Sunday, August 31, 2014

Medali "Finisher" Kedua, IDR 2014



Pagi tadi, saya akhirnya ikut terbirit-birit di lomba lari Independence Day Run 2014 (IDR 2014).

Start dari depan Istana Merdeka yang dilepas oleh Presiden SBY dan berhasil finish di Silang Monas.

Di ajang besar dan gratisan ini, saya berlari bersama 45ribu peserta lainnya. Jumlah peserta yang layak dibilang besar.

Setelah menempuh jarak yang dilombakan 8km dan dalam waktu 54 menit, saya berhasil menyelesaikan lari dan berhak mendapat medali penamat. Lazimnya, orang bilang medali finisher.

Sesuai namanya, medali ini diberikan pada peserta lari yang berhasil menyelesaikan lomba dengan baik: tidak potong jalur dan di bawah cut-off time.

Cut-off time adalah batas waktu maksimal yang diberikan panitia lomba.

Di IDR2014 ini, tidak semua peserta yang menyelesaikan lomba, mendapat medali. Hanya 10.000 peserta.

Di lomba ini, selain 8km, juga dilombakan lari berjarak 17km. Kedua jarak ini merupakan konfigurasi angka keramat NKRI, 17/8. :)

+++

Si Garmin  FR 210 dapet temen baru :)
















Medali ini adalah medali penamat kedua selama ini. Yang pertama saya dapatkan di ajang Asean Fun Run 5km pada 10 Agustus, tiga minggu lalu.

Alhamdulillah, masih di bulan yang sama, medali berikutnya saya peroleh di IDR 2014 ini.


Tahun depan, saya ingin naik kelas: ikut lomba lari yang berjarak 17 km. Makanya, saya turut berharap dan berdoa, semoga Pak Presiden Jokowi juga mengadakan acara lari yang sama. Amien.

Salam #marilari dari @inung_gnb di Palmerah :)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Peserta bagian belakang, jalan bareng pak SBY :)


Aksi Tim Akrobatik "The Jupiters" TNI AU

RI1 dan RI2 menyapa peserta lari n pengunjung Monas


Trims Pak SBY dah bikin acara lari seru IDR 2014 :)





Friday, August 29, 2014

Langkah demi Langkah Mendaftar BPJS Kesehatan. 100% via online :)


















Berselang delapan bulan sejak BPJS Kesehatan diluncurkan pada awal tahun 2014, saya baru kemarin mengurus dan melakukan pendaftaran.

Lalu, pakai antre ya? nunggu berjam-jam? nyiapin dan fotokopi berkas ini-itu? eh harus datang ke kantor BPJS pagi-pagi hingga siang dan (belum tentu) langsung kelar kan?

Olala ... pengalaman saya kemarin: hal-hal diatas sama sekali tidak saya alami. 100% online!

Saya hanya duduk manis di depan komputer, klik website bpjs-kesehatan. Simak dan ikutin petunjuknya baik-baik, lalu ke ATM BRI sebentar, kembali lagi ke depan komputer.

Lalu nerusin klak-klik klak-klik sebentar, nggak nembus 1 jam, beres! Dan, resmilah saya menjadi peserta BPJS dan berhak mendapat layanan kesehatan. *semoga saya nggak pernah memakai fasilitas kesehatan ini, amien ;)

Bagaimana urutannya?

Tahap Pertama (persiapan)
  1. Kunjungi website www.bpjs-kesehatan.go.id
  2. Lihat bagian atas, persis dibawah head-banner. Klik 'Layanan Peserta'
  3. Klik 'Pendaftaran Peserta'
  4. Perhatikan dan ikuti petunjuk awal yang tampil. Yang perlu kita siapkan ada Nomer KTP, Nomer Kartu Keluarga, Nomer NPWP,  dan alamat email dan nomer HP yang dapat dihubungi.
  5. Oya, di pendaftaran  via online ini kita sama sekali tidak perlu mengirim berkas. Misalnya untuk KTP, yang dibutuhkan hanya nomernya saja, begitu juga dengan NPWP dan KK.

Ngemil air putih




















Mungkin sampeyan sudah hapal dengan rumus ini: manusia perlu minum 8 gelas sehari atau kira-kira 1,5 liter air untuk mencukupi kebutuhan hidrasi.

Dengan gencarnya kalimat itu diucapkan, lewat berita kesehatan maupun melalui iklan air kemasan, kita menjadi tahu dan memahaminya.

Sayangnya, paling enggak bagi saya sendiri dulu, melaksanakannya itu yang tidak segampang menghapalkan anjuran tersebut.

Bagi saya yang kantoran, biasanya jarang bisa menyempatkan ambil minum di pantry. Ya, sesederhana mengambil gelas dan mengisinya dengan air yang di dispenser enggak bisa juga jadi rutinitas.

Pengalaman saya, untuk membuat sering minum adalah dengan menaruh gelas di meja kerja. Jadi, hanya kebutuhan air kita hanya sejangkauan tangan. Mudah kan?


Ya, cara itu tentu mendekatkan kita pada kecukupan hidrasi. Tapi kadang kala tidak berjalan mulus.
Minum segelas air yang telah kita siapkan memang mudah. Gelegek dan tuntas.

Namun gimana setelah gelas kosong? Apakah kita segera beranjak ke pantry untuk isi ulang?

Lagi-lagi, malas kembali menyergap. Dan gelas pun dibiarkan teronggok nganggur.

















Ada satu trik lagi yang efektif mendorong kita lebih sering minum.

Pakailah botol minum ukuran gedean, sekitar 600ml hingga 1liter. Kalau bisa, tutupnya yang bukan puntiran tetapi yang berupa ceklikan (saya belum nemu istilah yang baku he3 ). Lebih baik lagi yang jenis sumbatan.

Kenapa hindari puntiran? Karena, pengalaman saya sih, puntiran yang memerlukan penggunaan kedua tangan lebih ribet dibanding ceklikan yang cukup menjentikkan jari.

Alhasil, minum air bisa lebih sering. Sepertinya ada pendorong untuk sering-sering minum. Jadinya seperti orang ngemil, dikit-dikit nambah :)

Untuk saya, botol minuman yang ideal adalah botol sport. Bukan lagi yang tutupnya ceklikan tapi model sumbat.

Pegang botol dengan tangan kanan, gigit ujung botol, tarik dengan gigi, dan minum langsung dari ujung botol.
Menutupnya pun bisa dengan gigi atau satu tangan.

Plus, botol beginian bikin kita nggak takut tumpah.
Daya tampung air yang banyak, juga bikin nggak harus bolak-balik ngisi botol.

Over all, kita akan lebih sering minum air putih. Persis seperti orang ngemil. Gelegak-gelekgek... dan kebutuhan hidrasi pun tercukupi.

#mari minum air putih :)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, August 27, 2014

Mengapa Interval-Running?



Sudah setahun ini saya mengenal lari interval atau interval-running (IR).

Di banyak referensi, jenis latihan ini efektif mendongkrak kecepatan.

Bahkan, dipadu dengan program dan kombinasi latihan lainnya, turut menopang performance lari berikutnya: endurance atau daya tahan yang terasa ketika lari jarak jauh (long run).

Selain itu, membantu meningkatkan kekuatan atau strength. Ini bermanfaat saat lari di medan yang memiliki tanjakan seperti perbukitan. Pas untuk para trail-runner. Juga bagus untuk latihan temen-temen pendaki gunung.

IR, yang saya pahami, ialah berlari dengan variasi kecepatan: lari cepat dan lari dengan kecepatan lebih lambat.

Keduanya bisa dengan patokan waktu atau juga bisa jarak.
Misalnya: lari cepat 30 detik, jogging/lari ringan 2,5 menit. Dan dilakukan berulang-ulang hingga, misalnya saja, 8-10 kali.

Itu hanya contoh lho ya. Variasi lainnya bisa saja lari cepat 1 menit, jogging 4 menit dan lain-lain.

Atau juga, lari kenceng 100 meter dan yang lebih lambat sejauh 400 meter. Referensi program latihan IR bertebaran di om Google.

Dari IR ini, yang saya rasakan memang persis dengan uraian para pelatih dan pakar atletik: speed makin bagus dan kekuatan lari juga membaik.

Selain itu, IR juga lebih banyak membakar kalori dibandingan dengan lari biasa (jogging, kecepatan merata).
Saya coba bandingkan untuk jarak yang hampir sama, lari sekitar 5 kilometer.

Terlihat di dua foto data lari di Garmin FR 210 di atas,

Yang pertama (IR pagi tadi):
Jarak: 5,07km
Waktu: 35menit : 27detik
KALORI : 324 cal

Kedua (jogging sabtu pekan lalu):
Jarak: 5,21km
Waktu: 41menit : 17detik
KALORI : 298 cal

Jadi, meski jarak tempuh lebih pendek dan waktunya lebih sedikit, ternyata pembakaran kalori saat IR justru lebih tinggi.

Btw, catatan waktu saya itu sekadar contoh saja lho, jarak dan waktunya terbilang pendek. Maklum bapaknya si Kaka ini sudah kepala 3 ^^

Pelari lainnya yang lebih muda dan lebih rutin lari tentu berlari interval-running lebih jauh, lebih lama dan lebih cepat. :)

+++

IR juga lazim dimasukkan dalam program latihan untuk mencapai target tertentu. Misalnya program lari pemula, atau yang ingin berlari 5K, 10K, 10 mil (16km), Half Marathon (21K), FM (42K) hingga lari ultra (50/60/100K).

Dalam chart atau tabel latihan, IR berselap-selip dengan tempo-run (lari cepat, jarak menengah sekitar 4-6K) dan juga long-run.

Lagi-lagi, kita dengan mudah mendapat panduan lengkap tabel lari seperti di atas di internet.
Masukkan saja kata kunci, misalnya 'schedule training exercise running 5K 10K 21K' dst.

Masukkan pula variasi lainnya dengan keyword IR seperti 'interval running schedule chart training exercise running 5K 10K 21K'

Salam #marilari, kali-kali ketemu di Independence Day Run / IDR 2014 hari minggu 31 Agustus besok :)

@inung_gnb

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, August 26, 2014

Tidur lebih awal

Zzzz... zzzz.. zzzz

--

Namanya postingan soal tidur ya isinya ya kosongan ... zzz... zzz...

Kan nggak bisa juga to, ngeblog sambil posting ^^

Kalau ternyata masih bisa ngetik, berarti belum bisa tidur. Atau bisa juga nulis sambil nahan kantuk.

Tidur lebih awal kali ini karena badan kerasa capek. Bukan karena besok ngejar pesawat atau kereta pagi.

Yo wes lah... Kantuk makin berat. Kelopak mata sudah menggelanyut.

Persaingur. Permisi saya ingin tidurrr ... :)

@inung_gnb

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lima hari lagi... IDR 2014

Hari minggu nanti, 31 Agustus, ajang lomba lari Independence Day Run bakal menjadi lomba kedua yang saya ikuti.

Nama resminya sih pake embel-embel lomba, tapi untuk saya pribadi, acara itu lebih sebagai kesempatan bersenang-senang. Lari santai saja.

Seperti lomba lari sebelumnya, Asean Fun Run, 10 Agustus lalu, saya berlari tidak untuk mengejar nomer urut satu-dua-tiga atau demi naik podium. #yaelah dah umur kepala tiga kok ngimpi ngalahin para atlet hehehe...

Biarlah orang lain yang "berlomba-lomba" jadi jawara, lha wong tujuan saya hanya untuk sehat dan rekreasi.

Paling-paling yang masih bisa arepin ya kali-kali dapet doorprize dari undian nomor peserta. Heheheee....

Balik soal IDR2014, tadi siang saya sudah ambil race-pack di mall fX Sudirman, Jakarta.

Lumayan lho untuk acara gratisan seperti ini. Peserta kayak saya dapet kaos lomba dan nomer dada. Trus pas lomba nanti masih dapet goody-bag, fasilitas air minum / water station, pisang/snack untuk pemulihan energi.

Acara ini digelar oleh Istana Kepresidenan RI, Paspampres dan Garuda Finishers. Salah satu sponsor gedenya, Bank BRI.

Untuk besok pagi, saya akan kembali latihan lari pagi. Eh tapi lari besok bukan karena mau ikut IDR2014 tapi memang sudah rutin. Lumayanlah, sudah bisa 2-3 kali seminggu. Yah demi menyiasati umur :)

#marilari demi sang Merah Putih... ^^

@inung_gnb

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Renang

Sudah sebulan lebih saya absen renang. Terakhir berenang satu minggu sebelum lebaran kemarin.

Bagi saya, berenang itu sekaligus sebagai rekreasi.

Kenapa? Ya karena sayanya yang memang belum bisa berenang dengan cepat hehehe. Makanya dibawa santai aja pas nyebur ke kolam :)

Selain itu, ini sebagai cross-training alias latihan selingan di antara rutinitas lari yang dua-tiga kali seminggu.

Kolam renang langganan saya adalah di Manggala Wanabakti Sport Center. Lokasinya di kompleks Kementerian Kehutanan.

Soal kolam ini, sudah saya tulis di beberapa postingan sebelumnya.

Sedikit soal tarifnya, Rp 30 ribu sekali masuk. Banderol ini bisa dihemat jika kita memilih membeli voucher sebanyak 10 tiket, total Rp 250ribu.

Dibandingkan ketengan yang untuk 10 kali masuk totalnya Rp 300ribu, maka sistem voucher bakal menghemat Rp 50ribu. Lumayan :)

Lantas, kapan saya renang lagi? Saya jadwalkan sabtu pagi besok. Ini sekaligus sebagai aktivitas fisik selingan karena hingga jumat, saya fokus lari pagi untuk mempersiapkan diri ikut ajang Independence Day Run 2014, hari Minggu 31 Agustus di Istana Merdeka, Jakarta :)

Salam renang, salam #marilari

@inung_gnb

Powered by Telkomsel BlackBerry®