘Fauzy banget’ itu sudah jarang dipakai, semoga hanya soal teknis saja qe dan secara substansi, tetap begitu adanya. Hehehe. 

Komentar dan Shoutbox:

Blogwalking terasa asam dan hambar tanpa tegur sapa. Lantas ,bagaimana Omm Rame bisa tahu bahwa Nilla Gustian yang sukanya pulang di kala senja, (kadang siang sih hehehe) mampir ke blognya jika ia  tidak meninggalkan jejak di komentar atau ShoutBox atau SB. Begitu juga kalau meworldwords mampir ke 'rumah' Verra di Bandung.

Bisa juga sih lihat di statistik lalu menganalisis alamat URL  mana saja yang bertandang, tapi yo ribet banget lah.

Balik ke soal keseimbangan, di blogger atau blog yang ngontrak rumah di Blogspot, ShoutBox terbilang lazim. Saya sendiri memasangnya meski tidak semua sobat memilih menanam fasilitas ini.

Sebagai tuan rumah, saya memahami fungsinya: pertama, melihat dengan simpel siapa saja tamu yang mampir. Kedua, untuk menyediakan tempat menulis pesan. Pesan ini macem-macem dari yang bilang “Pagi sobat…” atau kenalan, bisa juga pemberitahuan follow. Atau ngasih kado spesial s.p.a.m.  qe3

Nah, kalau sebagai tamu di blog yang memiliki SB, saya menulis pesan dalam satu paket interaksi yang terintegrasi *apa lagi sih istilah njelimet ini qe3* Maksudnya, sebagai tanda bahwa saya berkunjung disitu, ucapan terimakasih atas kunjungan sebelumnya dan sekaligus pemberitahuan bahwa saya komentar di postingan terbaru dan/atau follow.

Jelasnya, salah satu contoh, “Met pagi, paling sip emang nongkrong di blog …(sebut nama blog/pemilik)… keren ini :D Btw barusan komment di artikel … (judul posting) …

Atau, “Makasih ya, usah mampir dan komment di blogku. Barusan ngintip … (judul posting) … Nice post, kawan!

Penekanan saya, terus terang, pada saat berkunjung ke blog sahabat. Saya berusaha banget menyeimbangkan nulis komentar di postingan terbaru atau yang lain, dan meninggalkan jejak di SB. Namun, prioritas pertama tetap di komentar postingan.
Sungguh saya menyesal banget  kalau tidak bisa komentar di beberapa blog sahabat misalnya Pak Chandra, ini semata karena soal teknis. Yaitu saya tidak bisa membuka fitur verfikasi atau captcha. Itu lho yang biasanya menyediakan kotak dengan huruf acak. Terpaksa, saya hanya meninggalkan pesan di SB. Lucunya, beberapa kawan lainnya bisa menulis komentar di situ :)

Beberapa kawan juga menilai bahwa menulis komentar lebih bisa menunjukkan atensi kita pada suatu blog dari pada SB. Dan saya sepakat sekali. Logikanya, pondasi blog adalah konten, konten dan konten. Soal desain, template, fitur widget, flash, asesoris berada di urutan selanjutnya.
Apa jadinya jika desain nomer wahid plus desain ajaib tapi tak ada postingan atau artikel sudah berumur 2 bulan atau malah tahun 2008, kecuali yang timeless seperti tips dan triks. Kita pun malas membaca dan kurang tergerak menelesuri postingan terdahulu.
Ketika kita menulis komentar atau mendapat komentar, berarti blog kita diperhatikan atau terbaca oleh blogger lainnya. Mengapa? karena yang nulis komentar sudah barang tentu membaca postingan meski dengan teknik membaca scanning atau apalah yang jelas membaca artikel itu. Beda dengan SB, bisa jadi membuka blog lantas menulis pesan di SB saja, thok thil tanpa membaca postingan yang sejatinya inti dari blog.
***
Dan saya sendiri menyeimbangkannya dengan membaca postingan, nulis komentar dan sekaligus SB. Kecuali jika memang ada kekurangan teknis pada blog itu.
Bagaimana dengan penulis pesan di SB yang tidak menorehkan pendapatnya di komentar? Saya berusaha memahaminya dengan terbuka dan bijak *jiahhhh… tumben agak bener nih qeqeqe*
Mungkin tamu kita sejatinya tetap membaca postingan tapi, seperti pernah saya baca ketika blogwalking, alasannya karena bingung nulis apa. Kedua, tidak percaya diri. Bisa jadi karena belum berkunjung atau komentar sebelumnya, was-was kalau blog ini hanya untuk komunitas tertentu *wakssss… emang buka blog pake tiket?” qe3 lha wong pengajian aja terbuka untuk umum kok qe3
Atau kalau mau komentar mesti lapor dulu qe3 emang RT-RW: Tamu menginap 24 jam harap lapor RT qe3
Toh, selalu ada yang pertama. Dari Tito’s Weblog yang komentar di Jogja yang Tak Habis-habis, “ bla.. bla.. bla.. Salam kenal!” Nah sekarang jadi sobat baru dan kami sudah saling berkunjung, komentar dan follow.
Makanya, ayo nulis komentar saja, wis to komentar sembarang deh, beneran ini! Oooo, nggak nurut? saya laporin Pak RT-Virtual lho! Qe3

Seimbangkan dunia online dan off line

Ini pesan brader blogger dari Sidoarjo, Tomo. Beliau nulis di komentar postingan saya Nge-blog santai: … … … utamakan juga dunia offline. Maksudnya jelas, selain jadi manusia kursi alias chairman, kita mesti melakukan kewajiban kayak sembahyang, bekerja dan belajar.
Dan juga, ya itu tadi: lakukan lima perkara sebelum lima urusan.
Saya ingat persis, salah satunya, makanlah sebelum kita lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang. Seterusnya, tentu sobat yang akrab dengan pengajian dan kultum hapal di luar kepala.
Juga soal waktu, manfaatkan sehatmu sebelum tiba masa sakitmu. Misalnya, yang praktis dan aktual bagi saya, selagi asam lambung mengembang dan mengundang maag datang, segera makan siang. Sekarang juga hehehe.
“Lho kok copy-paste dari tulisan awal di atas sih ?”
“Eeee… situ tamu blog ini kok protes. Biarin to wong tulisan saya sendiri kok.”
“Huuu… nggak kreatip. Biar tulisannya panjang sampe 1.177 kata, 6793 karakter, 4 lembar halaman ya?”
“Wealah… malah ngejek. Saya lempar pake HP BlackBery, Nokia E71, kunci mobil, BPKB ama sertifikat tanah lho! Husss… husss… nulis komentar sana eh di sini saja ding…!” :D
*Diposting sambil duduk, komplit berbungkus jaket, kupluk outdoor-nutupin kuping, kaos kaki dan teh hangat:  geregetan eh gemeteran masuk angin, tapi tetep ngeblog :D Soundtrack "Geregetan"nya Sherina :D

20 comments:

  1. heheh...iya mas...sesuatunya harus seimbang, biar kita dapat menghasilkan sesuatu yang terbaik..:)
    walau sambil gemeteran nge blognya, tapi tetep ada nilai yang diambil di sini...thanks for share and happy blogging ya mas...:d

    * jangan laporin aku ke Pak RT virtual ya..wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  2. hiyaaaa pertama nih..he3..,hmm panjang beneerr postingannya mas, lah aku amatir yo posting pendek2..xixi. well, hdp mmg hrs seimbang, kl g bs menyeimbangkan, kt sndr yg akan 'sakit'. semua hal, terutama waktu nih, kt hrs pinter2 menyeimbangkan semua dlm wadah 24 jam!,naa itu cnth simple kan...nice post, i like it!

    ReplyDelete
  3. thnks infonya mas..ini artikel yang saya cari mas.. keren nich blognya juga..keep posting sob..
    ini blogku ditunggu komennt baliknya yah di http://ilmu-komputer23.blogspot.com/2010/07/ati-radeon-hd-5970-solusi-graphics-card.html

    ReplyDelete
  4. weh... nggak kebagian baclink ini... hiks! btw, keep blogging keep blogwalking dan tetap semangat!

    ReplyDelete
  5. Pertama-tama dan pertama sekali....( lagi-lagi ), kaya'nya aku beneran harus bikin bubur merah bubur putih, namaku diganti sama mas inung jadi Nilla Agustian...qe3 ( pinjem ketawanya mas inung :D ).

    Yang kedua, horeeeeee.....aku ga termasuk ke dalam daftar yang akan dilaporkan ke Pak RT virtual..

    Ketiga, where is english summary nya mas inung????????????? ( jewer jewer....)

    ReplyDelete
  6. belum selesai ni kang bacanya, panjang
    saya copy aja deh
    hehe

    ReplyDelete
  7. posting yang kreatif mas, satu posting bisa menyapa beberapa teman. mungkn nanti bisa jadi sumber ide di postingan saya...(bukan copas, tapi pengembangan ide he.he) bolehkan?
    terimakasih

    ReplyDelete
  8. Blog telah menjadi penyeimbang hidupku. setelah seharian berkutat dg pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah, aku bisa relaks dan menuangkan segala yg ada di hati/pikiran... benar2 melegakan. :D

    ReplyDelete
  9. Dulu aku pakai shoutmix... terus shoutmix bermasalah krn gak bisa nampilin URL.
    Aku ganti ke Shoutcamp.. tapi krn kemudian error juga, akhirnya aku buang dan kini tak pasang kotak teriak itu lagi.. hehhe

    ReplyDelete
  10. Mas inung ternyata kita sama nih, mengganti nama mbak nilla sembarangan,,, Mav ya mbak Nilla Gustian

    Wah mas Inung, saya jadi mrasa bangga nih namanya di bwa2 di postingannya mas Inung.
    Dari artikel diatas yg paling saya resapi adalah :
    1. Mas Inung hapal semua nama dan kebiasaan para sahabat Blogger.
    2. Tak segan untuk mencantumkan link mereka dlam postingan kita.
    3. Saya senang euy sudah dianggap sbgai "Sobat baru"

    Masalah seimbang, semua memang diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan seimbang. Mulai dari hal kecil sperti menyiram tanaman dan memberi pupuk harus seimbang, sampai tuhan memperhitungkan waktu siang dan malam yg juga seimbang. Mirip lagu "yang sedang -sedang saja" berarti seimbangkan. Hehhe

    Best Regards,
    Tito's Weblog

    ReplyDelete
  11. Mas inung saya sangat terharu nih membaca postingannya, hehehe (lebay).
    Senang sekali udah di anggap sbgai sobat baru di Halaman Samping Inung Gunarba.

    Ada bebrapa hal yg saya tangkap dari postingan di atas, terlepas dari kontennya:
    1. Mas Inung sangat hapal nama dan kebiasaan para sobat blogger
    2. Terjalin keakraban yg Unik di dunia maya antar sesama blogger.
    3. Silaturahmi ternyata tidak hanya secara fisik, dengan berkunjung/blogwalking jg sudah silaturahmi.

    terkait dengan keseimbangan komen, saya jadi ingat dengan postingan saya Esensi Sebuah Komentar semoga para sobat blogger bisa bijak menggunakan keduanya...


    Best Regards,
    Tito's Weblog

    ReplyDelete
  12. wah semuanya di bahas tuntas ,bagus mas, keseimbangan dalam blogging ,hehe
    salam kenal, aku follow ya ;)

    ReplyDelete
  13. assalamualaikum..punten ah,,,hebat pisan euy semua tentang keseimbangan di bahas tuntas tak berbekas, ulasanya berkelas..lanjutkan ah om..permios ..assalamualaikum

    ReplyDelete
  14. komentar yang seimbang misalnya gimana ya?

    ReplyDelete
  15. Wah keren mas, bener2 seimbang. Tapi lucu juga analogi Bw seperti pake kaos kaki hehehe :)

    ReplyDelete
  16. Sepertinya ak masih belum seimbang ^^ lebih banyak dunia onlinenya :P

    btw ak suka dengan blogwalking, selain bs membaca cerita temen2 bisa keliling indonesia jg hihihi soalnya kan blogger dari berbeda-beda kota :D

    ReplyDelete
  17. Huft huft... jiaaaah.. rugi sekali aku, kok bisa posting ini kelewatan aku baca...

    Hmm... klo mas inung bilang tumben berkata benar, kayaknya belum deh.. tuh, kulihat, kok bisa mas inung bicara sendiri, hehehehe

    Hmm... again, Salam persahabatan!!! Keep smile ^_^

    ReplyDelete
  18. postingan yang sangat menarik, keseimbangan memang perlu dalam segala hal termasuk di dunia blogger dan sudah sewajarnyalah saling mengunjungi ataupun memberikan komen disamping sebagai bentuk jalinan persahabatan juga tuk menjaga agar tercipta suatu keseimbangan. Salam sobatku.

    ReplyDelete
  19. waha keren nh postingan nya,,,,,,,,salam kenal semunya

    ReplyDelete
  20. halloo... sobat.., wah menarik banget artikel nya nh....,keseimbangan berjalan keadilan bergerak.... tiada lagi berat sebelah ke dua sisi...

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails