Wednesday, March 14, 2018

Tsingtao Beer: Bagaimana China Memasarkan Produk ke Pasar Lokal dan Ekspor


Antara produk otentik dan menebalkan rasa bangga.

It's our city pride, our 100% original brand goes to US, Europe and Africa!

Penerjemah menyampaikan kepada kami, menyadur ucapan walikota Qingdao, suatu waktu ketika saya turut bertandang ke negeri utara.

Lebih lanjutnya, salah satu ketua asosiasi pengusaha industri kota itu bercerita di samping saya, Tsingtao Beer mulanya minuman lokal. Sangat lokal. Penikmatnya ya orang sini-sini saja, orang kampung, pekerja, buruh dan buat tongkrongan.

Di acara yang lebih special, waktu itu, kami akan memilih bir kota tetangga, dari utara, Shanghai atau Hongkong. Kami lebih bangga dengan bir luar. Kami enggan minum Tsingtao di momen spesial, padahal itu dibuat di sini.

Pendahulu saya lalu berpikir sederhana: orang sini ya harusnya minumnya bir sini.

Caranya? Ada banyak pilihan, salah satunya dengan mengajak, menghimbau, membujuk warga membeli produk ini.

Untunglah, hal itu tidak kami lakukan. Buang-buang duit.

"Testimoni" dari Perantauan
Pendahulu saya memilih memerintahkan agar 'merapikan' kemasan kaleng bir. Desain harus tetap 'China', jangan meniru desain kemasan bir Hongkong atau Eropa kayak Heineken dkk.

Soal rasa tidak usah diutak-atik. Hanya saja, proses produksi lebih dimodernisasi semata untuk menjaga standar keamanan konsumsi.

Setelah 'reformasi' tersebut, apakah langsung dipasarkan ke warga dan jaringan ritel? Tidak.

Gelombang pertama produksi justru dikirim ke para perantau China di AS. Yang memiliki usaha restoran dan rumah makan.

Dikirim gratis dengan syarat: hidangkan kepada pelanggan kalian yang datang berombongan, minimal 3 orang. Boleh kalian berikan gratis atau separo harga, foto mereka dan kirim fotonya kemari.

Barulah kampanye bir digodog dan dipacu di sini. Sukses? Iya, tapi butuh proses dan waktu untuk menyakinkan kami-kami, saudara kami, tetangga kanan kiri.

Bangga Mengonsumsi Produk Kota Sendiri
Paling menantang adalah bagaimana akhirnya membuat kami akhirnya bangga menghidangkan Tsingtao Beer di acara-acara keluarga dan bisnis spesial, padahal rasa dan aroma ya sama saja dengan yang dulu. Kami bikin dalam kemasan kaleng, botol kaca maupun model dispenser dengan tombol kran :)

Dan, setelah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Tsingtao dikapalkan ke negeri-negeri seberang sebagai produk ekspor beneran dan bukan lagi produk sampel yang dibarter dengan foto bareng :)

"So, bottom up my brother!"

Note: 'bottom up' itu istilah mereka ketika menyeru agar kami menghabiskan minuman sampai tandas (untuk kemudian dituangi lagi).

Angkat sekali lagi gelasmu kawan! Yang ini kata Shaggy Dog di lagu 'Di Sayidan' 😀

No comments:

Post a Comment